- Beranda
- The Lounge
[tweet @syaltout] Inilah Kelakuan anggota DPR saat "Studi Banding" ke Paris
...
TS
uncoolbigotface
[tweet @syaltout] Inilah Kelakuan anggota DPR saat "Studi Banding" ke Paris
Quote:
harap dirate dulu gan 





NOTE:dibaca berurut secara mundur dari nomor 259 sampai nomor 1.
Quote:
ini adalah tweet dari Dr. Mahmud Syaltout. Dr. Mahmud Syaltout baru saja menyelesaikan studinya di Universitas Paris 5 Descartes. Mantan ketua PPI Perancis ini sering terlibat di berbagai kegiatan kemahasiswaan di Eropa.
Di umurnya yang baru 31 tahun Dr. Syaltout prestasi Dr. Syaltout sudah sangat mengaggumkan yakni Dr. Syaltout diterima unanimously sebagai salah satu anggota International Law Association (ILA) - French Branch, sekaligus sebagai orang Indonesia pertama yang bisa diterima dalam asosiasi para profesor dan praktisi hubungan internasional, khususnya di Perancis.
twitter: @syaltout
situs: syaltout dotco dot cc
tweet pilihan TS:
Quote:
Quote:
6)\tkami punya beberapa foto wajah mesum kalian memegang payudara silikon sembari terseyum menjijikkan.

Quote:
45)\tPak Dubes sdh bilang, klo mendingan uang perjalanan studi banding mrk dipake buat bangun sekolah dan/atau kasih beasiswa adik2 kita di Papua
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.

Quote:
89)\tNah, saat diskusi dgn Prof Edmond Jouve itulah, ada salah 1 anggota rombongan yg keceplosan ngomong...
88)\t"Wah, kalau sistem tata negara Prancis yg jauh beda ama kita, berarti kita salah dong studi banding ke sini".
88)\t"Wah, kalau sistem tata negara Prancis yg jauh beda ama kita, berarti kita salah dong studi banding ke sini".

Quote:
140)\tFoto2 mreka bawa sekarung barang belanjaan, menyebar dan menyambut kepulangan rombongan ini ke tanah air.
139)\tHebatnya, salah satu di antara mrk, menanggapi foto2 itu dgn dingin dan cukup 2 kata, "Itu hoax!"
139)\tHebatnya, salah satu di antara mrk, menanggapi foto2 itu dgn dingin dan cukup 2 kata, "Itu hoax!"
:maho
Quote:
209)\tNah, saat itulah, salah 1 di antara mreka ada yg nyeletuk, "Teman-teman, sptnya kunjungan kita ke Paris ada yg kurang... Apa yaa?"
208)\tLalu mreka bersahutan menyebut, Hermès, Brietling dan merk-merk lux lainnya yg sangat asing di telingaku.
207)\tSang Bapak yg nanya tadi lgsg bilang, "Bukan... Bukan itu..."
206)\tKawan-kawannya langsung bertanya serempak, "Lalu apa???"
205)\tSi Bapak itu lgsg berkata perlahan namun pasti, "Kita lupa foto berlatar belakang Eiffel!"


Quote:
233)\tDlm perjalanan pulang itu, ada salah 1 di antara mrk yg memintaku utk carikan dia pramuria, perempuan perancis.


Quote:
253)\tSempat kaget saat di butik Cartier salah seorg di antara mreka tanya kpdku, "Mas, di antara 2 jam ini, mana yg paling bagus?"
252)\tKagetku bukan krn lihat bandrol harga 1 jam senilai 2 thn beasiswaku...
251)\tTp krn aku jawab dgn lugu, "Bagus dua-duanya Pak" dan diikuti tindakan si Bpk yg lgsg beli keduanya, tanpa mikir.
252)\tKagetku bukan krn lihat bandrol harga 1 jam senilai 2 thn beasiswaku...
251)\tTp krn aku jawab dgn lugu, "Bagus dua-duanya Pak" dan diikuti tindakan si Bpk yg lgsg beli keduanya, tanpa mikir.

lengkapnya cekidot dimari:
Spoiler for 1-50:
Quote:
1)\tYakinlah sahabat, doa&slalu berpikir positif adlh senjata terakhir skaligus plg ampuh org2 yg memiliki keyakinan!
2)\tDgn doa kita penuh tangis dlm sajadah panjang di malam2 sunyi memohonkan agar mrk diberi petunjuk. Insya Allah ada perbaikan.
3)\tJgn prnh bersu'udzon klo semua anggota DPR itu jelek&selalu jelek. Maafkan mrk, mintakan ampun mrk ke Gusti Allah.
4)\tLana_Sartre Di galeri,dgn arogan blg "kami angg.DPR,ngak pernah liat yah?",aku:Nggak, Ang.DPR:ah Masa?(Nadagenit) aku:Emang Enggak (jutek)@syaltout
5)\tAkhirnya tweeps, aku pikir "studi banding" hrs dilawan dgn Studi Banding, karya buruk dgn karya baik.
6)\tkami punya beberapa foto wajah mesum kalian memegang payudara silikon sembari terseyum menjijikkan.
7)\tWalaupun kami menemani kalian "studi banding" permasalahan pendidikan ke Red Light di Amsterdam dgn ramah, tp ingatlah...
8)\tDlm senyum kami sama pula spt senyum kalian, akan mengandung bisa kobra!
9)\tSetidaknya, ini mjd pertanda awal, bagi Rombongan DPR ke Eropa. Silakan datang, tp kami akan buat tidur Anda2 tak nyenyak!
10)\tKeesokannya, berita bhw kami serahkan Naskah Kerja ke Rombongan DPR itu dimuat ANTARA dan bbrp media nasional.
11)\tKita semua berdecak kagum, lalu pulang dan tertidur nyenyak. Heuheuheu
12)\tStlh itu pun sang Ketua Rombongan menawarkan mimpi 4.000 beasiswa ke LN per tahun, atas perjuangan DPR. Luar biasa!
13)\tAku melihat Pak Dubes cuma bisa geleng-geleng sembari menyeka bbrp kali darah yg keluar dari mulut maupun hidung beliau.
14)\tMrk berdalih data dari field work tentu lebih bernilai drpd skedar data yg tercantum di Jurnal/Laporan Ilmiah.
15)\tTp tetap saja mrk ngeyel klo hasil "studi banding" lgsg ke itu lbh memberikan gambaran yg konkret kpd mrk drpd skedar laporan kawan2 PPI.
16)\tMrk bilang ga nyangka klo kawan2 PPI Eropa akan membuat Naskah Kerja setebal 100 halaman lebih ini.
17)\tMrk bilang, klo hasil "studi banding" mrk sifatnya msh mentah yg perlu diolah lagi. Semuanya tersimpan di laptop yg mrk tinggal di Hotel.
18)\tTp jgn sebut mrk anggota DPR, klo mrk ga bisa jwb pertanyaan Pak Dubes dan ga bisa berkelit cantik.
19)\tYa, seperti diduga. Rombongan itu ga siap dgn catatan hasil studi banding mereka.
20)\tSambil berjalan mendekati Ketua Rombongan DPR ini dan menyerahkan cetakan naskah kerja kami kpdnya.
21)\tMereka baru saja menyandarkan diri di kursi, saat Pak Dubes bilang, "Ini Naskah Kerja Studi Banding PPI Eropa dgn tema yg sama".
22)\tNah, pas rombongan DPR itu datang, Pak Dubes ga pake basa-basi, lgsg tanya mana hasil catatan studi banding mereka?
23)\tNaskah Kerja dan kritik kami atas RUU BHP itu dicetak dan dijilid dgn sangat bagus o/ KBRI Paris.
24)\tStudi Banding ini pula mjd karya bareng pertamaku dgn Mas Achmad Adhitya, Sekjen I-4, yg saat itu Ketua PPI Jerman.
25)\t2 hari sblm kedatangan rombongan DPR itu, Naskah Kerja kita sdh siap! KBRI Paris jg mendistribusikannya ke KBRI lainnya di Eropa.
26)\tStudi Banding lewat tukar data di email maupun chatting di YM dan telpon2an ini, slesai dlm waktu 1 minggu.
27)\tKita pun intensif diskusi online memberikan masukan/kritik atas RUU BHP yg ada.
28)\tBersama kawan jejaring PPI Eropa, kita buat Naskah Perbandingan Sistem Pendidikan Tinggi di Eropa.
29)\tDari Naskah Kerja ttg pendidikan tinggi di Eropa warisan kepengurusan Mas Rudi, kita bikin updatenya&lengkapi data yg kurang.
30)\tSingkat cerita, kita pun berinisiatif bikin studi banding tandingan yg murah meriah tanpa keluarkan sepeser euro pun.
31)\tDari keheningan, suara serak beliau memecah, "Kita gagal cegah mrk ke sini, tp jgn sampe gagal u/ beri mrk pelajaran di sini".
32)\tStelah mengungkapkan kekecewaannya kpd keras kepala rombongan DPR itu, beliau berhenti bicara sejenak. Suasana hening.
33)\tPertemuan khususku dgn beliau itu mjd pertemuan pertama skaligus kesempatanku mengenal sosok Arizal Effendi.
34)\tYa, Dubes yg mengajariku ttg apa sih sbnarnya fungsi diplomat, wafat saat bekerja&menjalankan tugasnya sbg Chef de mission diplomatique!
35)\tTapi sakit&kondisi beliau yg begitu, tak bisa menghalangi beliau utk selalu berkarya&berjuang demi bangsanya.
36)\tTak jarang wajah beliau tampak lebam, bibir tampak memar&berulang kali keluarkan darah saat acara KBRI.
37)\tFYI, Pak Rizal saat menjabat Dubes divonis terkena kanker, yg menyerang mulut&saluran pernafasan beliau.
38)\tDlm obrolan 8 mata itu, Pak Dubes hrs berulang kali menyeka darah yg keluar dari mulut dan hidung beliau.
39)\tAku melihat wajah penuh kecewa dari lulusan terbaik FHUI yg pernah jd pengacara sblm memilih jd diplomat ini.
40)\tSaat aku bertemu Pak Dubes di ruang kerjanya. Kalimat beliau pertama, "Mas, kita tampaknya gagal cegah upaya rombongan itu ke sini".
41)\tStlh percakapan telpon dgn Jubir rombongan itu. Pak Dubes lgsg memanggilku khusus.
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.
43)\tEh tnyata, dari balik telpon di seberang sana, jubir rombongan itu bilang, "Pak Dubes, dana kunjungan kami itu ga bisa terbilang besar lho!"
44)\tPak Dubes nantang, mreka butuh data apa, kita yg sediakan sedetail mungkin. Kita ga perlu dibayar utk itu.
45)\tPak Dubes sdh bilang, klo mendingan uang perjalanan studi banding mrk dipake buat bangun sekolah dan/atau kasih beasiswa adik2 kita di Papua
46)\tPak Dubes sdh yakinkan mrk, klo butuh info mngni pendidikan tinggi di Prancis, KBRI dibantu PPI Prancis bisa sediakan data yg dibutuhkan.
47)\tSesungguhnya sblm rombongan DPR itu akan melangsungkan niatnya ke Eropa. Almarhum Pak Rizal, Dubes RI utk Prancis&Andora sdh mencegah.
48)\tKonon katanya mrk dtg ke bbrp kota besar Eropa utk mencari masukan Pansus RUU Badan Hukum Pendidikan.
49)\tSkrg kita lanjut ke "Studi Banding" DPR Oktober 2007 ke berbagai negara di Eropa tmsk Prancis.
50)\tKlo tertarik baca kritikku atas Pemikiran Pansus Dewan Penasehat Presiden&Kementerian Negara yg ke Prancis, silakan tengok multiply-ku.
2)\tDgn doa kita penuh tangis dlm sajadah panjang di malam2 sunyi memohonkan agar mrk diberi petunjuk. Insya Allah ada perbaikan.
3)\tJgn prnh bersu'udzon klo semua anggota DPR itu jelek&selalu jelek. Maafkan mrk, mintakan ampun mrk ke Gusti Allah.
4)\tLana_Sartre Di galeri,dgn arogan blg "kami angg.DPR,ngak pernah liat yah?",aku:Nggak, Ang.DPR:ah Masa?(Nadagenit) aku:Emang Enggak (jutek)@syaltout
5)\tAkhirnya tweeps, aku pikir "studi banding" hrs dilawan dgn Studi Banding, karya buruk dgn karya baik.
6)\tkami punya beberapa foto wajah mesum kalian memegang payudara silikon sembari terseyum menjijikkan.
7)\tWalaupun kami menemani kalian "studi banding" permasalahan pendidikan ke Red Light di Amsterdam dgn ramah, tp ingatlah...
8)\tDlm senyum kami sama pula spt senyum kalian, akan mengandung bisa kobra!
9)\tSetidaknya, ini mjd pertanda awal, bagi Rombongan DPR ke Eropa. Silakan datang, tp kami akan buat tidur Anda2 tak nyenyak!
10)\tKeesokannya, berita bhw kami serahkan Naskah Kerja ke Rombongan DPR itu dimuat ANTARA dan bbrp media nasional.
11)\tKita semua berdecak kagum, lalu pulang dan tertidur nyenyak. Heuheuheu
12)\tStlh itu pun sang Ketua Rombongan menawarkan mimpi 4.000 beasiswa ke LN per tahun, atas perjuangan DPR. Luar biasa!
13)\tAku melihat Pak Dubes cuma bisa geleng-geleng sembari menyeka bbrp kali darah yg keluar dari mulut maupun hidung beliau.
14)\tMrk berdalih data dari field work tentu lebih bernilai drpd skedar data yg tercantum di Jurnal/Laporan Ilmiah.
15)\tTp tetap saja mrk ngeyel klo hasil "studi banding" lgsg ke itu lbh memberikan gambaran yg konkret kpd mrk drpd skedar laporan kawan2 PPI.
16)\tMrk bilang ga nyangka klo kawan2 PPI Eropa akan membuat Naskah Kerja setebal 100 halaman lebih ini.
17)\tMrk bilang, klo hasil "studi banding" mrk sifatnya msh mentah yg perlu diolah lagi. Semuanya tersimpan di laptop yg mrk tinggal di Hotel.
18)\tTp jgn sebut mrk anggota DPR, klo mrk ga bisa jwb pertanyaan Pak Dubes dan ga bisa berkelit cantik.
19)\tYa, seperti diduga. Rombongan itu ga siap dgn catatan hasil studi banding mereka.
20)\tSambil berjalan mendekati Ketua Rombongan DPR ini dan menyerahkan cetakan naskah kerja kami kpdnya.
21)\tMereka baru saja menyandarkan diri di kursi, saat Pak Dubes bilang, "Ini Naskah Kerja Studi Banding PPI Eropa dgn tema yg sama".
22)\tNah, pas rombongan DPR itu datang, Pak Dubes ga pake basa-basi, lgsg tanya mana hasil catatan studi banding mereka?
23)\tNaskah Kerja dan kritik kami atas RUU BHP itu dicetak dan dijilid dgn sangat bagus o/ KBRI Paris.
24)\tStudi Banding ini pula mjd karya bareng pertamaku dgn Mas Achmad Adhitya, Sekjen I-4, yg saat itu Ketua PPI Jerman.
25)\t2 hari sblm kedatangan rombongan DPR itu, Naskah Kerja kita sdh siap! KBRI Paris jg mendistribusikannya ke KBRI lainnya di Eropa.
26)\tStudi Banding lewat tukar data di email maupun chatting di YM dan telpon2an ini, slesai dlm waktu 1 minggu.
27)\tKita pun intensif diskusi online memberikan masukan/kritik atas RUU BHP yg ada.
28)\tBersama kawan jejaring PPI Eropa, kita buat Naskah Perbandingan Sistem Pendidikan Tinggi di Eropa.
29)\tDari Naskah Kerja ttg pendidikan tinggi di Eropa warisan kepengurusan Mas Rudi, kita bikin updatenya&lengkapi data yg kurang.
30)\tSingkat cerita, kita pun berinisiatif bikin studi banding tandingan yg murah meriah tanpa keluarkan sepeser euro pun.
31)\tDari keheningan, suara serak beliau memecah, "Kita gagal cegah mrk ke sini, tp jgn sampe gagal u/ beri mrk pelajaran di sini".
32)\tStelah mengungkapkan kekecewaannya kpd keras kepala rombongan DPR itu, beliau berhenti bicara sejenak. Suasana hening.
33)\tPertemuan khususku dgn beliau itu mjd pertemuan pertama skaligus kesempatanku mengenal sosok Arizal Effendi.
34)\tYa, Dubes yg mengajariku ttg apa sih sbnarnya fungsi diplomat, wafat saat bekerja&menjalankan tugasnya sbg Chef de mission diplomatique!
35)\tTapi sakit&kondisi beliau yg begitu, tak bisa menghalangi beliau utk selalu berkarya&berjuang demi bangsanya.
36)\tTak jarang wajah beliau tampak lebam, bibir tampak memar&berulang kali keluarkan darah saat acara KBRI.
37)\tFYI, Pak Rizal saat menjabat Dubes divonis terkena kanker, yg menyerang mulut&saluran pernafasan beliau.
38)\tDlm obrolan 8 mata itu, Pak Dubes hrs berulang kali menyeka darah yg keluar dari mulut dan hidung beliau.
39)\tAku melihat wajah penuh kecewa dari lulusan terbaik FHUI yg pernah jd pengacara sblm memilih jd diplomat ini.
40)\tSaat aku bertemu Pak Dubes di ruang kerjanya. Kalimat beliau pertama, "Mas, kita tampaknya gagal cegah upaya rombongan itu ke sini".
41)\tStlh percakapan telpon dgn Jubir rombongan itu. Pak Dubes lgsg memanggilku khusus.
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.
43)\tEh tnyata, dari balik telpon di seberang sana, jubir rombongan itu bilang, "Pak Dubes, dana kunjungan kami itu ga bisa terbilang besar lho!"
44)\tPak Dubes nantang, mreka butuh data apa, kita yg sediakan sedetail mungkin. Kita ga perlu dibayar utk itu.
45)\tPak Dubes sdh bilang, klo mendingan uang perjalanan studi banding mrk dipake buat bangun sekolah dan/atau kasih beasiswa adik2 kita di Papua
46)\tPak Dubes sdh yakinkan mrk, klo butuh info mngni pendidikan tinggi di Prancis, KBRI dibantu PPI Prancis bisa sediakan data yg dibutuhkan.
47)\tSesungguhnya sblm rombongan DPR itu akan melangsungkan niatnya ke Eropa. Almarhum Pak Rizal, Dubes RI utk Prancis&Andora sdh mencegah.
48)\tKonon katanya mrk dtg ke bbrp kota besar Eropa utk mencari masukan Pansus RUU Badan Hukum Pendidikan.
49)\tSkrg kita lanjut ke "Studi Banding" DPR Oktober 2007 ke berbagai negara di Eropa tmsk Prancis.
50)\tKlo tertarik baca kritikku atas Pemikiran Pansus Dewan Penasehat Presiden&Kementerian Negara yg ke Prancis, silakan tengok multiply-ku.
0
67K
Kutip
1.9K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
uncoolbigotface
#5
Spoiler for 201-259:
Quote:
201)\tYg terakhir menyalamiku adlh om dari kawanku. Ya, cuma dia saja yg memberiku uang sbg upahku jd guide rombongan sirkus. 50 Euros, gak lebih!
202)\tAkhirnya, aku pun berpisah dgn mereka. Semuanya menyalamiku sambil berpesan utk rajin kuliah demi bangsa dan negara.
203)\tKetua Rombongan mreka yg bijaksana itu pun lgsg menginterupsi di antara riuh, "Lah, trus bgm? 30 menit lagi, pesawat kita akan berangkat."
204)\tKawan-kawannya pun langsung menimpali serempak seperti paduan suara "Oh iyaaaa!!!!". Ada yg tepok jidat, ada yg sambil geleng2 kepala...
205)\tSi Bapak itu lgsg berkata perlahan namun pasti, "Kita lupa foto berlatar belakang Eiffel!"
206)\tKawan-kawannya langsung bertanya serempak, "Lalu apa???"
207)\tSang Bapak yg nanya tadi lgsg bilang, "Bukan... Bukan itu..."
208)\tLalu mreka bersahutan menyebut, Hermès, Brietling dan merk-merk lux lainnya yg sangat asing di telingaku.
209)\tNah, saat itulah, salah 1 di antara mreka ada yg nyeletuk, "Teman-teman, sptnya kunjungan kita ke Paris ada yg kurang... Apa yaa?"
210)\tNah, sambil ngafe itu kita ngobrol2, atau tepatnya, mreka berbicara, aku mendengarkan. Hehehe
211)\tKnp ngafe di Mc. Donald? Krn itu yg paling murah! Wakaka
212)\tStlh register bagasi, kita pun ngafe di Mc. Donald di lantai bawah, sambil nunggu jam keberangkatan.
213)\tAkhirnya, sampailah kita di CDG dgn selamat.
214)\tKali ini, kita naik taxi! Soalnya, klo naik metro dgn barang bawaan yg segitu banyak akan sangat merepotkan.
215)\tIstilahnya ini belanja penghabisan! Stelah belanja selesai, mreka kembali ke hotel dan memintaku utk menemani mrk ke Airport CDG.
216)\tDi sini, mereka belanja sedikit terburu2 dan bolak-balik lihat jam. Soalnya, sorenya mreka hrs terbang ke Frankfurt.
217)\tNah dari mereka ini pula, aku tahu kalau harga tas Longchamp itu jauuh lebih murah di Paris drpd di Jakarta. Tentu saja yg original&bkn KW1!
218)\tDi sini harganya memang lbh murah dibanding di butik2 di Champs Elysées. Tp modenya sih keluaran musim sblmnya.
219)\tSesampai di Val d'Europe. Spt biasa, mreka pingin foto2 dulu di depan butik. Sialnya, itu ga bisa, krn di sana dilarang. Hehehe...
220)\tDari hotel, kita naik metro kemudian sambung RER B dan RER A. Perjalanan memakan waktu 1 jam lebih.
221)\tAku tidak tahu, drmn mreka tahu Val d'Europe, sebuah perkampungan factory outlet barang2 lux di selatan Paris.
222)\tAkhirnya hari itu di waktu yg tersisa, sblm mreka balik lagi ke Jerman utk kemudian kembali ke tanah air, kita ke Val d'Europe....
223)\tYa udah, krn aku msh memandang perkawananku dgn keponakannya, aku pun bersedia.
224)\tPaginya, omnya kawanku meminta maaf utk kelakuan kawannya dan sekaligus minta kesediaanku utk menemani mreka lagi.
225)\tAku lgsg menolak dan menyarankan si Bapak itu utk dtg sendiri ke Lido pas midnight naik taxi. Stlh itu aku lgsg pulang ke apartemenku.
226)\tSi Bpk itu matanya berbinar, trus lgsg ngomong, "Klo gitu, malam ini antar saya ke Lido yaa Mas".
227)\tAku bilang ada di daerah Moulin Rouge, tapi klo yg berkelas dan biasanya dikunjungi menteri2 tmsk mantan Mendiknas, itu di Lido.
228)\tTrus si Bpk itu lgsg nyeletuk, "Wah payah, ga asyik nih Paris! Tp, klo live show atau kabaret dgn pakaian sexy tanpa nge-sex ada khan Mas?"
229)\tAku jawab, "Ga ada Pak, krn di Paris lokalisasi atau mengorganisir pramuriaan itu kriminal".
230)\tSi Bapak tadi lgsg tanya lagi kpdku, "Mas, di Paris ga ada smacam Red Light spt di Amsterdam atau Den Haag yaa?"
231)\tSi Bapak yg diledek itu dgn wajah mesum lgsg jawab bgini, "Kalau utk nge-sex khan ga butuh bisa bahasanya Pak. Malah di situ letak seninya".
232)\tSang ketua rombongan sambil ngeledek bilang ke anggotanya yg cari pramuria itu bgini, "Loh, emangnya Bapak bisa bhs prancis?"
233)\tDlm perjalanan pulang itu, ada salah 1 di antara mrk yg memintaku utk carikan dia pramuria, perempuan perancis.
234)\tStelah lelah belanja, mreka minta aku temani pulang ke Hotel Ibis Cambronne. Tak jauh dari Kantor UNESCO.
235)\tKepala rombongan mreka pun minta maaf atas kelakuan "genit" salah 1 anggotanya. Stlh itu mreka buru2 bayar&keluar butik.
236)\tDlm hati aku bergumam, "Biar tahu klo di Paris, perempuan muda, cantik&berpenampilan sexy dgn belahan baju rendah, bkn berarti dia murahan!"
237)\tBenar saja spt dugaanku, si Mbak penjual itu marah dan merasa dilecehkan. Dia lgsg bentak, "Monsieur, je pourrai vous porter plainte!"
238)\tAku cuma misuh dlm hati, "Jancuk, raimu Cuk! Koen wakil rakyatku Cuk!"
239)\tSialnya, ada yg ga percaya dan maksain diri dgn bhs Inggris mreka yg terbatas utk tanya lgsg sambil pegang2 "nakal" si Mbak penjual.
240)\tBenar saja, sang penjaga toko bilang klo itu harga pas. Aku sampaikan hal itu kpd mreka.
241)\tDgn berat hati, aku turutin kemauan mreka walaupun aku yakin bhw butik smacam Marionnaud harganya tetap.
242)\tDi Marionnaud itu pun bbrp di antara mreka ada yg maksa aku utk nawar harga agar mrk dikasih lbh murah lagi, krn belanja banyak.
243)\tNah, utk belanja parfum, mreka ke butik Marionnaud, Champs Elysees. Krn di situ ada tax free 17,5% + bonus parfum kecil,kosmetik,dll.
244)\tMinumnya pun mreka berhemat! Botol minum air mineral mreka diisi ulang air keran di hotel. Ya, air keran Paris bisa diminum&rasanya segar!
245)\tMreka utk makan pun sangat berhemat lho! Milihnya makan di Quick dgn menu mahasiswa, 1 menu dpt 2 Giant Burger.
246)\tTp yg menarik, mreka ini sbenarnya tdk tlalu boros jg lho. Krn pas belanja, yg ditanya pertama adlh ada diskon atau minimal tax free-nya ga.
247)\tHari itu kita sa'i sepanjang jalan Champs Elysees. Tentu! Tentu saja, pusat LV di sana tak terlewatkan!
248)\tSang penjaga butik berbisik kepadaku, "Quel riche votre pays, Monsieur!". Aku tersenyum kecut.
249)\tHari itu butik Cartier di ujung jalan Champs Elysees, Paris, langsung laris manis.
250)\tKado 2 jam tangan setara 4 tahun Beasiswa Pemerintah Perancis (BGF) itu diberikan utk istri tercintanya. Luar biasa!
251)\tTp krn aku jawab dgn lugu, "Bagus dua-duanya Pak" dan diikuti tindakan si Bpk yg lgsg beli keduanya, tanpa mikir.
252)\tKagetku bukan krn lihat bandrol harga 1 jam senilai 2 thn beasiswaku...
253)\tSempat kaget saat di butik Cartier salah seorg di antara mreka tanya kpdku, "Mas, di antara 2 jam ini, mana yg paling bagus?"
254)\tTapi... Mereka sangat tertarik utk belanja dan tanya tempat belanja murah barang lux dan parfum di Paris.
255)\tKrn tak ada seorg pun dr mreka yg tanya ttg obyek wisata apa yg wajib dikunjungi di Paris.
256)\tAku baru tahu klo mreka ke Paris memang tak bertujuan bertamasya.
257)\tAku saat itu diminta mendampingi mereka, krn salah seorg dr mreka ada om dari kawan dekatku.
258)\tAlkisah, di thn 2006, ada rombongan DPR yg "studi banding" ke Paris.
259)\tTweeps ada yg tahu agenda kerja dan urgensi kunjungan Komisi I DPR RI ke Paris? Mas @aryasandhiyudha punya bocoran mngni ini?
0
Kutip
Balas