TS
Gulley
Semua Cerita Bermakna (Semua Kepercayaan)
Berhubung banyaknya thread cerita bermakna dan juga yang sharing tentang kisah-kisah yang memiliki pesan tersirat dan tersurat. Maka sesuai saran dan juga ada persetujuan Momod, maka dengan ini dibuat Thread Khusus Cerita 
Aturannya
:
1. DILARANG Keras Posting yang berbau BB
2. DILARANG Posting bernuansa MENGHINA SARA
3. DILARANG Kejang-kejang
4. DILARANG Memancing Keributan
:
5. DILARANG Iklan bentuk apapun, baik tulisan atau pun gambar
6. Terlalu Melanggar = BATA
lalu dikasih Laporan buat Banned sementara....Lalu siap-siap Banned Permanen 
Stempel ajaib


Aturannya
:1. DILARANG Keras Posting yang berbau BB

2. DILARANG Posting bernuansa MENGHINA SARA

3. DILARANG Kejang-kejang

4. DILARANG Memancing Keributan
:5. DILARANG Iklan bentuk apapun, baik tulisan atau pun gambar

6. Terlalu Melanggar = BATA
lalu dikasih Laporan buat Banned sementara....Lalu siap-siap Banned Permanen 
Silahkan berbagi dan gabungkan di sini 

Stempel ajaib


INDEKS CERITA
Quote:
tata604 memberi reputasi
1
50.2K
1.4K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Spiritual
6.4KThread•2.8KAnggota
Tampilkan semua post
Minibalanar
#23
Mengembangkan Kualitas Diri Menuju Masa Depan Bahagia
Kiriman om Romy 
Romy Rafael
Romy Rafael mengemukakan beberapa point penting yang dapat kita pergunakan untuk meningkatkan kualitas diri, antara lain:
1. Pengaruh self talk positif
Pada dasarnya,selama kita hidup kita akan selalu melakukan self talk(dialog dengan diri sendiri). Sayangnya, tanpa disadari self talk yang kita lakukan cenderung negatif. Misal:Kita berdialog dengan diri sendiri: Mengapa guru A selalu memarahi aku? Lalu kita jawab: Karena ia tidak suka kepadaku. Karena kita sudah beranggapan demikian, bisa jadi dalam pelajaran beliau kita menjadi enggan belajar dalam mata pelajarannya. Akibatnya hal tersebut mempengaruhi prestasi belajar kita. Tentu saja self talk yang demikian adalah self talk yang negatif, karena tidak membuat kita menjadi lebih baik.
Kuncinya di sini adalah kesadaran. Kita harus mengganti self talk tersebut menjadi positif. Misal: Mengapa guru A selalu memarahi aku? Mungkin masih ada perilaku diri saya yang masih kurang berkenan di mata beliau. Bagusnya, beliau masih mau menegurku dan tidak nyuekin saya. Saya harus intropeksi diri dan menjadi lebih baik lagi.
2. Yakin vs Tahu
Dikemukakan oleh Romy Rafael, perbandingan kita melakukan seuatu dikarenakan yakin dengan tahu adalah 88%:12%. Maksudnya kita cenderung melakukan sesuatu dengan didasari oleh keyakinan(emosi) ketimbang tahu(logika). Misal: Bagi perokok, sebenarnya mereka tahu bahwa merokok dapat menyebabkan kanker,dsb. Namun karena didasari keyakinan: tidak apa-apalah, toh merokok atau tidak, tetap akan mati juga. Ini adalah keyakinan yang menghambat kita dalam meningkatkan kualitas diri. Seseorang harus dengan hati-hati, memilih memegang keyakinan dalam menjalani hidupnya.
3. Perumpamaan gelas.
Gelas ibarat apa yang ada dibenak kita. Susu adalah pikiran yang positif. Kopi adalah pikiran yang negatif. Kabar baiknya adalah untuk mengganti kopi(pikiran negatif) yang sudah terlanjur ada, kita cukup menuangkan susu(pikiran positif) terus menerus. Kabar buruknya, walaupun sudah terisi susu,gelas tersebut dapat menjadi kopi kembali. Kuncinya disini adalah kita harus senantiasa menuangkan susu kedalamnya. Dengan kata lain, isilah benak anda dengan pikiran2 positif setiap saatnya.

Romy Rafael
Romy Rafael mengemukakan beberapa point penting yang dapat kita pergunakan untuk meningkatkan kualitas diri, antara lain:
1. Pengaruh self talk positif
Pada dasarnya,selama kita hidup kita akan selalu melakukan self talk(dialog dengan diri sendiri). Sayangnya, tanpa disadari self talk yang kita lakukan cenderung negatif. Misal:Kita berdialog dengan diri sendiri: Mengapa guru A selalu memarahi aku? Lalu kita jawab: Karena ia tidak suka kepadaku. Karena kita sudah beranggapan demikian, bisa jadi dalam pelajaran beliau kita menjadi enggan belajar dalam mata pelajarannya. Akibatnya hal tersebut mempengaruhi prestasi belajar kita. Tentu saja self talk yang demikian adalah self talk yang negatif, karena tidak membuat kita menjadi lebih baik.
Kuncinya di sini adalah kesadaran. Kita harus mengganti self talk tersebut menjadi positif. Misal: Mengapa guru A selalu memarahi aku? Mungkin masih ada perilaku diri saya yang masih kurang berkenan di mata beliau. Bagusnya, beliau masih mau menegurku dan tidak nyuekin saya. Saya harus intropeksi diri dan menjadi lebih baik lagi.
2. Yakin vs Tahu
Dikemukakan oleh Romy Rafael, perbandingan kita melakukan seuatu dikarenakan yakin dengan tahu adalah 88%:12%. Maksudnya kita cenderung melakukan sesuatu dengan didasari oleh keyakinan(emosi) ketimbang tahu(logika). Misal: Bagi perokok, sebenarnya mereka tahu bahwa merokok dapat menyebabkan kanker,dsb. Namun karena didasari keyakinan: tidak apa-apalah, toh merokok atau tidak, tetap akan mati juga. Ini adalah keyakinan yang menghambat kita dalam meningkatkan kualitas diri. Seseorang harus dengan hati-hati, memilih memegang keyakinan dalam menjalani hidupnya.
3. Perumpamaan gelas.
Gelas ibarat apa yang ada dibenak kita. Susu adalah pikiran yang positif. Kopi adalah pikiran yang negatif. Kabar baiknya adalah untuk mengganti kopi(pikiran negatif) yang sudah terlanjur ada, kita cukup menuangkan susu(pikiran positif) terus menerus. Kabar buruknya, walaupun sudah terisi susu,gelas tersebut dapat menjadi kopi kembali. Kuncinya disini adalah kita harus senantiasa menuangkan susu kedalamnya. Dengan kata lain, isilah benak anda dengan pikiran2 positif setiap saatnya.
0