Kaskus

Story

cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
Ketika Cinta Dipisahkan Oleh Kematian
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
xandlerAvatar border
xandler dan 2 lainnya memberi reputasi
3
97.4K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.4KAnggota
Tampilkan semua post
cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
#977
setelah mengantar iyan dan rara kecil ke luar, rafi kembali masuk ke kamar dengan wajah kesal.

"bisa gak sih kamutepat waktu kalo makan! gak usah nunggu aku kalo udah jamnya makan!" kata rafi dengan nada kesal sambil membanting pintu

"kamu tuh pergi sama aku ra, otomatis aku yang tanggung jawab keadaan kamu disini. bilang apa nanti aku ke keluarga kamu kalo kamu kaya gini! ra, maag kamu tuh udah akut, jangan nyiksa tubuh kamu dengan kamu gak makan!" lanjut rafi masih dengan nada yang kesal dan meninggi

"aku gak suka makan sendirian" jawabku seadanya

"suka atau gak suka kamu makan sendiri, kamu harus tetep makan! aku gak suka kamu kaya gini. kamu tuh bikin aku khawatir dengan kamu pingsan kaya tadi! untung aku ketemu iyan di lobby pas dia nyari mamahnya tadi!"

"maaf" kataku sambil meneteskan air mata

tidak pernah rafi sampai semarah ini padaku, bahkan untuk membentakku saja dia enggan melakukannya. tapi sekarang, dia tidak hanya sekedar membentakku tapi memarahiku. aku takut melihatnya seperti itu. aku memegangi lututku sambil menangis dan terus menerus minta maaf. aku tidak bermaksud untuk membuatnya khawatir.

"ooh shiit! maaf aku udah bentak-bentak kamu, aku gak bermaksud buat kaya gitu sama kamu. aku cuma khawatir sama keadaan kamu" kata rafi sambil memelukku dan mengusap air mataku

aku hanya diam sambil terus menangis, baru kali ini aku melihatnya semarah ini.

"jangan marah sama aku ya, aku takut" kataku dengan suara yang masih sesegukan

"makannya kalo kamu gak mau liat aku marah kaya tadi, kamu harus nurut, jangan bandel" kata rafi sambil mengusap rambutku, sementara aku hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.

hari itu rafi menjagaku seharian, untungnya hari itu training sudah selesai, dia hanya tinggal membuat laporan yang nanti akan di email ke kantornya. rafi memanggilkanku dokter agar aku di periksa dan membelikanku bubur dan menyuapiku.

setelah selesai makan dan minum obat, rafi menyuruhku tidur sementara dia membuat laporan. sampai ke esokan harinya saat aku terbangun, aku melihat rafi yang tengah tertidur di sofa masih dengan menggunakan kaca matanya. wajahnya terlihat lelah sekali, aku membawakannnya selimut dan menutupi tubuhnya yang masih terbalut kemeja yang sudah kusut.

"raraaaa, buruan pulaang! betah bgt sih di puncak!" teriak ari saat aku mengangkat telfonnya

"lusa gw udah balik qo"

"lama banget sih lo"

"kan rafi belom kelar, kalo dia udah selesai gw juga pulang"

"buruan pulang, ntar keburu gw sama rama balik ke asal nih"

"iyaa"

setelah asik berbincang-bincang dengan ari, sambil menunggu rafi terbangun, aku langsung mandi dan memesan sarapan untuk aku dan rafi.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.