TS
ekka4shiki
[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse
Genre : Action , Adventure , Fantasy , Drama
Rating : Teen
Based on : Final Fantasy XIII
Ini fanfict pertamaku.
Bermula setting dari chapter 11 game FFXIII yang bersifat free-roaming alias bisa keluyuran kemana aja, sehingga aku ingin membuat/menambah elemen cerita didalamnya sesuai dengan imajinasiku.
Yang udah maen FFXIII mungkin akan lebih dong , tapi yang belum maen FFXIII boleh kok baca (spoiler tapi
) , tapi terserah situ sih 
Aku tau tulisanku ini masih ancur dan banyak kesalahannya . So , yang mbaca tolong tinggalin jejak ya . Kritik dan saran sangat dihargai.
![[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse](https://dl.kaskus.id/images4.wikia.nocookie.net/__cb20100909183148/finalfantasy/images/thumb/c/c6/FFXIII-Lightning_CG.png/168px-FFXIII-Lightning_CG.png)
Cewek yang awalnya dingin, tetapi punya sisi perhatian dan penuh kasih. Dia berjuang untuk bertahan hidup dan melihat adiknya Serah keluar dari stasis kristal. Lightning hanya codename , tak ada yang tahu nama aslinya. Seorang Ex-soldier dari Cocoon. 21 tahun.
![[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20090903223123/finalfantasy/images/thumb/4/4e/Snow.png/252px-Snow.png)
Dia adalah karakter yang kuat dan yang ingin menjadi sesosok hero bagi orang disekitarnya. Snow bertekad untuk menyelamatkan Serah dan Cocoon, tempatnya berasal , dan semua orang didalamnya. 21 tahun.
![[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse](https://dl.kaskus.id/images.wikia.com/finalfantasy/images/6/68/Vanille.png)
Walau menghadapi banyak kesulitan, ia tetap orang yang ceria dan care pada orang disekitarnya, meskipun keceriaan nya terkadang adalah sebuah topeng yang ia gunakan untuk menyembunyikan rasa bersalah yang ia pendam. 519 tahun.
![[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20090903223913/finalfantasy/images/thumb/d/db/FFXIII-Sazh.png/128px-FFXIII-Sazh.png)
Sazh adalah orang Cocoon yang ramah dan ceria yang tidak pernah lepas dari bayi Chocobo yang selalu bersamanya. Sebuah peristiwa menetapkan dia di jalan yang sekarang, tetapi tujuan lain memaksanya untuk melangkah maju. 40 tahun.
![[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse](https://dl.kaskus.id/images2.wikia.nocookie.net/__cb20100909171206/finalfantasy/images/thumb/0/03/Hope_Estheim.png/292px-Hope_Estheim.png)
Hope adalah anak normal dari keluarga normal Cocoon . Tanpa pengalaman dalam dunia yang sebenarnya, dan selalu dibawah perlindungan ibunya . Ia benar - benar tak siap peristiwa yang terjadi padanya. 14 tahun.
![[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse](https://dl.kaskus.id/images1.wikia.nocookie.net/__cb20100909171739/finalfantasy/images/thumb/2/21/Ff13-fang.png/292px-Ff13-fang.png)
Bertekad kuat dan segan untuk berbasa-basi, dia memiliki sikap seseorang yang tidak peduli dengan hal-hal sepele kehidupan. Ia sangat protective pada Vanille, menganggapnya adik sendiri. 521 tahun.
Index
I. Defiers of Fate - Part 1 , Part 2
II. Will to Fight - Part 1 , Part 2
III. Terra Incognita - Part 1
Rating : Teen
Based on : Final Fantasy XIII
Ini fanfict pertamaku.
Bermula setting dari chapter 11 game FFXIII yang bersifat free-roaming alias bisa keluyuran kemana aja, sehingga aku ingin membuat/menambah elemen cerita didalamnya sesuai dengan imajinasiku.
Yang udah maen FFXIII mungkin akan lebih dong , tapi yang belum maen FFXIII boleh kok baca (spoiler tapi
) , tapi terserah situ sih 
Aku tau tulisanku ini masih ancur dan banyak kesalahannya . So , yang mbaca tolong tinggalin jejak ya . Kritik dan saran sangat dihargai.

Quote:
Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse
Gran Pulse
sebuah dunia yang membentang luas di bawah Cocoon yang melayang
sumber dari berbagai ancaman yang mengintai
enam Pulse l'Cie
musuh umat manusia
memulai petualangan disana
mencari jawaban, menantang takdir
Gran Pulse
sebuah dunia yang membentang luas di bawah Cocoon yang melayang
sumber dari berbagai ancaman yang mengintai
enam Pulse l'Cie
musuh umat manusia
memulai petualangan disana
mencari jawaban, menantang takdir
Spoiler for Characters:
Spoiler for Lightning Farron:
Cewek yang awalnya dingin, tetapi punya sisi perhatian dan penuh kasih. Dia berjuang untuk bertahan hidup dan melihat adiknya Serah keluar dari stasis kristal. Lightning hanya codename , tak ada yang tahu nama aslinya. Seorang Ex-soldier dari Cocoon. 21 tahun.
Spoiler for Snow Villiers:
Dia adalah karakter yang kuat dan yang ingin menjadi sesosok hero bagi orang disekitarnya. Snow bertekad untuk menyelamatkan Serah dan Cocoon, tempatnya berasal , dan semua orang didalamnya. 21 tahun.
Spoiler for Oerba Dia Vanille:
![[Fanfic] Final Fantasy XIII - episode Gran Pulse](https://dl.kaskus.id/images.wikia.com/finalfantasy/images/6/68/Vanille.png)
Walau menghadapi banyak kesulitan, ia tetap orang yang ceria dan care pada orang disekitarnya, meskipun keceriaan nya terkadang adalah sebuah topeng yang ia gunakan untuk menyembunyikan rasa bersalah yang ia pendam. 519 tahun.
Spoiler for Sazh Katzroy:
Sazh adalah orang Cocoon yang ramah dan ceria yang tidak pernah lepas dari bayi Chocobo yang selalu bersamanya. Sebuah peristiwa menetapkan dia di jalan yang sekarang, tetapi tujuan lain memaksanya untuk melangkah maju. 40 tahun.
Spoiler for Hope Estheim:
Hope adalah anak normal dari keluarga normal Cocoon . Tanpa pengalaman dalam dunia yang sebenarnya, dan selalu dibawah perlindungan ibunya . Ia benar - benar tak siap peristiwa yang terjadi padanya. 14 tahun.
Spoiler for Oerba Yun Fang:
Bertekad kuat dan segan untuk berbasa-basi, dia memiliki sikap seseorang yang tidak peduli dengan hal-hal sepele kehidupan. Ia sangat protective pada Vanille, menganggapnya adik sendiri. 521 tahun.
Index
I. Defiers of Fate - Part 1 , Part 2
II. Will to Fight - Part 1 , Part 2
III. Terra Incognita - Part 1
0
4.3K
Kutip
39
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•355Anggota
Tampilkan semua post
TS
ekka4shiki
#22
Update lagi 
Kemana kah perginya Lightning ?
Aku berlari menyusuri celah diantara bukit itu . Celah itu cukup berliku , tapi tak ada percabangan . Aku hanya bisa mengikutinya , berharap segera menemukan Lightning.
Kaaaakkk
Eh ?
Terdengar suara itu dari kejauhan. Apa ini suara Wyvern yang tadi membawa Hope ? Apa Lightning sudah berhasil membereskannya ? Kupercepat lariku , sampai akhirnya aku tiba diakhir celah. Ternyata celah yang kuikuti membawaku ke suatu tempat yang sepertinya terletak ditengah bukit. Seakan akan itu adalah sebuah tempat tersembunyi yang ditutupi oleh dinding bukit yang menjulang tinggi disekelilingnya dari pandangan dari luar. Hamparan rumput dan telaga kecil yang indah menyambutku yang barusan keluar dari celah , dan juga sesosok anak lelaki beramput berwarna putih yang tergeletak tertelungkup direrumputan.
Hope !!!!
Aku segera menghampiri sosok anak lelaki itu . Aku balik posisi badannya , menghadapkan mukanya ke arahku. Ia tidak sadarkan diri. Ada luka bekas cengkeraman Wyvern yang menyambarnya dan juga memar disana-sini. Aku goyangkan pundaknya mencoba untuk menyadarkannya. Tidak ada reaksi . Lalu , aku tepuk tepuk mukanya . Juga tak ada reaksi.
Apa yang harus kulakukan ? bisikku pada diriku sendiri.
Aku meremas-remas tanganku , mengigit bibirku . Panik apa yang harus kulakukan dengan kondisi ini. Apa yang bisa dilakukan seorang Pulse lCie sepertiku. Hatiku mencelos, aku tersadar.
Aku seorang lCie.
Ya , aku sekarang mempunyai kekuatan . Aku bisa melakukan penyembuhan secara magis. Kenapa aku bisa lupa ? Apa karena aku terlalu sering melarikan diri ? Atau karena aku terlalu bergantung pada teman teman yang lain ? Oh , sudahlah yang penting menyadarkan Hope dulu.
Cure..
Aku taruh tanganku di diatas tubuh Hope , cahaya putih pun memancar dan memasuki tubuh Hope. Setelah beberapa saat , raut muka Hope mulai berubah. Matanya terbuka perlahan-lahan. Ia tampak kebingungan . Lalu ia memandang wajahku , mulutnya terbuka .
Vanille ? Apa yang terjadi ?
Aku hentikan sihir penyembuhannya , senang melihat Hope sudah tersadar kembali, meskipun masih tampak lemas. Mulutku terbuka untuk segera menjelaskan apa yang terjadi pada Hope , tetapi suara perempuan yang kukenal menginterupsi apa yang ingin kukatakan padanya.
Bagus Vanille , sekarang bawa kalian berdua menyingkir dulu
Aku menengok ke arah datangnya suara yang lembut namun tajam itu. Aku terkejut. Disana terlihat sosok Lightning berdiri membelakangi kami. Tangan kanannya memegang Gunblade senjatanya dengan erat dan berposisi siap menyerang. Tapi itu bukanlah yang membuatku terkejut . Yang membuatku terkejut adalah sosok yang ada dihadapan Lightning.
Disana ada sosok besar binatang buas , berkaki empat yang dihiasi cakar cakar yang tajam dan besar . Kepalanya yang bertanduk besar dan unik memandang dengan anggun ke arah Lightning. Tubuhnya yang besar dan berotot menandakan ia mempunyai kekuatan fisik yang kuat. Behemoth King ? Bukan , aku tak pernah melihat Behemoth King sebesar ini. Warna tubuhnya pun agak berbeda dengan dengan kawanan yang kami temui tadi. Tapi aku yakin ia termasuk salah satu jenis Behemoth. Mungkinkah ini Humbaba , jenis Behemoth yang dikatakan jauh lebih kuat dari Behemoth King sekalipun, yang biasanya hidup menyendiri dari kawanan ? Sepertinya begitu , dan yang pasti aku kesal pada diriku sendiri. Sebegitu paniknya aku kah sampai sampai tidak menyadari keberadaan monster berbahaya ini ?
Kalian dengar aku , menyingkirlah dari sini , mahkluk ini bisa menyerang kapan saja
Eh , baik tapi bagaimana dengan Wyvern yang tadi ?
Entahlah , sepertinya ia menjatuhkan Hope disini dan pergi entah kemana , yang pasti kita memilki masalah baru disi-
Gruaaaahhhhhh !!!!
Humbaba maju selangkah , mengaum sekeras-kerasnya , memperlihatkan gigi-giginya yang sepertinya biasa untuk merobek daging mangsanya. Mengancam Lightning yang berdiri di depannya.
Sembunyi , biar aku yang urus
Tapi ia berbahaya , aku bisa membantu
Tidak , jagalah Hope , ia belum siap bertempur , aku tidak ingin ia malah diserang tiba-tiba, tugasmu adalah menjaganya dan meneruskan penyembuhan luka nya
Um .. baiklah , berhati-hatilah
Terima kasih Vanile , biar aku yang beri pelajaran makhluk ini untuk tidak macam-macam dengan lCie
Ayo Hope
Oke ..
Aku papah Hope , bergegas membawanya ke sebuah batu besar yang agak jauh dan menyandarkannya disitu , membuat Hope aman dari pandangan Humbaba . Sedang aku , sembari melakukan penyembuhan pada Hope , duduk agak disampingnya supaya aku tetap bisa melihat Lightning . Khawatir apabila Lightning butuh bantuan dari serangan ganas Humbaba.
Kulihat Humbaba masih belum menyerang Lightning . Ia hanya berjalan ke kanan dan kekiri sambil tetap menatap tajam lawan didepannya. Mungkin menimbang-nimbang seberapa kuat kah lawan didepannya . Atau malah memilih bagian mana yang akan dikoyak lebih dulu dengan gigi giginya yang runcing, yang sedari tadi ia pamerkan.Sementara Lightning tetap bergeming , ia tetap dalam posisi siap terhadap serangan dari Humbaba. Tetap fokus pada lawan yang didepannya, menunggu untuk diserang lebih dahulu.
Gruuahhhhhh
Humbaba bergerak . Binatang besar itu menyeruduk dengan tanduknya yang besar ke arah Lightning. Hanya untuk mengetahui ia hanya menyeruduk udara kosong. Lightning sudah melompat ke samping dengan sigap mengantisipasi serangan pertama dari Humbaba. Tapi serangan monster itu tidak berhenti disitu . Sepersekian detik selanjutnya , ia menyerang Lightning dengan cakar kirinya, berniat mencederai lawannya yang bergerak dengan lincah itu. Dan dalam sepersekian detik itu , Gunblade Lightning sudah terangkat dan dalam posisi menahan cakaran liar Humbaba. Tapi Humbaba itu kuat , Lightning terdorong kebelakang karena tenaga dari serangan Humbaba yang luar biasa. Lightning lalu melompat mundur , membuat jarak antara dirinya dengan Humbaba , yang sudah bersiap dengan terkaman selanjutnya.
Lightning tersenyum , ya aku melihatnya dengan benar , ia tersenyum pada lawannya yang kuat.
Akan kutunjukan seberapa kuatnya lCie
Lightning mengangkat tangan kirinya . Percikan percikan petir mulai muncul di tangannya , semakin lama semakin mengumpul . Humbaba menyeruduk maju , mengambil inisiatif sekali lagi. Lightning menghindar , bergerak lenyap dari pandangan Humbaba lalu melemparkan petir yang sudah terkumpul di tangannya kearah bintang itu. Kena telak . Humbaba meraung kesakitan.
Lightning tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia lalu bergerak maju mendekati Humbaba , memberikan rentetan sabetan Gunblade kepada Humbaba yang tengah kesakitan itu . Empat sampai lima sabetan berhasil di berikan . Tapi kulit Humbaba itu keras dan tebal , semua serangan tadi hanya sedikit menyayatnya tanpa memberikan luka yang dalam. Sadar diserang , binatang itu mencakar dengan liar , berharap penyerangnya kena dan merasakan sakit yang sama dengannya.
Tapi Lightning lebih cepat , ia melakukan backflip kebelakang , menghindari serangan dari Humbaba. Di udara , ia menembaki Humbaba dengan Gunbladenya , meneruskan serangannya pada si monster. Begitu menjejak tanah kembali , tanpa membuang waktu Lightning melempar Petir - Petir ke arah musuhnya. Tak mau kesakitan lagi , Humbaba mengindar ke samping dan dengan segera menerkam lawannya , mulutnya terbuka lebar , dengan sangat bernafsu ingin menancapkan taringnya di tubuh Lightning. Lightning tidak menghindar , ia sambut terkaman dari Humbaba dengan kekuatan petirnya. Sekali lagi , Humbaba meraung kesakitan.
Lightning melompat , ia melompat ke atas punggung Humbaba dan menusukan senjatanya pada bagian itu. Serangannya masuk , tapi kulit Humbaba yang tebal mencegahnya untuk memberi luka yang dalam. Humbaba pun meronta ronta , dan dengan sangat mengejutkan berdiri dengan kedua kaki belakangnya. Menjatuhkan Lightning dari punggungnya . Seekor Behemoth hanya akan berdiri dengan kedua kaki belakang jika ia sudah terdesak, tak perlu seorang jenius untuk menyadari bahwa Humbaba itu sudah serius.
Lightning pasti tahu itu , karena ia langsung melompat kebelakang mengindari serangan Humbaba yang makin membabi buta . Lightning lalu menggunakan kekuatan petir lagi. Alih alih mengumpulkannya ditangan kiri , percikan percikan petir muncul di Gunblade yang kini ia genggam dengan kedua tangan. Dengan lincahnya ia menerobos serangan Humbaba dan memberikan sabetan keras ke arah dada Humbaba yang berdiri. Berbeda dengan yang sebelumnya , kali ini darah segar menyembur dengan deras. Belum cukup dengan itu, ia tambah kekuatan petir yang menyelimuti senjatanya dan memberikan dua sabaten beruntun kearah lengan kanan dan kiri Humbaba. Humbaba kehilangan kedua lengannya , darah segar menyembur dari lengan yang putus.
Lightning lalu melompat keatas Humbaba yang kini tidak lagi berdaya. Tangan kirinya ia tempelkan pada wajah dari Humbaba. Serangan petir yang dahsyat langsung mengenai Humbaba tanpa ada jarak yang memisahkan. Humbaba itu berhenti bersuara. Lalu roboh , mati seketika oleh serangan terakhir Lightning. Lightning berhasil membunuh seekor Humbaba.
Beginikah kekuatan asli dari seorang lCie ?
Andai aku bisa menjadi sekuat Lightning .

Spoiler for II.Will to Fight Part 2:
Kemana kah perginya Lightning ?
Aku berlari menyusuri celah diantara bukit itu . Celah itu cukup berliku , tapi tak ada percabangan . Aku hanya bisa mengikutinya , berharap segera menemukan Lightning.
Kaaaakkk
Eh ?
Terdengar suara itu dari kejauhan. Apa ini suara Wyvern yang tadi membawa Hope ? Apa Lightning sudah berhasil membereskannya ? Kupercepat lariku , sampai akhirnya aku tiba diakhir celah. Ternyata celah yang kuikuti membawaku ke suatu tempat yang sepertinya terletak ditengah bukit. Seakan akan itu adalah sebuah tempat tersembunyi yang ditutupi oleh dinding bukit yang menjulang tinggi disekelilingnya dari pandangan dari luar. Hamparan rumput dan telaga kecil yang indah menyambutku yang barusan keluar dari celah , dan juga sesosok anak lelaki beramput berwarna putih yang tergeletak tertelungkup direrumputan.
Hope !!!!
Aku segera menghampiri sosok anak lelaki itu . Aku balik posisi badannya , menghadapkan mukanya ke arahku. Ia tidak sadarkan diri. Ada luka bekas cengkeraman Wyvern yang menyambarnya dan juga memar disana-sini. Aku goyangkan pundaknya mencoba untuk menyadarkannya. Tidak ada reaksi . Lalu , aku tepuk tepuk mukanya . Juga tak ada reaksi.
Apa yang harus kulakukan ? bisikku pada diriku sendiri.
Aku meremas-remas tanganku , mengigit bibirku . Panik apa yang harus kulakukan dengan kondisi ini. Apa yang bisa dilakukan seorang Pulse lCie sepertiku. Hatiku mencelos, aku tersadar.
Aku seorang lCie.
Ya , aku sekarang mempunyai kekuatan . Aku bisa melakukan penyembuhan secara magis. Kenapa aku bisa lupa ? Apa karena aku terlalu sering melarikan diri ? Atau karena aku terlalu bergantung pada teman teman yang lain ? Oh , sudahlah yang penting menyadarkan Hope dulu.
Cure..
Aku taruh tanganku di diatas tubuh Hope , cahaya putih pun memancar dan memasuki tubuh Hope. Setelah beberapa saat , raut muka Hope mulai berubah. Matanya terbuka perlahan-lahan. Ia tampak kebingungan . Lalu ia memandang wajahku , mulutnya terbuka .
Vanille ? Apa yang terjadi ?
Aku hentikan sihir penyembuhannya , senang melihat Hope sudah tersadar kembali, meskipun masih tampak lemas. Mulutku terbuka untuk segera menjelaskan apa yang terjadi pada Hope , tetapi suara perempuan yang kukenal menginterupsi apa yang ingin kukatakan padanya.
Bagus Vanille , sekarang bawa kalian berdua menyingkir dulu
Aku menengok ke arah datangnya suara yang lembut namun tajam itu. Aku terkejut. Disana terlihat sosok Lightning berdiri membelakangi kami. Tangan kanannya memegang Gunblade senjatanya dengan erat dan berposisi siap menyerang. Tapi itu bukanlah yang membuatku terkejut . Yang membuatku terkejut adalah sosok yang ada dihadapan Lightning.
Disana ada sosok besar binatang buas , berkaki empat yang dihiasi cakar cakar yang tajam dan besar . Kepalanya yang bertanduk besar dan unik memandang dengan anggun ke arah Lightning. Tubuhnya yang besar dan berotot menandakan ia mempunyai kekuatan fisik yang kuat. Behemoth King ? Bukan , aku tak pernah melihat Behemoth King sebesar ini. Warna tubuhnya pun agak berbeda dengan dengan kawanan yang kami temui tadi. Tapi aku yakin ia termasuk salah satu jenis Behemoth. Mungkinkah ini Humbaba , jenis Behemoth yang dikatakan jauh lebih kuat dari Behemoth King sekalipun, yang biasanya hidup menyendiri dari kawanan ? Sepertinya begitu , dan yang pasti aku kesal pada diriku sendiri. Sebegitu paniknya aku kah sampai sampai tidak menyadari keberadaan monster berbahaya ini ?
Spoiler for Untuk gambaran:
Kalian dengar aku , menyingkirlah dari sini , mahkluk ini bisa menyerang kapan saja
Eh , baik tapi bagaimana dengan Wyvern yang tadi ?
Entahlah , sepertinya ia menjatuhkan Hope disini dan pergi entah kemana , yang pasti kita memilki masalah baru disi-
Gruaaaahhhhhh !!!!
Humbaba maju selangkah , mengaum sekeras-kerasnya , memperlihatkan gigi-giginya yang sepertinya biasa untuk merobek daging mangsanya. Mengancam Lightning yang berdiri di depannya.
Sembunyi , biar aku yang urus
Tapi ia berbahaya , aku bisa membantu
Tidak , jagalah Hope , ia belum siap bertempur , aku tidak ingin ia malah diserang tiba-tiba, tugasmu adalah menjaganya dan meneruskan penyembuhan luka nya
Um .. baiklah , berhati-hatilah
Terima kasih Vanile , biar aku yang beri pelajaran makhluk ini untuk tidak macam-macam dengan lCie
Ayo Hope
Oke ..
Aku papah Hope , bergegas membawanya ke sebuah batu besar yang agak jauh dan menyandarkannya disitu , membuat Hope aman dari pandangan Humbaba . Sedang aku , sembari melakukan penyembuhan pada Hope , duduk agak disampingnya supaya aku tetap bisa melihat Lightning . Khawatir apabila Lightning butuh bantuan dari serangan ganas Humbaba.
Kulihat Humbaba masih belum menyerang Lightning . Ia hanya berjalan ke kanan dan kekiri sambil tetap menatap tajam lawan didepannya. Mungkin menimbang-nimbang seberapa kuat kah lawan didepannya . Atau malah memilih bagian mana yang akan dikoyak lebih dulu dengan gigi giginya yang runcing, yang sedari tadi ia pamerkan.Sementara Lightning tetap bergeming , ia tetap dalam posisi siap terhadap serangan dari Humbaba. Tetap fokus pada lawan yang didepannya, menunggu untuk diserang lebih dahulu.
Gruuahhhhhh
Humbaba bergerak . Binatang besar itu menyeruduk dengan tanduknya yang besar ke arah Lightning. Hanya untuk mengetahui ia hanya menyeruduk udara kosong. Lightning sudah melompat ke samping dengan sigap mengantisipasi serangan pertama dari Humbaba. Tapi serangan monster itu tidak berhenti disitu . Sepersekian detik selanjutnya , ia menyerang Lightning dengan cakar kirinya, berniat mencederai lawannya yang bergerak dengan lincah itu. Dan dalam sepersekian detik itu , Gunblade Lightning sudah terangkat dan dalam posisi menahan cakaran liar Humbaba. Tapi Humbaba itu kuat , Lightning terdorong kebelakang karena tenaga dari serangan Humbaba yang luar biasa. Lightning lalu melompat mundur , membuat jarak antara dirinya dengan Humbaba , yang sudah bersiap dengan terkaman selanjutnya.
Lightning tersenyum , ya aku melihatnya dengan benar , ia tersenyum pada lawannya yang kuat.
Akan kutunjukan seberapa kuatnya lCie
Lightning mengangkat tangan kirinya . Percikan percikan petir mulai muncul di tangannya , semakin lama semakin mengumpul . Humbaba menyeruduk maju , mengambil inisiatif sekali lagi. Lightning menghindar , bergerak lenyap dari pandangan Humbaba lalu melemparkan petir yang sudah terkumpul di tangannya kearah bintang itu. Kena telak . Humbaba meraung kesakitan.
Lightning tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia lalu bergerak maju mendekati Humbaba , memberikan rentetan sabetan Gunblade kepada Humbaba yang tengah kesakitan itu . Empat sampai lima sabetan berhasil di berikan . Tapi kulit Humbaba itu keras dan tebal , semua serangan tadi hanya sedikit menyayatnya tanpa memberikan luka yang dalam. Sadar diserang , binatang itu mencakar dengan liar , berharap penyerangnya kena dan merasakan sakit yang sama dengannya.
Tapi Lightning lebih cepat , ia melakukan backflip kebelakang , menghindari serangan dari Humbaba. Di udara , ia menembaki Humbaba dengan Gunbladenya , meneruskan serangannya pada si monster. Begitu menjejak tanah kembali , tanpa membuang waktu Lightning melempar Petir - Petir ke arah musuhnya. Tak mau kesakitan lagi , Humbaba mengindar ke samping dan dengan segera menerkam lawannya , mulutnya terbuka lebar , dengan sangat bernafsu ingin menancapkan taringnya di tubuh Lightning. Lightning tidak menghindar , ia sambut terkaman dari Humbaba dengan kekuatan petirnya. Sekali lagi , Humbaba meraung kesakitan.
Lightning melompat , ia melompat ke atas punggung Humbaba dan menusukan senjatanya pada bagian itu. Serangannya masuk , tapi kulit Humbaba yang tebal mencegahnya untuk memberi luka yang dalam. Humbaba pun meronta ronta , dan dengan sangat mengejutkan berdiri dengan kedua kaki belakangnya. Menjatuhkan Lightning dari punggungnya . Seekor Behemoth hanya akan berdiri dengan kedua kaki belakang jika ia sudah terdesak, tak perlu seorang jenius untuk menyadari bahwa Humbaba itu sudah serius.
Lightning pasti tahu itu , karena ia langsung melompat kebelakang mengindari serangan Humbaba yang makin membabi buta . Lightning lalu menggunakan kekuatan petir lagi. Alih alih mengumpulkannya ditangan kiri , percikan percikan petir muncul di Gunblade yang kini ia genggam dengan kedua tangan. Dengan lincahnya ia menerobos serangan Humbaba dan memberikan sabetan keras ke arah dada Humbaba yang berdiri. Berbeda dengan yang sebelumnya , kali ini darah segar menyembur dengan deras. Belum cukup dengan itu, ia tambah kekuatan petir yang menyelimuti senjatanya dan memberikan dua sabaten beruntun kearah lengan kanan dan kiri Humbaba. Humbaba kehilangan kedua lengannya , darah segar menyembur dari lengan yang putus.
Lightning lalu melompat keatas Humbaba yang kini tidak lagi berdaya. Tangan kirinya ia tempelkan pada wajah dari Humbaba. Serangan petir yang dahsyat langsung mengenai Humbaba tanpa ada jarak yang memisahkan. Humbaba itu berhenti bersuara. Lalu roboh , mati seketika oleh serangan terakhir Lightning. Lightning berhasil membunuh seekor Humbaba.
Beginikah kekuatan asli dari seorang lCie ?
Andai aku bisa menjadi sekuat Lightning .
0
Kutip
Balas