- Beranda
- Martial Arts
Shorinji Kempo ()
...
TS
ZhongDaochang
Shorinji Kempo ()




Diubah oleh guf 05-10-2013 08:23
nona212 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
561.9K
Kutip
9.3K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Martial Arts
645Thread•1.8KAnggota
Tampilkan semua post
Guardio
#5123
Quote:
Original Posted By bendotztuagila►Zuki Jun, Gyaku, Furiko, Modori
Jun Zuki
Gyaku Zuki
Furiko Zuki
Jun Zuki adalah pukulan dengan menggunakan tangan kiri dengan kaki kiri berada di depan atau sebaliknya. Sedangkan gyaku zuki adalah pukulan dengan menggunakan tangan kanan dengan kaki kiri berada di depan atau sebaliknya.
Furiko zuki pada dasarnya menggunakan prinsip postur yang sama seperti yang dilakukan pada jun ataupun gyaku zuki, namun sifatnya relatif lebih statis karena eksekusinya berada pada posisi kaisoku dachi sedangkan gyaku/jun zuki pada posisi gyaku choji.
Berbeda dari ketiganya modori zuki merupakan pukulan yang bersifat counter defensif. Bentuk postur dari tipe pukulan ini relatif sama dengan gyaku/jun zuki akan tetapi berat badan ditumpukan pada kaki bagian belakang (kokutsu) aliran tenaga melalui kaki depan.
Kaisoku Dachi
Gyaku Choji
Kekuatan zuki diperoleh dari energi kinetik melalui momentum yang dihasilkan dari bumi sebagai tempat berpijak yang kemudian dialirkan melalui kaki belakang (kaki kiri/kanan pada furiko zuki; kaki depan pada modori zuki) dan putaran pinggul/pundak/torso dan tangan (kepalan/tinju) sebagai titik kontak. Gerakan ini menghasilkan efisiensi dan efektifitas tanpa mengurangi momentum dari energi kinetik yang dihasilkan oleh tubuh dengan mengambil energi dari bumi (tempat berpijak) serta menghasilkan bentuk postur yang lebih jauh/panjang.
![kaskus-image]()
Kekuatan jun, furiko dan modori zuki relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan gyaku zuki disebabkan oleh perbedaan jarak dan waktu tempuh yang dihasilkan bentuk postur yang membentuknya sampai dengan energi yang dihasilkan menyentuh titik kontak. Namun perbedaan kekuatan dari bentuk-bentuk zuki ini ini dapat diatasi dengan melatih kecepatan. Hal ini sejalan hukum fisika akan gaya kinetik, kecepatan dan massa relatif.
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
dimana Ek : energi kinetik , m: massa relatif, m0 : massa awal , y: faktor Lorentz, v: kecepatan dan c: kecepatan cahaya yang dimampatkan.
Selain itu pengetahuan akan titik-titik kelemahan vital (kyusho) sebagai target juga dapat meningkatkan efektifitas sebuah zuki namun tentunya tanpa mengabaikan unsur ketepatan dan kecepatan didalamnya.
Geri - Jun , Gyaku, Yoko/Sokuto, Mawashi, Kaeshi
Jun Geri
Gyaku Geri
Yoko/Sokuto Geri
Jun geri adalah tendangan dengan mengunakan kaki depan dengan tumpuan berat badan pada kaki belakang dengan menggunakan zensokutei sebagai titik kontak. Sedangkan gyaku geri adalah tendangan dengan menggunakan kaki belakang dengan tumpuan berat badan berada pada kaki depan dengan menggunakan zensokutei sebagai titik kontak.
Yoko/sokuto geri (side kick) pada dasarnya memiliki bentuk postur yang sama dengan jun/gyaku zuki akan tetapi menggunakan sokuto (pisau kaki) sebagai titik kontak. Sedangkan Mawashi geri adalah tendangan dengan arah memutar yang digunakan untuk melakukan serangan secara horisontal baik dari posisi jun ataupun gyaku.
Mawashi Geri
Salah satu teknik tendangan yang paling unik yang diajarkan dalam Shorinji Kempo adalah kaeshi geri, tidak banyak perbedaan dalam bentuk postur dengan bentuk geri lainnya, namun yang membedakan adalah arah serangannya yang cukup manipulatif yang bersifat counter defensif. Arah serangan geri ini berbentuk menyilang yaitu dari kanan dalam kemudian ke kanan luar atau sebaliknya baik dalam posisi jun ataupun gyaku yang merupakan kebalikan dari mawashi geri (dari dalam ke luar). Bentuk menyilang ini dihasilkan dari kelenturan sumbu persendian pada lutut dan pinggang. Bentuk geri ini memiliki kesulitan tersendiri dikarenakan keunikannya, untuk itu diperlukan banyak latihan untuk penguasaannya.
Putaran pinggang/pinggul dan pundak (tubuh bagian atas) merupakan unsur esensial dalam teknik geri, selain untuk kekuatan hal ini juga memberikan jangkauan yang lebih panjang. Dari jenis-jenis geri diatas posisi gyaku merupakan bentuk geri terkuat dalam pengaplikasiannya, namun membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan posisi jun disebabkan oleh jarak tempuh dan bentuk posturnya, namun hal ini dapat dikompensasikan dengan melatih kecepatan.
Kecepatan merupakan hal penting untuk diperhatikan, selain untuk kekuatan, pada saat kita melakukan geri kita hanya bertumpu pada satu kaki yaitu membentuk posisi kakuritsu yang menyebabkan postur kita dalam kondisi rentan terhadap counter lawan berupa sapuan (kari) ataupun tangkapan pada kaki ataupun bentuk bantingan/jatuhan lainnya yang memanfaatkan momentum tersebut (irimi, hazumi, ataupun sutemi wazza).
kakuritsu
Untuk itu sesaat setelah melakukan geri hendaknya sesegera mungkin untuk menariknya kembali dan berdiri pada dua kaki untuk menyempurnakan keseimbangan. Kelompok wazza yang menggunakan teknik geri sebagai bentuk pertahanan terhadap tendangan sekaligus counternya adalah Kakuritsu Ken, ex; Kinteki geri hiza uke nami gaeshi, Gyaku geri hiza uke nami gaeshi, Sokuto geri hiki ashi nami gaeshi, Mawashi geri sanbo uke nami gaeshi, Dan geri sanbo uke dan gerigaeshi.
Uke Uwa, Uchi, Shita, Harai, Hiza
Bentuk dasar dari uke (tangkisan) yang diajarkan dalam Shorinji Kempo adalah Uwa Uke, Uchi Uke, Shita Uke, Harai Uke dan Hiza Ukw. Bentuk uke dalam Shorinji Kempo merupakan bentuk antisipasi dalam menghadapi serangan lawan yang bersifat semi-parry yaitu bentuk penghindaran terlebih dahulu baru kemudian melakukan blok untuk mengalirkan tenaga serangan lawan. Bentuk postur tubuh uke pada dasarnya tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan zuki ataupun geri, yaitu dengan memanfaatkan putaran pinggul dan pundak dalam eksekusinya. Selain untuk kekuatan putaran pinggul dan pundak juga untuk mengoptimalkan penghindaran dalam menghadapi serangan tanpa mengabaikan unsur efektiftas dan efisiensi untuk melakukan serangan balasan (counter) dengan tetap mengoptimalkan jarak serang (maai).
Uwa Uke
Uchi Uke
Shita Uke
Harai Uke
Bentuk uke (uwa, uchi, shita, harai) yang diajarkan dalam Shorinji Kempo menggunakan flexor bagian dalam lengan yang ditegangkan dengan merentangkan/mengencangkan tangan dalam posisi ichiji dan membengkokan siku dalam sudut kurang lebih 20 sampai dengan 45 derajat yang berfungsi sebagai peredam dalam menghadapi serangan lawan baik berupa pukulan ataupun tendangan. Sedangkan pada hiza uke menggunakan lutut dalam posisi kakuritsu sebagai tangkisan.
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
Posisi Tangan
Hiza Uke
Diawal pembelajaran, uke diajarkan dengan mengutamakan pada bentuk dan kekuatan yang dihasilkan oleh putaran pinggul. Di tingkat selanjutnya uke diajarkan sebagai bagian dari counter dengan memanipulasi serangan lawan menggunakan dorongan (oshi, otoshi), ataupun tangkapan (ex: suigetsu gaeshi, hangetsu gaeshi) dan bagian yang tidak terpisahkan dari teknik bantingan (nage wazza, ex: uwa uke nage, shita uke nage).
Di tingkat yang lebih tinggi uke diajarkan dengan mengarahkannya ke arah titik-titik vital (kyusho/appo) untuk memberikan efek yang optimal dan memudahkan dalam penggabungan/pengkombinasian pelaksanaan juho wazza (nage ataupun taoshi wazza), yang secara tidak langsung adalah bentuk atemi (serangan defensif awal) dalam menghadapi serangan.
Jun Zuki
Gyaku Zuki
Furiko ZukiJun Zuki adalah pukulan dengan menggunakan tangan kiri dengan kaki kiri berada di depan atau sebaliknya. Sedangkan gyaku zuki adalah pukulan dengan menggunakan tangan kanan dengan kaki kiri berada di depan atau sebaliknya.
Furiko zuki pada dasarnya menggunakan prinsip postur yang sama seperti yang dilakukan pada jun ataupun gyaku zuki, namun sifatnya relatif lebih statis karena eksekusinya berada pada posisi kaisoku dachi sedangkan gyaku/jun zuki pada posisi gyaku choji.
Berbeda dari ketiganya modori zuki merupakan pukulan yang bersifat counter defensif. Bentuk postur dari tipe pukulan ini relatif sama dengan gyaku/jun zuki akan tetapi berat badan ditumpukan pada kaki bagian belakang (kokutsu) aliran tenaga melalui kaki depan.
Kaisoku Dachi
Gyaku ChojiKekuatan zuki diperoleh dari energi kinetik melalui momentum yang dihasilkan dari bumi sebagai tempat berpijak yang kemudian dialirkan melalui kaki belakang (kaki kiri/kanan pada furiko zuki; kaki depan pada modori zuki) dan putaran pinggul/pundak/torso dan tangan (kepalan/tinju) sebagai titik kontak. Gerakan ini menghasilkan efisiensi dan efektifitas tanpa mengurangi momentum dari energi kinetik yang dihasilkan oleh tubuh dengan mengambil energi dari bumi (tempat berpijak) serta menghasilkan bentuk postur yang lebih jauh/panjang.

Kekuatan jun, furiko dan modori zuki relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan gyaku zuki disebabkan oleh perbedaan jarak dan waktu tempuh yang dihasilkan bentuk postur yang membentuknya sampai dengan energi yang dihasilkan menyentuh titik kontak. Namun perbedaan kekuatan dari bentuk-bentuk zuki ini ini dapat diatasi dengan melatih kecepatan. Hal ini sejalan hukum fisika akan gaya kinetik, kecepatan dan massa relatif.


dimana Ek : energi kinetik , m: massa relatif, m0 : massa awal , y: faktor Lorentz, v: kecepatan dan c: kecepatan cahaya yang dimampatkan.
Selain itu pengetahuan akan titik-titik kelemahan vital (kyusho) sebagai target juga dapat meningkatkan efektifitas sebuah zuki namun tentunya tanpa mengabaikan unsur ketepatan dan kecepatan didalamnya.
Geri - Jun , Gyaku, Yoko/Sokuto, Mawashi, Kaeshi
Jun Geri
Gyaku Geri
Yoko/Sokuto GeriJun geri adalah tendangan dengan mengunakan kaki depan dengan tumpuan berat badan pada kaki belakang dengan menggunakan zensokutei sebagai titik kontak. Sedangkan gyaku geri adalah tendangan dengan menggunakan kaki belakang dengan tumpuan berat badan berada pada kaki depan dengan menggunakan zensokutei sebagai titik kontak.
Yoko/sokuto geri (side kick) pada dasarnya memiliki bentuk postur yang sama dengan jun/gyaku zuki akan tetapi menggunakan sokuto (pisau kaki) sebagai titik kontak. Sedangkan Mawashi geri adalah tendangan dengan arah memutar yang digunakan untuk melakukan serangan secara horisontal baik dari posisi jun ataupun gyaku.
Mawashi GeriSalah satu teknik tendangan yang paling unik yang diajarkan dalam Shorinji Kempo adalah kaeshi geri, tidak banyak perbedaan dalam bentuk postur dengan bentuk geri lainnya, namun yang membedakan adalah arah serangannya yang cukup manipulatif yang bersifat counter defensif. Arah serangan geri ini berbentuk menyilang yaitu dari kanan dalam kemudian ke kanan luar atau sebaliknya baik dalam posisi jun ataupun gyaku yang merupakan kebalikan dari mawashi geri (dari dalam ke luar). Bentuk menyilang ini dihasilkan dari kelenturan sumbu persendian pada lutut dan pinggang. Bentuk geri ini memiliki kesulitan tersendiri dikarenakan keunikannya, untuk itu diperlukan banyak latihan untuk penguasaannya.
Putaran pinggang/pinggul dan pundak (tubuh bagian atas) merupakan unsur esensial dalam teknik geri, selain untuk kekuatan hal ini juga memberikan jangkauan yang lebih panjang. Dari jenis-jenis geri diatas posisi gyaku merupakan bentuk geri terkuat dalam pengaplikasiannya, namun membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan posisi jun disebabkan oleh jarak tempuh dan bentuk posturnya, namun hal ini dapat dikompensasikan dengan melatih kecepatan.
Kecepatan merupakan hal penting untuk diperhatikan, selain untuk kekuatan, pada saat kita melakukan geri kita hanya bertumpu pada satu kaki yaitu membentuk posisi kakuritsu yang menyebabkan postur kita dalam kondisi rentan terhadap counter lawan berupa sapuan (kari) ataupun tangkapan pada kaki ataupun bentuk bantingan/jatuhan lainnya yang memanfaatkan momentum tersebut (irimi, hazumi, ataupun sutemi wazza).
kakuritsuUntuk itu sesaat setelah melakukan geri hendaknya sesegera mungkin untuk menariknya kembali dan berdiri pada dua kaki untuk menyempurnakan keseimbangan. Kelompok wazza yang menggunakan teknik geri sebagai bentuk pertahanan terhadap tendangan sekaligus counternya adalah Kakuritsu Ken, ex; Kinteki geri hiza uke nami gaeshi, Gyaku geri hiza uke nami gaeshi, Sokuto geri hiki ashi nami gaeshi, Mawashi geri sanbo uke nami gaeshi, Dan geri sanbo uke dan gerigaeshi.
Uke Uwa, Uchi, Shita, Harai, Hiza
Bentuk dasar dari uke (tangkisan) yang diajarkan dalam Shorinji Kempo adalah Uwa Uke, Uchi Uke, Shita Uke, Harai Uke dan Hiza Ukw. Bentuk uke dalam Shorinji Kempo merupakan bentuk antisipasi dalam menghadapi serangan lawan yang bersifat semi-parry yaitu bentuk penghindaran terlebih dahulu baru kemudian melakukan blok untuk mengalirkan tenaga serangan lawan. Bentuk postur tubuh uke pada dasarnya tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan zuki ataupun geri, yaitu dengan memanfaatkan putaran pinggul dan pundak dalam eksekusinya. Selain untuk kekuatan putaran pinggul dan pundak juga untuk mengoptimalkan penghindaran dalam menghadapi serangan tanpa mengabaikan unsur efektiftas dan efisiensi untuk melakukan serangan balasan (counter) dengan tetap mengoptimalkan jarak serang (maai).
Uwa Uke
Uchi Uke
Shita Uke
Harai UkeBentuk uke (uwa, uchi, shita, harai) yang diajarkan dalam Shorinji Kempo menggunakan flexor bagian dalam lengan yang ditegangkan dengan merentangkan/mengencangkan tangan dalam posisi ichiji dan membengkokan siku dalam sudut kurang lebih 20 sampai dengan 45 derajat yang berfungsi sebagai peredam dalam menghadapi serangan lawan baik berupa pukulan ataupun tendangan. Sedangkan pada hiza uke menggunakan lutut dalam posisi kakuritsu sebagai tangkisan.


Posisi Tangan
Hiza UkeDiawal pembelajaran, uke diajarkan dengan mengutamakan pada bentuk dan kekuatan yang dihasilkan oleh putaran pinggul. Di tingkat selanjutnya uke diajarkan sebagai bagian dari counter dengan memanipulasi serangan lawan menggunakan dorongan (oshi, otoshi), ataupun tangkapan (ex: suigetsu gaeshi, hangetsu gaeshi) dan bagian yang tidak terpisahkan dari teknik bantingan (nage wazza, ex: uwa uke nage, shita uke nage).
Di tingkat yang lebih tinggi uke diajarkan dengan mengarahkannya ke arah titik-titik vital (kyusho/appo) untuk memberikan efek yang optimal dan memudahkan dalam penggabungan/pengkombinasian pelaksanaan juho wazza (nage ataupun taoshi wazza), yang secara tidak langsung adalah bentuk atemi (serangan defensif awal) dalam menghadapi serangan.
Selamat siang sempai semua...
Sp bendotz, saya udah baca beberapa kali. Saya ga bisa komen lagi, udah lengkap. Bingung mau komen dari sudut fisika, biologi, apa kempo he..he... Materinya lengkap banget, sempai sangat rajin ngumpulinnya. Thanks ya pai...
Salam,
Dio
0
Kutip
Balas