Kaskus

Story

cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
Ketika Cinta Dipisahkan Oleh Kematian
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
xandlerAvatar border
xandler dan 2 lainnya memberi reputasi
3
96.8K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.3KAnggota
Tampilkan semua post
cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
#168
Pesawat kami berangkat jam dua, dan kami segera menuju ke pesawat. Aku duduk dekat jendela, sebelahku Ari lalu Rama. Selama di pesawat aku hanya melamun memikirkan semua kejadian yang di Bali bersama Rafi. Saat dipantai dan makan malam bersama Rafi, dan aku ingat akan surat yang diberikan Rafi untukku melalui Ari. Ku buka surat itu lalu ke baca dengan seksama.

Dear Rara,

Sejak aku kenal kamu, ada yang aneh didadaku. Setiap aku inget kamu, kamu selalu deg-degkan, apalagi kalo aku lagi bareng-bareng sama kamu. Aku gak tau apa ini yang dinamakan cinta, tapi yang aku tau pasti aku gak mau kehilangan kamu dan selalu ingin disamping kamu, menjaga kamu, dan membuat kamu bahagia.semua terasa begitu menyenangkan saat aku bersama kamu.

Ra, aku tau kamu belum mau menjalin hubungan yang lebih serius karna masa lalu kamu. Tapi please Ra, izinkan aku untuk selalu ada disamping kamu, izinkan aku untuk ngebahagiain kamu, dan izinkan aku untuk menyembuhkan lukan dihati kamu.

Ra, aku sayang kamu. Aku suka kamu sejak pertama kali kita ketemu dipantai. Jujur, aku nyesel gak bisa nganterin kamu ke bandara karna siang ini aku ada meeting. Aku pasti akan kangen bgt sama kamu Ra, aku kangen senyum kamu yang manis dan semuanya tentang kamu. Satu bulan cukup lama untuk membuatku kangen sama kamu Ra.

Rara, tunggu aku di jakartamu..

Rafi


Ku lipat kembali surat itu, lalu ku masukkan ke dalam tas. Aku tertegun tidak menyangka Rafi menulis seperti itu. Senang sekali rasanya setelah tau rasa ini tidak bertepuk sebelah tangan. Namun tiba-tiba kenangan buruk akan masa lalu muncul kembali. Ketakukan akan menjalin sebuah hubungan dan pengkhianatan. Tanpa terasa air mata menetes dipipiku, sangat menyakitkan memang dan sangat sulit membuatku melupakan semua yang pernah terjadi.

Ari yang tepat disebelahku melihatku menangis dan langsung mengusap air mataku dengan tangannya. Dan menyandarkan kepalaku di pundaknya. Hah, tidak enak sekali kembali teringat akan masa lalu yang menyakitkan.

“ke inget masa lalu itu emang gak enak, apalagi masa lalu itu kurang baik. Cuma jadikan masa lalu itu batu loncatan untuk kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Bukan malah menjadikan ketakutan untuk menjalani masa depan.” Kata Ari sambil menenangkan aku

Akupun diam dengan air mata yang masih menetes di pipi. Mencoba tertidur didalam dekapan Ari untuk melupakan sejenak beban masa lalu yang menyesakkan. Tak terasa kami sudah sampai di Jakarta, dengan dijemput oleh Mas Bayu kami pulang ke rumah masing-masing.

Setelah sampai dirumah aku langsung mencium tangan kedua orang tuaku lalu pergi menuju kamar. Ku rebahkan badanku di kasur kesayanganku, ku pejamkan mata sejenak. Setelah itu aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang sudah lengket karna keringat. Ku buka pakaianku, ku nyalakan shower yang langsung menyiramku dengan air dingin dari ujung kepala sampai ujung kaki.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.