Kaskus

Story

cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
Ketika Cinta Dipisahkan Oleh Kematian
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
xandlerAvatar border
xandler dan 2 lainnya memberi reputasi
3
98.2K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.6KAnggota
Tampilkan semua post
cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
#71
Keesokan harinya kami berkumpul dirumahku sekitar pukul Sembilan pagi. Kami berangkat di antar mas bayu menuju bandara. Sesampainya di bandara kami berpamitan dengan mas bayu dan segera menuju pesawat. Selama di perjalanan kami semua tertidur, setelah sampai kami langsung menuju hotel yang sudah dipesan papah. Kami segera check in dan meminta kunci kamar kami. Hari pertama kami putuskan untuk berjalan-jalan di sekitar ubud. Kami berkunjung ke satu museum ke museum lain. Setelah seharian berjalan-jalan kami memutuskan kembali ke hotel untuk istirahat. Ke esokkannya kami ke kapantai dan menghabiskan waktu seharian di pantai. Kami bermain permainan air. Saat aku sedang menunggu kedua sahabatku yang sedang bermain flying fish, tiba-tiba ada seorang pria yang duduk disebelahku.

“Hi..” sapa dia padaku
“hii” sapaku balik
“lagi liburan disini?” tanyanya sok akrab
“iya” jawabku seadanya
“hhmmm, gw Rafi” kata dia sambil menjulurkan tangan
“rara” kataku sambil menjabat tangannya
“sampe kapan disini?” tanyanya
“sampe besok. Knp?”tanyaku
“gpp, tanya aja” jawab dia cengengesan
“ra gw boleh minta nomer hp lo?”
“hhmmm gimana yah?”
“ayolaah ra, gak akan gw apa-apain ko. Gw Cuma kamu kenal lebih deket lo doang”

Akhirnya ku berikan nomer telfonku pada rafi. Kesan pertama kali saat aku mengenal dia, dia pribadi yang menyenangkan. Meski awalnya sok akrab, tapi dia cukup sopan dan menyenangkan bagi yang baru berkenalan dengannya. Ternyata Rafi manager di hotel tempat ku menginap, Cuma dia di cabang Jakarta. Sementara dia dipindahkan ke Bali untuk mengisi posisi manager yang tengah kosong. Namun bulan depan dia sudah balik lagi ke Jakarta. Rafi seseorang yang hangat, dia cepat akrab dengan sahabat-sahabatku. Hari itu kami habiskan bersama Rafi, dia banyak membantu kami memberitahu tempat-tempat yang belum pernah kami kunjungi. Malampun tiba, kami kembali ke hotel untuk makan malam. Sesampainya di kamarku, tiba-tiba handphoneku berbunyi pertanda sms masuk.

“nite yaa, have a nice sleep. See you tomorrow” kata rafi di smsnya
“you too” ku balas singkat

Akupun tertidur dengan penuh kebahagiaan. Hatiku berbunga-bunga saat melihat Rafi, jantungku berdetak kencang saat ada telfon atau sms masuk dari rafi. Rasa-rasanya aku mulai jatuh cinta terhadap sosok pria yang penuh kehangatan itu.

Keesokannya, pagi-pagi sekali aku masuk ke kamar kedua sahabatku yang terletak tepat disampingku. Rama yang sudah rapi keheranan melihat sikapku yang berbeda. Aku yang dari jaman dulu tidak pernah dandan, kini aku memoleskan make up tipis di wajahku. Yang tadinya aku agak tomboi kini aku tampil sedikit feminin.

“lo mimpi apa ra semalem?” tanya Rama heran sambil melihatku dari ujung rambut sampai ujung kepala
“mimpi ketemu pangeran tampan berkuda putih teruuuss” jawabku setengah tertawa
”hhhmm Ram, menurut lo Rafi gimana?”tanyaku kepada rama
“Rafi baik, friendly bgt. Knp? Lo suka ya?” selidik rama
“hehe” jawabku seadanya
“hhhmm, pantes jadi berubah gini” kata rama menghampiriku sambil mengacak-acak rambutku. Sedangkan aku hanya tertawa cengengesan.
“eh ram, hari ini kita shoppingkan? Gw mau beli oleh-oleh nih buat orang rumah”
“iya, terserah lo deh”
“terus si Ari?”
“lo bangunin dia dan gw mau ke bawah dulu” kata rama menuju ke luar
“mau ngapain?”
“ketemu Rafi mau minta anterin ke tempat belanja yg menarik” kata rama setengah berteriak

“OMG, Rafi mau diajak? Haduuuhhh” seru batinku didalam hati. Jantungku berdetak semakin kencang, kakiku agak lemas. Kebiasaan aku sejak dulu kalau sedang gugup begini lah. Sangat tidak mengenakkan, sungguh menyebalkan. Perasaan apa ini setiap aku mendengar nama Rafi disebut jantungku berdetak sangat kencang. Oh tuhaan inikah yang dinamakan cinta? Tapi apa tidak terlalu dini aku menyebut ini sebagai cinta? Sedangkan aku saja baru mengenal Rafi.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.