Kaskus

Story

cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
Ketika Cinta Dipisahkan Oleh Kematian
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
xandlerAvatar border
xandler dan 2 lainnya memberi reputasi
3
98.2K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.6KAnggota
Tampilkan semua post
cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
#44
Keesokannya, pagi-pagi aku langsung pergi kesekolah tanpa menunggu kedua sahabatku itu. Ku percepat langkahku saat sampai di gerbang sekolah. Jantungku semakin kencang berdetak, wajah cemas sangat terlihat dimukaku. Ternyata papan pengumuman sudah dipasang dan sudah banyak juga yang melihat-lihat. Ada 3 papan yang dipasang dilapangan, ah banyak sekali. Namaku ada dipapan yang mana, aku makin bingung. Ku putuskan untuk melihat papan yang ada di dekat tiang bendera, kucari-cari namaku satu per satu dan hati-hati. Telunjukku berhenti di nama Ariansyah Pratama, hah sahabatku Ari lulus, pasti dia senang sekali. Ku cari-cari lagi namaku, kutelusuri satu-satu dan nihil. Namaku tidak ada dipapan yang ini.
Aku lemas, ku langkahkan kakiku menuju papan pengumuman yang ke dua, kucari-cari namaku. Ku lihat satu per satu dari nama-nama yang tercantum. Aku tidak menemukan namaku, aku semakin lemas, aku gugup, kakiku gemetar. Air mata sudah mengembang di kedua mataku. Astagfirullooh, bagaimana ini? Masih ada papan satu lagi, aku ragu untuk melangkahkan kakiku disana. Aku takut tak ada namaku tertera disana. Kulihat teman-temanku yang lain, ada yang menangis karna belum menemukan namanya di papan yang mereka cari, ada juga tertawa gembira karna kelulusannya, ada yang menangis berbahagia sambil berpelukan satu sama lain, ada yang sujud syukur. Berbagai macam cara mereka mengekspresikan syukur mereka atas kelulusan mereka.

Dadaku semakin berdetak kencang, kuusap air mataku yang telah menetes. Kupaksakan kakiku untuk melangkah menuju papan yang terakhir, ku cari-cari namaku, aku menemukan Rama Giovanny Hermawan. Kedua sahabatku lulus, kucari-cari namaku sampai nama tearkhir. Ah tidak ada, tidak mungkin, ku ulangi lagi pencarianku, air mataku sudah menetes deras. Badanku semakin bergetar, tubuhku mulai lemas, tidak luluskah aku? Haruskah aku mengulang? Apa yang harus aku katakana kepada keluargaku? Banyak pertanyaan bermunculan di kepalaku. Tidak mungkin, aku tidak mungkin tidak lulus, air mataku terus mengalir, seluruh badanku bergetar, astagfirulloohh. Tiba-tiba Rama dan Ari menghampiriku, dan langsung duduk disebelahku.

“lo berdua lulus, selamat ya” jawabku yang masih menangis sambil senyum yang dipaksakan
“thanks” jawab mereka serempak
“trus lo kenapa nangis” Tanya Rama
“nama gw gak ada disana” kataku sambil menunjuk pandangan kedepan
“gak mungkin” kata ari sambil menuju papan-papan yang ada dilapangan.

Rama langsung memelukku, menenangkanku agar berhenti menangis, pelukan Rama membuatku nyaman, tapi tangisku tetap tidak bisa berhenti. Aku mendekap pelukan rama, membenamkan mukaku kedalam pelukannya. Tiba-tiba Ari datang dan menarikku untuk mengikutinya.

“nih liat!” kata ari sambil menujukkan jari telunjuknya
“nama gw, ada nama gw, aaaaaaaa gw lulus ram, gw lulus ri” kata gw kegirangan sambil memeluk rama
“makannya kalo nayri yang bener, jangan nangis dulu” kata ari meledek
“apaan siih” kataku yang masih asik memeluk rama sambil mengusap air mataku

Rama hanya diam saja sambil senyum-senyum melihat tingkahku dan Ari sambil masih memelukku. Tiba-tiba nina datang dengan wajah yang tampak kesal.
“Rama!!”bentak nina
“hi nin, gimana lulus??” sapaku sambil melepaskan pelukanku dengan Rama
“diem lo!” bentak nina kepadaku dengan masih kesal
“km kenapa sih??!” Tanya Rama yang mulai kesal dengan sikap nina
“kamu tuh yang kenapa?! Meluk-meluk rara disekolah, jelas-jelas aku ini pacar kamu!”
“rara itu sahabat aku, wajar dong kalo aku meluk dia buat nenangin dia. Kamu tuh bener-bener keterlaluan ya cemburunya!” bentak Rama setelah berhasil mengajak nina kedalam kelas
“gimana aku gak cemburu coba, didepan aku kamu meluk-meluk rara!!”
“nin!! Bisa gak sih kamu gak cemburuan sama Rara?!! Dia itu sahabat aku, jadi wajar aja kalo aku peluk dia. Seharusnya kamu ngertiin aku! Kalo aja aku disuruh milih antara kamu sama sahabat-sahabat aku, aku pasti lebih milih sahabat aku!” bentak Rama kepada nina
“kamu?!”
“Nin, aku sayang kamu melebihi apapun. Tapi aku gak bisa terus-terusan berantem untuk hal yang kaya gini. Aku gak enak sama rara yang selalu dikambing hitamin sama kamu”
“nin, kita putus, sorry” kata Rama sambil meninggalkan nina
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.