Kaskus

Story

cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
Ketika Cinta Dipisahkan Oleh Kematian
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
xandlerAvatar border
xandler dan 2 lainnya memberi reputasi
3
96K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
#829
keesokannya kami sampai di stasiun solo, kami di jemput oleh om aku yang kini tinggal bersama mbahku. kami sampai sekitar pukul lima pagi, langit masih gelap tapi jalanan sudah ramai. satu jam kemudian aku sampai di rumah, kami langsung disambut dengan gembira disana.

"ndo, itu siapa?" tanya mbah putri kepada adik mamahku

"loh, itu rara mbah, anaknya mba tika" kata tanteku menjelaskan

"oalaahh.. cucuku udah besar toh, mbahmu sampai gak ngenalin" kata mbahku sambil memelukku dan menciumku dan dibalas dengan tertawa keluargaku

aku memang sudah lama sekali tidak pulang, terakhir pulang saat tanteku menikahkan anaknya, itupun saat aku masih smp emoticon-Big Grin. jadi wajar saja kalau mbahku lupa dengan wajahku. aku tidak betah di solo, desanya terlalu sepi jadi membuatku takut.

ku lihat mbah buyut masih tertidur, tapi tak jarang dia mengigau atau merintih kesakitan. aku datang ke tempat tidur beliau yang sudah di pindah di ruang tengah, ku cium kening dan tangan beliau.

aku pergi mandi untuk menghilangkan lengket di tubuhku, lalu sarapan dan menikmati udara segar pedesaan. namun aku tersontak kaget karna teriakan mbah buyutku. ntah apa yang dirasakan, tapi sepertinya dia kesakitan, seperti ada yg menarik-narik katanya.

semua orang cemas, dokter juga sudah lepas tangan. setiap hari ada yang membacakan ayat-ayat suci disamping mbah buyutku. aku hanya bisa terdiam memandangi mbah buyutku.

dua hari sudah aku disana tapi tidak ada perubahan pada beliau. membaik tidak, yang ada malah sebaliknya. aku terus menatap beliau sampai air mata menetes sambil berdoa didalam hat "ya alloh, jangan kau bebankan penyakit ini kepada beliau, kami ikhlas bila engkau ingin mengambilnya setidaknya untuk meringankan sakit yang beliau rasakan". tiba-tiba hpku berbunyi dan telfon dari rafi

"halo ra"

"ya fi? ada apa?"

"gimana kabar mbah buyut?"

"gak ada perubahan"

"oiya, aku lagi dirumah kamu. mama kamu mau ngomong nih"

"halo mba?"

"ya mah?"

"gimana keadaan mbah?"

"aku gak kuat mah liatnya, makin parah"

"ikhlasin aja ya mba. serahin semua sama allah"

"iya mah."

"bude kamu mana?"

"sebentar aku panggilin dulu" akupun memanggil bude dan memberikan hpku ke bude. bude keluar dan berbicara pada mamah sedangkan aku tetap disini menemani mbah buyutku.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.