Kaskus

Story

cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
Ketika Cinta Dipisahkan Oleh Kematian
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
xandlerAvatar border
xandler dan 2 lainnya memberi reputasi
3
96.5K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.2KAnggota
Tampilkan semua post
cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
#61
Setelah selesai makan, kamipun langsung beranjak dari mall dan berkeliling kota Jakarta, kami ingin bersenang-senang sampai larut malam untuk merayakan kelulusan. Setidaknya itu lebih positif daripada harus mencoret-coret seragam sekolah. Karena menurutku, seragam sekolah sangat sayang kalau digunakan untuk sekedar coret-ceratan kenangan. Mending disumbangkan kepada yang membutuhkan, setidaknya itu lebih berguna menurutku. Lalu kamipun memutuskan untuk ke kota tua, suasana disana saat malam hari lebih ramai, dan pastinya lebih indah. Kami disana berfoto-foto dan saling bercanda. Sudah kebiasaan kami, kalau ketempat manapun kami harus berfoto-foto untuk dijadikan kenangan kami di hari tua nanti. Hehe

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, aku mengajak sahabat-sahabatku pulang. Sesampainya dirumah aku meminta kedua sahabatku itu ikut masuk kedalam rumah, jadi kalau mamah mengintrogasiku, biar aku minta mereka yang menjawabnya. Hehe. Keadaan rumah sudah gelap, lampu-lampu sudah dimatikan semuanya, paling orang-orang rumah sudah tidur semua pikirku. Namun saatku buka pintu pelan-pelan, tiba tiba lampu menyala dan..

“SURPRISE!!!!” keluargaku, keluarga Ari dan keluarga Rama serempak meneriakkan kata itu
“………………..” kamipun speechles dengan senyum yang tampak sekali bingung
“mamah, papah, ade, ko disini?? Tanya Rama kebingungan
“mamah juga ngapain disini? Papah mana? Gentian Ari yang tanya
“kita mau ngerayain kelulusan kalian dong sayang, masa mau arisan. Papah lagi beli makanan” kata mama Ari bercanda

Kami semua masuk rumah dalam keadaan bingung, perasaan senang dan kaget semua bercampur menjadi satu. Terutama Rama, dia pasti sangat senang sekali karna sangat jarang keluarganya bisa berkumpul utuh. Orang tua rama sangat sibuk dengan pekerjaannya, jadi dia jarang berkumpul dengan kedua orang tuanya, paling sama adik kecil kesayangannya yang baru berusia 15 tahun. Sedangkan Ari, kedua orang tuanya sudah bercerai sejak dia kelas tiga smp, dulu saat orang tua ari bercerai, dia sangat depresi. Prestasi disekolahnya turun drastis, bahkan dia jadi suka bolos dan menjadi anak yang pembangkang. Namun setelah satu tahun perceraian orang tuanya, dia sudah bisa menerima keadaan dan kembali menjadi anak yang baik.

Malam itu kami bersenang-senang, kami berpesta BBQ di halaman rumahku. Bersenda gurau, tertawa riang, dan saling melemparkan lelucon. Aku merasa bahagia memiliki keluarga dan sahabat seperti mereka. Rasanya ingin sekali selamanya bersama mereka. Acara selesai di jam empat pagi, orangtua Ari dan Rama pamit pulang sedangkan Ari dan Rama memutuskan untuk tidur dirumahku. Saat kami memasuki kamarku, aku melihat sebuah amplop di meja belajarku, saat ku buka betapa terkejutnya aku saat melihat isinya.

“aaaaaaaaaa Ariiiiii Raamaaaaaa kita ke baliiiiiiiii!!! Teriakku kegirangan
“masa?? Kata siapa??” tanya mereka serempak
“ini doong liaat gw pegang apa” jawabku sambil mengipas-ngipaskan tiket itu
“coba gw liat” kata ari sambil mengambil tiket itu
“biasa aja doong” kataku kesal
“iya Ram kita dapet liburan di bali 3 hari” kata Ari girang
“wiiiihhhh senangnya” kata rama

Setelah bersenang-senang semalaman kamipun segera mengistirahatkan tubuh kami. Aku tidur di tempat tidurku, sedangkan Rama dan Ari tidur di kasur lipat yang ada dilantai. Saking lelahnya, kami tidur seharian. Sekitar pukul empat sore aku terbangun, kulihat sahabat-sahabatku masih pulas tertidur. Kupaksakan diri ini untuk bergegas kekamar mandi untuk sekedar membasuh muka. Langkahku gontai menuju kamar mandi, nyawa-nyawaku masih belum terkumpul semua sepertinya. Saat ku basuh mukaku dengan air rasa segar tercipta seketika, akupun bergegas untuk mandi saja biar nanti bisa langsung makan. Saat aku baru keluar dari kamar mandi, ku lihat Ari sudah berpindah tempat posisi tidur, kini dia pindah ke tempat tidurku. Ku biarkan mereka tertidur sepuasnya, akupun keluar kamar dan segera menuju ke ruang makan. Ku lihat bibi sedang membersihkan dapur.

“bibii, aku lapeerr” kataku kepada bibi dengan suara manja
“mau bibi siapin makanan apa mba?”
“hhmmm apa aja deh bi, terserah”
“buat mba aja apa sekalian buat mas rama dan ma sari?”
“iya bi sekalian sama mereka, nanti biar aku bangunin kalo makanannua udah siap”

Lima belas menit kemudian, makanan siap. Akupun naik ke atas untuk membangunkan ke dua sahabatku. Saatku membuka pintu kamarku, aku melihat mereka sudah bangun dan sudah mandi pula. Sekarang mereka malah asik memainkan ps dikamarku.

“lo udah bangun? Kapan?” tanyaku heran
“dari tadi, pas lo mandi kita juga udah bangun tapi males melek” kata Ari
“makanan udah siap, lo gak pada laper ya emangnya?”
“banget” kata Rama langsung menuju keluar, disusul Ari lalu aku.

Selesai makan, kami mengobrol-ngobrol sebentar lalu kedua sahabatku itu pamit pulang untuk mempersiapkan perlengkapan ke bali. emoticon-Big Grin
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.