Kaskus

News

n'DhiKAvatar border
TS
n'DhiK
Komunis = Atheis ??? (Pembunuhan Ideologi Oleh Tirani Orde Baru)
SELAMAT DATANG DI THREAD MERAH!
thread ini bukan threadnya orang komunis, tapi thread kajian filsafat mengenai komunisme
loungers jangan sotoy ya


Quote:


Komunis = Atheis ??? (Pembunuhan Ideologi Oleh Tirani Orde Baru)Komunis = Atheis ??? (Pembunuhan Ideologi Oleh Tirani Orde Baru) Komunis = Atheis ??? (Pembunuhan Ideologi Oleh Tirani Orde Baru)


sebenarnya, dewasa ini, istilah "komunis" itu merujuk pada sistem politik Marxis-Leninisme, bukan merujuk pada istilah "masyarakat komunal" yang dimaksud oleh Karl Marx... nah, komunisme ala Soviet (marxis-leninisme) atau China (maoisme) memang berbau atheistik dalam pandangan metafisis-nya, tapi esensi komunis Marx sendiri bukanlah atheisme.... berbicara atheistik berarti mengesampingkan "Tuhan" secara non-obyektif sebagai kondisi obyektif, karena pada dasarnya kepercayaan terhadap Tuhan adalah urusan vertikal per individu... bukan berarti menolak (dan juga mengiyakan) adanya Tuhan, karena Marx sendiri gak pernah mengatakan "Tuhan itu tidak ada"...

Perbedaan Mendasar Antara Komunisme Dengan Atheisme
Cap "Atheisme" Orde Baru
Ideologi Agama Bukanlah Refleksi Atau Ejawantah Agama Tersebut


=========TAMBAHAN
Mengenai Istilah
Pelopor Indonesia adalah Kaum Komunis?
Diskusi Dengan Agan Javanissary (Terms and Foundation): I, II, III, IV, V
Sosial-Demokrasi vs Komunis
Diskusi Dengan Agan ceced (Ekonomi Pembangunan):I,II, III
Ekonomi Perencanaan?
Ekonomi Kapitalisme: I, II, III
Ekonomi Marxisme: I, II, III
MPRS dan PKI
Komunis: Perjuangan Anti-Kelas, Tapi Kenyataannya?
Sekilas Mengenai Materialisme Dialektika: I, II, III
Epistemologi Nietzsche: Nihilisme
Epistemologi MADILOG Tan Malaka: Validitas Kebenaran dan Definisi
Beda Marxis-Leninisme, Maoisme, dan Castroisme
Soekarno Bukan Seorang Komunis!
Soekarno: Pancasila Itu Tidak Anti-Kom!
Film Pendek Tentang Tan Malaka emoticon-thumbsup: emoticon-I Love Indonesia (S)


=========KOMENG BAGUS emoticon-shakehand
Agan Banny123: Filsafat Karl Marx Pengaruh Hegel + Feuerbach
Agan bir.manis: "Weltanschauung" (Marx)
Agan harnett: Materialisme Dialektika Historis (MDH)
Agan Ekspresi2nd: Siapa Musuh Komunis?
Agan cryptofunk: Komunis Jahat?? Imperialis Iblis Dong emoticon-Big Grin
Agan talikuttang: Komunis Bahaya Laten? Yang Bahaya Laten mah Korupsi kaleee..... emoticon-Cape d... (S)
Agan goed.adit: Dari Dulu Ampe Sekarang Sama Aja!!!
Agan ceced: Ga perlu jadi komunis kalo mau jadi atheis emoticon-Big Grin
Agan ceced: Kom vs Anti-Kom
Agan superforza: Kalo Bukan Atheis, Kenapa Komunis "Ngelarang" Orang Beribadah?
Agan Teplock: Kesaksian ex-Menlu Soebandrio Mengenai G30S
Agan arabeska: Bosan Akan Kebenaran emoticon-Embarrassment
Agan chorckryomano: Kumisniiiis!!! emoticon-Big Grin
Agan roh_11: Upaya Bung Karno Mengakurkan Komunis Dengan Islam di Indonesia
Agan khaliq87: Anggota Partai Komunis Yang Muslim di China
Agan theLaoBao: nih Kata Tan Malaka.....
Agan knoxville: Hapuskan Mitos Rekonsiliasi!!
Agan kentang888: Komunisme Dan Konglomerasi
Agan cepotwayang: Pasal Undang-undang USSR Tentang Agama
Agan Purefun: Pernah Tinggal di Kuba dan Ternyata... WOW!!
Agan PakinTheWarfare: Sekilas Mengenai Nihilisme ala Barat
Agan phoenix17: Share Lagu Komunis Aaahh... emoticon-Big Grin
Agan chanzchoc: Utopia...
Agan betara10: Karl Marx vs Bob Marley

=========F.A.Q
Kok Bisa-bisanya Atheis Disambungin ke Komunis?

Terus Kenapa Kalangan Agama Getol Banget Basmi Komunis?

Komunis Itu Paham Yang Memisahkan Negara Dengan Agama Kan??

Ngapain sih repot-repot ngomongin ideologi?? Udah jelas SYARI'AH bersumber dari ALLAH!!! Ngapain kita pake Pancasila, Kapitalis, Apalagi Komunis

Komunis Tuh Jelek!! Buktinya Korea Utara Tuh Miskin, Kalah Ama Korea Selatan Sodaranya yang Kapitalis!!!

Sekuler Itu Bertujuan Menghancurkan Peranan Agama Dalam Hidup, Itu Musuh Islam!!


salam revolusi! Garuda di dadaku!! emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
terima kasih atas partisipasi agan-agan sekalian dalam thread ini emoticon-Angkat Beer

buat the real forsex kaskusers: emoticon-thumbsup: emoticon-shakehand
buat the loungers: emoticon-thumbdownemoticon-fuck2
rajendra18Avatar border
TrialaddictAvatar border
dayoldchickAvatar border
dayoldchick dan 2 lainnya memberi reputasi
1
147.4K
1.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & Xenology
KASKUS Official
6.6KThread11.7KAnggota
Tampilkan semua post
n'DhiKAvatar border
TS
n'DhiK
#294
- Sekilas Tentang Kapitalisme Bag. I
- Sekilas Tentang Kapitalisme Bag. II

SEKILAS TENTANG KAPITALISME BAG. III

GLOBALISASI EKONOMI

perkembangan kapitalisme telah membuat sebuah paradigma ilmu ekonomi modern, mengenai distribusi pendapatan, aggregate demand and supply, kebijakan moneter, competitive advantage, GDP Per Capita, dan analisis ekonometrik... artinya, karena adanya sistem yang berpusat pada kapital (modal dan alat produksi), maka akan selalu ada perkembangan di sisi Makro dan Mikro Ekonomi....

tidak perlu disimpulkan ekonomi kapitalisme itu baik atau buruk, tapi yang patut diperhatikan adalah efek baik dan buruk dari sebuah keterbukaan ekonomi, globalisasi...

pada dasarnya, Negara-negara Maju (Developed Countries) membutuhkan buruh-buruh murah, bahan-bahan baku, dan investasi di Negara-negara Sedang Berkembang (Developing Countries) - NSB.... sedangkan NSB tidak butuh investasi mereka, NSB tetap lebih unggul karena memiliki bahan-bahan baku dan sumber daya alam (natural resources) yang bahkan buruhnya pun murah....

namun karena globalisasi ekonomi, artinya karena adanya hegemoni MNC (Multi National Cooperation), maka NSB selalu membutuhkan investasi mereka, untuk kemajuan industri dalam negeri dan ketersediaan lapangan kerja... kritik dilancarkan oleh kontra-penanaman modal asing, antara lain didasari karena pertimbangan:

1. investor yang menanam saham hari ini belum tentu akan menanam saham lagi esok hari, inilah yang menyebabkan resesi ekonomi pada kuartal terakhir...
2. investor lebih mengutamakan "perut" sendiri, sehingga ada kalanya situasi politik dan keamanan nasional NSB sedang "panas", maka mereka akan segera menjual saham-saham, dalam hal ini, pialang lebih getol membuat Negara defisit akibat penarikan saham asing...
3. konsumen pun dapat mengalami kerugian tatkala Pemerintah mengenakan pajak untuk taxing efficiency pada item produk, ini yang disebut deadweight loss...
4. ekonomi Negara dapat diambang kehancuran apabila depresi ekonomi terjadi, karena berakibat inflasi, pengangguran besar-besaran, dan collapse, sehingga Keynes mengajukan solusi paket stimulus untuk merangsang pasar dalam negeri... utamanya, tax saving lebih menjadi prioritas, kemudian usaha merger atau akuisisi perusahaan...

tanpa menafikan keuntungan globalisasi seperti ane pake hape Nokia, laptop Apple, motor Honda, dan kenikmatan produk luar lainnya, namun fakta akan kerugian globalisasi itu perlu dicantumkan di sini....

GDP PER CAPITA: ACUAN "KAYA"

Quote:


ga ada istilah "miskin"... itu hanya istilah World Bank dan United Nations (baca: Imperialis) dalam mengkategorikan GDP Per Capita yang rendah.... memang GDP Per Capita Korut mencapai US $ 1.244,- yang perbandingannya dengan developing countries lain adalah "rendah", tapi agan harus tahu teori makro... GDP (Gross National Product) atau PDB (Pendapatan Domestik Bruto) merupakan standar penghidupan masyarakat suatu wilayah (yaitu: Indeks Pembangunan Manusia dan Angka Pengangguran), menurut Adam Smith model pertumbuhan GDP dgn formula Y (GDP) = C (Konsumsi) + I (Investasi) + G (Pengeluaran Pemerintah) + (X − M) => X/M = Ekspor/Impor....

pendapatan masyarakat tentunya parameternya adalah masyarakat yang bekerja (tenaga kerja atau labor), misalnya 9 dari 10 orang adalah penganggur (unemployement), dan pendapatan sekitar 1,2 juta dari satu orang bekerja, maka Σi (summation of income) = 1,2jt/10 (dari Δw/n) => w = wages, n = nomina atau total penduduk, ya Σi = 0,12 artinya pertumbuhan ekonomi mencapai 12 % (sepertinya besar), padahal 1,2jt x 0⁹ = 0 besar!! (karena yang kerja cuma 1 orang)... jadi kebanyakan kita mudah terkecoh dgn angka 12 % padahal itu hanya 1:10 orang saja... jadi kalo liat estimasi pertumbuhan GDP Per Capita, harus lihat juga Total Population dikurangi Total Unemployement emoticon-Big Grin

bagaimana dgn teori mikronya? dalam teori Keynes, penawaran harus berdasarkan secara agregat (keseluruhan) dalam mekanisme pasar... surplus value-nya dalam kurva Philips, kurva naik ke atas dari Price (P) rendah dengan Quantity (Q) banyak.... kalo di mekanisme pasar terbuka (kembali ke teori Smith), surplus terus malah menyebabkan inflasi, sehingga harus setimbang (equilibrium) dgn defisitnya... tapi Korut? tidak, surplus terus tidak menyebabkan inflasi, karena permintaan agregatnya adalah kebutuhan primer konsumen, sisanya secara kolektif diatur negara (mekanisme pasar monopolistik)....

jadi, meskipun GDP Per Capita Korut rendah, apakah Korut masih bisa dibilang miskin? belum tentu, bisa jadi malah sejahtera.... pertama, kesejahteraan parameternya bukan uang (dalam tahap ini, filsafat bisa menjelaskan lebih rinci daripada ekonomi), kedua karena tidak ada pengangguran di sana (seseorang dikatakan pengangguran apabila telah memasuki usia 13-60 sebagai angkatan kerja namun ga punya pekerjaan, siswa/mahasiswa belum dikatakan pengangguran karena bukan angkatan kerja), malah setiap orang mengusahakan apa yang mereka usahakan (kayak kata-kata Qur'an neh) emoticon-Big Grin artinya, sistem kolektif berperan dalam membentuk masyarakat yang komunal (komunis)... ente ga usah takut, kalo tetangga ente udah punya kulkas, ente juga punya kok, tenang aja... emoticon-Peace apalagi tujuan ekonomi adalah pemenuhan kebutuhan dan pemuasannya (utility)...

EKONOMETRIKA

1 + 1 ≈ 2 (sifat dasar statistika, 1 disumasikan dengan 1 hasilnya bukan equal to 2, but come near to 2)

berkat perkembangan ekonomi Keynes, paradigma ekonometrika sebagai jalan menganalisis perkembangan perekonomian di suatu daerah (misalnya yang developed regions) dan penelitian atau untuk menganalisis kebijakan moneter negara telah memberi jasa bagi pemikiran ekonomi... ekonometrik cukup berjasa dalam berbagai penelitian ekonomi seputar PDRB Per Kapita, HDI (Human Development Index), Unemployement Rates, dan Kemiskinan (Poverty), tapi belum cukup "berguna" untuk menyelesaikan masalah yang dari dulu ditimpa Negara, yaitu penanggulangan kemiskinan... semoga ke depannya ekonom-ekonom kita sanggup menganalisis hipotesis-hipotesis yang berkenaan dengan pengentasan kemiskinan....

nah, di ekonometrik ada model-model uji asumsi:
1. korelatif (keterkaitan)
2. kolinearitas (kesejalanan)
3. heteroskedastisitas (ketidaksamaan varian)
4. normalitas (uji normal dan beda)
5. dsbnya (tergantung mau pake model siapa, Philipp-Peron kah, atau Kuznets kah, dll)...

sama seperti statistika, hipotesis yang disusun harus diregresikan terlebih dahulu antar variabel yang independent dengan dependent (biasanya kalo masalah global kayak pengaruh supply-demand terhadap pasar nasional di masa perang, pake model dummy variable)... analisis regresi linear sederhana:

Y = β0+ β1Xi + ei


Y = dependent variable
X = independent variable
β = determinan
e = error
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.