- Beranda
- The Lounge
[tweet @syaltout] Inilah Kelakuan anggota DPR saat "Studi Banding" ke Paris
...
TS
uncoolbigotface
[tweet @syaltout] Inilah Kelakuan anggota DPR saat "Studi Banding" ke Paris
Quote:
harap dirate dulu gan 





NOTE:dibaca berurut secara mundur dari nomor 259 sampai nomor 1.
Quote:
ini adalah tweet dari Dr. Mahmud Syaltout. Dr. Mahmud Syaltout baru saja menyelesaikan studinya di Universitas Paris 5 Descartes. Mantan ketua PPI Perancis ini sering terlibat di berbagai kegiatan kemahasiswaan di Eropa.
Di umurnya yang baru 31 tahun Dr. Syaltout prestasi Dr. Syaltout sudah sangat mengaggumkan yakni Dr. Syaltout diterima unanimously sebagai salah satu anggota International Law Association (ILA) - French Branch, sekaligus sebagai orang Indonesia pertama yang bisa diterima dalam asosiasi para profesor dan praktisi hubungan internasional, khususnya di Perancis.
twitter: @syaltout
situs: syaltout dotco dot cc
tweet pilihan TS:
Quote:
Quote:
6)\tkami punya beberapa foto wajah mesum kalian memegang payudara silikon sembari terseyum menjijikkan.

Quote:
45)\tPak Dubes sdh bilang, klo mendingan uang perjalanan studi banding mrk dipake buat bangun sekolah dan/atau kasih beasiswa adik2 kita di Papua
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.

Quote:
89)\tNah, saat diskusi dgn Prof Edmond Jouve itulah, ada salah 1 anggota rombongan yg keceplosan ngomong...
88)\t"Wah, kalau sistem tata negara Prancis yg jauh beda ama kita, berarti kita salah dong studi banding ke sini".
88)\t"Wah, kalau sistem tata negara Prancis yg jauh beda ama kita, berarti kita salah dong studi banding ke sini".

Quote:
140)\tFoto2 mreka bawa sekarung barang belanjaan, menyebar dan menyambut kepulangan rombongan ini ke tanah air.
139)\tHebatnya, salah satu di antara mrk, menanggapi foto2 itu dgn dingin dan cukup 2 kata, "Itu hoax!"
139)\tHebatnya, salah satu di antara mrk, menanggapi foto2 itu dgn dingin dan cukup 2 kata, "Itu hoax!"
:maho
Quote:
209)\tNah, saat itulah, salah 1 di antara mreka ada yg nyeletuk, "Teman-teman, sptnya kunjungan kita ke Paris ada yg kurang... Apa yaa?"
208)\tLalu mreka bersahutan menyebut, Hermès, Brietling dan merk-merk lux lainnya yg sangat asing di telingaku.
207)\tSang Bapak yg nanya tadi lgsg bilang, "Bukan... Bukan itu..."
206)\tKawan-kawannya langsung bertanya serempak, "Lalu apa???"
205)\tSi Bapak itu lgsg berkata perlahan namun pasti, "Kita lupa foto berlatar belakang Eiffel!"


Quote:
233)\tDlm perjalanan pulang itu, ada salah 1 di antara mrk yg memintaku utk carikan dia pramuria, perempuan perancis.


Quote:
253)\tSempat kaget saat di butik Cartier salah seorg di antara mreka tanya kpdku, "Mas, di antara 2 jam ini, mana yg paling bagus?"
252)\tKagetku bukan krn lihat bandrol harga 1 jam senilai 2 thn beasiswaku...
251)\tTp krn aku jawab dgn lugu, "Bagus dua-duanya Pak" dan diikuti tindakan si Bpk yg lgsg beli keduanya, tanpa mikir.
252)\tKagetku bukan krn lihat bandrol harga 1 jam senilai 2 thn beasiswaku...
251)\tTp krn aku jawab dgn lugu, "Bagus dua-duanya Pak" dan diikuti tindakan si Bpk yg lgsg beli keduanya, tanpa mikir.

lengkapnya cekidot dimari:
Spoiler for 1-50:
Quote:
1)\tYakinlah sahabat, doa&slalu berpikir positif adlh senjata terakhir skaligus plg ampuh org2 yg memiliki keyakinan!
2)\tDgn doa kita penuh tangis dlm sajadah panjang di malam2 sunyi memohonkan agar mrk diberi petunjuk. Insya Allah ada perbaikan.
3)\tJgn prnh bersu'udzon klo semua anggota DPR itu jelek&selalu jelek. Maafkan mrk, mintakan ampun mrk ke Gusti Allah.
4)\tLana_Sartre Di galeri,dgn arogan blg "kami angg.DPR,ngak pernah liat yah?",aku:Nggak, Ang.DPR:ah Masa?(Nadagenit) aku:Emang Enggak (jutek)@syaltout
5)\tAkhirnya tweeps, aku pikir "studi banding" hrs dilawan dgn Studi Banding, karya buruk dgn karya baik.
6)\tkami punya beberapa foto wajah mesum kalian memegang payudara silikon sembari terseyum menjijikkan.
7)\tWalaupun kami menemani kalian "studi banding" permasalahan pendidikan ke Red Light di Amsterdam dgn ramah, tp ingatlah...
8)\tDlm senyum kami sama pula spt senyum kalian, akan mengandung bisa kobra!
9)\tSetidaknya, ini mjd pertanda awal, bagi Rombongan DPR ke Eropa. Silakan datang, tp kami akan buat tidur Anda2 tak nyenyak!
10)\tKeesokannya, berita bhw kami serahkan Naskah Kerja ke Rombongan DPR itu dimuat ANTARA dan bbrp media nasional.
11)\tKita semua berdecak kagum, lalu pulang dan tertidur nyenyak. Heuheuheu
12)\tStlh itu pun sang Ketua Rombongan menawarkan mimpi 4.000 beasiswa ke LN per tahun, atas perjuangan DPR. Luar biasa!
13)\tAku melihat Pak Dubes cuma bisa geleng-geleng sembari menyeka bbrp kali darah yg keluar dari mulut maupun hidung beliau.
14)\tMrk berdalih data dari field work tentu lebih bernilai drpd skedar data yg tercantum di Jurnal/Laporan Ilmiah.
15)\tTp tetap saja mrk ngeyel klo hasil "studi banding" lgsg ke itu lbh memberikan gambaran yg konkret kpd mrk drpd skedar laporan kawan2 PPI.
16)\tMrk bilang ga nyangka klo kawan2 PPI Eropa akan membuat Naskah Kerja setebal 100 halaman lebih ini.
17)\tMrk bilang, klo hasil "studi banding" mrk sifatnya msh mentah yg perlu diolah lagi. Semuanya tersimpan di laptop yg mrk tinggal di Hotel.
18)\tTp jgn sebut mrk anggota DPR, klo mrk ga bisa jwb pertanyaan Pak Dubes dan ga bisa berkelit cantik.
19)\tYa, seperti diduga. Rombongan itu ga siap dgn catatan hasil studi banding mereka.
20)\tSambil berjalan mendekati Ketua Rombongan DPR ini dan menyerahkan cetakan naskah kerja kami kpdnya.
21)\tMereka baru saja menyandarkan diri di kursi, saat Pak Dubes bilang, "Ini Naskah Kerja Studi Banding PPI Eropa dgn tema yg sama".
22)\tNah, pas rombongan DPR itu datang, Pak Dubes ga pake basa-basi, lgsg tanya mana hasil catatan studi banding mereka?
23)\tNaskah Kerja dan kritik kami atas RUU BHP itu dicetak dan dijilid dgn sangat bagus o/ KBRI Paris.
24)\tStudi Banding ini pula mjd karya bareng pertamaku dgn Mas Achmad Adhitya, Sekjen I-4, yg saat itu Ketua PPI Jerman.
25)\t2 hari sblm kedatangan rombongan DPR itu, Naskah Kerja kita sdh siap! KBRI Paris jg mendistribusikannya ke KBRI lainnya di Eropa.
26)\tStudi Banding lewat tukar data di email maupun chatting di YM dan telpon2an ini, slesai dlm waktu 1 minggu.
27)\tKita pun intensif diskusi online memberikan masukan/kritik atas RUU BHP yg ada.
28)\tBersama kawan jejaring PPI Eropa, kita buat Naskah Perbandingan Sistem Pendidikan Tinggi di Eropa.
29)\tDari Naskah Kerja ttg pendidikan tinggi di Eropa warisan kepengurusan Mas Rudi, kita bikin updatenya&lengkapi data yg kurang.
30)\tSingkat cerita, kita pun berinisiatif bikin studi banding tandingan yg murah meriah tanpa keluarkan sepeser euro pun.
31)\tDari keheningan, suara serak beliau memecah, "Kita gagal cegah mrk ke sini, tp jgn sampe gagal u/ beri mrk pelajaran di sini".
32)\tStelah mengungkapkan kekecewaannya kpd keras kepala rombongan DPR itu, beliau berhenti bicara sejenak. Suasana hening.
33)\tPertemuan khususku dgn beliau itu mjd pertemuan pertama skaligus kesempatanku mengenal sosok Arizal Effendi.
34)\tYa, Dubes yg mengajariku ttg apa sih sbnarnya fungsi diplomat, wafat saat bekerja&menjalankan tugasnya sbg Chef de mission diplomatique!
35)\tTapi sakit&kondisi beliau yg begitu, tak bisa menghalangi beliau utk selalu berkarya&berjuang demi bangsanya.
36)\tTak jarang wajah beliau tampak lebam, bibir tampak memar&berulang kali keluarkan darah saat acara KBRI.
37)\tFYI, Pak Rizal saat menjabat Dubes divonis terkena kanker, yg menyerang mulut&saluran pernafasan beliau.
38)\tDlm obrolan 8 mata itu, Pak Dubes hrs berulang kali menyeka darah yg keluar dari mulut dan hidung beliau.
39)\tAku melihat wajah penuh kecewa dari lulusan terbaik FHUI yg pernah jd pengacara sblm memilih jd diplomat ini.
40)\tSaat aku bertemu Pak Dubes di ruang kerjanya. Kalimat beliau pertama, "Mas, kita tampaknya gagal cegah upaya rombongan itu ke sini".
41)\tStlh percakapan telpon dgn Jubir rombongan itu. Pak Dubes lgsg memanggilku khusus.
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.
43)\tEh tnyata, dari balik telpon di seberang sana, jubir rombongan itu bilang, "Pak Dubes, dana kunjungan kami itu ga bisa terbilang besar lho!"
44)\tPak Dubes nantang, mreka butuh data apa, kita yg sediakan sedetail mungkin. Kita ga perlu dibayar utk itu.
45)\tPak Dubes sdh bilang, klo mendingan uang perjalanan studi banding mrk dipake buat bangun sekolah dan/atau kasih beasiswa adik2 kita di Papua
46)\tPak Dubes sdh yakinkan mrk, klo butuh info mngni pendidikan tinggi di Prancis, KBRI dibantu PPI Prancis bisa sediakan data yg dibutuhkan.
47)\tSesungguhnya sblm rombongan DPR itu akan melangsungkan niatnya ke Eropa. Almarhum Pak Rizal, Dubes RI utk Prancis&Andora sdh mencegah.
48)\tKonon katanya mrk dtg ke bbrp kota besar Eropa utk mencari masukan Pansus RUU Badan Hukum Pendidikan.
49)\tSkrg kita lanjut ke "Studi Banding" DPR Oktober 2007 ke berbagai negara di Eropa tmsk Prancis.
50)\tKlo tertarik baca kritikku atas Pemikiran Pansus Dewan Penasehat Presiden&Kementerian Negara yg ke Prancis, silakan tengok multiply-ku.
2)\tDgn doa kita penuh tangis dlm sajadah panjang di malam2 sunyi memohonkan agar mrk diberi petunjuk. Insya Allah ada perbaikan.
3)\tJgn prnh bersu'udzon klo semua anggota DPR itu jelek&selalu jelek. Maafkan mrk, mintakan ampun mrk ke Gusti Allah.
4)\tLana_Sartre Di galeri,dgn arogan blg "kami angg.DPR,ngak pernah liat yah?",aku:Nggak, Ang.DPR:ah Masa?(Nadagenit) aku:Emang Enggak (jutek)@syaltout
5)\tAkhirnya tweeps, aku pikir "studi banding" hrs dilawan dgn Studi Banding, karya buruk dgn karya baik.
6)\tkami punya beberapa foto wajah mesum kalian memegang payudara silikon sembari terseyum menjijikkan.
7)\tWalaupun kami menemani kalian "studi banding" permasalahan pendidikan ke Red Light di Amsterdam dgn ramah, tp ingatlah...
8)\tDlm senyum kami sama pula spt senyum kalian, akan mengandung bisa kobra!
9)\tSetidaknya, ini mjd pertanda awal, bagi Rombongan DPR ke Eropa. Silakan datang, tp kami akan buat tidur Anda2 tak nyenyak!
10)\tKeesokannya, berita bhw kami serahkan Naskah Kerja ke Rombongan DPR itu dimuat ANTARA dan bbrp media nasional.
11)\tKita semua berdecak kagum, lalu pulang dan tertidur nyenyak. Heuheuheu
12)\tStlh itu pun sang Ketua Rombongan menawarkan mimpi 4.000 beasiswa ke LN per tahun, atas perjuangan DPR. Luar biasa!
13)\tAku melihat Pak Dubes cuma bisa geleng-geleng sembari menyeka bbrp kali darah yg keluar dari mulut maupun hidung beliau.
14)\tMrk berdalih data dari field work tentu lebih bernilai drpd skedar data yg tercantum di Jurnal/Laporan Ilmiah.
15)\tTp tetap saja mrk ngeyel klo hasil "studi banding" lgsg ke itu lbh memberikan gambaran yg konkret kpd mrk drpd skedar laporan kawan2 PPI.
16)\tMrk bilang ga nyangka klo kawan2 PPI Eropa akan membuat Naskah Kerja setebal 100 halaman lebih ini.
17)\tMrk bilang, klo hasil "studi banding" mrk sifatnya msh mentah yg perlu diolah lagi. Semuanya tersimpan di laptop yg mrk tinggal di Hotel.
18)\tTp jgn sebut mrk anggota DPR, klo mrk ga bisa jwb pertanyaan Pak Dubes dan ga bisa berkelit cantik.
19)\tYa, seperti diduga. Rombongan itu ga siap dgn catatan hasil studi banding mereka.
20)\tSambil berjalan mendekati Ketua Rombongan DPR ini dan menyerahkan cetakan naskah kerja kami kpdnya.
21)\tMereka baru saja menyandarkan diri di kursi, saat Pak Dubes bilang, "Ini Naskah Kerja Studi Banding PPI Eropa dgn tema yg sama".
22)\tNah, pas rombongan DPR itu datang, Pak Dubes ga pake basa-basi, lgsg tanya mana hasil catatan studi banding mereka?
23)\tNaskah Kerja dan kritik kami atas RUU BHP itu dicetak dan dijilid dgn sangat bagus o/ KBRI Paris.
24)\tStudi Banding ini pula mjd karya bareng pertamaku dgn Mas Achmad Adhitya, Sekjen I-4, yg saat itu Ketua PPI Jerman.
25)\t2 hari sblm kedatangan rombongan DPR itu, Naskah Kerja kita sdh siap! KBRI Paris jg mendistribusikannya ke KBRI lainnya di Eropa.
26)\tStudi Banding lewat tukar data di email maupun chatting di YM dan telpon2an ini, slesai dlm waktu 1 minggu.
27)\tKita pun intensif diskusi online memberikan masukan/kritik atas RUU BHP yg ada.
28)\tBersama kawan jejaring PPI Eropa, kita buat Naskah Perbandingan Sistem Pendidikan Tinggi di Eropa.
29)\tDari Naskah Kerja ttg pendidikan tinggi di Eropa warisan kepengurusan Mas Rudi, kita bikin updatenya&lengkapi data yg kurang.
30)\tSingkat cerita, kita pun berinisiatif bikin studi banding tandingan yg murah meriah tanpa keluarkan sepeser euro pun.
31)\tDari keheningan, suara serak beliau memecah, "Kita gagal cegah mrk ke sini, tp jgn sampe gagal u/ beri mrk pelajaran di sini".
32)\tStelah mengungkapkan kekecewaannya kpd keras kepala rombongan DPR itu, beliau berhenti bicara sejenak. Suasana hening.
33)\tPertemuan khususku dgn beliau itu mjd pertemuan pertama skaligus kesempatanku mengenal sosok Arizal Effendi.
34)\tYa, Dubes yg mengajariku ttg apa sih sbnarnya fungsi diplomat, wafat saat bekerja&menjalankan tugasnya sbg Chef de mission diplomatique!
35)\tTapi sakit&kondisi beliau yg begitu, tak bisa menghalangi beliau utk selalu berkarya&berjuang demi bangsanya.
36)\tTak jarang wajah beliau tampak lebam, bibir tampak memar&berulang kali keluarkan darah saat acara KBRI.
37)\tFYI, Pak Rizal saat menjabat Dubes divonis terkena kanker, yg menyerang mulut&saluran pernafasan beliau.
38)\tDlm obrolan 8 mata itu, Pak Dubes hrs berulang kali menyeka darah yg keluar dari mulut dan hidung beliau.
39)\tAku melihat wajah penuh kecewa dari lulusan terbaik FHUI yg pernah jd pengacara sblm memilih jd diplomat ini.
40)\tSaat aku bertemu Pak Dubes di ruang kerjanya. Kalimat beliau pertama, "Mas, kita tampaknya gagal cegah upaya rombongan itu ke sini".
41)\tStlh percakapan telpon dgn Jubir rombongan itu. Pak Dubes lgsg memanggilku khusus.
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.
43)\tEh tnyata, dari balik telpon di seberang sana, jubir rombongan itu bilang, "Pak Dubes, dana kunjungan kami itu ga bisa terbilang besar lho!"
44)\tPak Dubes nantang, mreka butuh data apa, kita yg sediakan sedetail mungkin. Kita ga perlu dibayar utk itu.
45)\tPak Dubes sdh bilang, klo mendingan uang perjalanan studi banding mrk dipake buat bangun sekolah dan/atau kasih beasiswa adik2 kita di Papua
46)\tPak Dubes sdh yakinkan mrk, klo butuh info mngni pendidikan tinggi di Prancis, KBRI dibantu PPI Prancis bisa sediakan data yg dibutuhkan.
47)\tSesungguhnya sblm rombongan DPR itu akan melangsungkan niatnya ke Eropa. Almarhum Pak Rizal, Dubes RI utk Prancis&Andora sdh mencegah.
48)\tKonon katanya mrk dtg ke bbrp kota besar Eropa utk mencari masukan Pansus RUU Badan Hukum Pendidikan.
49)\tSkrg kita lanjut ke "Studi Banding" DPR Oktober 2007 ke berbagai negara di Eropa tmsk Prancis.
50)\tKlo tertarik baca kritikku atas Pemikiran Pansus Dewan Penasehat Presiden&Kementerian Negara yg ke Prancis, silakan tengok multiply-ku.
0
66.8K
Kutip
1.9K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•104.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
uncoolbigotface
#4
Spoiler for 151-200:
Quote:
151)\tTak lama kemudian stlh kejadian itu, KBRI layangkan surat resmi kpd Mas Rudi selaku ketua PPI Prancis.
152)\tAtase yg lain pun tak kalah suara, sebut kami sbg "anak-anak durhaka".
153)\tAtase Pertahanan saat itu bahkan sebut klo kami yg walk out itu cuma oknum dan mahasiswa yg tak tahu diuntung.
154)\tBbrp petinggi KBRI brusaha membela Bu KUAI dgn cara menyalah2kan kami, para mahasiswa ini.
155)\tIbu KUAI yg baik, skaligus pejabat KBRI Paris yg pertama normalisasi hubungan dgn para sahabat pelarian politik disidang sampe dini hari!
156)\tYa, kami dpt bocoran dari diplomat muda yg sblmnya jg bocorkan info kedatangan rombongan DPR ini.
157)\tTernyata stlh kami pergi, Bu KUAI (saat itu KBRI Paris ga punya Dubes) lgsg disidang rombongan DPR.
158)\tKami dengar dlm sayup suara2 kasar mereka memanggil. Tp, sayang sekali, kami sdh terlanjur sami'na wa atho'na dgn fatwa Mas Rudi.
159)\tSaat kami keluar pagar, bbrp pejabat KBRI berusaha kejar&meminta kami kembali.
160)\tAkhirnya, sesuai rencana, kami walk out! Tentu saja dgn perut lapar dan mata sedikit berkaca-kaca tinggalkan sate, rendang dan harum gule.
161)\tSungguh kami pingin muntah. Krn itu pula, sblm pidato jubir slesai, kawan Suryo, lgsg interupsi, minta izin bacakan nota dari Mas Rudi.
162)\tMereka ingin mengenal dgn anak-anak muda terpilih kebanggan bangsa&negara Indonesia yg kini belajar di kampus2 terbaik dunia.
163)\tOh ya, gara2 insiden di Paris itu. KBRI Belanda memilih tdk mengundang PPI Belanda utk antisipasi.
164)\tRuangan yg kami pakai utk kegiatan pun tdk lg andalkan ruangan KBRI, tp ruang kelas di Maison de l'Asie maupun Asrama Jesuite.
165)\tPendanaan PPI Prancis saat itu akhirnya benar2 andalkan jejaring yg kami punya, di luar KBRI.
166)\tNamun hikmahnya, kami justru jd lbh dekat dgn jejaring ilmuwan Prancis yg tertarik dgn Indonesia dan Alumni Prancis.
167)\tPertemuan dead lock! PPI Prancis jaman Mas Rudi pun tdk didukung penuh KBRI.
168)\tKami dtg utk jelaskan alasan2 kami dan bukan utk minta maaf. Kami justru meminta KBRI sbg "orang tua" memahami&mendukung kami.
169)\tAkhirnya Mas Rudi menghadap Bu KUAI didampingi o/ Romo Setyo dan aku.
170)\tIntinya kami disuruh minta maaf krn telah mempermalukan KBRI dihadapan rombongan DPR.
171)\tTak lama kemudian stlh kejadian itu, KBRI layangkan surat resmi kpd Mas Rudi selaku ketua PPI Prancis.
172)\tAtase yg lain pun tak kalah suara, sebut kami sbg "anak-anak durhaka".
173)\tAtase Pertahanan saat itu bahkan sebut klo kami yg walk out itu cuma oknum dan mahasiswa yg tak tahu diuntung.
174)\tBbrp petinggi KBRI brusaha membela Bu KUAI dgn cara menyalah2kan kami, para mahasiswa ini.
175)\tIbu KUAI yg baik, skaligus pejabat KBRI Paris yg pertama normalisasi hubungan dgn para sahabat pelarian politik disidang sampe dini hari!
176)\tYa, kami dpt bocoran dari diplomat muda yg sblmnya jg bocorkan info kedatangan rombongan DPR ini.
177)\tTernyata stlh kami pergi, Bu KUAI (saat itu KBRI Paris ga punya Dubes) lgsg disidang rombongan DPR.
178)\tKami dengar dlm sayup suara2 kasar mereka memanggil. Tp, sayang sekali, kami sdh terlanjur sami'na wa atho'na dgn fatwa Mas Rudi.
179)\tSaat kami keluar pagar, bbrp pejabat KBRI berusaha kejar&meminta kami kembali.
180)\tAkhirnya, sesuai rencana, kami walk out! Tentu saja dgn perut lapar dan mata sedikit berkaca-kaca tinggalkan sate, rendang dan harum gule.
181)\tSungguh kami pingin muntah. Krn itu pula, sblm pidato jubir slesai, kawan Suryo, lgsg interupsi, minta izin bacakan nota dari Mas Rudi.
182)\tMereka ingin mengenal dgn anak-anak muda terpilih kebanggan bangsa&negara Indonesia yg kini belajar di kampus2 terbaik dunia.
183)\tYa, thn 2005 kita buntuti mreka spt paparazi. Kawan @sweethellena dkk PPI Belanda merekam gambar mreka bawa rentengan belanjaan.
184)\tSbenarnya thn 2006 itu, aku bisa saja memotret kelakuan mreka spt yg PPI Prancis&PPI Belanda lakukan thn 2005.
185)\tSkrg kita kembali ke "Studi Banding DPR" di Paris....
186)\tMaaf tweeps, saat berbicara Almarhum Abah, aku ga bisa menahan air mataku utk menetes...
187)\tBagi bbrp sahabat dekat Almarhum Abah maupun keluarga, ditengarai Abah wafat krn di-Munir-kan.
188)\tIstilah 5D ini ditujukan sbg kritik kpd rekan2nya sesama anggota DPR/MPR saat rapat paripurna di dpn Soeharto.
189)\tAbah wafat tak lama stlh melontarkan istilah 5D: Datang, Duduk, Diam, Dengar, Duit.
190)\tOh ya, tenang saja, aku tdk punya cita2 utk jd anggota DPR. FYI, Almarhum Abah wafat saat tercatat sbg anggota DPR RI.
191)\tSetidaknya, saat kita berbuat baik, Gusti Allah ora sare. Allah knows the best!
192)\tKlo kita berbuat baik thd org jahat, setidaknya itu bisa menghindarkan diri kita dari kejahatan mereka.
193)\tKlo kita berbuat baik thd orang baik, maka kita akan dpt kebaikan yg lbh baik darinya.
194)\tAku sendiri yakin klo kita berbuat baik utk orang, itu hakekat kebaikannya utk kita sendiri.
195)\tKrn bagiku kenalan/kerabatnya kawanku adlh kenalan/kerabatku juga. Perkawanan tak ternilai harganya bagiku!
196)\tTenang aja kawan, aku cerita bgini bkn krn aku "cuma" dibayar 50 EUR. Krn aku sering kok jd guide kenalan/kerabatnya kawanku tanpa dibayar.
197)\tMaaf tweeps tadi terputus ceritanya ttg "Studi Banding DPR ke Paris". Soalnya, hrs nyetir ke saung Aki dan Nini-nya Zola.
198)\tSetelah itu, aku pun pulang. Dgn uang 50 EUR itu, aku beli tiket RER dari CDG ke Paris, 8,6 EUR, makan kebab 7,5 EUR dan sisanya beli buku.
199)\tTp klo versi standart Paris atau hasilku ngajar dulu, itu senilai 2 kali datang ngisi kuliah atau senilai 4 jam kerja jadi baby sitter.
200)\tUang 50 Euros tentu cukup banyak jika dikonversi ke rupiah. Senilai Rp. 500-700 ribu. Separuh gaji buruh pabrik sebulan.
0
Kutip
Balas