Kaskus

Story

cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
Ketika Cinta Dipisahkan Oleh Kematian
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
xandlerAvatar border
xandler dan 2 lainnya memberi reputasi
3
97.9K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.5KAnggota
Tampilkan semua post
cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
#93
Kamipun melanjutkan perjalanan kami berempat. Kami berkeliling di sepanjang Jl. Legian, disana banyak toko-toko yang menjual pernak – pernik. Ada juga butik dan kafe disana.

“Ram, laper!” kataku pada rama
“ya udah kita makan dulu yah. Lo panggil Ari sama Rafi ya, kasih tau mereka” kata Rama kepada ku.
“Ari, Rafi disuruh makan dulu sama Rama” kataku yang telah berhasil menemukan mereka di salah satu toko
“ooh ok, nanti kita nyusul. Mau bayar ini dulu” kata Ari sambil menunjukan pajangan yg ingin dia beli

Akupun berbalik menuju kafe tempat Rama menunggu, ku lihat Rama yang sedang memesan makanan. Beruntung sekali aku memiliki sahabat seperti dia. Rama yang begitu pengertian, dan dewasa. Dia mampu melindungiku dimanapun saat aku berada bersama dia. Tapi sayang dia mendapatkan pacar yang tidak sesuai dengan Rama. Rama yang baik hati mendapatkan pacar seperti Nina yang cemburuan dan posesif. Untung mereka sudah putus, kataku dalam hati. Ramapun menyadari saat ku melihatnya daritadi.

“eh Ra, ngapain disitu? Bengong lagi. Sini lo!” sapa Rama mengagetkanku
“eh, ngga ngapa2in. hehe” jawabku sambil duduk disebelah Rama
“lo mau pesen apa Ra?”
“apa aja deh Ram, yang penting ngenyangin” jawabku seadanya

Setelah kami selesai memesan, aku dan Rama berbincang-bingcang seputaran masa depan kami. Rama yang bercita-cita ingin jadi business man yang handal, dan aku seorang psikolog yang professional. Lalu sejenak kami diam, dan kemudian berbincang-bincang kembali.

“Ram, thanks ya udah mau jadi sahabat terbaik gw yang mau ngertiin gw” kataku sambil memegang tangan Rama
“iya Rara, sama-sama. Makasih juga udah mau jadi sahabat yang baik buat gw.” Kata Rama sambil mengacak-acak rambut gw
“tetep jadi Rara yang gw kenal yah, jangan berubah meski nanti lo udah jadi wanita karir yg sibuk. Jangan lupain persahabatan kita meski intensitas pertemuan kita akan berkurang dengan kesibukan kita masing-masing” lanjut rama lagi
“iya Ram, gw janji. Ge sayang lo sama Ari dan gak mau kehilangan kalian” kataku sambil memeluk Rama.
“iya gw juga sayang kalian” kata Rama
“gw juga sayang kalian. Pokoknya kalian sahabat terbaik gw” kata Ari sambil memeluk kami berdua.

Setelah bermelow – mellow dengan kedua sahabatku, pesanan kamipun dtang. Kami asik menikmati makanan masing-masing sambil bercanda dan meledek. Hari ini Ari puas meledekku dengan Rafi tanpa aku bisa membalasnya. Jadilah dia merdeka membuat mukaku merah seperti kepiting rebus karena malu. Setelah makan selesai kamipun melanjutkan perjalanan lagi berkeliling mencari oleh-oleh. Aku mendapatkan long dress untuk mamah, pajangan meja untuk papah. Dan kemeja untuk mas bayu. Tak lupa aku belikan pernak pernik untuk bibi dan teman-teman ku di sekolah. Seharian kami berkeliling membuat kakiku pegal, untung sudah sampai dihotel jadi aku bisa mengistirahatkan kakiku serta tubuhku di kasur. Nyaman sekali rasanya saat aku memasuki kamar. Ku letakkan semua belanjaanku disofa. Ku rebahkan tubuhku di kasur sampai akhirnya aku ketiduran.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.