- Beranda
- The Lounge
[tweet @syaltout] Inilah Kelakuan anggota DPR saat "Studi Banding" ke Paris
...
TS
uncoolbigotface
[tweet @syaltout] Inilah Kelakuan anggota DPR saat "Studi Banding" ke Paris
Quote:
harap dirate dulu gan 





NOTE:dibaca berurut secara mundur dari nomor 259 sampai nomor 1.
Quote:
ini adalah tweet dari Dr. Mahmud Syaltout. Dr. Mahmud Syaltout baru saja menyelesaikan studinya di Universitas Paris 5 Descartes. Mantan ketua PPI Perancis ini sering terlibat di berbagai kegiatan kemahasiswaan di Eropa.
Di umurnya yang baru 31 tahun Dr. Syaltout prestasi Dr. Syaltout sudah sangat mengaggumkan yakni Dr. Syaltout diterima unanimously sebagai salah satu anggota International Law Association (ILA) - French Branch, sekaligus sebagai orang Indonesia pertama yang bisa diterima dalam asosiasi para profesor dan praktisi hubungan internasional, khususnya di Perancis.
twitter: @syaltout
situs: syaltout dotco dot cc
tweet pilihan TS:
Quote:
Quote:
6)\tkami punya beberapa foto wajah mesum kalian memegang payudara silikon sembari terseyum menjijikkan.

Quote:
45)\tPak Dubes sdh bilang, klo mendingan uang perjalanan studi banding mrk dipake buat bangun sekolah dan/atau kasih beasiswa adik2 kita di Papua
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.

Quote:
89)\tNah, saat diskusi dgn Prof Edmond Jouve itulah, ada salah 1 anggota rombongan yg keceplosan ngomong...
88)\t"Wah, kalau sistem tata negara Prancis yg jauh beda ama kita, berarti kita salah dong studi banding ke sini".
88)\t"Wah, kalau sistem tata negara Prancis yg jauh beda ama kita, berarti kita salah dong studi banding ke sini".

Quote:
140)\tFoto2 mreka bawa sekarung barang belanjaan, menyebar dan menyambut kepulangan rombongan ini ke tanah air.
139)\tHebatnya, salah satu di antara mrk, menanggapi foto2 itu dgn dingin dan cukup 2 kata, "Itu hoax!"
139)\tHebatnya, salah satu di antara mrk, menanggapi foto2 itu dgn dingin dan cukup 2 kata, "Itu hoax!"
:maho
Quote:
209)\tNah, saat itulah, salah 1 di antara mreka ada yg nyeletuk, "Teman-teman, sptnya kunjungan kita ke Paris ada yg kurang... Apa yaa?"
208)\tLalu mreka bersahutan menyebut, Hermès, Brietling dan merk-merk lux lainnya yg sangat asing di telingaku.
207)\tSang Bapak yg nanya tadi lgsg bilang, "Bukan... Bukan itu..."
206)\tKawan-kawannya langsung bertanya serempak, "Lalu apa???"
205)\tSi Bapak itu lgsg berkata perlahan namun pasti, "Kita lupa foto berlatar belakang Eiffel!"


Quote:
233)\tDlm perjalanan pulang itu, ada salah 1 di antara mrk yg memintaku utk carikan dia pramuria, perempuan perancis.


Quote:
253)\tSempat kaget saat di butik Cartier salah seorg di antara mreka tanya kpdku, "Mas, di antara 2 jam ini, mana yg paling bagus?"
252)\tKagetku bukan krn lihat bandrol harga 1 jam senilai 2 thn beasiswaku...
251)\tTp krn aku jawab dgn lugu, "Bagus dua-duanya Pak" dan diikuti tindakan si Bpk yg lgsg beli keduanya, tanpa mikir.
252)\tKagetku bukan krn lihat bandrol harga 1 jam senilai 2 thn beasiswaku...
251)\tTp krn aku jawab dgn lugu, "Bagus dua-duanya Pak" dan diikuti tindakan si Bpk yg lgsg beli keduanya, tanpa mikir.

lengkapnya cekidot dimari:
Spoiler for 1-50:
Quote:
1)\tYakinlah sahabat, doa&slalu berpikir positif adlh senjata terakhir skaligus plg ampuh org2 yg memiliki keyakinan!
2)\tDgn doa kita penuh tangis dlm sajadah panjang di malam2 sunyi memohonkan agar mrk diberi petunjuk. Insya Allah ada perbaikan.
3)\tJgn prnh bersu'udzon klo semua anggota DPR itu jelek&selalu jelek. Maafkan mrk, mintakan ampun mrk ke Gusti Allah.
4)\tLana_Sartre Di galeri,dgn arogan blg "kami angg.DPR,ngak pernah liat yah?",aku:Nggak, Ang.DPR:ah Masa?(Nadagenit) aku:Emang Enggak (jutek)@syaltout
5)\tAkhirnya tweeps, aku pikir "studi banding" hrs dilawan dgn Studi Banding, karya buruk dgn karya baik.
6)\tkami punya beberapa foto wajah mesum kalian memegang payudara silikon sembari terseyum menjijikkan.
7)\tWalaupun kami menemani kalian "studi banding" permasalahan pendidikan ke Red Light di Amsterdam dgn ramah, tp ingatlah...
8)\tDlm senyum kami sama pula spt senyum kalian, akan mengandung bisa kobra!
9)\tSetidaknya, ini mjd pertanda awal, bagi Rombongan DPR ke Eropa. Silakan datang, tp kami akan buat tidur Anda2 tak nyenyak!
10)\tKeesokannya, berita bhw kami serahkan Naskah Kerja ke Rombongan DPR itu dimuat ANTARA dan bbrp media nasional.
11)\tKita semua berdecak kagum, lalu pulang dan tertidur nyenyak. Heuheuheu
12)\tStlh itu pun sang Ketua Rombongan menawarkan mimpi 4.000 beasiswa ke LN per tahun, atas perjuangan DPR. Luar biasa!
13)\tAku melihat Pak Dubes cuma bisa geleng-geleng sembari menyeka bbrp kali darah yg keluar dari mulut maupun hidung beliau.
14)\tMrk berdalih data dari field work tentu lebih bernilai drpd skedar data yg tercantum di Jurnal/Laporan Ilmiah.
15)\tTp tetap saja mrk ngeyel klo hasil "studi banding" lgsg ke itu lbh memberikan gambaran yg konkret kpd mrk drpd skedar laporan kawan2 PPI.
16)\tMrk bilang ga nyangka klo kawan2 PPI Eropa akan membuat Naskah Kerja setebal 100 halaman lebih ini.
17)\tMrk bilang, klo hasil "studi banding" mrk sifatnya msh mentah yg perlu diolah lagi. Semuanya tersimpan di laptop yg mrk tinggal di Hotel.
18)\tTp jgn sebut mrk anggota DPR, klo mrk ga bisa jwb pertanyaan Pak Dubes dan ga bisa berkelit cantik.
19)\tYa, seperti diduga. Rombongan itu ga siap dgn catatan hasil studi banding mereka.
20)\tSambil berjalan mendekati Ketua Rombongan DPR ini dan menyerahkan cetakan naskah kerja kami kpdnya.
21)\tMereka baru saja menyandarkan diri di kursi, saat Pak Dubes bilang, "Ini Naskah Kerja Studi Banding PPI Eropa dgn tema yg sama".
22)\tNah, pas rombongan DPR itu datang, Pak Dubes ga pake basa-basi, lgsg tanya mana hasil catatan studi banding mereka?
23)\tNaskah Kerja dan kritik kami atas RUU BHP itu dicetak dan dijilid dgn sangat bagus o/ KBRI Paris.
24)\tStudi Banding ini pula mjd karya bareng pertamaku dgn Mas Achmad Adhitya, Sekjen I-4, yg saat itu Ketua PPI Jerman.
25)\t2 hari sblm kedatangan rombongan DPR itu, Naskah Kerja kita sdh siap! KBRI Paris jg mendistribusikannya ke KBRI lainnya di Eropa.
26)\tStudi Banding lewat tukar data di email maupun chatting di YM dan telpon2an ini, slesai dlm waktu 1 minggu.
27)\tKita pun intensif diskusi online memberikan masukan/kritik atas RUU BHP yg ada.
28)\tBersama kawan jejaring PPI Eropa, kita buat Naskah Perbandingan Sistem Pendidikan Tinggi di Eropa.
29)\tDari Naskah Kerja ttg pendidikan tinggi di Eropa warisan kepengurusan Mas Rudi, kita bikin updatenya&lengkapi data yg kurang.
30)\tSingkat cerita, kita pun berinisiatif bikin studi banding tandingan yg murah meriah tanpa keluarkan sepeser euro pun.
31)\tDari keheningan, suara serak beliau memecah, "Kita gagal cegah mrk ke sini, tp jgn sampe gagal u/ beri mrk pelajaran di sini".
32)\tStelah mengungkapkan kekecewaannya kpd keras kepala rombongan DPR itu, beliau berhenti bicara sejenak. Suasana hening.
33)\tPertemuan khususku dgn beliau itu mjd pertemuan pertama skaligus kesempatanku mengenal sosok Arizal Effendi.
34)\tYa, Dubes yg mengajariku ttg apa sih sbnarnya fungsi diplomat, wafat saat bekerja&menjalankan tugasnya sbg Chef de mission diplomatique!
35)\tTapi sakit&kondisi beliau yg begitu, tak bisa menghalangi beliau utk selalu berkarya&berjuang demi bangsanya.
36)\tTak jarang wajah beliau tampak lebam, bibir tampak memar&berulang kali keluarkan darah saat acara KBRI.
37)\tFYI, Pak Rizal saat menjabat Dubes divonis terkena kanker, yg menyerang mulut&saluran pernafasan beliau.
38)\tDlm obrolan 8 mata itu, Pak Dubes hrs berulang kali menyeka darah yg keluar dari mulut dan hidung beliau.
39)\tAku melihat wajah penuh kecewa dari lulusan terbaik FHUI yg pernah jd pengacara sblm memilih jd diplomat ini.
40)\tSaat aku bertemu Pak Dubes di ruang kerjanya. Kalimat beliau pertama, "Mas, kita tampaknya gagal cegah upaya rombongan itu ke sini".
41)\tStlh percakapan telpon dgn Jubir rombongan itu. Pak Dubes lgsg memanggilku khusus.
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.
43)\tEh tnyata, dari balik telpon di seberang sana, jubir rombongan itu bilang, "Pak Dubes, dana kunjungan kami itu ga bisa terbilang besar lho!"
44)\tPak Dubes nantang, mreka butuh data apa, kita yg sediakan sedetail mungkin. Kita ga perlu dibayar utk itu.
45)\tPak Dubes sdh bilang, klo mendingan uang perjalanan studi banding mrk dipake buat bangun sekolah dan/atau kasih beasiswa adik2 kita di Papua
46)\tPak Dubes sdh yakinkan mrk, klo butuh info mngni pendidikan tinggi di Prancis, KBRI dibantu PPI Prancis bisa sediakan data yg dibutuhkan.
47)\tSesungguhnya sblm rombongan DPR itu akan melangsungkan niatnya ke Eropa. Almarhum Pak Rizal, Dubes RI utk Prancis&Andora sdh mencegah.
48)\tKonon katanya mrk dtg ke bbrp kota besar Eropa utk mencari masukan Pansus RUU Badan Hukum Pendidikan.
49)\tSkrg kita lanjut ke "Studi Banding" DPR Oktober 2007 ke berbagai negara di Eropa tmsk Prancis.
50)\tKlo tertarik baca kritikku atas Pemikiran Pansus Dewan Penasehat Presiden&Kementerian Negara yg ke Prancis, silakan tengok multiply-ku.
2)\tDgn doa kita penuh tangis dlm sajadah panjang di malam2 sunyi memohonkan agar mrk diberi petunjuk. Insya Allah ada perbaikan.
3)\tJgn prnh bersu'udzon klo semua anggota DPR itu jelek&selalu jelek. Maafkan mrk, mintakan ampun mrk ke Gusti Allah.
4)\tLana_Sartre Di galeri,dgn arogan blg "kami angg.DPR,ngak pernah liat yah?",aku:Nggak, Ang.DPR:ah Masa?(Nadagenit) aku:Emang Enggak (jutek)@syaltout
5)\tAkhirnya tweeps, aku pikir "studi banding" hrs dilawan dgn Studi Banding, karya buruk dgn karya baik.
6)\tkami punya beberapa foto wajah mesum kalian memegang payudara silikon sembari terseyum menjijikkan.
7)\tWalaupun kami menemani kalian "studi banding" permasalahan pendidikan ke Red Light di Amsterdam dgn ramah, tp ingatlah...
8)\tDlm senyum kami sama pula spt senyum kalian, akan mengandung bisa kobra!
9)\tSetidaknya, ini mjd pertanda awal, bagi Rombongan DPR ke Eropa. Silakan datang, tp kami akan buat tidur Anda2 tak nyenyak!
10)\tKeesokannya, berita bhw kami serahkan Naskah Kerja ke Rombongan DPR itu dimuat ANTARA dan bbrp media nasional.
11)\tKita semua berdecak kagum, lalu pulang dan tertidur nyenyak. Heuheuheu
12)\tStlh itu pun sang Ketua Rombongan menawarkan mimpi 4.000 beasiswa ke LN per tahun, atas perjuangan DPR. Luar biasa!
13)\tAku melihat Pak Dubes cuma bisa geleng-geleng sembari menyeka bbrp kali darah yg keluar dari mulut maupun hidung beliau.
14)\tMrk berdalih data dari field work tentu lebih bernilai drpd skedar data yg tercantum di Jurnal/Laporan Ilmiah.
15)\tTp tetap saja mrk ngeyel klo hasil "studi banding" lgsg ke itu lbh memberikan gambaran yg konkret kpd mrk drpd skedar laporan kawan2 PPI.
16)\tMrk bilang ga nyangka klo kawan2 PPI Eropa akan membuat Naskah Kerja setebal 100 halaman lebih ini.
17)\tMrk bilang, klo hasil "studi banding" mrk sifatnya msh mentah yg perlu diolah lagi. Semuanya tersimpan di laptop yg mrk tinggal di Hotel.
18)\tTp jgn sebut mrk anggota DPR, klo mrk ga bisa jwb pertanyaan Pak Dubes dan ga bisa berkelit cantik.
19)\tYa, seperti diduga. Rombongan itu ga siap dgn catatan hasil studi banding mereka.
20)\tSambil berjalan mendekati Ketua Rombongan DPR ini dan menyerahkan cetakan naskah kerja kami kpdnya.
21)\tMereka baru saja menyandarkan diri di kursi, saat Pak Dubes bilang, "Ini Naskah Kerja Studi Banding PPI Eropa dgn tema yg sama".
22)\tNah, pas rombongan DPR itu datang, Pak Dubes ga pake basa-basi, lgsg tanya mana hasil catatan studi banding mereka?
23)\tNaskah Kerja dan kritik kami atas RUU BHP itu dicetak dan dijilid dgn sangat bagus o/ KBRI Paris.
24)\tStudi Banding ini pula mjd karya bareng pertamaku dgn Mas Achmad Adhitya, Sekjen I-4, yg saat itu Ketua PPI Jerman.
25)\t2 hari sblm kedatangan rombongan DPR itu, Naskah Kerja kita sdh siap! KBRI Paris jg mendistribusikannya ke KBRI lainnya di Eropa.
26)\tStudi Banding lewat tukar data di email maupun chatting di YM dan telpon2an ini, slesai dlm waktu 1 minggu.
27)\tKita pun intensif diskusi online memberikan masukan/kritik atas RUU BHP yg ada.
28)\tBersama kawan jejaring PPI Eropa, kita buat Naskah Perbandingan Sistem Pendidikan Tinggi di Eropa.
29)\tDari Naskah Kerja ttg pendidikan tinggi di Eropa warisan kepengurusan Mas Rudi, kita bikin updatenya&lengkapi data yg kurang.
30)\tSingkat cerita, kita pun berinisiatif bikin studi banding tandingan yg murah meriah tanpa keluarkan sepeser euro pun.
31)\tDari keheningan, suara serak beliau memecah, "Kita gagal cegah mrk ke sini, tp jgn sampe gagal u/ beri mrk pelajaran di sini".
32)\tStelah mengungkapkan kekecewaannya kpd keras kepala rombongan DPR itu, beliau berhenti bicara sejenak. Suasana hening.
33)\tPertemuan khususku dgn beliau itu mjd pertemuan pertama skaligus kesempatanku mengenal sosok Arizal Effendi.
34)\tYa, Dubes yg mengajariku ttg apa sih sbnarnya fungsi diplomat, wafat saat bekerja&menjalankan tugasnya sbg Chef de mission diplomatique!
35)\tTapi sakit&kondisi beliau yg begitu, tak bisa menghalangi beliau utk selalu berkarya&berjuang demi bangsanya.
36)\tTak jarang wajah beliau tampak lebam, bibir tampak memar&berulang kali keluarkan darah saat acara KBRI.
37)\tFYI, Pak Rizal saat menjabat Dubes divonis terkena kanker, yg menyerang mulut&saluran pernafasan beliau.
38)\tDlm obrolan 8 mata itu, Pak Dubes hrs berulang kali menyeka darah yg keluar dari mulut dan hidung beliau.
39)\tAku melihat wajah penuh kecewa dari lulusan terbaik FHUI yg pernah jd pengacara sblm memilih jd diplomat ini.
40)\tSaat aku bertemu Pak Dubes di ruang kerjanya. Kalimat beliau pertama, "Mas, kita tampaknya gagal cegah upaya rombongan itu ke sini".
41)\tStlh percakapan telpon dgn Jubir rombongan itu. Pak Dubes lgsg memanggilku khusus.
42)\t"Kami hanya memakai 0,5% dana APBN! Jadi ga sbrp khan? Apalagi dilihat nanti hasilnya yg lbh besar" lanjut mereka.
43)\tEh tnyata, dari balik telpon di seberang sana, jubir rombongan itu bilang, "Pak Dubes, dana kunjungan kami itu ga bisa terbilang besar lho!"
44)\tPak Dubes nantang, mreka butuh data apa, kita yg sediakan sedetail mungkin. Kita ga perlu dibayar utk itu.
45)\tPak Dubes sdh bilang, klo mendingan uang perjalanan studi banding mrk dipake buat bangun sekolah dan/atau kasih beasiswa adik2 kita di Papua
46)\tPak Dubes sdh yakinkan mrk, klo butuh info mngni pendidikan tinggi di Prancis, KBRI dibantu PPI Prancis bisa sediakan data yg dibutuhkan.
47)\tSesungguhnya sblm rombongan DPR itu akan melangsungkan niatnya ke Eropa. Almarhum Pak Rizal, Dubes RI utk Prancis&Andora sdh mencegah.
48)\tKonon katanya mrk dtg ke bbrp kota besar Eropa utk mencari masukan Pansus RUU Badan Hukum Pendidikan.
49)\tSkrg kita lanjut ke "Studi Banding" DPR Oktober 2007 ke berbagai negara di Eropa tmsk Prancis.
50)\tKlo tertarik baca kritikku atas Pemikiran Pansus Dewan Penasehat Presiden&Kementerian Negara yg ke Prancis, silakan tengok multiply-ku.
0
66.9K
Kutip
1.9K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
uncoolbigotface
#2
Spoiler for 51-100:
Quote:
51)\tMaaf tweeps, barusan nemenin Zola lihat domba-domba aduan lagi dimandiin, dicukur bulunya plus dijamuin...
52)\tAku cuma mbatin, "Pantes, mrk bisa dipilih ribuan org. Saat bicara, omongan mrk bisa hipnotis audiens!"
53)\t#Jlebbb. #Plaaakk. Ini sptnya pertama kali aku "ditampar" saat head-to-head dgn para politisi. Luar biasa!
54)\tBahkan salah 1 di antara mrk berpesan dgn nada tinggi, "Bung bersikap adil lah! Dan itu hrs dimulai dari pikiran".
55)\tKlo eksekutif boleh dtg ke Paris dan tidak mewakili rakyat, utk acara UNESCO atau OECD, knp kami yg wakil rakyat ga boleh?
56)\tMrk malah balik bertanya, "Bung khan belajar hukum, muridnya Prof Jouve pula, pasti tahu klo ada anggota DPR dr daerah pemilihan LN."
57)\tKunjungan mrk ke LN itu utk mendengar lgsg aspirasi rakyat&lbh dekat lg dgn rakyat! Bung, hrs camkan itu!
58)\tYa, mnrt ketiganya, wakil rakyat&rakyat yg diwakilinya hrs tdk ada jarak. Bgitu pula dgn rakyatnya yg ada di LN.
59)\tKetiganya mencoba meyakinkanku, agar aku tdk terjebak pd kebodohan yg picik krn dukung adanya jarak antara rakyat dan wakilnya.
60)\tTp dari ketiga penjawab itu, inti argumennya sama. "Klo eksekutif boleh pergi ke LN, knp legislatif ga boleh?"
61)\tJika aku tdk salah ingat ada 3 anggota DPR yg coba jawab pertanyaanku. Tentu saja dgn nada marah plus makian kpdku.
62)\tPara rombongan DPR itu lgsg ramai! Mrk berebut coba menjawab pertanyaan2ku.
63)\tAku tak mungkin lupa senyuman Pak Rizal sembari mengacungkan jempolnya.
64)\tStlh aku berbicara atau tepatnya menyampaikan rangkaian pertanyaan. Pak Dubes, lgsg tepuk tangan sambil berdiri.
65)\tAku sengaja memilih kata sehalus mungkin, agar tdk menyakiti perasaan mereka.
66)\tJika demikian, apa sesungguhnya maksud mereka ke Paris? Jalan-jalan? Belanja atau Apa?
67)\tLalu, jika benar, apa berarti studi banding ini ga pakai persiapan sblmnya? Kok bisa ngomong keliru udah sampai di Paris?
68)\tApakah benar ada di antara mrk yg bicara klo mrk sesungguhnya salah tujuan studi banding di dpn Prof Jouve.
69)\tNah, saat giliran aku disuruh bicara, aku lgsg aja konfirmasi info yg kudpt dari kakakku.
70)\tYa, aku biarkan mrk bicara dulu deh. Parlemen khan sesungguhnya smacam RS Jiwa/Biro Psikolog, dmn bicara jd terapi. Hehehe.
71)\tYa, tentu saja Bpk Ketua Rombongan itu melafalkan nama Prof Jouve dgn pengejaan ala Indonesia. Wakaka.
72)\tDia bilang paling terkesan dgn diskusi dgn Tim dari Dewan Ecosoc Prancis&diskusi dgn Prof Edmond Jouve.
73)\tKetua Rombongan ini cerita bgm melelahkan&padatnya kegiatan "studi banding" kali ini.
74)\tAku dtg coba dengarkan dgn seksama penjelasan Ketua Rombongan ttg apa yg mrk lakukan slama di Paris.
75)\tNah, saat malam acara dialog dgn mhs, aku dtg, sbg Ketua PPI Prancis.
76)\tProf Jouve sampai tanya ke Prof Purwo, apa lumrah di Indonesia, seorg Prof diperlakuan sbg artis dan bkn sbg expert. Prof Purwo cuma ngakak.
77)\tSaat cerita kpd kami, Prof Jouve bilang, ini adlh pertama kalinya beliau mrasa jd artis, yg dimintain foto2&tandatangan.
78)\tSesi photo2 stlh diskusi mjd lbh ramai drpd diskusi itu sendiri. Semua berebut minta diphoto berdua dgn Prof Jouve.
79)\tTp saat acara diskusi usai dlm kondisi Prof Jouve emosi (tp mrk ga tahu/ga paham), mrk lgsg berebut ngasih kartu nama mrk ke Prof Jouve.
80)\tHanya Ketua Rombongan dan bbrp staf ahli yg tampak serius menyimak.
81)\tProf Jouve jg cerita klo sesungguhnya rombongan itu banyak yg tertidur saat beliau lg berikan penjelasan.
82)\tKita berempat (Prof Jouve, Prof Purwo, istri Prof Jouve&aku) mbahas kelakuan DPR RI ini sampe lewat tengah malam.
83)\tAku dpt konfirmasi serupa dari Prof Jouve saat aku menemani Prof Purwo Santoso berkunjung ke rmh beliau bbrp hari stlh kejadian.
84)\tCerita ini dituturkan o/ kakakku yg saat itu ada di sana kpdku beberapa saat stlh perkuliahan dari Prof Jouve usai.
85)\tProf Jouve pun lgsg menghentikan diskusi. Rombongan itu kebingungan, Prof Jouve ngomong apa. Penerjemah KBRI ga mau nerjemahin.
86)\tStlh tahu, Prof Jouve lgsg tersontak marah, sambil ngomong, "Mais quoi? Ils se sont trompes quand ils sont tous a Paris! Quels cons!"
87)\tKawan2nya yg dengar lgsg tertawa terbahak2. Prof Jouve pun yg sblmnya gak ngeh, lgsg penasaran kalimat si anggota DPR itu.
88)\t"Wah, kalau sistem tata negara Prancis yg jauh beda ama kita, berarti kita salah dong studi banding ke sini".
89)\tNah, saat diskusi dgn Prof Edmond Jouve itulah, ada salah 1 anggota rombongan yg keceplosan ngomong...
90)\tBerhubung tak ada satu pun dari rombongan mereka yg bisa bhs Prancis, bhs Inggrisnya pun payah, diskusi pake penerjemah dr KBRI.
91)\tProf Edmond Jouve dtg memberikan masukan skaligus menjawab semua keingintahuan mereka ttg sistem tata negara Prancis.
92)\tOK, skrg kita lanjut ke rombongan DPR Pansus Dewan Penasehat Presiden dan Kementerian Negara.
93)\tMaaf tweeps, td nemenin Zola main ama anak anjing korea, nangkap ikan bawal, mujaer dan nila di kolam plus sarapan dulu.
94)\tMaaf tweets, td jalan2 pagi dulu. Main kejar2an sama anjing korea peliharaan aki dan ninen-nya Zola. Hehehe
95)\tLana_Sartre @syaltout ijin follow pak,sy jg prnah ngalamin diisengin (tp kurang ajar) ama ang2.DPR,waktu ktm di galeri lafayette thn lalu.
96)\tProf Edmond Jouve inilah yg mjd mitra dialog rombongan DPR Pansus Kementerian Negara&Dewan Penasehat Presiden.
97)\tProf yg saat pidato pensiunnya ditangisi ratusan mahasiswa. Kata-katanya "N'aie pas peur.. N'aie pas peur..." saat itu sgt membekas di hati.
98)\tProf yg bersahaja, yg tak segan ajak mhs2nya berlibur ke kampung kelahirannya di Nadaillac, dkt Toulouse.
99)\tBuku beliau "droit du Tiers-Monde", mjd smacam bible kecil para aktivis hkm dari negara dunia ketiga.
100)\tBeliau pula yg dikenal memperkenalkan "droits des peuples" utk gantikan istilah "droit international" - hkm internasional.
52)\tAku cuma mbatin, "Pantes, mrk bisa dipilih ribuan org. Saat bicara, omongan mrk bisa hipnotis audiens!"
53)\t#Jlebbb. #Plaaakk. Ini sptnya pertama kali aku "ditampar" saat head-to-head dgn para politisi. Luar biasa!
54)\tBahkan salah 1 di antara mrk berpesan dgn nada tinggi, "Bung bersikap adil lah! Dan itu hrs dimulai dari pikiran".
55)\tKlo eksekutif boleh dtg ke Paris dan tidak mewakili rakyat, utk acara UNESCO atau OECD, knp kami yg wakil rakyat ga boleh?
56)\tMrk malah balik bertanya, "Bung khan belajar hukum, muridnya Prof Jouve pula, pasti tahu klo ada anggota DPR dr daerah pemilihan LN."
57)\tKunjungan mrk ke LN itu utk mendengar lgsg aspirasi rakyat&lbh dekat lg dgn rakyat! Bung, hrs camkan itu!
58)\tYa, mnrt ketiganya, wakil rakyat&rakyat yg diwakilinya hrs tdk ada jarak. Bgitu pula dgn rakyatnya yg ada di LN.
59)\tKetiganya mencoba meyakinkanku, agar aku tdk terjebak pd kebodohan yg picik krn dukung adanya jarak antara rakyat dan wakilnya.
60)\tTp dari ketiga penjawab itu, inti argumennya sama. "Klo eksekutif boleh pergi ke LN, knp legislatif ga boleh?"
61)\tJika aku tdk salah ingat ada 3 anggota DPR yg coba jawab pertanyaanku. Tentu saja dgn nada marah plus makian kpdku.
62)\tPara rombongan DPR itu lgsg ramai! Mrk berebut coba menjawab pertanyaan2ku.
63)\tAku tak mungkin lupa senyuman Pak Rizal sembari mengacungkan jempolnya.
64)\tStlh aku berbicara atau tepatnya menyampaikan rangkaian pertanyaan. Pak Dubes, lgsg tepuk tangan sambil berdiri.
65)\tAku sengaja memilih kata sehalus mungkin, agar tdk menyakiti perasaan mereka.
66)\tJika demikian, apa sesungguhnya maksud mereka ke Paris? Jalan-jalan? Belanja atau Apa?
67)\tLalu, jika benar, apa berarti studi banding ini ga pakai persiapan sblmnya? Kok bisa ngomong keliru udah sampai di Paris?
68)\tApakah benar ada di antara mrk yg bicara klo mrk sesungguhnya salah tujuan studi banding di dpn Prof Jouve.
69)\tNah, saat giliran aku disuruh bicara, aku lgsg aja konfirmasi info yg kudpt dari kakakku.
70)\tYa, aku biarkan mrk bicara dulu deh. Parlemen khan sesungguhnya smacam RS Jiwa/Biro Psikolog, dmn bicara jd terapi. Hehehe.
71)\tYa, tentu saja Bpk Ketua Rombongan itu melafalkan nama Prof Jouve dgn pengejaan ala Indonesia. Wakaka.
72)\tDia bilang paling terkesan dgn diskusi dgn Tim dari Dewan Ecosoc Prancis&diskusi dgn Prof Edmond Jouve.
73)\tKetua Rombongan ini cerita bgm melelahkan&padatnya kegiatan "studi banding" kali ini.
74)\tAku dtg coba dengarkan dgn seksama penjelasan Ketua Rombongan ttg apa yg mrk lakukan slama di Paris.
75)\tNah, saat malam acara dialog dgn mhs, aku dtg, sbg Ketua PPI Prancis.
76)\tProf Jouve sampai tanya ke Prof Purwo, apa lumrah di Indonesia, seorg Prof diperlakuan sbg artis dan bkn sbg expert. Prof Purwo cuma ngakak.
77)\tSaat cerita kpd kami, Prof Jouve bilang, ini adlh pertama kalinya beliau mrasa jd artis, yg dimintain foto2&tandatangan.
78)\tSesi photo2 stlh diskusi mjd lbh ramai drpd diskusi itu sendiri. Semua berebut minta diphoto berdua dgn Prof Jouve.
79)\tTp saat acara diskusi usai dlm kondisi Prof Jouve emosi (tp mrk ga tahu/ga paham), mrk lgsg berebut ngasih kartu nama mrk ke Prof Jouve.
80)\tHanya Ketua Rombongan dan bbrp staf ahli yg tampak serius menyimak.
81)\tProf Jouve jg cerita klo sesungguhnya rombongan itu banyak yg tertidur saat beliau lg berikan penjelasan.
82)\tKita berempat (Prof Jouve, Prof Purwo, istri Prof Jouve&aku) mbahas kelakuan DPR RI ini sampe lewat tengah malam.
83)\tAku dpt konfirmasi serupa dari Prof Jouve saat aku menemani Prof Purwo Santoso berkunjung ke rmh beliau bbrp hari stlh kejadian.
84)\tCerita ini dituturkan o/ kakakku yg saat itu ada di sana kpdku beberapa saat stlh perkuliahan dari Prof Jouve usai.
85)\tProf Jouve pun lgsg menghentikan diskusi. Rombongan itu kebingungan, Prof Jouve ngomong apa. Penerjemah KBRI ga mau nerjemahin.
86)\tStlh tahu, Prof Jouve lgsg tersontak marah, sambil ngomong, "Mais quoi? Ils se sont trompes quand ils sont tous a Paris! Quels cons!"
87)\tKawan2nya yg dengar lgsg tertawa terbahak2. Prof Jouve pun yg sblmnya gak ngeh, lgsg penasaran kalimat si anggota DPR itu.
88)\t"Wah, kalau sistem tata negara Prancis yg jauh beda ama kita, berarti kita salah dong studi banding ke sini".
89)\tNah, saat diskusi dgn Prof Edmond Jouve itulah, ada salah 1 anggota rombongan yg keceplosan ngomong...
90)\tBerhubung tak ada satu pun dari rombongan mereka yg bisa bhs Prancis, bhs Inggrisnya pun payah, diskusi pake penerjemah dr KBRI.
91)\tProf Edmond Jouve dtg memberikan masukan skaligus menjawab semua keingintahuan mereka ttg sistem tata negara Prancis.
92)\tOK, skrg kita lanjut ke rombongan DPR Pansus Dewan Penasehat Presiden dan Kementerian Negara.
93)\tMaaf tweeps, td nemenin Zola main ama anak anjing korea, nangkap ikan bawal, mujaer dan nila di kolam plus sarapan dulu.
94)\tMaaf tweets, td jalan2 pagi dulu. Main kejar2an sama anjing korea peliharaan aki dan ninen-nya Zola. Hehehe
95)\tLana_Sartre @syaltout ijin follow pak,sy jg prnah ngalamin diisengin (tp kurang ajar) ama ang2.DPR,waktu ktm di galeri lafayette thn lalu.
96)\tProf Edmond Jouve inilah yg mjd mitra dialog rombongan DPR Pansus Kementerian Negara&Dewan Penasehat Presiden.
97)\tProf yg saat pidato pensiunnya ditangisi ratusan mahasiswa. Kata-katanya "N'aie pas peur.. N'aie pas peur..." saat itu sgt membekas di hati.
98)\tProf yg bersahaja, yg tak segan ajak mhs2nya berlibur ke kampung kelahirannya di Nadaillac, dkt Toulouse.
99)\tBuku beliau "droit du Tiers-Monde", mjd smacam bible kecil para aktivis hkm dari negara dunia ketiga.
100)\tBeliau pula yg dikenal memperkenalkan "droits des peuples" utk gantikan istilah "droit international" - hkm internasional.
0
Kutip
Balas