Thread ini merupakan wadah kumpulan-kumpulan Song Fic yang akan saya ciptakan. Mungkin kurang tepat bila dikatakan saya menciptakan fic ini, karena saya hanya sekedar menuangkan lagu-lagu ini ke dalam bentuk narasi.
Semua fic yang ditulis merupakan apa yang saya tangkap secara subjektif dari lagu yang melandasinya.
Kezia. Seorang wanita yang terlahir dalam masyarakat yang tidak adil dan korup. Ia mencoba melawan doktrin pemerintah yang memanfaatkan agama sebagai alatnya. Ia mencoba membawa kebenaran dalam masyarakat ini.
\tIa menjadi sebuah penyakit bagi seekor hewan buas. Layaknya martir yang harus berkorban, ia menghabiskan malam terakhirnya sendirian tanpa ada seorang pun menguatkan hatinya. Tapi ia menjalani mil terakhirnya dengan tabah.
\tSetelah sekian lama ia merasa mati dalam lingkungannya yang penuh kebohongan. Akhirnya ia merasakan kebangkitan. Ia merasa dihidupkan kembali ketika ia memperjuangkan kebenaran.
\tDibangkitkan untuk dibunuh. Itulah pengorbanan terakhirnya untuk kebenaran.
\tPengorbanannya akan menyentuh hati masyarakat. Pengorbanannya merupakan hal yang dibutuhkan untuk sebuah kelahiran kembali. Ada keindahan dalam kehancuran. . . kebangkitan lagi, kesempatan baru.\t
\tMereka dapat membunuh sebuah bunga. Tapi bibit moralnya akan terus hidup dan tumbuh hingga akhirnya seseorang menemukan. . . Menemukan taman moral di tengah masyarakat ternoda ini.
Spoiler for A Plateful of Our Dead:
Don't ever ask us to define our morals
Sometimes when fundamentals meet teenage heartbreak
Some of us are all of us; half-selves that love whole hopes
And hara-kiri heartbreak
There's almost nothing worse than never being real
Strained voices crying wolf when nobody can hear
If I had a gun I'd pump your ethics full of lead
If I believed in meat I'd eat a plateful of our dead
There's merit in construction when it's done with your own hands
There's beauty in destruction, resurrection, another chance
There's a you and I in union but just an I in our beliefs
There's a crashing plane with a banner that reads everyone's naive
The only proof that I have that we shot and killed this horse
Is the sounds of whips on flesh and a bleeding heart remorse
When I'm In this state of reflection and you hand me whips
And two by fours I could never bring them down and beat the same horse as before
I'd rather kill a stupid flower and spread its seeds
Until a garden with our bullet-laden morals will be found
Lagu ini merupakan lagu ke-10 dalam album Kezia, sebuah lagu terakhir, sebuah lagu penutup. Saya percaya lagu ini menggambarkan masyarakat tempat Kezia hidup dan pengorbanannya.
Ia digambarkan sebagai sebuah bunga yang dibunuh. Dimana nanti benih-benih moralnya akan tumbuh di kemudian hari.