- Beranda
- The Lounge
10 Obyek Wisata Imlek & Cap Go Meh Di Indonesia
...
TS
FrankAlvino08
10 Obyek Wisata Imlek & Cap Go Meh Di Indonesia
Spoiler for no repost:

Quote:
Quote:
10 Obyek Wisata Imlek & Cap Go Meh Di Indonesia

Quote:
WARGA Tionghoa atau China memiliki ciri tersendiri dari merayakan pergantian tahun. Biasanya acara pergantian tahun disebut dengan perayaan imlek.
Perayaaan Imlek identik dengan pernak-pernik dan kebiasaan para pelakunya, seperti membagi-bagikan angpau kepada yang lebih muda atau belum menikah, pertunjukan Barongsai dan Liong, kue keranjang, dan berkunjung ke rumah kerabat dan teman.
Imlek dirayakan selama 15 hari berturut-turut dan hari puncaknya disebut dengan Cap Go Meh. Dalam tradisi Hokkian, malam ke-15 merupakan puncak perayaan Imlek, oleh karenanya Cap Go Meh dirayakan secara khusus.
Bagi mereka yang senang traveling, perayaan Imlek dan Cap Go Meh dengan segala macam atributnya menjadi daya tarik tersendiri. Di Indonesia ada sejumlah tempat menarik yang ramai dikunjungi orang untuk menjalani, menikmati arsitektur khas, dan merekam prosesi kegiatan seputar Imlek dan Cap Go Meh. Dari sejumlah tempat itu, ada 10 tempat untuk berwisata Imlek & Cap Go Meh seperti terangkum di bawah ini.
Perayaaan Imlek identik dengan pernak-pernik dan kebiasaan para pelakunya, seperti membagi-bagikan angpau kepada yang lebih muda atau belum menikah, pertunjukan Barongsai dan Liong, kue keranjang, dan berkunjung ke rumah kerabat dan teman.
Imlek dirayakan selama 15 hari berturut-turut dan hari puncaknya disebut dengan Cap Go Meh. Dalam tradisi Hokkian, malam ke-15 merupakan puncak perayaan Imlek, oleh karenanya Cap Go Meh dirayakan secara khusus.
Bagi mereka yang senang traveling, perayaan Imlek dan Cap Go Meh dengan segala macam atributnya menjadi daya tarik tersendiri. Di Indonesia ada sejumlah tempat menarik yang ramai dikunjungi orang untuk menjalani, menikmati arsitektur khas, dan merekam prosesi kegiatan seputar Imlek dan Cap Go Meh. Dari sejumlah tempat itu, ada 10 tempat untuk berwisata Imlek & Cap Go Meh seperti terangkum di bawah ini.
Quote:
Quote:
Kelenteng & Pasar Petak Sembilan, Jakarta

Quote:
Jakarta memiliki seratus lebih kelenteng. Beberapa diantaranya berusia uzur, salah satunya Kelenteng Petak Sembilan. Kelenteng ini dikelilingi tembok. Pintu utamanya berada di Selatan, berupa gapura naga merah. Sebelah kiri gerbang ada deretan tiga kelenteng tua. Di halaman kedua terdapat kelenteng utama menghadap Selatan berikut dua singa (Bao Gu Shi) yang konon berasal dari Provinsi Kwangtung, Tiongkok Selatan.
Gedung utama Petak Sembilan didominasi warna merah. Atap bangunannya melengkung ke atas, berhias sepasang naga. Di dalam ruangannya terdapat puluhan lilin berukuran besar, setinggi badan orang dewasa dan ratusan lilin-lilin kecil yang menyala. Di bagian samping kiri gedung utama terdapat bekas kamar-kamar para rahib. Sedangkan di pojok kanan halaman belakang terdapat sebuah lonceng buatan tahun 1825 yang konon merupakan lonceng tertua dari semua kelenteng di Jakarta.
Menjelang perayaan imlek, biasanya para petugas di kelenteng ini sibuk membersihkan dan mengecat ulang pagar besi dengan cat berwarna merah. Kelenteng ini tak pernah sepi pengunjung, terutama masyarakat Tionghoa yang ingin bersembahyang. Banyak pula para peziarah dan wisatawan yang datang sambil melihat aktivitas ritual pengunjungnya. Keindahan dan kekhasan kelenteng ini, juga kerap dijadikan obyek pemotretan para penggemar fotografi dan juga lokasi syuting video musik.
Kemeriahan menjelang Imlek juga terlihat di sejumlah pasar tradisional yang biasa dikunjungi masyarakat Tionghoa, seperti Pasar Petak Sembilan di seberang pusat elektronik Glodok, Jakarta Barat. Pasar ini tak pernah sepi, terlebih 10 hari menjelang Imlek. Banyak warga keturunan Tionghoa dari berbagai pelosok Jakarta datang ke pasar ini untuk membeli pernak-pernik Imlek dan penganan khas Imlek seperti kue keranjang berupa dodol khas China yang dibungkus daun atau plastik. Kue ini diburu pembeli untuk dimakan sendiri, diantar ke sanak keluarga dan rekan serta untuk sembahyang.
Gedung utama Petak Sembilan didominasi warna merah. Atap bangunannya melengkung ke atas, berhias sepasang naga. Di dalam ruangannya terdapat puluhan lilin berukuran besar, setinggi badan orang dewasa dan ratusan lilin-lilin kecil yang menyala. Di bagian samping kiri gedung utama terdapat bekas kamar-kamar para rahib. Sedangkan di pojok kanan halaman belakang terdapat sebuah lonceng buatan tahun 1825 yang konon merupakan lonceng tertua dari semua kelenteng di Jakarta.
Menjelang perayaan imlek, biasanya para petugas di kelenteng ini sibuk membersihkan dan mengecat ulang pagar besi dengan cat berwarna merah. Kelenteng ini tak pernah sepi pengunjung, terutama masyarakat Tionghoa yang ingin bersembahyang. Banyak pula para peziarah dan wisatawan yang datang sambil melihat aktivitas ritual pengunjungnya. Keindahan dan kekhasan kelenteng ini, juga kerap dijadikan obyek pemotretan para penggemar fotografi dan juga lokasi syuting video musik.
Kemeriahan menjelang Imlek juga terlihat di sejumlah pasar tradisional yang biasa dikunjungi masyarakat Tionghoa, seperti Pasar Petak Sembilan di seberang pusat elektronik Glodok, Jakarta Barat. Pasar ini tak pernah sepi, terlebih 10 hari menjelang Imlek. Banyak warga keturunan Tionghoa dari berbagai pelosok Jakarta datang ke pasar ini untuk membeli pernak-pernik Imlek dan penganan khas Imlek seperti kue keranjang berupa dodol khas China yang dibungkus daun atau plastik. Kue ini diburu pembeli untuk dimakan sendiri, diantar ke sanak keluarga dan rekan serta untuk sembahyang.
Spoiler for picture:
Spoiler for picture:
Spoiler for picture:
Spoiler for picture:
Spoiler for picture:
Quote:
Quote:
Kota Seribu Kelenteng, Singkawang, Kalimantan Barat

Quote:
Singkawang setiap perayaan Imlek dan Cap Gomeh rutin menggelar acara secara besar-besaran. Ada lima acara besar yang kerap diadakan seperti lomba hias lampion se-Kota Singkawang, malam kesenian yang dilaksanakan pada malam Imlek, pawai kendaraan hias, Cap Go Meh, dan malam ramah tamah. Dalam parade kendaraan hias kita dapat menyaksikan Tatung, Loya, dan Barongsai.
Di kota ini saat acara Cap Go Meh, kita dapat menyaksikan pertunjukan Tatung. Tatung adalah media utama Cap Go Meh. Atraksi Tatung dipenuhi dengan mistik dan menegangkan, karena banyak orang kesurupan, dan orang-orang inilah yang disebut Tatung. Uniknya di Singkawang banyak pribumi atau orang Dayak yang juga turut serta menjadi Tatung, mereka terdorong berpartisipasi karena ritual Tatung mirip upacara adat Dayak.
Di kota ini saat acara Cap Go Meh, kita dapat menyaksikan pertunjukan Tatung. Tatung adalah media utama Cap Go Meh. Atraksi Tatung dipenuhi dengan mistik dan menegangkan, karena banyak orang kesurupan, dan orang-orang inilah yang disebut Tatung. Uniknya di Singkawang banyak pribumi atau orang Dayak yang juga turut serta menjadi Tatung, mereka terdorong berpartisipasi karena ritual Tatung mirip upacara adat Dayak.
Spoiler for picture:
Spoiler for picture:
Spoiler for picture:
Spoiler for picture:
Quote:
Quote:
Kelenteng Sampo Kong, Semarang

Quote:
Gedong Batu Sam Po Kong adalah petilasan, bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama Laksamana China bernama Zheng Ho(Cheng Ho) atau juga dikenal sebagai Sam Po Tay Djien. Terletak di daerah Simongan, sebelah Barat Daya Kota Semarang. Disebut Gedong Batu karena bentuknya berupa Gua Batu besar di kaki Bukit Batu. Gedung ini kini menjadi tempat peringatan, sembahyang, dan berziarah. Di dalam gua batu ada altar dan patung-patung Sam Po Tay Djien.
Pada malam Imlek dan Cap Go Meh masyarakat berbondong-bondong ke Kelenteng Gedong Batu. Mereka ada yang bersembahyang dan banyak pula yang sengaja datang untuk menyaksikan aneka pertunjukan rakyat dan wayang kulit sejak malam hingga dini hari. Di sana banyak pedagang beragam penganan seperti lontong cap gomeh dan wedang dari kacang godhog, tebu, sekoteng, dan ronde.
Pada malam Imlek dan Cap Go Meh masyarakat berbondong-bondong ke Kelenteng Gedong Batu. Mereka ada yang bersembahyang dan banyak pula yang sengaja datang untuk menyaksikan aneka pertunjukan rakyat dan wayang kulit sejak malam hingga dini hari. Di sana banyak pedagang beragam penganan seperti lontong cap gomeh dan wedang dari kacang godhog, tebu, sekoteng, dan ronde.
Spoiler for picture:
Spoiler for picture:
Spoiler for picture:
Quote:
Quote:
Kelenteng Hok Tek Bio, Bogor

Quote:
Kelenteng (Vihara Dhanagun) ini terletak di Jalan Suryakencana No.1, tepatnya di sisi kiri bangunan Bogor Plaza, Kota Bogor. Setiap perayaan Imlek dan Cap Go Meh biasanya menggelar kesenian Tionghoa seperti barongsai dan pertunjukan Liong (naga). Selain itu juga ada pertunjukan tanjidor, jaipongan, sisingaan, dan reog Ponorogo. Acara itu berlangsung sejak sore hingga dini hari. Pengunjung yang datang bukan hanya warga sekitar melainkan juga dari Bekasi, Sukabumi, Cianjur, Depok, Tanggerang, Jakarta, Bandung, Semarang, bahkan Surabaya.
Spoiler for picture:
Spoiler for picture:
Spoiler for picture:
Spoiler for picture:
Quote:
Quote:
Phak Khak Liang & Vihara Dewi Kwan Im, Bangka

Quote:
Kedua tempat bernilai histori religi ini bisa menjadi pilihan Anda untuk berwisata Imlek & Cap Go Meh. Phak Khak Liang menjadi saksi bisu sejarah penambangan timah di Bangka yang kemudian dijadikan kawasan wisata yang dipenuhi bangunan bergaya China.
Lokasinya berada di Belinyu, 57 Km dari Sungailiat. Selain itu ada Makam Cok Tien, putri dari Bong Kiung Fu, seorang tokoh China yang mendirikan Benteng Kuto Panji. Makam ini berada di benteng, 1,5 Km dari Kota Belinyu. Sedangkan Vihara Dewi Kwan Im berada di Desa Jelitik, sekitar 15 Km dari Kota Sungailiat, tepatnya di bawah kaki bukit yang dialiri sungai. Oleh warga keturunan Tionghoa di sana, airnya dipercaya dapat menyebuhkan berbagai penyakit dan bisa bikin awet muda. Di obyek ini terdapat kolam pemandian dan vihara kecil untuk sembahyang
Lokasinya berada di Belinyu, 57 Km dari Sungailiat. Selain itu ada Makam Cok Tien, putri dari Bong Kiung Fu, seorang tokoh China yang mendirikan Benteng Kuto Panji. Makam ini berada di benteng, 1,5 Km dari Kota Belinyu. Sedangkan Vihara Dewi Kwan Im berada di Desa Jelitik, sekitar 15 Km dari Kota Sungailiat, tepatnya di bawah kaki bukit yang dialiri sungai. Oleh warga keturunan Tionghoa di sana, airnya dipercaya dapat menyebuhkan berbagai penyakit dan bisa bikin awet muda. Di obyek ini terdapat kolam pemandian dan vihara kecil untuk sembahyang
Spoiler for picture:
Lanjutkan Di Bawah
0
55.6K
Kutip
2.4K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
FrankAlvino08
#3
Bantu rate 5 nya
koment dari kaskuser
Quote:
Original Posted By gorbachev27►gan, ane org jakarta lg berburu suasana imlek yg berbeda.. Ane br aja ke senggarang.. Bbrp menit lalu.. Ada 2 tmpt ibadah, ada klenteng dan vihara..
Disini ada 2 patung giga dewi sribu tangan dan budha.. Keren2 gan.. Ane sbg org jakarta merekomendasikan.. Agan2 bisa naik psawat ke tanjung pinang kepri, bandara fisabililah, lanjut tran ke pasar trus ada dermaga kecil naik pong-pong (perahu kecil kaya buat ke pulau 1rb) 5 menit udah sampe ke senggarang....
Tanjung pinang adalah 1-1nya ibukota provinsi indonesia yg orang tionghoanya menduduki mayoritas kedua setelah melayu, disini byk org bicara dlm bahasa melayu dan mandaerin.. Jd berasa kaya di luar negeri
.. Masukin di pejwan ya gan..![kaskus-image]()
Disini ada 2 patung giga dewi sribu tangan dan budha.. Keren2 gan.. Ane sbg org jakarta merekomendasikan.. Agan2 bisa naik psawat ke tanjung pinang kepri, bandara fisabililah, lanjut tran ke pasar trus ada dermaga kecil naik pong-pong (perahu kecil kaya buat ke pulau 1rb) 5 menit udah sampe ke senggarang....
Tanjung pinang adalah 1-1nya ibukota provinsi indonesia yg orang tionghoanya menduduki mayoritas kedua setelah melayu, disini byk org bicara dlm bahasa melayu dan mandaerin.. Jd berasa kaya di luar negeri
.. Masukin di pejwan ya gan..
Quote:
Original Posted By anachinlik►kesawan square Medan dah gak ada lagi.....
dah tutup.....
dah tutup.....
Quote:
Original Posted By kuryuu►Singkawang cap co meh taun lalu bikin kue raksasa kan?
taun ini bikin apa ya disana?

gong xi gong xi! xin nian kuai le! wan she ru yi
taun ini bikin apa ya disana?


gong xi gong xi! xin nian kuai le! wan she ru yi

Quote:
Original Posted By xzorax►hooreee...kelenteng ane masuk!!
ane orang Hok Tek Bio d Bogor, gan...hehehe...
ane orang Hok Tek Bio d Bogor, gan...hehehe...
Quote:
Original Posted By Erdond►Kesawan Square uda tutup sejak 3 taon lalu bro..
Quote:
Original Posted By Huaaamz►cap go me di Palembang tuh di Pulau Kemaro gan
tuh bnyk bgt turis dari luar yang dateng
tolong tampilin di page one
tuh bnyk bgt turis dari luar yang dateng
tolong tampilin di page one
Quote:
Original Posted By IFS.Oracle►Cap Go Meh, Pulau Kemaro
Pulau Kemaro terletak di daerah Palembang, Sumatera Selatan, tepatnya di tengah sungai Musi yang membelah kota Palembang. Kemaro sendiri merupakan bahasa Palembang, yang berarti kemarau. Menurut masyarakat Palembang, dinamakan pulau Kemaro karena pulau ini tidak pernah digenangi air. Walaupun volume air di sungai Musi meningkat, Pulau Kemaro tetap saja kering. Karena keunikan inilah, masyarakat sekitarnya menjulukinya sebagai Pulau Kemaro.
Pulau Kemaro terletak di sebuah delta yang berada di tengah-tengah sungai Musi, sekitar 5 km arah hulu. Di dalam pulau ini terdapat sebuah makam yang diyakini sebagai makan dari Putri Sriwijaya Siti Fatimah yang menceburkan diri ke Sungai Musi.
Menurut cerita, pada zaman dahulu seorang putri dari raja Sriwijaya bernama Siti Fatimah dilamar oleh putra raja dari negeri Tiongkok bernama Tan Bun Ann. Raja Sriwijaya ini mengajukan persyaratan yang harus dipenuhi oleh Tan Bun Ann. Persyaratannya adalah Tan Bun Ann harus menyediakan 9 guci berisi emas. Keluarga Tan Bun Ann pun menerima syarat yang diajukan itu. Untuk menghindari bajak laut, emas yang berada di dalam guci-guci itu dilapisi sayur-mayur oleh keluarga tanpa sepengetahuan Tan Bun Ann.
Pada suatu hari rombongan Tan Bun Ann tiba dari Tiongkok dengan 9 guci emas yang telah dijanjikan. Namun, setelah diminta menunjukkan isi gucinya oleh raja Sriwijaya, Tan Bun Ann terkejut karena melihat sayur mayur di dalam 9 guci yang dibawanya. Karena kaget dan marah, tanpa memeriksa terlebih dahulu, Tan Bun Ann langsung melemparkan guci-guci tersebut ke dalam Sungai Musi. Tetapi pada guci yang terakhir, terhempas pada dinding kapal dan pecah berantakan, sehingga terlihatlah kepingan emas yang berada di dalamnya.
Rasa penyesalan yang membuat Tan Bun Ann mengambil keputusan tak terduga, ia menceburkan diri ke dalam Sungai Musi. Melihat kejadian tersebut, Siti Fatimah ikut menceburkan diri ke sungai, sambil berkata, Bila suatu saat ada tanah yang tumbuh di tepi sungai ini, maka di situlah kuburan saya. Dan ternyata benar, tiba-tiba dari bawah sungai timbul gundukan tanah yang akhirnya sekarang menjadi pulau Kemaro ini.
Apabila kita berkunjung ke pulau Kemaro, akan didapati tiga buah gundukan tanah yang menyerupai batu karang, dimana setiap gundukan diberi semacam atap dari kayu dan diberi batu nisan dengan tulisan Tiongkok yang didominasi warna merah. Menurut cerita, gundukan tanah yang di tengah adalah makam sang putri. Sedangkan dua gundukan tanah yang ada di sebelanya merupakan makam ajudan dari pangeran Tiongkok dan dayang kepercayaan sang putri. Hingga kini makam-makam tersebut masih terawat baik sebagai legenda pulau Kemaro.
![kaskus-image]()
Pulau ini akan ramai di datangi oleh para pengunjung etnis cina baik dari dalam maupun luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Cina dan beberapa negara lainnya terutama pada saat Cap Go Me (15 hari setelah Imlek) , dan di sana ada sebuah pohon langka yang di sebut pohon cinta dimana apa bila pasangan muda-mudi yg berpacaran apabila mengukir nama mereka konon cinta mereka akan berlanjut ke pelaminan.
Pulau Kemaro terletak di daerah Palembang, Sumatera Selatan, tepatnya di tengah sungai Musi yang membelah kota Palembang. Kemaro sendiri merupakan bahasa Palembang, yang berarti kemarau. Menurut masyarakat Palembang, dinamakan pulau Kemaro karena pulau ini tidak pernah digenangi air. Walaupun volume air di sungai Musi meningkat, Pulau Kemaro tetap saja kering. Karena keunikan inilah, masyarakat sekitarnya menjulukinya sebagai Pulau Kemaro.
Pulau Kemaro terletak di sebuah delta yang berada di tengah-tengah sungai Musi, sekitar 5 km arah hulu. Di dalam pulau ini terdapat sebuah makam yang diyakini sebagai makan dari Putri Sriwijaya Siti Fatimah yang menceburkan diri ke Sungai Musi.
Menurut cerita, pada zaman dahulu seorang putri dari raja Sriwijaya bernama Siti Fatimah dilamar oleh putra raja dari negeri Tiongkok bernama Tan Bun Ann. Raja Sriwijaya ini mengajukan persyaratan yang harus dipenuhi oleh Tan Bun Ann. Persyaratannya adalah Tan Bun Ann harus menyediakan 9 guci berisi emas. Keluarga Tan Bun Ann pun menerima syarat yang diajukan itu. Untuk menghindari bajak laut, emas yang berada di dalam guci-guci itu dilapisi sayur-mayur oleh keluarga tanpa sepengetahuan Tan Bun Ann.
Pada suatu hari rombongan Tan Bun Ann tiba dari Tiongkok dengan 9 guci emas yang telah dijanjikan. Namun, setelah diminta menunjukkan isi gucinya oleh raja Sriwijaya, Tan Bun Ann terkejut karena melihat sayur mayur di dalam 9 guci yang dibawanya. Karena kaget dan marah, tanpa memeriksa terlebih dahulu, Tan Bun Ann langsung melemparkan guci-guci tersebut ke dalam Sungai Musi. Tetapi pada guci yang terakhir, terhempas pada dinding kapal dan pecah berantakan, sehingga terlihatlah kepingan emas yang berada di dalamnya.
Rasa penyesalan yang membuat Tan Bun Ann mengambil keputusan tak terduga, ia menceburkan diri ke dalam Sungai Musi. Melihat kejadian tersebut, Siti Fatimah ikut menceburkan diri ke sungai, sambil berkata, Bila suatu saat ada tanah yang tumbuh di tepi sungai ini, maka di situlah kuburan saya. Dan ternyata benar, tiba-tiba dari bawah sungai timbul gundukan tanah yang akhirnya sekarang menjadi pulau Kemaro ini.
Apabila kita berkunjung ke pulau Kemaro, akan didapati tiga buah gundukan tanah yang menyerupai batu karang, dimana setiap gundukan diberi semacam atap dari kayu dan diberi batu nisan dengan tulisan Tiongkok yang didominasi warna merah. Menurut cerita, gundukan tanah yang di tengah adalah makam sang putri. Sedangkan dua gundukan tanah yang ada di sebelanya merupakan makam ajudan dari pangeran Tiongkok dan dayang kepercayaan sang putri. Hingga kini makam-makam tersebut masih terawat baik sebagai legenda pulau Kemaro.
Pulau ini akan ramai di datangi oleh para pengunjung etnis cina baik dari dalam maupun luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Cina dan beberapa negara lainnya terutama pada saat Cap Go Me (15 hari setelah Imlek) , dan di sana ada sebuah pohon langka yang di sebut pohon cinta dimana apa bila pasangan muda-mudi yg berpacaran apabila mengukir nama mereka konon cinta mereka akan berlanjut ke pelaminan.
Quote:
Original Posted By buddye_shelly►nambahin gan klenteng Boen Tek Bio
![kaskus-image]()
Berbicara tentang Kelenteng Boen Tek Bio tidak terlepas dari sejarah Kota Tangerang dan keberadaan orang Tionghoa di Tangerang.
Mengenai kedatangan orang Tionghoa pertama kali ke Tangerang belum diketahui secara pasti. Dalam kitab sejarah Sunda yang berjudul?Tina Layang Parahyang?(Catatan dari Parahyangan) disebut tentang kedatangan orang Tionghoa ke daerah Tangerang. Kitab tersebut menceritakan tentang mendaratnya rombongan Tjen Tjie Lung (Halung) di muara sungai Cisadane yang sekarang diberi nama Teluk Naga pada tahun 1407. pada waktu itu pusat pemerintahan ada di sekitar pusat kota sekarang, yang diperintah oleh Sanghyang Anggalarang selaku wakil dari Sanghyang Banyak Citra dari Kerajaan Parahyangan. Perahu rombongan Halung terdampat dan mengalami kerusakan juga kehabisan perbekalan. Daerah tujuan yang semula ingin dikunjungi adalah Jayakarta..
lengkap di : http://kelenteng.com/kelenteng-boen-...bio-tangerang/

Berbicara tentang Kelenteng Boen Tek Bio tidak terlepas dari sejarah Kota Tangerang dan keberadaan orang Tionghoa di Tangerang.
Mengenai kedatangan orang Tionghoa pertama kali ke Tangerang belum diketahui secara pasti. Dalam kitab sejarah Sunda yang berjudul?Tina Layang Parahyang?(Catatan dari Parahyangan) disebut tentang kedatangan orang Tionghoa ke daerah Tangerang. Kitab tersebut menceritakan tentang mendaratnya rombongan Tjen Tjie Lung (Halung) di muara sungai Cisadane yang sekarang diberi nama Teluk Naga pada tahun 1407. pada waktu itu pusat pemerintahan ada di sekitar pusat kota sekarang, yang diperintah oleh Sanghyang Anggalarang selaku wakil dari Sanghyang Banyak Citra dari Kerajaan Parahyangan. Perahu rombongan Halung terdampat dan mengalami kerusakan juga kehabisan perbekalan. Daerah tujuan yang semula ingin dikunjungi adalah Jayakarta..
lengkap di : http://kelenteng.com/kelenteng-boen-...bio-tangerang/
Quote:
Quote:
Original Posted By nDoroKanjeng►prasaan namanya Kya-kya, bukan Kia-kia deh...
emang masih ada y pusat jajanan malem dsana? udh gak pernah denger..
Kya-kya doeloe
![kaskus-image]()
Kya-kya siang
![kaskus-image]()
Kya-kya malam
![kaskus-image]()
emang masih ada y pusat jajanan malem dsana? udh gak pernah denger..

Kya-kya doeloe

Kya-kya siang

Kya-kya malam

Quote:
Quote:
Quote:
Kunjungi thread yang ini juga yah :
Pesawat Jet Tempur Siluman China J-20
Melihat arsitektur apartemen pentominium, di Dubai
Losail International Circuit, Sirkuit Pembuka motoGP 2011
Jalan Jalan Ke kota Salzburg, Austria
Badai es Ciptakan Seni
Lukisan penderitaan dan terluka para veteran
[Info]Kegunaan Lain Dari Minyak Sayur
Pesawat Jet Tempur Siluman China J-20
Melihat arsitektur apartemen pentominium, di Dubai
Losail International Circuit, Sirkuit Pembuka motoGP 2011
Jalan Jalan Ke kota Salzburg, Austria
Badai es Ciptakan Seni
Lukisan penderitaan dan terluka para veteran
[Info]Kegunaan Lain Dari Minyak Sayur
Quote:
0
Kutip
Balas


