\tBerita pembantaian di city state Lensar dengan cepat merambat. Berbagai utusan dari city state lain mengabarkan jalan-jalan kota Lensar licin oleh lemak manusia. Apa yang tadinya diduga sebagai konflik teritorial semata telah berubah menjadi sebuah genosida total. Setelah menikmati saat-saat yang damai selama kurang lebih dua abad, benua Efesa kembali digoncangkan oleh fenomena yang besar.
\tSementara berbagai city state lain masih berada dalam kebingungan, Merwaith kembali mengambil langkah terlebih dahulu. Setelah memberikan istirahat yang sangat minim pada pasukannya, Merwaith mengarahkan perhatiannya pada Secratus, jantung dari benua Efesa.
\tSecratus merupakan imperial city state, pusat pemerintahan semua city state yang ada di Efesa. Dimana seluruh city state harus tunduk pada Kekaisaran yang terdapat di city state Socratus.
\tSementara tindakan city state Merwaith membuat city state lainnya kebingungan, pasukan Merwaith sendiri jauh lebih kebingungan di banding siapapun di benua Efesa. Mereka hanya berusaha menjalankan perintah dengan kebanggaan. Tapi perlahan-lahan para tentara mulai mempertanyakan kewarasan Lord mereka.
***
\tCarfelis, apa kau tidak berpikir ini terlalu mencurigakan? Sepertinya ada sesuatu yang salah dengan otak anak itu.
\tTampak dua orang dengan seragam militer tengah berbicara dengan pelan di lorong kediaman Lord Maximilian.
Sebenarnya yang ia lakukan masih wajar. Setelah kejadian di Lensar, cepat atau lambat semua city state akan menggempur kota ini. Kecuali si muda Maximilian dapat menggunakan keluarga Kekaisaran sebagai tamengnya. balas pria yang biasa di panggil Papa Leg itu.
\tBukan itu. Maksudku pembantaian dan semua invasi ini, kita tidak pernah bertindak seagresif ini sebelumnya. Ini semua terjadi terlalu tiba-tiba.
\tBila yang kau maksud adalah itu, Leon. Maka kau benar, aku juga cukup curiga. Ia berubah cukup drastis. DIa biasanya bermain-main dengan industri bukan dengan mesin perang. balas Papa Leg sambil mengelus janggut kasarnya.
\tCarfelis . . . Kurasa wanita itu meracuni pikirannya. Lady Phyliss. Lord Maximilian selalu mengunci dirinya dengan wanita itu dan hanya mendengar sarannya. bisik Leon dengan nada marah.
\tWell, kalau kau punya ide sebaiknya laksanakanlah dengan cepat. Aku hanya dapat mendukungmu sekarang, dalam beberapa hari lagi Maximilian akan kembali kembali mengirimku ke front depan. balas Papa Leg.
\tLeon tersenyum bersemangat, Sebenarnya aku memang merencanakan sesuatu. Malah mestinya sudah lama aku melakukan hal ini.
\tMari kita dengar rencanamu untuk wanita terkutuk itu-
\tTiba-tiba sebuah sebuah sosok muncul entah dari mana dan memotong pembicaraan mereka, Jendral Carfelis, apa kau punya sesuatu untuk di sampaikan padaku?
\tPapa Leg dan Leon terlonjak kaget, mereka mendapati Lady Phyliss sedang berjalan ke arah mereka dengan santainya. Entah bagaimana, mereka sama sekali tidak merasakan kehadiran Lady Phyliss sebelumnya.
\tPapa Leg mengeraskan wajahnya, Aku? Tidak, maksudku aku tidak punya apapun untuk dikatakan pada rubah licik seperti dirimu.
\tSetelah mengatakan hal tersebut Papa Leg langsung berjalan keluar dari lorong. Leon juga membuang napas dan mengikuti Papa Leg berjalan keluar. Sementar itu Lady Phyliss hanya menyilangkan tangannya dengan lembut dan tersenyum tipis ketika menyaksikan kedua pria tersebut pergi.
\t
***
\tDi sebuah ruang gudang dengan penerangan remang-remang dari lentera, sekitar dua lusin orang berkumpul dalam ruang kecil itu. Sebagian besar dari mereka memakai seragam militer Merwaith dan membawa senapan berbayonet.
\tTampak Leon dan Papa Leg berada di antara kelompok tersebut. Leon berdiri di tengah kelompok tersebut dan tampak tengah menjelaskan sesuatu.
\tSeperti yang kita tahu, bila Lord Maximilian berhasil menguasai Secratus maka city state kita akan menjadi bagian Kekaisaran. Ini merupakan sebuah rencana yang brilian.
\tSebagian orang-orang dalam kelompok itu tampak mengangguk kecil.
\tJika semua berjalan lancar maka keluarga Merwaith dapat memanfaatkan Kekaisaran dengan sepenuh hati. Tapi jika ada sesuatu yang salah maka akan terjadi lebih banyak konflik berdarah lainnya. Dan pada akhirnya apa yang kita dapat?
\tSekarang hampir semua orang di ruangan menggumam setuju.
\tTapi apapun yang terjadi nantinya aku yakin hasilnya tidak akan baik. Oleh sebab itu saudara-saudaraku. . . Sebaiknya kita secepatnya mengakhiri semua sandiwara berdarah ini sebelum terjadi kekacauan yang lebih besar lagi. Aku bilang lebih baik kita singkirkan dalang dari semua ini dan mengembalikan kemurnian pemerintahan keluarga Merwaith. kata Leon yang mengakhiri kata-katanya dengan tangan terkepal.
\tOrang-orang di ruangan tersebut bersorak kecil, sambil meneriakkan Long live the Lord.
\tSebuah suara dengung kecil terdengar diantara sorakan orang-orang di dalam ruangan tersebut. Semua orang mendengar suara dengung tersebut tapi tidak terlalu menanggapinya.
\tHmmm. . . Lalat? Dari mana dia masuk? Kukira ini ruangan tertutup. ucap Papa Leg secara reflek begitu melihat seekor lalat keemasan dengan bentuk yang unik di meja.
\tAda apa Carfelis? tanya Leon.
\tTidak, hanya seekor lalat yang agak aneh-
\tTiba-tiba suara dengungan tersebut menjadi bertambah banyak dan di mana-mana. Orang-orang mulai menyadari bahwa ruangan yang mereka tempati tiba-tiba di penuhi oleh lalat. Beberapa tentara tampak mulai menyiapkan senapan mereka dan meningkatkan kewaspadaan.
\tHey, tenang saja anak-anak. Ini hanya lalat. Aku yakin seseorang telah membuang daging busuk sembarangan dan membiarkan salah satu jendela terbuka. kata Papa Leg dengan nada bergurau.
\tWalaupun Papa Leg berkata demikian, masih banyak tentara yang tetap mengangkat pistol dan senapan mereka. Mereka mengawasi dengan heran lalat-lalat yang berterbangan di sekeliling ruangan.
\tPapa Leg. Lalat bukanlah hal yang umum di tengah bulan ke sepuluh. Bahkan mereka tetap tidak umum di tengah bulan ke empat dengan
jumlahseperti ini. balas salah satu tentara.
\tOuch! Lalat sialan ini menggigitku! seru salah satu tentara tiba-tiba sambil menepuk seekor lalat di tangannya.
\tApa? Kau digigit oleh. . . lalat? balas tentara lainnya dengan keheranan.
\tOuch. Bajingan kecil ini memiliki sengat.
\tKau pasti mabuk, lalat tidak memiliki sengat. tawa tentara lainnya.
\tTidak. Lihat ini, mereka mempunyai sengat. kata tentara yang di sengat sambil menjepit lalat yang baru saja dipukulnya dengan jari telunjuk dan jempol. Dan oh, sengatan mereka sungguh kuat. Rasanya seperti. . . terbakar. kata tentara itu meringis dan kemudian tiba-tiba jatuh lemas. Tentara yang tersengat lalat aneh itu terkulai lemas di lantai, masih hidup tapi tampak sama sekali tidak memiliki tenaga.
\tSial ini semua pasti ulahnya! Cepat keluar dari sini! teriak Leon dengan panik.
\tDalam sekejap keadaan berubah menjadi kacau. Di tengah malam itu, suara tembakan dilepaskan secara membabi buta dan dengung di dalam ruangan tersebut menjadi makin besar.
***
\tIni tidak seperti yang biasanya ku lihat. Ini pertama kalinya aku melihat tubuh manusiamembusuk sebanyak ini dalam satu malam. kata orang berbaju putih dengan lambang palang merah di lengan bajunya.
\tMy Lady aku perlu mengabari Lord Maximilian soal hal ini. Kota Merwaith sedang ada dalam bahaya akan musibah wabah. dokter tersebut berbicara lagi pada seorang wanita yang menghalangi jalannya masuk ke ruang kerja Lord Maximilian
\tYa tentu saja kau perlu memberitakan hal ini pada sang Lord. Tapi katakan padanya ini bukan wabah. wanita yang biasa di panggil Lady Phyliss itu tampak membalas dengan lembut.
\tDua puluh orang ditemukan meninggal dalam keadaan membusuk dan dalam satu ruangan. Aku yakin ini wabah. si dokter tampak agak bingung dengan permintaan Lady Phyliss.
\tYang kau lihat hanya flu yang ganas dokter. Sebentar lagi terjadi pergantian musim dan hal ini sering terjadi.
\tDokter tersebut memprotes, Tidak mungkin ini hanya sekedar flu. Aku telah berkarya di bidang medis selama lima belas tahun dan-
\tIni hanyalah flu. Dan kalau kau tidak mengerti, ini merupakan perintah dari ku. kata Lady Phyliss dengan tenang, walaupun matanya tampak mengancam si dokter.
\tBa-baiklah ini hanyalah flu. kata dokter tersebut dengan tidak nyaman.
\tLady Phyliss tampak melunakkan pandangannya, Ya tentu ini hanya flu. Sekarang beri tahu Lord Maximilian akan kabar duka ini.
\tTen-tentu saja. dokter tersebut berbicara dengan gugup sambil mengetuk ruang kerja sang Lord. Ya, ini hanya penyakit ringan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.