TS
ekka4shiki
[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse
Genre : Action , Adventure , Fantasy , Drama
Rating : Teen
Based on : Final Fantasy XIII
Ini fanfict pertamaku.
Bermula setting dari chapter 11 game FFXIII yang bersifat free-roaming alias bisa keluyuran kemana aja, sehingga aku ingin membuat/menambah elemen cerita didalamnya sesuai dengan imajinasiku.
Yang udah maen FFXIII mungkin akan lebih dong , tapi yang belum maen FFXIII boleh kok baca (spoiler tapi
) , tapi terserah situ sih 
Aku tau tulisanku ini masih ancur dan banyak kesalahannya . So , yang mbaca tolong tinggalin jejak ya . Kritik dan saran sangat dihargai.
![[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse](https://dl.kaskus.id/images4.wikia.nocookie.net/__cb20100909183148/finalfantasy/images/thumb/c/c6/FFXIII-Lightning_CG.png/168px-FFXIII-Lightning_CG.png)
Cewek yang awalnya dingin, tetapi punya sisi perhatian dan penuh kasih. Dia berjuang untuk bertahan hidup dan melihat adiknya Serah keluar dari stasis kristal. Lightning hanya codename , tak ada yang tahu nama aslinya. Seorang Ex-soldier dari Cocoon. 21 tahun.
![[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20090903223123/finalfantasy/images/thumb/4/4e/Snow.png/252px-Snow.png)
Dia adalah karakter yang kuat dan yang ingin menjadi sesosok hero bagi orang disekitarnya. Snow bertekad untuk menyelamatkan Serah dan Cocoon, tempatnya berasal , dan semua orang didalamnya. 21 tahun.
![[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse](https://dl.kaskus.id/images.wikia.com/finalfantasy/images/6/68/Vanille.png)
Walau menghadapi banyak kesulitan, ia tetap orang yang ceria dan care pada orang disekitarnya, meskipun keceriaan nya terkadang adalah sebuah topeng yang ia gunakan untuk menyembunyikan rasa bersalah yang ia pendam. 519 tahun.
![[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20090903223913/finalfantasy/images/thumb/d/db/FFXIII-Sazh.png/128px-FFXIII-Sazh.png)
Sazh adalah orang Cocoon yang ramah dan ceria yang tidak pernah lepas dari bayi Chocobo yang selalu bersamanya. Sebuah peristiwa menetapkan dia di jalan yang sekarang, tetapi tujuan lain memaksanya untuk melangkah maju. 40 tahun.
![[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20100909171206/finalfantasy/images/thumb/0/03/Hope_Estheim.png/292px-Hope_Estheim.png)
Hope adalah anak normal dari keluarga normal Cocoon . Tanpa pengalaman dalam dunia yang sebenarnya, dan selalu dibawah perlindungan ibunya . Ia benar - benar tak siap peristiwa yang terjadi padanya. 14 tahun.
![[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse](https://dl.kaskus.id/images1.wikia.nocookie.net/__cb20100909171739/finalfantasy/images/thumb/2/21/Ff13-fang.png/292px-Ff13-fang.png)
Bertekad kuat dan segan untuk berbasa-basi, dia memiliki sikap seseorang yang tidak peduli dengan hal-hal sepele kehidupan. Ia sangat protective pada Vanille, menganggapnya adik sendiri. 521 tahun.
Index
I. Defiers of Fate - Part 1 , Part 2
II. Will to Fight - Part 1 , Part 2
III. Terra Incognita - Part 1
Rating : Teen
Based on : Final Fantasy XIII
Ini fanfict pertamaku.
Bermula setting dari chapter 11 game FFXIII yang bersifat free-roaming alias bisa keluyuran kemana aja, sehingga aku ingin membuat/menambah elemen cerita didalamnya sesuai dengan imajinasiku.
Yang udah maen FFXIII mungkin akan lebih dong , tapi yang belum maen FFXIII boleh kok baca (spoiler tapi
) , tapi terserah situ sih 
Aku tau tulisanku ini masih ancur dan banyak kesalahannya . So , yang mbaca tolong tinggalin jejak ya . Kritik dan saran sangat dihargai.

Quote:
Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse
Gran Pulse
sebuah dunia yang membentang luas di bawah Cocoon yang melayang
sumber dari berbagai ancaman yang mengintai
enam Pulse l'Cie
musuh umat manusia
memulai petualangan disana
mencari jawaban, menantang takdir
Gran Pulse
sebuah dunia yang membentang luas di bawah Cocoon yang melayang
sumber dari berbagai ancaman yang mengintai
enam Pulse l'Cie
musuh umat manusia
memulai petualangan disana
mencari jawaban, menantang takdir
Spoiler for Characters:
Spoiler for Lightning Farron:
Cewek yang awalnya dingin, tetapi punya sisi perhatian dan penuh kasih. Dia berjuang untuk bertahan hidup dan melihat adiknya Serah keluar dari stasis kristal. Lightning hanya codename , tak ada yang tahu nama aslinya. Seorang Ex-soldier dari Cocoon. 21 tahun.
Spoiler for Snow Villiers:
Dia adalah karakter yang kuat dan yang ingin menjadi sesosok hero bagi orang disekitarnya. Snow bertekad untuk menyelamatkan Serah dan Cocoon, tempatnya berasal , dan semua orang didalamnya. 21 tahun.
Spoiler for Oerba Dia Vanille:
![[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse](https://dl.kaskus.id/images.wikia.com/finalfantasy/images/6/68/Vanille.png)
Walau menghadapi banyak kesulitan, ia tetap orang yang ceria dan care pada orang disekitarnya, meskipun keceriaan nya terkadang adalah sebuah topeng yang ia gunakan untuk menyembunyikan rasa bersalah yang ia pendam. 519 tahun.
Spoiler for Sazh Katzroy:
Sazh adalah orang Cocoon yang ramah dan ceria yang tidak pernah lepas dari bayi Chocobo yang selalu bersamanya. Sebuah peristiwa menetapkan dia di jalan yang sekarang, tetapi tujuan lain memaksanya untuk melangkah maju. 40 tahun.
Spoiler for Hope Estheim:
Hope adalah anak normal dari keluarga normal Cocoon . Tanpa pengalaman dalam dunia yang sebenarnya, dan selalu dibawah perlindungan ibunya . Ia benar - benar tak siap peristiwa yang terjadi padanya. 14 tahun.
Spoiler for Oerba Yun Fang:
Bertekad kuat dan segan untuk berbasa-basi, dia memiliki sikap seseorang yang tidak peduli dengan hal-hal sepele kehidupan. Ia sangat protective pada Vanille, menganggapnya adik sendiri. 521 tahun.
Index
I. Defiers of Fate - Part 1 , Part 2
II. Will to Fight - Part 1 , Part 2
III. Terra Incognita - Part 1
0
4.3K
Kutip
39
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
ekka4shiki
#49
Update setelah sekian lama 
Hope , kau yakin sudah pulih sepenuhnya ?
Aku yakin , Light jawabku lantang.
Baiklah semua, bila kuberi tanda larilah ke arah gua itu , abaikan monster yang ada bila tak mengganggu , kecuali jika mereka berusaha membuat tubuhmu berlubang. kata Lightning sambil mengamati keadaan .
Pikiran yg menyenangkan kata Sazh sembari menangkap Chocobo chick yang terbang di sekitar dirinya , Tenang nak, ini bukan waktunya kamu beraksi.
Mereka kelihatannya lemah , tapi mereka berkelompok , akan merepotkan kalau menganggu kawanan lebah disarangnya.
Ironis Light , karena kita sendiri ingin mencoba menerobos masuk ke sarang falCie timpal Fang , senyum kecil menghiasi wajahnya.
Hmmph , anggap saja kita bertamu.
Disinilah kami , sejengkal lagi dari sarang falCie Titan , bersandar di dinding tinggi sebuah bukit yang mengelilingi tempat kami berada . Kami berada di semacam kota reruntuhan . Yang ada sekililing kami hanyalah puing puing bangunan dan monster monster yang sekarang menjadi penghuni nya. Membuat tak terlihat lagi sisa kejayaan dari kota yang mungkin cukup ramai dimasanya.
Monster monster yang menaungi reruntuhan ini lemah , benar kata Lightning, mereka tidak bisa dibandingkan dengan monster monster besar yang harus kami hindari di padang rerumputan yang tadi kita lewati. Jangankan monster monster raksasa , behemoth saja tidak ada di reruntuhan ini. Sungguh beruntung kami menemukan jalur menuju tempat ini , karena sepertinya satu-satunya jalan menuju tempat ini adalah celah bukit yang kami lewati tadi . Mungkin itulah yang menjadi alasan perbedaan monster yang ada disini dan diluar sana. Celah bukit tadi pastilah yang menyulitkan monster monster besar dan ganas yang ingin mencapai tempat ini. Sepertinya mereka mendirikan kota ini disini dengan memikirkan itu . Kota yang bisa ditinggali dan aman dari gangguan monster , walaupun sekarang tidak lagi.
Dan secara kebetulan kota ini berada tepat di samping rumah falCie Titan , hanya dipisahkan oleh bukit dengan gua sebagai pintu masuknya. Gua yang kami berenam harus masuki untuk mencapai Titan . Ya , kota yang berada disebelah sarang falCie. Kalau dipikirkan kota ini mungkin sama saja dengan Cocoon. Entah bagaimana hubungan antar manusia dengan falCie disini , yang kutahu manusia selama ini selalu berada di bawah bayang bayang falCie . FalCie dan Manusia , ada apa sebenarnya ?
Baiklah , ayo semua ! Lightning memberi tanda.
Dengan langkah cepat kami menyebrangi kota mati itu . Monster-monster yang ada kaget dengan keberadaan kami. Asing bagi mereka , perhatian menjadi tertuju pada kami . Tapi tak ada yang menyerang. Mereka hanya menunjukan kesadaran mereka atas kami berenam, menatap kami dengan yang rasanya seperti campuran ingin tahu dan waspada. Mungkin karena bagi mereka kami belum terlalu menganggu terlepas dari masuknya kami ke teritoti rumah mereka ? Ataukah mereka sadar kalo kami bukan dalam level jangkauan mereka ? Yang mana saja tak masalah , asal mereka tidak merepotkan kami.
Hey , ini lebih mudah dari yang kubayangkan . Andai semua monster seperti ini , aku sudah membawa kameraku dan bertamasya menikmati pemandangan kata Sazh.
Oh , aku jadi teringat dengan Oerba . Pasti menyenangkan sekalii bisa bertamasya lagi kata vanilla dengan keceriaan yang biasa.Pemandangan di Gran Pulse itu indah , siapa bilang kalo Gran Pulse itu neraka hehe ?
Tapi beberapa saat yang lalu kita berada di neraka kataku.
Eh ,itu berbeda . Itukan karena monster . Ah , pokokN aku mau tunjukan bahwa Gran Pulse itu tidaklah kalah dengan surga Cocoon kalian.
Hahaha, mungkin setelah semua masalah ini selesai , Vanille. Dan pastikan kau mengajak Serah juga.
Tentu saja Snow , semua pasti kuajak.
Mungkin kalian bisa lebih tenang sedikit , para monster bisa terganggu dengan celotehan kalian.
Oh , maaf Light.
Kulihat monster-monster yang ada masih memandanagi kami saja . Tak melakukan inisiatif penyerangan , menang jumlah sekalipun . Dan itulah yang kami inginkan , kami berhasil menyebrangi teritori kawanan monster itu dengan sukses tanpa perlu ada pertarungan yang merepotkan. Gua yang menghubungkan reruntuhan kota ini dengan tempat falCie Titan berada juga sudah dekat . Tinggal beberapa meter lagi sudah tak jauh dari hadapan kami.
The Undying-fearsome Cie'th who defy fal'Cie will, driven by an intense loathing of all that lives.
Lightning berhenti dan memberi tanda dengan tangannya meminta yang lain mengikutinya.
Kalian dengar itu ?
Ya aku juga mendengarnya , Light jawabku.
But I go now to stay her blade, as my father and his father before him once attempted.
Darimana suara bisikan ini berasal ? kata Fang mencari cari.
The Butcher's den is in the old Haerii Archaeopolis, at the northern edge of the steppe
Itu kata Vanille menunjuk sesuatu yang berada tidak jauh di mulut gua bersandar di dinding bukit . Dari Cieth Stone itu.
Permohonan terakhir dari Cieth rupanya . kata Fang . Seorang lCie yang gagal menyelesaikan Focus nya akan berubah menjadi Cieth , dikutuk untuk berkeliaran tanpa arah sebagai sosok monster mengerikan . Dan setelah bertahun- tahun mereka akan kehilangan energi kehidupan mereka , berhenti untuk bergerak, dan mengalami fossilisasi menjadi Cieth Stone. Tapi derita mereka tidaklah berakhir , meski sudah menjadi Cieth Stone mereka akan terus menangis dan meminta lCie yang lewat untuk menyelesaikan focus yang tidak mereka tidak bisa.
Kalau begitu kita harus membantunya kata Snow lantang.
Tidak sekarang Snow , kita punya urusan yang lebih penting . Lagipula focus yang tak bisa dia kerjakan adalah memburu Cieth tertentu , kalau tak salah. Dan dari kawanan monster yang tadi rasa rasanya tidak ada Cieth yang dimaksud.
Yup , Lightning benar . Cieth Stone ini bisa saja sudah ada bertahun tahun lalu . Siapa yang tau dimana buruannya sekarang kata Sazh membenarkan. Kecuali kalo tahu tahu dia muncul menyambut kita
Tepat saat Sazh selesai berbicara , terasa getaran yang amat keras dari bawah kami. Getaran nya cukup terasa membuat kawanan monster di belakang kami panik dan berlarian menjauh , menjaga jarak dari sesuatu yang sepertinya mereka anggap sebagai ancaman lebih dari kami. Terlihat beberapa dari mereka bersembunyi di reruntuhan yang ada.
Dan keluarlah dia dari dalam tanah. Sesosok monster yang cukup besar yang menjadi sumber dari getaran ini. Tubuhnya menjulang tinggi dengan kaki kaki yang tampak ramping, bila dibandingkan dengan tangannya yang besar. Tentakel tentakel putih menghiasi tangannya yang berwarna agak kemerahan . Senada dengan warna tubuhnya yang juga berwarna agak kemerahan , dengan sebuah inti di dadanya yang berwarna merah terang seperti darah. Berdiri di hadapan kami dengan sangat mengancam
Menyesal aku sudah bicara sesal Sazh.
Cieth ini Undying
Apa itu Vanille ? tanyaku padanya.
Undying adalah Cieth yang menaruh kebencian pada master falCie nya . Jika Cieth lain suatu saat akan menjadi Stone , Undying berbeda , ia akan terus hidup bentuk monster. Kebencian dan kemarahannya terus membuatnya bisa terus bertahan dan menebarkan terror pada semua makhluk hidup.
Dengan kata lain , ini adalah Cieth yang lebih ganas ? tanya Sazh.
Yup , kira- kira begitu
Umm , baiklah sepertinya kita memang harus mengabulkan permintaan Cieth stone yg tadi kata Snow bersemangat mengepalkan tinjunya.
Berhati-hatilah kalian , jangan anggap remeh Undying kata Fang juga sudah siap dengan tombaknya.
Sang Undying , Zenobia melangkah maju dengan garang . Tentakel tentakelnya digoyang goyangkan dengan keras seakan mencegah kami untuk mendekati dari depan. Perlahan tapi pasti dia menghampiri kami , langsung melihat kami sebagai musuh yang harus dilenyapkan.
Baiklah , bersiaplah kalia- eh ? ujar Snow terkejut.
Zenobia berhenti bergerak . Bukan hanya berhenti berjalan , tapi benar benar berhenti bergerak. Semuanya berhenti , tentakelnya , bahkan suara nafasnya. Tiba-tiba inti merah di dadanya bersinar terang . Tubuhnya lalu perlahan menghilang , lenyap dari pandangan, memperlihatkan sosok hijau pendek yang berdiri dibelakangnya . Sosok hijau berjubah yang membawa lantern di tangan kanannya dan pisau di tangan kirinya. Pisau yang tadi sepertinya ia gunakan pada Zenobia.
Disana berdiri sosok hijau Tonberry , yang membunuh Zenobia The Undying dengan sekali tusukan.

Spoiler for III. Terra Incognita part 1:
Hope , kau yakin sudah pulih sepenuhnya ?
Aku yakin , Light jawabku lantang.
Baiklah semua, bila kuberi tanda larilah ke arah gua itu , abaikan monster yang ada bila tak mengganggu , kecuali jika mereka berusaha membuat tubuhmu berlubang. kata Lightning sambil mengamati keadaan .
Pikiran yg menyenangkan kata Sazh sembari menangkap Chocobo chick yang terbang di sekitar dirinya , Tenang nak, ini bukan waktunya kamu beraksi.
Mereka kelihatannya lemah , tapi mereka berkelompok , akan merepotkan kalau menganggu kawanan lebah disarangnya.
Ironis Light , karena kita sendiri ingin mencoba menerobos masuk ke sarang falCie timpal Fang , senyum kecil menghiasi wajahnya.
Hmmph , anggap saja kita bertamu.
Disinilah kami , sejengkal lagi dari sarang falCie Titan , bersandar di dinding tinggi sebuah bukit yang mengelilingi tempat kami berada . Kami berada di semacam kota reruntuhan . Yang ada sekililing kami hanyalah puing puing bangunan dan monster monster yang sekarang menjadi penghuni nya. Membuat tak terlihat lagi sisa kejayaan dari kota yang mungkin cukup ramai dimasanya.
Monster monster yang menaungi reruntuhan ini lemah , benar kata Lightning, mereka tidak bisa dibandingkan dengan monster monster besar yang harus kami hindari di padang rerumputan yang tadi kita lewati. Jangankan monster monster raksasa , behemoth saja tidak ada di reruntuhan ini. Sungguh beruntung kami menemukan jalur menuju tempat ini , karena sepertinya satu-satunya jalan menuju tempat ini adalah celah bukit yang kami lewati tadi . Mungkin itulah yang menjadi alasan perbedaan monster yang ada disini dan diluar sana. Celah bukit tadi pastilah yang menyulitkan monster monster besar dan ganas yang ingin mencapai tempat ini. Sepertinya mereka mendirikan kota ini disini dengan memikirkan itu . Kota yang bisa ditinggali dan aman dari gangguan monster , walaupun sekarang tidak lagi.
Dan secara kebetulan kota ini berada tepat di samping rumah falCie Titan , hanya dipisahkan oleh bukit dengan gua sebagai pintu masuknya. Gua yang kami berenam harus masuki untuk mencapai Titan . Ya , kota yang berada disebelah sarang falCie. Kalau dipikirkan kota ini mungkin sama saja dengan Cocoon. Entah bagaimana hubungan antar manusia dengan falCie disini , yang kutahu manusia selama ini selalu berada di bawah bayang bayang falCie . FalCie dan Manusia , ada apa sebenarnya ?
Baiklah , ayo semua ! Lightning memberi tanda.
Dengan langkah cepat kami menyebrangi kota mati itu . Monster-monster yang ada kaget dengan keberadaan kami. Asing bagi mereka , perhatian menjadi tertuju pada kami . Tapi tak ada yang menyerang. Mereka hanya menunjukan kesadaran mereka atas kami berenam, menatap kami dengan yang rasanya seperti campuran ingin tahu dan waspada. Mungkin karena bagi mereka kami belum terlalu menganggu terlepas dari masuknya kami ke teritoti rumah mereka ? Ataukah mereka sadar kalo kami bukan dalam level jangkauan mereka ? Yang mana saja tak masalah , asal mereka tidak merepotkan kami.
Hey , ini lebih mudah dari yang kubayangkan . Andai semua monster seperti ini , aku sudah membawa kameraku dan bertamasya menikmati pemandangan kata Sazh.
Oh , aku jadi teringat dengan Oerba . Pasti menyenangkan sekalii bisa bertamasya lagi kata vanilla dengan keceriaan yang biasa.Pemandangan di Gran Pulse itu indah , siapa bilang kalo Gran Pulse itu neraka hehe ?
Tapi beberapa saat yang lalu kita berada di neraka kataku.
Eh ,itu berbeda . Itukan karena monster . Ah , pokokN aku mau tunjukan bahwa Gran Pulse itu tidaklah kalah dengan surga Cocoon kalian.
Hahaha, mungkin setelah semua masalah ini selesai , Vanille. Dan pastikan kau mengajak Serah juga.
Tentu saja Snow , semua pasti kuajak.
Mungkin kalian bisa lebih tenang sedikit , para monster bisa terganggu dengan celotehan kalian.
Oh , maaf Light.
Kulihat monster-monster yang ada masih memandanagi kami saja . Tak melakukan inisiatif penyerangan , menang jumlah sekalipun . Dan itulah yang kami inginkan , kami berhasil menyebrangi teritori kawanan monster itu dengan sukses tanpa perlu ada pertarungan yang merepotkan. Gua yang menghubungkan reruntuhan kota ini dengan tempat falCie Titan berada juga sudah dekat . Tinggal beberapa meter lagi sudah tak jauh dari hadapan kami.
The Undying-fearsome Cie'th who defy fal'Cie will, driven by an intense loathing of all that lives.
Lightning berhenti dan memberi tanda dengan tangannya meminta yang lain mengikutinya.
Kalian dengar itu ?
Zenobia, The Butcher, is of their number, and I, of her line.
Ya aku juga mendengarnya , Light jawabku.
But I go now to stay her blade, as my father and his father before him once attempted.
Darimana suara bisikan ini berasal ? kata Fang mencari cari.
The Butcher's den is in the old Haerii Archaeopolis, at the northern edge of the steppe
Itu kata Vanille menunjuk sesuatu yang berada tidak jauh di mulut gua bersandar di dinding bukit . Dari Cieth Stone itu.
There, at the scene of her foulest atrocities, I will expunge her taint, and restore my family's honor.
Spoiler for Cie'th Stone:
Permohonan terakhir dari Cieth rupanya . kata Fang . Seorang lCie yang gagal menyelesaikan Focus nya akan berubah menjadi Cieth , dikutuk untuk berkeliaran tanpa arah sebagai sosok monster mengerikan . Dan setelah bertahun- tahun mereka akan kehilangan energi kehidupan mereka , berhenti untuk bergerak, dan mengalami fossilisasi menjadi Cieth Stone. Tapi derita mereka tidaklah berakhir , meski sudah menjadi Cieth Stone mereka akan terus menangis dan meminta lCie yang lewat untuk menyelesaikan focus yang tidak mereka tidak bisa.
Kalau begitu kita harus membantunya kata Snow lantang.
Tidak sekarang Snow , kita punya urusan yang lebih penting . Lagipula focus yang tak bisa dia kerjakan adalah memburu Cieth tertentu , kalau tak salah. Dan dari kawanan monster yang tadi rasa rasanya tidak ada Cieth yang dimaksud.
Yup , Lightning benar . Cieth Stone ini bisa saja sudah ada bertahun tahun lalu . Siapa yang tau dimana buruannya sekarang kata Sazh membenarkan. Kecuali kalo tahu tahu dia muncul menyambut kita
Tepat saat Sazh selesai berbicara , terasa getaran yang amat keras dari bawah kami. Getaran nya cukup terasa membuat kawanan monster di belakang kami panik dan berlarian menjauh , menjaga jarak dari sesuatu yang sepertinya mereka anggap sebagai ancaman lebih dari kami. Terlihat beberapa dari mereka bersembunyi di reruntuhan yang ada.
Dan keluarlah dia dari dalam tanah. Sesosok monster yang cukup besar yang menjadi sumber dari getaran ini. Tubuhnya menjulang tinggi dengan kaki kaki yang tampak ramping, bila dibandingkan dengan tangannya yang besar. Tentakel tentakel putih menghiasi tangannya yang berwarna agak kemerahan . Senada dengan warna tubuhnya yang juga berwarna agak kemerahan , dengan sebuah inti di dadanya yang berwarna merah terang seperti darah. Berdiri di hadapan kami dengan sangat mengancam
Spoiler for Zenobia:
Menyesal aku sudah bicara sesal Sazh.
Cieth ini Undying
Apa itu Vanille ? tanyaku padanya.
Undying adalah Cieth yang menaruh kebencian pada master falCie nya . Jika Cieth lain suatu saat akan menjadi Stone , Undying berbeda , ia akan terus hidup bentuk monster. Kebencian dan kemarahannya terus membuatnya bisa terus bertahan dan menebarkan terror pada semua makhluk hidup.
Dengan kata lain , ini adalah Cieth yang lebih ganas ? tanya Sazh.
Yup , kira- kira begitu
Umm , baiklah sepertinya kita memang harus mengabulkan permintaan Cieth stone yg tadi kata Snow bersemangat mengepalkan tinjunya.
Berhati-hatilah kalian , jangan anggap remeh Undying kata Fang juga sudah siap dengan tombaknya.
Sang Undying , Zenobia melangkah maju dengan garang . Tentakel tentakelnya digoyang goyangkan dengan keras seakan mencegah kami untuk mendekati dari depan. Perlahan tapi pasti dia menghampiri kami , langsung melihat kami sebagai musuh yang harus dilenyapkan.
Baiklah , bersiaplah kalia- eh ? ujar Snow terkejut.
Zenobia berhenti bergerak . Bukan hanya berhenti berjalan , tapi benar benar berhenti bergerak. Semuanya berhenti , tentakelnya , bahkan suara nafasnya. Tiba-tiba inti merah di dadanya bersinar terang . Tubuhnya lalu perlahan menghilang , lenyap dari pandangan, memperlihatkan sosok hijau pendek yang berdiri dibelakangnya . Sosok hijau berjubah yang membawa lantern di tangan kanannya dan pisau di tangan kirinya. Pisau yang tadi sepertinya ia gunakan pada Zenobia.
Disana berdiri sosok hijau Tonberry , yang membunuh Zenobia The Undying dengan sekali tusukan.
---
0
Kutip
Balas