Kaskus

Story

cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
Ketika Cinta Dipisahkan Oleh Kematian
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
xandlerAvatar border
xandler dan 2 lainnya memberi reputasi
3
96.2K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.9KAnggota
Tampilkan semua post
cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
#97
Saat aku terbangun ternyata sudah pukul lima sore. Sontak aku kaget, akukan berencana ingin melihat sunset di pantai. Aku langsung bangun dan merapikan baju dan rambut yang mulai acak-acakkan. Lalu segera pergi ke pantai sendirian tanpa mengajak kedua sahabatku karna aku tau pasti mereka masih cape gara-gara tadi habis berkeliling.

Aku duduk disalah satu sudut yang sepi di pantai tanpa beralaskan apapun. Ku biarkan telapak kakiku menyentuh pasir dan ombak. Ku pandangi laut yang luas dan ku rasakan angin pantai yang sejuk.

“anginnya terlalu kenceng, gak baik buat kesehatan” kata Rafi sambil mengenakan jaketnya dipundakku lalu duduk disebelahku
“makasih..” kataku lalu tersenyum
“ko sendirian? Yang lain mana?”
“Rama sama Ari lagi istirahat, kasian mereka kecapean”
“ooh, bolehkan aku temenin km?” tanya rafi ragu
“boleh ko, aku malah seneng” jawabku sambil tersenyum ke arahnya

Kami hanya saling terdiam, saling berbicara sendiri didalam hati. Entah apa yang sedang Rafi pikirkan, kami sama-sama memandang jauh ke depan, melihat matahari yang terus terbenam di ufuk tanpa harus berkata-kata. Hari mulai gelap, tapi kami masih tetap terduduk di pasir pantai. Kali ini kami saling berbicara, membicarakan banyak hal, dari sahabat sampai keluarga.

Ternyata Rafi memiliki saudara kembar, Rafa namanya. Dia ada di Jakarta dan berprofesi sebagai dokter. Saat kami tengah asik mengobrol, hanphone Rafi berbunyi tanda ada panggilan masuk dan Rafipun segeram mengangkatnya.

“Halo Raf” sapa rama tergesa-gesa
“iya Ram ada apa?
“Rara lagi sama lo gak?”
“iya, ini dia ada disebelah gw. Mau ngomong?”
“iya sini mana raranya?”
“Ra, Rama mau ngomong” kata rafi sambil memberikan hanpdhonenya
“Halo Ram” kataku dengan nada pelan
“heh! Hp lo kemana gw telponin gak diangkat-angkat?!” bentak rama kepadaku
“ada di hotel, gw males bawa hp. Hehe” jawabku seadanya
“nyokap lo tadi nelfon tuh, nanyain lo kenapa ditelfonin gak diangkat”
“ooh ya udah deh nanti kalo udah di hotel gw telfon mamah”
“lagian lo kenapa pergi gak bilang-bilang sih?! Kitakan bisa nemenin lo” tanya rama dengan nada yang masih jengkel
“gw pikir kalian masih cape, jadi gw inisiatif pergi sendiri deh.. maaf yaa” kataku merasa bersalah
“ya udah tapi jangan diulangin lagi ya. Rafi mana? Gw mau ngomong sama dia.”
“Raf, rama mau ngomong” kataku sambil memberikan hpnya
“ya Ram?”
“Raf jagain Rara ya, jangan biarin dia pergi sendiri ya. Dia rada oneng soalnya” pinta Rama kepada rafi
“oke Ram, tenang aja. Sahabat tersayang lo ini bakal aman sama gw” kata Rafi ramah
“thanks ya Raf.. bye” tutup Rama dari seberang telfon.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.