Kaskus

Story

cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
Ketika Cinta Dipisahkan Oleh Kematian
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
xandlerAvatar border
xandler dan 2 lainnya memberi reputasi
3
97K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.3KAnggota
Tampilkan semua post
cupacupacakesAvatar border
TS
cupacupacakes
#33
lanjut ya agan-agan..


Setelah doa bersama selesai, aku langsung cepat-cepat pulang, malas rasanya berlama-lama di sekolah. Kepalaku terasa berat memikirkan perihal ujian nasional. Dadaku berdetak kencang saat mendengar kata-kata ujian. Bisakah aku mengerjakan soal-soal ujian dengan mudah besok? Luluskah aku? Apa akan sia-sia dua belas tahun aku bersekolah? Hah perasaan ini benar-benar membuatku takut. Langkahku semakin ku cepatkan, tiba-tiba ada yang mengklaksonkan mobil di belakangku sehingga membuat ku kaget. Saat ku tengok kebelakang, ternyata kedua sahabatku itu.

“ra lo ko pulang duluan sih?”Tanya Ari dari salam mobil
“gw males lama-lama disekolah, kepala gw berat bgt”
“lo sakit Ra?muka lo pucet bgt” ganti Tanya Rama sambil keluar dari mobil
“ngga ko ram, gw gpp. Gw duluan ya” kataku sambil berbalik

Saat ingin melangkah, tiba-tiba kepalaku terasa makin berat, pandanganku sudah mulai kabur. Bumi terasa bergoyang. Dan akhirnya akupun terjatuh pingsan. Rama yang saat itu tepat dibelakangku dengan sigap menangkapku, merekapun segera membawaku ke rumah sakit terdekat.

“teman kami sakit apa dok?”Tanya Ari panik
“teman adik gpp, dia Cuma stress aja sama kecapean. Ada Maagnya juga karna mungkin teman adik makannya kurang teratur. Nanti saya kasih resep dan segera ditebus ya. Hari ini juga teman adik sudah bisa dibawa pulang” kata dokter panjang lebar
“ooh, baik dok, terima kasih dok” kata rama sambil menerima resep yang dokter berikan

Setelah menghabiskan satu infuse, malamnya aku pulang diantar kedua sahabatku. Orang rumah sudah menungguku dengan panik. Saat ku masuk ke dalam rumah mereka semua langsung memboyongiku dengan pertanyaan-pertanyaan yang sesungguhnya malas sekali ku jawab. Saat sakit aku memang sangat malas berbicara.

“mba kenapa? Ko bisa pingsan sih?” Tanya mama cemas
“aku gak apa-apa ko ma, Cuma kecapean doang ko. Aku langsung ke kamar ya ma” jawabku seadanya

Akupun langsung tidur, untung besok libur jadi aku bisa istirahat sepenuhnya di rumah. Yah, besok sudah masuk minggu tenang, artinya ujian nasional tinggal beberapa hari lagi. Semoga aku lekas sembuh sehingga saat ujian nanti kondisiku sudah fit kembali.

Keesokannya pagi-pagi kedua sahabatku sudah ada dirumah. Kemarin mereka memang sudah bilang kalo akan ke rumah untuk menemaniku dan menjagaku, karna keluargaku yang lain ada urusan diluar rumah. Jadilah mereka yang menjadi babysitter ku.

“Hai Ra, gimana keadaan lo?” sapa Rama sambil masuk lalu memegang keningku
“udah mendingan ko, tinggal lemes doang, oiya, Ari mana ram?”
“Ari ada dibawah tuh. Lagi nyiapin makanan buat lo. Tadi kita beliin lo bubur tuh yang di depan komplek”
“ooh”
“makanan sudah siaapp” teriak Ari sambil membawa nampan yang berisi bubur dan air putih
“gw suapin yah ra” kata Rama
“ngga ah gw males makan” tolak aku dengan halus
“ko gitu? Apa mau gw yang suapin?” pinta Ari dengan nada perhatiannya
“ngga ri, thanks.. gw emang belom laper” tolak ku dengan halus
“ayo dong ra, sedikit aja. Senen depan kita udah ujian loh. Ntar kalo lo gak sembuh-sembuh mau lo ikut ujian susulan?” kata ari memaksa
“hhhmm, iya juga ya, ya udah sini gw makan deh. Gw makan sendiri aja, gw bisa qo.” Jawabku membenarkan penjelasan Ari
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.