Kaskus

Story

cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
Ketika Cinta Dipisahkan Oleh Kematian
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
xandlerAvatar border
xandler dan 2 lainnya memberi reputasi
3
96.5K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.2KAnggota
Tampilkan semua post
cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
#121
lanjut gaannn..emoticon-Kiss

Kami masih asik memandangi laut yang penuh dengan ombak dalam diam, angin malam di pantai membuat ku dingin sampai menusuk tulang. Tiba-tiba Rafi membuyarkan lamunanku dan mengajakku makan. Waktu memang sudah menunjukka pukul tujuh malam, aku juga sudah terlalu lapar sehingga aku mengiyakan ajakan Rafi.

Kami memilih restoran yang terletak didekat pantai, biar bisa sambil menikmati udara pantai pikirku. Setelah memesan makanan, kami mengobrol sambil menunggu pesanan makanan kami datang. Disela-sela obrolan itu tiba-tiba Rafi menanyakan hal yang tidak sama sekali aku pikirkan.

“Ra, lo udah punya pacar??” kata Rafi to the point
“hah? Belom..” kataku sambil terbatuk karna tersedak
“ya ampuun lo kenapa ra? Pelan-pelan dong makannya” kata Rafi agak panik melihatku sambil memberikan minum
“thanks”

Sesudah makan malam kamipun pulang, rafi mengantarku sampai depan kamar hotel. Didalam tanpa kusadari kedua sahabatku sudah didalam untuk mengintrogasiku.

“kemana aja Ra?” tanya Ari menyelidik
“Pantai” jawabku sambil mengambil posisi telungkup di tempat tidur
“sama Rafi” kata Rama lalu ikut berbaring disebelahku
“tadinya mau sendiri aja, eh tau-tau dia dateng”
“trus kenapa gak bawa hp?” tanya Ari dengan ketus
“males. Lo pada kenapa sih qo pada jelek gitu mukanya??” tanyaku heran
“gpp” kata Ari masih ketus
“Ram, kenapa sih dia?”
“dia tuh agak kesel sama lo gara-gara gak diajak ke pantai bareng”
“ya ampuuunn.. gitu doang juga Ri, maaf deh.. kan gw piker lo masih capek.. jangan marah ya ri.. yah.. yah..” kataku sambil menusuk-nusuk bagian perut Ari dengan telunjukku agar dia kegelian.
“ra udah ra, gw geli tau! Oneng dah!” kata Ari sambil menepis tanganku
“ko oneng sih ri??”
“ya iyalah dari dulu juga lo oneng” kata Ari sambil tertawa
“aaaahh rese lo!” kataku sambil melempar bantal ke Ari

Sepanjang malam kami terus mengobrol, bercanda-canda, sampai akirnya kami lelah dan tertidur di kamarku. Untungnya kami sudah membereskan barang-barang kami, jadi siangnya kami tinggal berangkat ke Bandara. Keesokannya Rama bangun terlebih dahulu, lalu dia keluar meninggalkan aku dan Ari yang masih tertidur. Rama duduk di restoran hotel, melihat pemandangan sambil menyeruput secangkir cappuchino.

“Pagi Ram” sapa Rafi sambil duduk dihadapan Rama
“Pagi Raf” sapa balik Rama sambil mengangkat cangkirnya
“sendirian? Yang lain mana?”tanya rafi sambil celingak celinguk
“iya nih, yang lain masih pada tidur gara-gara semalem ngobrol sampe larut” jawab Rama sambil memegang cangkirnya
“ooh, ke Jakarta jam berapa Ram?”
“sekitar jam duaan Raf”
“oh, eh gw boleh tanya sesuatu?” tanya Rafi serius
“tanya apa?”
“tentang Rara”
“ooh kenapa emangnya?”
“menurut lo yg udah kenal deket sama Rara, dia gimana sih orangnya?”
“kenapa emangnya lo tanya kaya gitu?”
“gpp sih, gw mau kenal dia aja dari lo”
“hhhmm, lo suka sama Rara??”
“hhhmmm mungkin”
“mungkin??”
“iya, disamping gw baru kenal sama Rara dan gw belom kenal dia sepenuhnya jadi gw belom bisa pastiin gimana perasaan gw ke dia. Cuma jujur, gw nyaman bgt kalo lagi sama dia dan ada rasa kalo gw gak mau kehilangan dia” jelas Rafi
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.