Kaskus

Story

cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
Ketika Cinta Dipisahkan Oleh Kematian
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
xandlerAvatar border
xandler dan 2 lainnya memberi reputasi
3
96.2K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread2Anggota
Tampilkan semua post
cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
#197
Setelai selesai mandi aku langsung berpakaian rapi lalu langsung ke bawah untuk memberikan oleh-oleh kepada keluargaku. Sekarang adalah hari Minggu, jadi keluargaku semuanya berkumpul diruang tengah dan sedang asik mengobrol. Akupun langsung bergabung dan mengambil posisi duduk disebelah mas Bayu.

“ini buat mas Bayu” kataku sambil menyodorkan pajangan kepada mas Bayu
“waaah makasih dede ku yang nduut” kata mas bayu sambil meledek
“dan ini buat papah”
“makasih mba” kata papah sambil senyum
“nah yang ini buat mamah, semoga suka ya mah” kataku sambil memberikan kotak pada mamah
“waaahh mama suka sekalii.. makasih ya mba” kata mama sambil mencoba dress yang aku belikan
“dan yang ini buat bibi” kataku sambil memberikan kotak kepada bibi yang baru selesai meletakkan minuman untuk kami
“aduuh makasih ya mba, mba rara baik bgt” kata bibi dengan logat jawanya
“iya bibi sama-sama” kataku sambil senyum

Setelah selesai membagikan oleh-oleh, akupun pamit untuk pergi keluar sebentar . aku telfon kedua sahabatku ternyata kata orang rumah mereka sedang tidur, mungkin karna lelah. Akupun memutuskan untuk pergi sendiri. aku stopkan taksi, ku pergi ke pantai sendiri. merasakan angin pantai yang masih terasa sejuk meski sudah bercampur dengan polusi Jakarta. Aku melamun di pinggir pantai memandangi air laut yang terpantul dengan cahaya matahari. Indah sekali.

Fikiranku kembali akan sebuah nama masa lalu. Brono, ya dia orang yang membuat aku seperti ini. Dia yang datang dikehidupanku dengan mengatas namakan cinta dan meninggalkanku pergi begitu saja tanpa alasan setelah aku benar-benar mencintainya. Dia yang tiba-tiba databg dan pergi dikehidupanku tetapi aku masih saja membentangkan tanganku untuk menerimanya kembal di kehidupanku meski dia sudah menyakitiku.

Dia yang sampai sekarang masih memiliki tempat dihatiku namun sakit ini terlampau dalam karna cintanya. Dia yang telah sukses meninggalkan aku lalu menikah dengan wanita lain dan masih suka datang di kehidupanku dengan nama cinta. Dan dia yang masih ku cintai sampai kapanpun meski sekarang ada Rafi dihatiku.

Hah, rasa ini benar-benar menyiksaku. Ingin sekali aku melupakannya, melenyapkannya dari kehidupanku sehingga aku dapat bernafas lega tanpa beban sedikitpun. Aku harus melupakannya, aku harus. Toh Rafi ingin membantu menyembuhkan luka di hatiku. Dia sangat baik, berbanding terbalik dengan Brono yang hanya menyakitiku. Ku ambil handphoneku dari tas, ku cari nama Rafi dan ku kirimi dia sms, “tolong batu aku melupakan semua masa laluku” ku kirim kalimat itu, tak lama kemudian pesan balasan masuk, ku buka isinya “I WILL”. Sejenak aku tersenyum lalu ku balas “Thank You”

Aku tersenyum membaca sms dari Rafi. Dia begitu baik, tidak sepantasnya aku memperlakukan dia seperti ini. Sama aja aku menggantung perasaan dia, dan itu benar-benar tidak mengenakan. Aku harus membuka hatiku untuk Rafi. Aku yakin aku akan bahagia bersamanya.

Semangatku kembali muncul untuk menjalani hari-hariku yang baru. Tiba-tiba handphoneku kembali berbunyi, ada tulisan Ari di layar hpku.

“dimana Ra?” tanya Ari diseberang
“Pantai” jawabku singkat
“ko gak kasih tau kita sih??
“Ari sayaaaang, tadi gw telfon ke rumah, yang angkat si bibi dan bibi bilang lo lagi tidur. Trus gw telfon ke Rama katanya tidur juga, ya udah deh gw sendirian”
“oiya ya tadi gw ketiduran, ya udah lo jangan kemana-mana, gw sama Rama kesana deh. Bosen gw di rumah”
“ya udah”
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.