- Beranda
- Stories from the Heart
Janji Sepasang Merpati
...
TS
louise.hansamu
Janji Sepasang Merpati
cerita ini sudah ditulis bertahun-tahun yang lalu.....
namun entah kenapa inspirasi itu tak kunjung jua datang dan berakhir....
bagi agan, sista, dan brother yang mau membaca.....
here's the story:
JANJI SEPASANG MERPATI
namun entah kenapa inspirasi itu tak kunjung jua datang dan berakhir....
bagi agan, sista, dan brother yang mau membaca.....
here's the story:
JANJI SEPASANG MERPATI
anasabila memberi reputasi
1
13.4K
125
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
louise.hansamu
#2
Chapter 1-2
Kriek!!!!
Dihempaskannya tas ransel yang dibawanya ke meja, setelah itu merebahkan dirinya di kasur untuk melepas kepenatan. Jam setengah empat sore ini dia ada shift jaga di restoran yang tidak bisa ditinggalkannya walaupun perasaanya sedang kacau seperti ini.
Suara dering Hp berbunyi...Sweet Dream..itu lagu yang khusus dipakai untuk nada panggilan Rendra. Dengan malas disambarnya Hp yang tergeletak di meja belajar.
Ya hallo? Ada apalagi, Ndra? Aku kan udah bilang jangan telpon aku dulu! Kamu tuh ngerti ga sih sambil mencoba mengatur nafasnya yang naik-turun menahan kekesalannya yang bertumpuk-tumpuk sejak siang tadi.
Gimana ga kesel kalau lagi-lagi Rendra melakukan kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya, jalan dengan cewek lain.
"Tapi Line..please..aku bisa jelasin semua. Tolong Aline, aku benar-benar khilaf. Aku janji ga akan mengulanginya lagi. Please....
Bullshit!! Janji kamu palsu ga ada yang bener-bener kamu tepatin. Cukup Ndra...ini udah cukup! klik!! Ditutupnya flip HP.
Jarum pendek jam dinding sudah menunjukkan angka tiga , artinya dia harus cepat-cepat bersiap untuk pergi ke restoran kalau tidak mau tantenya ngomel-ngomel ga jelas.
Cepat-cepat dibereskannya apa saja yang harus dibawanya.
Sore ini sepertinya dia harus memakai motornya Ryan sepupunya kalau tidak mau terlambat karena tidak mungkin meminta bantuan Rendra untuk mengantarnya.
Kamu terlambat 10 menit. Cepat ganti baju kamu dengan baju kerja. Jangan sampai pelanggan menunggu! perintah tantenya yang tentunya sambil mengawasi pekerjaan anak buahnya yang lain.
Umph...capek juga ngebut di jalanan, untung tadi ga ketemu polisi.
Bisa berabe ntar kalau ditilang.
Motor Ryan bisa disita dan gaji bulanannya akan dipotong oleh tantenya.
Cepat-cepat dimasukkan barangnya ke locker kemudian keluar melayani pelanggan.
Family Restoran selamat siang, ada yang bisa kami bantu? sapanya saat ada tamu masuk. Sekelompok mahasiwa sepertinya terlihat dari penampilannya.
Eh, kamu Aline kan? Ceweknya Rendra kan? sapa seorang cewek yang terlihat paling ramah diantara mereka.
Mmm...bukan. Nama saya memang Aline tapi saya bukan ceweknya Rendra. Maaf, mau pesan apa?
Oo..gitu. Maaf ya. Mm..saya pesan french fries sama orange juice. Kalian pesan apa? sambil terus melihat-lihat terus daftar menu.
Sama kayak kamu aja deh. Kalian kalo kamu gimana, El, Cha?
Kita sama aja deh cewek yang dipanggil El menjawab.
Ya udah, kita pesan empat french fries sama empat orange juice aja. Oiya, by the way..namaku Metha, sambil mengulurkan tangannya, yang kemudian disambutnya walau cepat-cepat, takut ketahuan tante Monica,
ini Lila, yang itu Elly dan satunya Icha. Kemudian disalaminya mereka dengan cepat dan pergi ke dapur.
Setelah Aline berlalu dari hadapan mereka, cewek-cewek itu mulai membicarakannya.
Tha, elo yakin itu tadi ceweknya Rendra? Ga salah liat lo? Biasa aja gitu cewek yang bernama Lila langsung membuka pembicaraan.
Tapi dia punya inner beauty. Aku bisa ngelihatnya. Mo salah mo ga, tapi Rendra seharusnya beruntung punya cewek kayak dia, selain kuliah masih sempet nyari duit sendiri dengan bekerja di restoran ini
Eh, lo kok malah jadi belain dia sih! Kita kesini kan mau menyelidiki dia. Ingat dong tujuan utama kita kesini. Sekarang cewek yang bernama Elly ikutan nimbrung.
Iya bener kata Elly. Kamu gimana sih, Tha. Masa lupa sama misi sendiri? Icha akhirnya buka mulut juga.
"Bukannya aku lupa sama misi kita buat cari informasi tentang dia. Tapi apakah berkemanusiaan kalau cewek sebaik Aline kita sakitin. Aku ga yakin... sambil menopanglan dagu di kedua tangannya.
Diterawangnya dari kejauahan kesibukan Aline di dapur yang sedikit terlihat dari luar.
Pasti malam minggu gini restoran bakal rame karena dilihatnya beberapa meja sudah penuh terisi.
Itu bisa diurus belakangan. Sekarang masalahnya gimana kita bisa singkirin dia dari sisi Rendra biar Seira bisa jadian sama dia
Entahlah...kita lihat aja nanti. Eh tuh anaknya dah dateng.
Ini pesanannya empat french fries dan empat orange juice. Ada yang diperlukan lagi? tanyanya.
Oh, saat ini nggak. Mungkin ntar aja. Thakns sahut Metha.
Seperginya Aline, mereka membicarakannya lagi. Tuh apa aku bilang..dia anaknya sopan gitu
Sopan apaan Tha, kalo mau jadi pel;ayan restoran ya harus kayak gitu, ga boleh nggak Icha menimpali
Udahlah ga usah kita bahas lagi. Yang penting ada yang bisa kita laporin ma Seira sambil asyik makan french friesnya.
Metha tidak mau ambil pusing karena miisi ini, karena jauh di lubuk hatinya dia tidak suka dengan sikap Seira yang begitu agresif itu walaupun dia sahabatnya sendiri.
--continued Chapter 1-3--
Dihempaskannya tas ransel yang dibawanya ke meja, setelah itu merebahkan dirinya di kasur untuk melepas kepenatan. Jam setengah empat sore ini dia ada shift jaga di restoran yang tidak bisa ditinggalkannya walaupun perasaanya sedang kacau seperti ini.
Suara dering Hp berbunyi...Sweet Dream..itu lagu yang khusus dipakai untuk nada panggilan Rendra. Dengan malas disambarnya Hp yang tergeletak di meja belajar.
Ya hallo? Ada apalagi, Ndra? Aku kan udah bilang jangan telpon aku dulu! Kamu tuh ngerti ga sih sambil mencoba mengatur nafasnya yang naik-turun menahan kekesalannya yang bertumpuk-tumpuk sejak siang tadi.
Gimana ga kesel kalau lagi-lagi Rendra melakukan kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya, jalan dengan cewek lain.
"Tapi Line..please..aku bisa jelasin semua. Tolong Aline, aku benar-benar khilaf. Aku janji ga akan mengulanginya lagi. Please....
Bullshit!! Janji kamu palsu ga ada yang bener-bener kamu tepatin. Cukup Ndra...ini udah cukup! klik!! Ditutupnya flip HP.
Jarum pendek jam dinding sudah menunjukkan angka tiga , artinya dia harus cepat-cepat bersiap untuk pergi ke restoran kalau tidak mau tantenya ngomel-ngomel ga jelas.
Cepat-cepat dibereskannya apa saja yang harus dibawanya.
Sore ini sepertinya dia harus memakai motornya Ryan sepupunya kalau tidak mau terlambat karena tidak mungkin meminta bantuan Rendra untuk mengantarnya.
*-*-*
Kamu terlambat 10 menit. Cepat ganti baju kamu dengan baju kerja. Jangan sampai pelanggan menunggu! perintah tantenya yang tentunya sambil mengawasi pekerjaan anak buahnya yang lain.
Umph...capek juga ngebut di jalanan, untung tadi ga ketemu polisi.
Bisa berabe ntar kalau ditilang.
Motor Ryan bisa disita dan gaji bulanannya akan dipotong oleh tantenya.
Cepat-cepat dimasukkan barangnya ke locker kemudian keluar melayani pelanggan.
Family Restoran selamat siang, ada yang bisa kami bantu? sapanya saat ada tamu masuk. Sekelompok mahasiwa sepertinya terlihat dari penampilannya.
Eh, kamu Aline kan? Ceweknya Rendra kan? sapa seorang cewek yang terlihat paling ramah diantara mereka.
Mmm...bukan. Nama saya memang Aline tapi saya bukan ceweknya Rendra. Maaf, mau pesan apa?
Oo..gitu. Maaf ya. Mm..saya pesan french fries sama orange juice. Kalian pesan apa? sambil terus melihat-lihat terus daftar menu.
Sama kayak kamu aja deh. Kalian kalo kamu gimana, El, Cha?
Kita sama aja deh cewek yang dipanggil El menjawab.
Ya udah, kita pesan empat french fries sama empat orange juice aja. Oiya, by the way..namaku Metha, sambil mengulurkan tangannya, yang kemudian disambutnya walau cepat-cepat, takut ketahuan tante Monica,
ini Lila, yang itu Elly dan satunya Icha. Kemudian disalaminya mereka dengan cepat dan pergi ke dapur.
Setelah Aline berlalu dari hadapan mereka, cewek-cewek itu mulai membicarakannya.
Tha, elo yakin itu tadi ceweknya Rendra? Ga salah liat lo? Biasa aja gitu cewek yang bernama Lila langsung membuka pembicaraan.
Tapi dia punya inner beauty. Aku bisa ngelihatnya. Mo salah mo ga, tapi Rendra seharusnya beruntung punya cewek kayak dia, selain kuliah masih sempet nyari duit sendiri dengan bekerja di restoran ini
Eh, lo kok malah jadi belain dia sih! Kita kesini kan mau menyelidiki dia. Ingat dong tujuan utama kita kesini. Sekarang cewek yang bernama Elly ikutan nimbrung.
Iya bener kata Elly. Kamu gimana sih, Tha. Masa lupa sama misi sendiri? Icha akhirnya buka mulut juga.
"Bukannya aku lupa sama misi kita buat cari informasi tentang dia. Tapi apakah berkemanusiaan kalau cewek sebaik Aline kita sakitin. Aku ga yakin... sambil menopanglan dagu di kedua tangannya.
Diterawangnya dari kejauahan kesibukan Aline di dapur yang sedikit terlihat dari luar.
Pasti malam minggu gini restoran bakal rame karena dilihatnya beberapa meja sudah penuh terisi.
Itu bisa diurus belakangan. Sekarang masalahnya gimana kita bisa singkirin dia dari sisi Rendra biar Seira bisa jadian sama dia
Entahlah...kita lihat aja nanti. Eh tuh anaknya dah dateng.
Ini pesanannya empat french fries dan empat orange juice. Ada yang diperlukan lagi? tanyanya.
Oh, saat ini nggak. Mungkin ntar aja. Thakns sahut Metha.
Seperginya Aline, mereka membicarakannya lagi. Tuh apa aku bilang..dia anaknya sopan gitu
Sopan apaan Tha, kalo mau jadi pel;ayan restoran ya harus kayak gitu, ga boleh nggak Icha menimpali
Udahlah ga usah kita bahas lagi. Yang penting ada yang bisa kita laporin ma Seira sambil asyik makan french friesnya.
Metha tidak mau ambil pusing karena miisi ini, karena jauh di lubuk hatinya dia tidak suka dengan sikap Seira yang begitu agresif itu walaupun dia sahabatnya sendiri.
--continued Chapter 1-3--
regmekujo dan mmuji1575 memberi reputasi
2