Kaskus

Story

cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
Ketika Cinta Dipisahkan Oleh Kematian
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
xandlerAvatar border
xandler dan 2 lainnya memberi reputasi
3
96K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
#833
empat hari sudah aku di solo, tetapi kondisi mbahku belum juga membaik. akhirnya kamipun pamit pulang. aku memang diizinkan untuk cuti, tapi tidak lama-lama karna pekerjaanku sudah menunggu. hari itu juga kami pulang dengan menggunakan bus.

setelah bersalaman dengan keluarga dan kerabat, kami berangkat ke terminal diantar oleh omku. sesampainya di terminal kami langsung mencari bus yang akan kami gunakan untuk ke jakarta. lima belas kemudia bus jalan menuju jakarta.

selama di perjalanan aku tidak tidur. entah knp aku sangat suka pemandangan jalan saat malam hari, mungkin karna lampu-lampu jalan yang indah, serta aku bisa melihat bintang-bintang disepanjang jalan dengan jelas.

aku sampai di jakarta pukul enam pagi, hari ini hari jum'at tapi aku tetap diminta untuk bekerja. sesampainya di rumah aku langsung istirahat sebentar, merebahkan tubuhku. lalu tak lama kemudian aku kembali terbangun untuk mandi dan segera pergi untuk bekerja.

saat aku sedang mandi, aku mendengar mama teriak-teriak memanggil namaku sambil menangis, akupun buru-buru menyelesaikan mandiku dan berpakaian, dan langsung mencari mamah.

ternyata mamah ada di ruang tengah, sedang menangis didalam pelukan papah. disana ada mas bayu juga dan keluargaku yang lain.

"mamah kenapa?"

"........" mamah tidakmenjawab, beliau hanya bisa menangis terus menerus

"mas, ada apa sih?"

"mbah buyut meninggal ra, barusan"

"apa??" teriakku tak percaya

"iya barusan tante anita telfon, kasih tau kalo mbah buyut baru aja meninggal"

aku langsung terduduk tidak percaya, berarti kemarin adalah pelukan dan ciumanku yang terakhir untuk beliau. aku menangis, menyesali kenapa aku harus pulang kemarin, kenapa tidak nanti-nanti.

saat itu juga mamah, papah, mas bayu dan bibi pulang ke solo. bibi di ajak karna nanti disana pasti butuh bantuan karna keluarga semua disana. aku di rumah sendiri karna memang ada pekerjaan yang benar-benar tidak bisa ditinggal dan cutiku sudah habis.

"kamu hati-hati ya" kata mamah sambil mencium keningku

"iya mah"

setelah selesai mencium tangan kepada orang tuaku dan mas bayu, aku berangkat kerja dengan langkah gontai. rasanya malas bekerja saat fikiran tidak tenang seperti ini. ya tuhan, semoga beliau tenang dan damai disana. amiin
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.