Kaskus

Entertainment

dantd95Avatar border
TS
dantd95
~~dantd95s Album Reviews By Request~~
dantd95's Album Reviews


Yep, sesuai judulnye, gw akan ngereview album2 musik, baik terkini ato jadul, mainstream ato indie, dan segala aliran, dari post-rock sampe shoegaze. Kalian hanya perlu rekues album yang anda inginkan untuk di-review (download links are VERY VERY appreciated emoticon-shakehand)

Note: PLEASE COMMENT!!! gue liat view-nya cepet nambah tapi komen lelet.. Music Review ntu sepi, jadi diharap buat yang ngeliat buat komen dikit lah, sekalian sundul emoticon-Smilie

Quote:


Quote:

So.. shall i begin???
0
28.6K
456
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Musician Corner
Musician Corner
KASKUS Official
3.6KThread•2.1KAnggota
Tampilkan semua post
dantd95Avatar border
TS
dantd95
#431
kaskus-image

The Decemberists - Picaresque

Victory and Victorian


<insert generic 'greeting' paragraph and apology words here for another hiatus>

Yup, akhirnya gw sudah bebas dari ulangan umum keparat itu dan bebas melakukan review-review lagi. emoticon-Embarrassment For now, here is The Decemberists. Mereka bisa dibilang salah satu band yang genrenya sulit ditentukan, seperti banyak band indie generasi terakhir (2000an) lainnya. Mereka biasanya mencampurkan british folk (dari era victorian), orchestration, dan beberapa elemen-elemen lain dari musik 'indie' dan bahkan progressive rock, membuat campuran yang... aneh.

Album ini benar-benar merefleksikan campuran-campuran tersebut. Dimulai dari The Infanta, anda akan dimanjakan oleh bombarding orchestra. Yeah, bombarding. Benar-benar menghentak dan pantas ditaruh paling awal. Berikutnya adalah We Both Go Down Together, yang terasa seperti sebuah mini-epic dengan nuansa folk yang tetap berada di depan. Dilanjutkan pada Eli, the Barrel Boy yang lebih simple namun tetap menyentuh.

Even after those promising songs, lagu berikutnya, The Sporting Life, terasa terlalu cheesy dan out-of-place sebagai lagu pop biasa di tengah-tengah karnaval folk ini. Baik dari lirik maupun aransemen. Dan saat lagu berikutnya, For My Own True Love (Lost at Sea) yang bernuansa oceanic diputar, i'm already bored. Terlalu dipanjang-panjangkan, perhaps.

Namun the next song is the saviour. 16 Military Wives, without a doubt lagu paling catchy dari album ini. Lagu ini memang 'hanya' lagu pop yang ditambah orkestra, namun lagu ini tidak cheesy ataupun repetitif. Lagu ini malah terasa anthemic dan akhirnya memang menjadi hit. Berikutnya dilanjutkan dua balada, The Engine Driver dan On the Bus Mall. Keduanya mirip, namun secara lirik yang pertama lebih bagus.

Bagi yang sudah bersabar, bersiaplah karena the final epic, The Mariner's Revenge Song baru saja dimulai. Nuansa folk dan orchestration-nya membuat lagu ini terasa teatrikal (dan IMO memang cocok sebagai lagu dalam sebuah drama musikal) dan menjadi final reward yang mengesankan, sebuah epilog yang membahana. Bahkan lagu terakhir setelahnya, Of Angels and Angels, lebih terasa seperti coda daripada epilog!

Leaning curve : Medium
Complexity level : Medium
Addictivity : Medium
Production Quality : Medium

Overall :
emoticon-thumbsup: emoticon-thumbsup: emoticon-thumbsup: emoticon-thumbsup: emoticon-thumbsup: emoticon-thumbsup: emoticon-thumbsup: emoticon-thumbsup:

Link DL :
Code:
http://www.mediafire.com/?jzdmdw5ycdm
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.