.:: Say it with DATA ::. | Forum Statistika Indonesia | Anak Statistika Masuk
TS
NrSD
.:: Say it with DATA ::. | Forum Statistika Indonesia | Anak Statistika Masuk
Selamat Hari Statistika Nasional
26 September 2011
Preambule
It is easy to lie with statistics.
BUT, It is hard to tell the truth without it.
Andrejs Dunkels (15 October 1939 30 December 1998)
Apa Itu Statistika?
Quote:
Menurut Dosen Statistika saya,
If it is move, it's Biology.
If it is change color, it's Chemistry..
If it is make you sleepy, it's Statistics
Spoiler for "Smile":
Statistika itu intinya Ilmu yang mempelajari cara memperoleh data, menganalisisnya, dan menyajikannya, serta kadang-kadang membuat kesimpulan daripadanya
Tujuan dibuatnya Trit Ini :
Buat Ngobrol-ngobrol dan belajar bareng tentang Statistics
Syukur-syukur bisa Silahturahmi antar Civitas Statistika se-Indonesia
Siapa tahu ada yang butuh bantuan mengenai Statistika dan saudara-saudaranya
selanjutnya........
------------------------------------------------------------------------
Dalam penelitian, data mempunyai kedudukan yang paling tinggi, karena data merupakan penggambaran variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis. Benar tidaknya data, sangat menentukan bermutu tidaknya hasil penelitian. Sedang benar tidaknya data, tergantung dari baik tidaknya instrumen pengumpulan data. Pengujian instumen biasanya terdiri dari uji validitas dan reliabilitas.
Quote:
Definisi Validitas dan Reliabilitas
Spoiler for definisi:
Validitas adalah tingkat keandalah dan kesahihan alat ukur yang digunakan. Instrumen dikatakan valid berarti menunjukkan alat ukur yang dipergunakan untuk mendapatkan data itu valid atau dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur (Sugiyono, 2007). Dengan demikian, instrumen yang valid merupakan instrumen yang benar-benar tepat untuk mengukur apa yang hendak di ukur.
Bagozzi, Yi, dan Phillips (dalam Zulganef, 2006) mendefinisikan validitas konstrak sebagai sejauh mana suatu variabel operasional mampu mengukur konsep yang seharusnya di ukur. Lebih lanjut dijelaskan Bagozzi, dkk, validitas konstruk sangat terkait dengan kesalahan-kesalahan (measurement error) yang mungkin dilakukan oleh peneliti. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat berupa random error atau systematic error. Random error adalah kesalahan yang disebabkan oleh metode pengambilan data, sedangkan systematic error adalah kesalahan yang disebabkan oleh desain penelitian.
Reliabilititas adalah tingkat keandalan. Instrumen yang reliable adalah jika digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (dalam Sugiyono, 2007). Lebih lanjut, Ghozali (2009) menjelaskan bahwa reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Reliabilitas didefinisikan oleh Guilford dan Flutcher (dalam Zulganef, 2006) sebagai proporsi varian yang benar (true variance) dari seperangkat alat pengukuran. Sementara Pedhazur dan Schemelkin mengutip American Psychological Association yang mengungkapkan reliabilitas adalah kadar kemurnian skor-skor yang diperoleh suatu uji dari kesalahan pengukuran (the degree to which test scores are free from errors of measurement).
Reliabilitas adalah ukuran yang menujukkan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian keperilakukan mempunyai keandalan sebagai alat ukur, diantaranya di ukur melalui konsistensi hasil pengukuran dari waktu ke waktu jika fenomena yang diukur tidak berubah (Harrison, dalam Zulganef, 2006).
Dengan demikian, validitas menyangkut keabsahan alat ukur, dan reliabilitas menyangkut kehandalan (konsistensi) alat ukur.
Sugiyono (2007) mencontohkan : Penggaris dinyatakan valid jika digunakan untuk mengukur panjang, namun tidak valid jika digunakan untuk mengukur berat. Artinya, penggaris memang tepat digunakan untuk mengukur panjang, namun menjadi tidak valid jika penggaris digunakan untuk mengukur berat. Penggaris yang terbuat dari karet tidak reliable untuk mengukur panjang karena hasil pengukurannya akan berbeda-beda (tidak konsisten)
Penelitian memerlukan data yang betul valid dan reliabel. Dalam rangka urgensi ini, maka kuesioner sebelum digunakan sebagai data penelitian primer, terlebih dahulu diujicobakan ke sampel uji coba penelitian. Uji coba ini dilakukan untuk memperoleh bukti sejauh mana ketepatan dan kecermatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya
Quote:
Teknik Pengukuran
Spoiler for pengukuran:
Umumnya reliabilitas dan validitas di uji secara bersamaan, baik menggunakan bantuan Software SPSS, LISREL, atau yang lainnya.
Untuk menguji validitas angket, teknik sering digunakan adalah korelasi product moment pearson, yaitu dengan mengkorelasikan skor pertanyaan dengan skor totalnya. dalam pengujian validitas item ini, Masrun (dalam Sugiyono, 2007) menyatakan bahwa teknik korelasi untuk menentukan validitas item sampai saat ini merupakan teknik yang paling banyak digunakan. Interpretasi dari hasil korelasi tersebut adalah harus lebih besar dari 0.3 (dalam hal ini jumlah sampel ujicoba adalah 30).
Dengan SPSS versi 12 ke atas.
Pilih Analyze > Scale > Reliability Analysis
Masukkan semua item kuesioner ke dalam kotak ITEM
Klik Kotak Statistics, lalu tandai ITEM, SCALE, dan SCALE IF ITEM DELETED pada kotak DESCRIPTIVES FOR > Continue
Pada contoh di atas, uji reliabilitas menggunakan teknik cronbach alpha, dan uji validitas menggunakan teknik korelasi item-total dikoreksi
Sekaran (dalam Zulganef, 2006) yang menyatakan bahwa suatu instrumen penelitian mengindikasikan memiliki reliabilitas yang memadai jika koefisien alpha Cronbach lebih besar atau sama dengan 0,70.
Model pengujian validitas yang menggunakan pendekatan korelasi item-total dikoreksi (corrected item-total correlation) untuk menguji validitas internal setiap item pernyataan kuesioner yang disusun dalam bentuk skala. Untuk menentukan apakah sebuah item dinyatakan valid atau tidak maka para ahli menetapkan patokan besaran koefisien korelasi item total dikoreksi sebesar 0,25 atau 0,30 sebagai batas minimal valid tidaknya sebuah ítem. Artinya, sama atau lebih besar dari 0,25 atau 0,30 mengindikasikan item tersebut memiliki validitas yang memadai.
Teknik-teknik lain akan dibahas kemudian salah satunya adalah CFA
Quote:
Referensi
Spoiler for Referensi:
Imam Ghozali. 2009. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang : BP-UNDIP
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administrasi. Bandung, Alfabeta.
Zulganef. 2006. Pemodelan Persamaan Stuctural dan Aplikasinya Menggunakan AMOS 5. Bandung : Penerbit Pustaka