Kaskus

Story

cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
Ketika Cinta Dipisahkan Oleh Kematian
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
xandlerAvatar border
xandler dan 2 lainnya memberi reputasi
3
96.3K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.1KAnggota
Tampilkan semua post
cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
#799
aku dikenalkan ke saudara-saudara rafi yang lain, termasuk ayah rafi yang sudah bercerai dua tahun lalu dengan mamah rafi. tapi sekalipu mereka telah bercerai, mereka tetap berhubungan baik. bahkan tak jarang mereka sekeluarga selalu berlibur bersama bila ada waktu luang.

"yah, kenalin ini rara pacar aku" kata rafi kepada ayahnya sambil senyum sumringah

"hi om.." kataku sambil mencium tangan beliau

"ooh.. kamu yang namanya rara? oh udah banyak tau tentang kamu. bunda rafi sering cerita ke om." katanya dengan ramah

"hehe" aku hanya bisa tertawa malu

setelah selesai mengobrol dengan ayah rafi, aku dan rafi pamit pergi untuk makan, dari pagi aku memang belum sarapan dan tadi siangpun tidak sempat makan. aku dan rafi makan sepiring berdua di tempat rias, diluar ramai sekali jadi lebih enak didalam.

selesai makan kami bergabung dengan yang lain. kami semua tertawa lepas dengan candaan yang terlontar dari om rafi. bercerita tentang kelucuan anak mereka dan lain-lain. namun ditengah candaan itu, tante rafi melontarkan pertanyaan yang membuat kami spechless.

"nah kamu raf, kan mau nyusul mba rika?"

"hah? hhmm tunggu raranya aja aku mah tan" kata rafi bingung

"hayoo kapan ra?"

"hhmmm.. kapan yah? kapan dong fi??" aku bingung mencari jawaban

"masih lama tan.. rara juga masih kerja dan masih muda.. dia juga masih mau kuliah dulu. iya kan ra?"

"iya.. iya tan.. aku masih mau kuliah dulu"

"ooh.. jangan kelamaan raf, ntar raranya keburu diambil orang" kata tante rafi diikuti dengan gelat tawa saudara-saudara rafi yang lain

setelah pembicaraan itu aku dan rafi hanya terdiam sambil senyum-senyum sendiri. acara resepsi sudah selesai, aku juga sudah berganti pakaian dengan bajuku yang tadi. tak lama kemudian handphoneku berbunyi, ternyata mamah yang menelfon.

"halo mba, kamu masih sama rafi?"

"iya mah. knp?"

"bisa pulang sekarang gak yah?"

"kenapa mah emangnya?"

"mbah buyut sakit, kamu sama bude diminta pulang ke solo"

"innalillahii.. iya iya mah aku pulang sekarang"

"ya udah hati-hati ya mba"

"kenapa ra?"

"aku harus pulang sekarang. mba buyut aku sakit, aku mau ke solo malam ini juga"

"ya udah aku anter kamu ke rumah"

"gak usah, kamu disini aja. gak enak sama saudara-saudara kamu"

"udah gpp"

akupun berpamitan kepada orang tua rafi dan menceritakan keadaan mbah aku. kemudian aku berpamitan kepada saudara-saudara rafi yang lain dan aku pulang diantar rafi.

sesampainya dirumah aku langsung buru-buru masuk dan menemui mamah, ternyata mamah sudah menyiapkan baju-bajuku. mamah menceritakan apa yang terjadi dengan mbah buyutku itu sambil menunggu bude datang menjemputku.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.