- Beranda
- The Lounge
[tweet @syaltout] Inilah Kelakuan anggota DPR saat "Studi Banding" ke Paris
...
TS
uncoolbigotface
[tweet @syaltout] Inilah Kelakuan anggota DPR saat "Studi Banding" ke Paris
Quote:
harap dirate dulu gan 





NOTE:dibaca berurut secara mundur dari nomor 259 sampai nomor 1.
Quote:
ini adalah tweet dari Dr. Mahmud Syaltout. Dr. Mahmud Syaltout baru saja menyelesaikan studinya di Universitas Paris 5 Descartes. Mantan ketua PPI Perancis ini sering terlibat di berbagai kegiatan kemahasiswaan di Eropa.
Di umurnya yang baru 31 tahun Dr. Syaltout prestasi Dr. Syaltout sudah sangat mengaggumkan yakni Dr. Syaltout diterima unanimously sebagai salah satu anggota International Law Association (ILA) - French Branch, sekaligus sebagai orang Indonesia pertama yang bisa diterima dalam asosiasi para profesor dan praktisi hubungan internasional, khususnya di Perancis.
twitter: @syaltout
situs: syaltout dotco dot cc
tweet pilihan TS:
Quote:
Quote:
6)\tkami punya beberapa foto wajah mesum kalian memegang payudara silikon sembari terseyum menjijikkan.

Quote:
45)\tPak Dubes sdh bilang, klo mendingan uang perjalanan studi banding mrk dipake buat bangun sekolah dan/atau kasih beasiswa adik2 kita di Papua
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.

Quote:
89)\tNah, saat diskusi dgn Prof Edmond Jouve itulah, ada salah 1 anggota rombongan yg keceplosan ngomong...
88)\t"Wah, kalau sistem tata negara Prancis yg jauh beda ama kita, berarti kita salah dong studi banding ke sini".
88)\t"Wah, kalau sistem tata negara Prancis yg jauh beda ama kita, berarti kita salah dong studi banding ke sini".

Quote:
140)\tFoto2 mreka bawa sekarung barang belanjaan, menyebar dan menyambut kepulangan rombongan ini ke tanah air.
139)\tHebatnya, salah satu di antara mrk, menanggapi foto2 itu dgn dingin dan cukup 2 kata, "Itu hoax!"
139)\tHebatnya, salah satu di antara mrk, menanggapi foto2 itu dgn dingin dan cukup 2 kata, "Itu hoax!"
:maho
Quote:
209)\tNah, saat itulah, salah 1 di antara mreka ada yg nyeletuk, "Teman-teman, sptnya kunjungan kita ke Paris ada yg kurang... Apa yaa?"
208)\tLalu mreka bersahutan menyebut, Hermès, Brietling dan merk-merk lux lainnya yg sangat asing di telingaku.
207)\tSang Bapak yg nanya tadi lgsg bilang, "Bukan... Bukan itu..."
206)\tKawan-kawannya langsung bertanya serempak, "Lalu apa???"
205)\tSi Bapak itu lgsg berkata perlahan namun pasti, "Kita lupa foto berlatar belakang Eiffel!"


Quote:
233)\tDlm perjalanan pulang itu, ada salah 1 di antara mrk yg memintaku utk carikan dia pramuria, perempuan perancis.


Quote:
253)\tSempat kaget saat di butik Cartier salah seorg di antara mreka tanya kpdku, "Mas, di antara 2 jam ini, mana yg paling bagus?"
252)\tKagetku bukan krn lihat bandrol harga 1 jam senilai 2 thn beasiswaku...
251)\tTp krn aku jawab dgn lugu, "Bagus dua-duanya Pak" dan diikuti tindakan si Bpk yg lgsg beli keduanya, tanpa mikir.
252)\tKagetku bukan krn lihat bandrol harga 1 jam senilai 2 thn beasiswaku...
251)\tTp krn aku jawab dgn lugu, "Bagus dua-duanya Pak" dan diikuti tindakan si Bpk yg lgsg beli keduanya, tanpa mikir.

lengkapnya cekidot dimari:
Spoiler for 1-50:
Quote:
1)\tYakinlah sahabat, doa&slalu berpikir positif adlh senjata terakhir skaligus plg ampuh org2 yg memiliki keyakinan!
2)\tDgn doa kita penuh tangis dlm sajadah panjang di malam2 sunyi memohonkan agar mrk diberi petunjuk. Insya Allah ada perbaikan.
3)\tJgn prnh bersu'udzon klo semua anggota DPR itu jelek&selalu jelek. Maafkan mrk, mintakan ampun mrk ke Gusti Allah.
4)\tLana_Sartre Di galeri,dgn arogan blg "kami angg.DPR,ngak pernah liat yah?",aku:Nggak, Ang.DPR:ah Masa?(Nadagenit) aku:Emang Enggak (jutek)@syaltout
5)\tAkhirnya tweeps, aku pikir "studi banding" hrs dilawan dgn Studi Banding, karya buruk dgn karya baik.
6)\tkami punya beberapa foto wajah mesum kalian memegang payudara silikon sembari terseyum menjijikkan.
7)\tWalaupun kami menemani kalian "studi banding" permasalahan pendidikan ke Red Light di Amsterdam dgn ramah, tp ingatlah...
8)\tDlm senyum kami sama pula spt senyum kalian, akan mengandung bisa kobra!
9)\tSetidaknya, ini mjd pertanda awal, bagi Rombongan DPR ke Eropa. Silakan datang, tp kami akan buat tidur Anda2 tak nyenyak!
10)\tKeesokannya, berita bhw kami serahkan Naskah Kerja ke Rombongan DPR itu dimuat ANTARA dan bbrp media nasional.
11)\tKita semua berdecak kagum, lalu pulang dan tertidur nyenyak. Heuheuheu
12)\tStlh itu pun sang Ketua Rombongan menawarkan mimpi 4.000 beasiswa ke LN per tahun, atas perjuangan DPR. Luar biasa!
13)\tAku melihat Pak Dubes cuma bisa geleng-geleng sembari menyeka bbrp kali darah yg keluar dari mulut maupun hidung beliau.
14)\tMrk berdalih data dari field work tentu lebih bernilai drpd skedar data yg tercantum di Jurnal/Laporan Ilmiah.
15)\tTp tetap saja mrk ngeyel klo hasil "studi banding" lgsg ke itu lbh memberikan gambaran yg konkret kpd mrk drpd skedar laporan kawan2 PPI.
16)\tMrk bilang ga nyangka klo kawan2 PPI Eropa akan membuat Naskah Kerja setebal 100 halaman lebih ini.
17)\tMrk bilang, klo hasil "studi banding" mrk sifatnya msh mentah yg perlu diolah lagi. Semuanya tersimpan di laptop yg mrk tinggal di Hotel.
18)\tTp jgn sebut mrk anggota DPR, klo mrk ga bisa jwb pertanyaan Pak Dubes dan ga bisa berkelit cantik.
19)\tYa, seperti diduga. Rombongan itu ga siap dgn catatan hasil studi banding mereka.
20)\tSambil berjalan mendekati Ketua Rombongan DPR ini dan menyerahkan cetakan naskah kerja kami kpdnya.
21)\tMereka baru saja menyandarkan diri di kursi, saat Pak Dubes bilang, "Ini Naskah Kerja Studi Banding PPI Eropa dgn tema yg sama".
22)\tNah, pas rombongan DPR itu datang, Pak Dubes ga pake basa-basi, lgsg tanya mana hasil catatan studi banding mereka?
23)\tNaskah Kerja dan kritik kami atas RUU BHP itu dicetak dan dijilid dgn sangat bagus o/ KBRI Paris.
24)\tStudi Banding ini pula mjd karya bareng pertamaku dgn Mas Achmad Adhitya, Sekjen I-4, yg saat itu Ketua PPI Jerman.
25)\t2 hari sblm kedatangan rombongan DPR itu, Naskah Kerja kita sdh siap! KBRI Paris jg mendistribusikannya ke KBRI lainnya di Eropa.
26)\tStudi Banding lewat tukar data di email maupun chatting di YM dan telpon2an ini, slesai dlm waktu 1 minggu.
27)\tKita pun intensif diskusi online memberikan masukan/kritik atas RUU BHP yg ada.
28)\tBersama kawan jejaring PPI Eropa, kita buat Naskah Perbandingan Sistem Pendidikan Tinggi di Eropa.
29)\tDari Naskah Kerja ttg pendidikan tinggi di Eropa warisan kepengurusan Mas Rudi, kita bikin updatenya&lengkapi data yg kurang.
30)\tSingkat cerita, kita pun berinisiatif bikin studi banding tandingan yg murah meriah tanpa keluarkan sepeser euro pun.
31)\tDari keheningan, suara serak beliau memecah, "Kita gagal cegah mrk ke sini, tp jgn sampe gagal u/ beri mrk pelajaran di sini".
32)\tStelah mengungkapkan kekecewaannya kpd keras kepala rombongan DPR itu, beliau berhenti bicara sejenak. Suasana hening.
33)\tPertemuan khususku dgn beliau itu mjd pertemuan pertama skaligus kesempatanku mengenal sosok Arizal Effendi.
34)\tYa, Dubes yg mengajariku ttg apa sih sbnarnya fungsi diplomat, wafat saat bekerja&menjalankan tugasnya sbg Chef de mission diplomatique!
35)\tTapi sakit&kondisi beliau yg begitu, tak bisa menghalangi beliau utk selalu berkarya&berjuang demi bangsanya.
36)\tTak jarang wajah beliau tampak lebam, bibir tampak memar&berulang kali keluarkan darah saat acara KBRI.
37)\tFYI, Pak Rizal saat menjabat Dubes divonis terkena kanker, yg menyerang mulut&saluran pernafasan beliau.
38)\tDlm obrolan 8 mata itu, Pak Dubes hrs berulang kali menyeka darah yg keluar dari mulut dan hidung beliau.
39)\tAku melihat wajah penuh kecewa dari lulusan terbaik FHUI yg pernah jd pengacara sblm memilih jd diplomat ini.
40)\tSaat aku bertemu Pak Dubes di ruang kerjanya. Kalimat beliau pertama, "Mas, kita tampaknya gagal cegah upaya rombongan itu ke sini".
41)\tStlh percakapan telpon dgn Jubir rombongan itu. Pak Dubes lgsg memanggilku khusus.
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.
43)\tEh tnyata, dari balik telpon di seberang sana, jubir rombongan itu bilang, "Pak Dubes, dana kunjungan kami itu ga bisa terbilang besar lho!"
44)\tPak Dubes nantang, mreka butuh data apa, kita yg sediakan sedetail mungkin. Kita ga perlu dibayar utk itu.
45)\tPak Dubes sdh bilang, klo mendingan uang perjalanan studi banding mrk dipake buat bangun sekolah dan/atau kasih beasiswa adik2 kita di Papua
46)\tPak Dubes sdh yakinkan mrk, klo butuh info mngni pendidikan tinggi di Prancis, KBRI dibantu PPI Prancis bisa sediakan data yg dibutuhkan.
47)\tSesungguhnya sblm rombongan DPR itu akan melangsungkan niatnya ke Eropa. Almarhum Pak Rizal, Dubes RI utk Prancis&Andora sdh mencegah.
48)\tKonon katanya mrk dtg ke bbrp kota besar Eropa utk mencari masukan Pansus RUU Badan Hukum Pendidikan.
49)\tSkrg kita lanjut ke "Studi Banding" DPR Oktober 2007 ke berbagai negara di Eropa tmsk Prancis.
50)\tKlo tertarik baca kritikku atas Pemikiran Pansus Dewan Penasehat Presiden&Kementerian Negara yg ke Prancis, silakan tengok multiply-ku.
2)\tDgn doa kita penuh tangis dlm sajadah panjang di malam2 sunyi memohonkan agar mrk diberi petunjuk. Insya Allah ada perbaikan.
3)\tJgn prnh bersu'udzon klo semua anggota DPR itu jelek&selalu jelek. Maafkan mrk, mintakan ampun mrk ke Gusti Allah.
4)\tLana_Sartre Di galeri,dgn arogan blg "kami angg.DPR,ngak pernah liat yah?",aku:Nggak, Ang.DPR:ah Masa?(Nadagenit) aku:Emang Enggak (jutek)@syaltout
5)\tAkhirnya tweeps, aku pikir "studi banding" hrs dilawan dgn Studi Banding, karya buruk dgn karya baik.
6)\tkami punya beberapa foto wajah mesum kalian memegang payudara silikon sembari terseyum menjijikkan.
7)\tWalaupun kami menemani kalian "studi banding" permasalahan pendidikan ke Red Light di Amsterdam dgn ramah, tp ingatlah...
8)\tDlm senyum kami sama pula spt senyum kalian, akan mengandung bisa kobra!
9)\tSetidaknya, ini mjd pertanda awal, bagi Rombongan DPR ke Eropa. Silakan datang, tp kami akan buat tidur Anda2 tak nyenyak!
10)\tKeesokannya, berita bhw kami serahkan Naskah Kerja ke Rombongan DPR itu dimuat ANTARA dan bbrp media nasional.
11)\tKita semua berdecak kagum, lalu pulang dan tertidur nyenyak. Heuheuheu
12)\tStlh itu pun sang Ketua Rombongan menawarkan mimpi 4.000 beasiswa ke LN per tahun, atas perjuangan DPR. Luar biasa!
13)\tAku melihat Pak Dubes cuma bisa geleng-geleng sembari menyeka bbrp kali darah yg keluar dari mulut maupun hidung beliau.
14)\tMrk berdalih data dari field work tentu lebih bernilai drpd skedar data yg tercantum di Jurnal/Laporan Ilmiah.
15)\tTp tetap saja mrk ngeyel klo hasil "studi banding" lgsg ke itu lbh memberikan gambaran yg konkret kpd mrk drpd skedar laporan kawan2 PPI.
16)\tMrk bilang ga nyangka klo kawan2 PPI Eropa akan membuat Naskah Kerja setebal 100 halaman lebih ini.
17)\tMrk bilang, klo hasil "studi banding" mrk sifatnya msh mentah yg perlu diolah lagi. Semuanya tersimpan di laptop yg mrk tinggal di Hotel.
18)\tTp jgn sebut mrk anggota DPR, klo mrk ga bisa jwb pertanyaan Pak Dubes dan ga bisa berkelit cantik.
19)\tYa, seperti diduga. Rombongan itu ga siap dgn catatan hasil studi banding mereka.
20)\tSambil berjalan mendekati Ketua Rombongan DPR ini dan menyerahkan cetakan naskah kerja kami kpdnya.
21)\tMereka baru saja menyandarkan diri di kursi, saat Pak Dubes bilang, "Ini Naskah Kerja Studi Banding PPI Eropa dgn tema yg sama".
22)\tNah, pas rombongan DPR itu datang, Pak Dubes ga pake basa-basi, lgsg tanya mana hasil catatan studi banding mereka?
23)\tNaskah Kerja dan kritik kami atas RUU BHP itu dicetak dan dijilid dgn sangat bagus o/ KBRI Paris.
24)\tStudi Banding ini pula mjd karya bareng pertamaku dgn Mas Achmad Adhitya, Sekjen I-4, yg saat itu Ketua PPI Jerman.
25)\t2 hari sblm kedatangan rombongan DPR itu, Naskah Kerja kita sdh siap! KBRI Paris jg mendistribusikannya ke KBRI lainnya di Eropa.
26)\tStudi Banding lewat tukar data di email maupun chatting di YM dan telpon2an ini, slesai dlm waktu 1 minggu.
27)\tKita pun intensif diskusi online memberikan masukan/kritik atas RUU BHP yg ada.
28)\tBersama kawan jejaring PPI Eropa, kita buat Naskah Perbandingan Sistem Pendidikan Tinggi di Eropa.
29)\tDari Naskah Kerja ttg pendidikan tinggi di Eropa warisan kepengurusan Mas Rudi, kita bikin updatenya&lengkapi data yg kurang.
30)\tSingkat cerita, kita pun berinisiatif bikin studi banding tandingan yg murah meriah tanpa keluarkan sepeser euro pun.
31)\tDari keheningan, suara serak beliau memecah, "Kita gagal cegah mrk ke sini, tp jgn sampe gagal u/ beri mrk pelajaran di sini".
32)\tStelah mengungkapkan kekecewaannya kpd keras kepala rombongan DPR itu, beliau berhenti bicara sejenak. Suasana hening.
33)\tPertemuan khususku dgn beliau itu mjd pertemuan pertama skaligus kesempatanku mengenal sosok Arizal Effendi.
34)\tYa, Dubes yg mengajariku ttg apa sih sbnarnya fungsi diplomat, wafat saat bekerja&menjalankan tugasnya sbg Chef de mission diplomatique!
35)\tTapi sakit&kondisi beliau yg begitu, tak bisa menghalangi beliau utk selalu berkarya&berjuang demi bangsanya.
36)\tTak jarang wajah beliau tampak lebam, bibir tampak memar&berulang kali keluarkan darah saat acara KBRI.
37)\tFYI, Pak Rizal saat menjabat Dubes divonis terkena kanker, yg menyerang mulut&saluran pernafasan beliau.
38)\tDlm obrolan 8 mata itu, Pak Dubes hrs berulang kali menyeka darah yg keluar dari mulut dan hidung beliau.
39)\tAku melihat wajah penuh kecewa dari lulusan terbaik FHUI yg pernah jd pengacara sblm memilih jd diplomat ini.
40)\tSaat aku bertemu Pak Dubes di ruang kerjanya. Kalimat beliau pertama, "Mas, kita tampaknya gagal cegah upaya rombongan itu ke sini".
41)\tStlh percakapan telpon dgn Jubir rombongan itu. Pak Dubes lgsg memanggilku khusus.
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.
43)\tEh tnyata, dari balik telpon di seberang sana, jubir rombongan itu bilang, "Pak Dubes, dana kunjungan kami itu ga bisa terbilang besar lho!"
44)\tPak Dubes nantang, mreka butuh data apa, kita yg sediakan sedetail mungkin. Kita ga perlu dibayar utk itu.
45)\tPak Dubes sdh bilang, klo mendingan uang perjalanan studi banding mrk dipake buat bangun sekolah dan/atau kasih beasiswa adik2 kita di Papua
46)\tPak Dubes sdh yakinkan mrk, klo butuh info mngni pendidikan tinggi di Prancis, KBRI dibantu PPI Prancis bisa sediakan data yg dibutuhkan.
47)\tSesungguhnya sblm rombongan DPR itu akan melangsungkan niatnya ke Eropa. Almarhum Pak Rizal, Dubes RI utk Prancis&Andora sdh mencegah.
48)\tKonon katanya mrk dtg ke bbrp kota besar Eropa utk mencari masukan Pansus RUU Badan Hukum Pendidikan.
49)\tSkrg kita lanjut ke "Studi Banding" DPR Oktober 2007 ke berbagai negara di Eropa tmsk Prancis.
50)\tKlo tertarik baca kritikku atas Pemikiran Pansus Dewan Penasehat Presiden&Kementerian Negara yg ke Prancis, silakan tengok multiply-ku.
0
66.9K
Kutip
1.9K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
uncoolbigotface
#3
Spoiler for 101-150:
Quote:
101)\tBeliau pula pembimbing doktoral Aisha Khadafi, putri Pemimpin Revolusioner Libya.
102)\tBeliau salah satu pembimbing skaligus penguji thesis Masterku.
103)\tOh ya, akhirnya aku mengundang Prof. Edmond Jouve, Guru Besar Ilmu Politik, Hukum Internasional&Perbandingan Hukum Univ. Paris 5.
104)\tPak Rizal, seorg Dubes terhebat&senang skali diskusi dgn mhs, yg pernah aku kenal, seolah tak biarkan DPR "bernafas lega" di Paris.
105)\tSiang-sorenya, langsung dilanjut dgn dialog ahli hukum Prancis. Malamnya, dialog dgn PPI&WNI di Prancis.
106)\tAgenda kerja sehari di Paris, benar2 efektif. Pagi2 mrk sdh dibawa ke Senat,Conseil d'Etat&Conseil d'ecosoc.
107)\tBisa dibilang, kali ini KBRI benar2 menyambut mrk dgn baik skaligus tdk membiarkan mrk berkeliaran bebas.
108)\tAlhasil, KBRI Paris lah, yg mengatur jadwal mrk slama di Paris, kmana,ktemu siapa, ngobrolin apa&ngapain.
109)\tMrk dtg dgn judul "Studi Banding- Pansus RUU Kementerian Negara".
110)\tMnrt kakakku itu, rombongan DPR ini sesungguhnya tdk punya agenda jelas, mau ke mana, ketemu siapa, ngobrolin apa.
111)\tAlmarhum Pak Rizal, Dubes RI utk Prancis&Andora kali itu, benar2 tdk ingin kunjungan DPR itu jd ajang senang2, belanja2 & ngelencer belaka!
112)\tNah, kakakku itu pingin Rombongan DPR itu lgsg dpt tanggapan dari yg memang bener ahlinya, biar kegiatan mrk benar2 bermanfaat.
113)\tKakakku berasumsi bhw sedikit banyak, aku pasti kenal Prof ahli hukum Perancis.
114)\tKrn kakakku itu tahu, klo adiknya ini sdg belajar di Fakultas Hukum di Univ. Paris 5.
115)\tYa, seorg yg sdh kuanggap kakak&jd diplomat muda di KBRI Paris, memintaku carikan Prof dari kampusku utk mitra diskusi rombongan DPR tsb.
116)\tBahkan saat itu, aku pula yg mengatur mencarikan seorg Profesor Ahli HTN dan Ilmu Politik Perancis, sbg mitra diskusi mereka.
117)\tAku tdk lg walk out saat acara silaturahmi dgn mereka di KBRI.
118)\tNah, bgitu pula saat "Studi Banding" rombongan pansus RUU Kementerian Negara, yg berjumlah 6-10 org itu...
119)\t@lukmansimbah Jam sak mene, kluyuran ae. Ati-ati nang dalan yo rek...
120)\tOh ya, sbenarnya stlh kejadian thn 2005, aku memilih u/ bersikap "kooperatif" dan "koordinatif" lho...
121)\tOK... Kita mulai ceritanya yaa... "Studi Banding" DPR di akhir november 2006 ini sesungguhnya sbg masukan RUU Kementerian Negara.
122)\tMengikuti pesan2 wartawan, aku kali ini, akan usahakan u/ sampaikan data lbh presisi terkait tanggal dan judul studi banding mrk.
123)\tAbis ini, aku akan cerita "Studi Banding DPR" saat musim dingin di Paris, thn 2006.
124)\tPagi tweeps! How are you? Kabarku, Alhamdulillah, ckp deg-degan jg, sdh ada bbrp wartawan yg kirim email utk tahu kisah "Studi Banding DPR".
125)\t@oktawiguna 2010, aku udah tdk tlalu aktif dgn dunia kemahasiswaan di Paris, Mbak.
126)\t@andiasman Jangan didoakan buruk Mas! Doakan saja mereka dpt petunjuk.
127)\tfzulkarnaen @syaltout kok rata2 mhs Indonesia di LN sama ya..:P
128)\t@dammessi Dimana mana sama, di Islamabad sini jg gitu mas.. Hahaha RT @syaltout: Klo boleh jujur, stiap acara diskusi PPI, ... http://tmi.me/8TaFc
129)\tiskakar @syaltout Kelakuan anggota DPR kalo di BLOW UP kayak kuman dikasih antibiotik lama kelamaan jadi resisten. dan akhirnya kitapun terbiasa
130)\tSegitu dulu tweeps, besok aku lanjutin cerita rombongan DPR pas "studi banding" saat libur musim dingin thn 2006 dan musim panas 2007. OK?
131)\tSang Ibu Athan jg akhirnya sangat baik! Stiap ada acara KBRI, meskipun PPI tdk diundang, aku slalu dpt bungkusan makanan. Hehehe...
132)\tKlo bertemu slalu ucap salam dan memanggilku, "Bindereh" atau "Lora". Thx God, I'm NU! Hehehe...
133)\tPak Kolonel asal Madura ini, yg pertamanya klo ngeliat aku spt pingin mencincangku, berubah 180 derajat!
134)\tEh ternyata, Pak Kolonel ini tahu klo aku keponakan salah seorg Kyai besar di Prajjan, Madura, dmn dulu pernah mondok sblm masuk Akmil.
135)\tTnyata Pak Kolonel ini, selidiki rekam jejak para pelaku walk out ini, tmasuk diriku.
136)\tYa, akhirnya aku jadi dekat dgn Athan yg maki2 kami paling keras itu! Dia yg bilang klo kami itu spt ayam yg bisa dipotong kapan pun!
137)\tDari kejadian walk out PPI Prancis ini, ada hikmahnya utkku scr pribadi.
138)\tStlh itu, waktu berjalan, berita ini tertumpuk dgn isu2 lain... Sebagian besar dari kita pun akhirnya lupa... Luar biasa!
139)\tHebatnya, salah satu di antara mrk, menanggapi foto2 itu dgn dingin dan cukup 2 kata, "Itu hoax!"
140)\tFoto2 mreka bawa sekarung barang belanjaan, menyebar dan menyambut kepulangan rombongan ini ke tanah air.
141)\tNah sialnya, di Belanda, mrk justru disambut "meriah" dgn lensa kamera dan handycam o/ kawan Michael Putrawenas, Hellena, dkk.
142)\tRencana rombongan itu ke Belgia pun akhirnya di-skip. Krn mrk dpt info klo kawan2 PPI Belgia lbh galak.
143)\tOh ya, gara2 insiden di Paris itu. KBRI Belanda memilih tdk mengundang PPI Belanda utk antisipasi.
144)\tRuangan yg kami pakai utk kegiatan pun tdk lg andalkan ruangan KBRI, tp ruang kelas di Maison de l'Asie maupun Asrama Jesuite.
145)\tPendanaan PPI Prancis saat itu akhirnya benar2 andalkan jejaring yg kami punya, di luar KBRI.
146)\tNamun hikmahnya, kami justru jd lbh dekat dgn jejaring ilmuwan Prancis yg tertarik dgn Indonesia dan Alumni Prancis.
147)\tPertemuan dead lock! PPI Prancis jaman Mas Rudi pun tdk didukung penuh KBRI.
148)\tKami dtg utk jelaskan alasan2 kami dan bukan utk minta maaf. Kami justru meminta KBRI sbg "orang tua" memahami&mendukung kami.
149)\tAkhirnya Mas Rudi menghadap Bu KUAI didampingi o/ Romo Setyo dan aku.
150)\tIntinya kami disuruh minta maaf krn telah mempermalukan KBRI dihadapan rombongan DPR.
0
Kutip
Balas