Kaskus

Hobby

gendut72Avatar border
TS
gendut72
Mengenal Anggrek Hibrida (Perawatan & Budidaya)
Perbedaan musim bunga , morfologi bunga, faktor perbedaan genetika, dan sebagainya. Menyebabkan anggrek jarang sekali kimpoi silang secara alami. Namun kendala tersebut dapat diatasi dengan campur tangan manusia (rekayasa).

Kegiatan penyilangan anggrek oleh manusia bertujuan mencari bibit yang mempunyai banyak sifat-sifat unggulnya (hibridisasi), seperti : rajin berbunga, tahan hama dan penyakit, memiliki tingkat adaptasi sangat tinggi, ukuran bunga besar dan tebal,corak warna indah dll.

Hibrida adalah ???

• Hibrida merupakan keturunan dari dua varietas, subspesies, spesies, atau dua genus yang berbeda.
Untuk dua yang pertama, hibridanya disebut hibrida intraspesifik, untuk yang ketiga disebut hibrida interspesifik, dan yang terakhir disebut hibrida intergenerik.

• Hibrida merupakan silangan antar populasi, antar kultivar, atau antar galur dalam suatu spesies. Pengertian ini sering dipakai dalam pemuliaan tanaman (pemuliaan anggrek).

Mengenal Anggrek Hibrida (Perawatan & Budidaya)


Mengenal Anggrek



Berdasarkan tipe pertumbuhannya Anggrek terbagi menjadi 2 kelompok yaitu :

Monopodial
Anggrek ini hanya memiliki satu batang dan satu titik tumbuh saja. Bunganya tumbuh dari ujung batang. Anggrek ini dapat diperbanyak dengan stek batang dan biji. contoh: Vanda sp., dan Phalaenopsis sp. (Anggrek Bulan).

Simpodial
Anggek ini memiliki lebih dari satu titik tumbuh. Tunas baru muncul dari sekitar batang utama. Bunga bisa muncul di pucuk atau sisi batang, tetapi ada juga yang muncul dari akar tunggalnya. Batangnya menyimpan air cadangan makanan atau di sebut umbi semu. Anggrek ini dapat diperbanyak dengan cara split, pemisahan keiki, dan biji. Contoh: Dendrobium sp., Cattleya sp.


Berdasarkan tempat tumbuhnya Anggrek terbagi menjadi :

Anggrek Epifit
Anggrek yang tumbuh menumpang pada pohon lain tanpa merugikan tanaman inangnya dan membutuhkan naungan dari cahaya matahari. Akar anggrek menyerap makanan dari air hujan, kabut dan udara sekitar. Contoh : Cattleya sp., Dendrobiumsp.,

Anggrek Terestial
Anggrek yang tumbuh di tanah dan membutuhkan cahaya matahari langsung. akarnya mengambil makanan dari tanah.

Anggrek Saprofit
Anggrek yang tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun-daun kering, serta menbutuhkan sedikit cahaya matahari. Jenis ini tidak memiliki daun dan klorofil. Contoh : Goodyera sp.

Anggrek Litofit
Anggrek yang tumbuh pada batu-batuan atau tanah berbatu, dan tahan terhadap cahaya matahari penuh. Anggek ini mengambil makanan dari hujan, udara, humus. Contoh : Paphiopedilum sp.



"Anggrek" Perawatan

Merawat anggrek tidaklah sesulit seperti yang dibayangkan. Secara umum agar anggrek dapat tumbuh dengan baik, kita harus "meniru" kondisi dimana anggrek tersebut hidup di habitatnya. Sedangkan anggrek hibrida (hasil persilangan) lebih mudah beradaptasi daripada induknya dan lebih toleran terhadap lingkungan yang berbeda.

Memelihara anggrek perlu kesabaran yang tinggi. Ada yang setelah dirawat 3-4 tahun kemudian baru berbunga. Ada yang ketika dirawat secara khusus tidak mau berbunga, tetapi ketika dibiarkan tumbuh apa adanya malah rajin berbunga.

Anggrek termasuk tanaman yang kecepatan pertumbuhannya relatif lambat. Kecepatan pertumbuhan juga berbeda untuk masing2 jenis anggrek. Hal itu yang kadang2 menyebabkan pemula yang kurang sabar menjadi "putus asa" ditengah jalan karena setelah beberapa bulan anggrek yang dipelihara belum memperlihatkan pertumbuhan yang berarti. Berbeda dengan tanaman lain yang dalam beberapa bulan mungkin sudah berbunga banyak.

Pertumbuhan yang baik juga tidak terlepas dari bagaimana perawatannya.
Bagi pemula disarankan untuk memulai dengan anggrek yang mudah perawatannya seperti : Dendrobium.

Secara umum pertumbuhan dan perkembangan anggrek dibagi menjadi 2 tahap, yaitu:

  • Pertumbuhan Vegetatif : bertambahnya ukuran tanaman dari bibit hingga menjadi dewasa.

  • Pertumbuhan Generatif : tumbuhnya sarana untuk berkembang biak (bunga dan buah).


Faktor2 penting yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anggrek meliputi :
Catatan :Informasi diatas hanya bersifat umum.


"Anggrek" Genus & Perawatannya

Perawatan untuk masing-masing genus mungkin berbeda sesuai dengan karakteristik, sifat tumbuh dan lingkungan asal habitatnya.

Misal, anggrek yang mempunyai umbi semu (pseudobulb) biasanya lebih tahan terhadap kekurangan air daripada yang tidak mempunyainya.
Anggrek yang berdaun lebar dan tipis biasanya tumbuh dibawah pohon besar yang menerima lebih sedikit cahaya matahari.

Untuk saat ini hanya akan dibahas perawatan untuk beberapa kelompok genus yang populer saja seperti :
tata604Avatar border
tata604 memberi reputasi
1
111.3K
807
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Tanaman
Tanaman
KASKUS Official
3.9KThread2.7KAnggota
Tampilkan semua post
gendut72Avatar border
TS
gendut72
#38
"Anggrek" Penyakit
Tanaman sakit adalah setiap penyimpangan dari keadaan normal yang ditunjukkan dengan penghambatan atau gangguan dari aktivitas fisiologis atau perubahan struktural yang dapat menghambat pertumbuhan, menyebabkan bentuk tanaman yang abnormal, menyebabkan susunan bagian tanaman yang berbeda, menyebabkan kematian bagian tanaman atau seluruh tanaman sebelum waktunya.

Penyebab penyakit dapat digolongkan sebagai berikut :
  • Golongan jasad hidup: cendawan, bakteri, mikroplasma, algae, (ganggang), tanaman golongan Phanerogami dan Netmatoda.
  • Golongan virus. Penyebab dari golongan virus ini belum dapat dipastikan apakah termasuk golongan jasad hidup atau bukan hidup.
  • Golongan bukan jasad hidup. Golongan ini meliputi kekurangan atau kelebihan zat hara, cahaya, aerasi, sifat tanah, keadaan iklim, dan faktor lingkungan lainnya.


Cendawan (fungus) dan bakteri

Busuk hitam (black rot) :
Mungkin ini adalah penyakit paling merusak yang menyerang tanaman anggrek dan Cattleya adalah yang terbanyak.
Penyebab: cendawan Pythium ultimum

Gejala:
Biasanya pertama yang diserang adalah daun atau anakan baru. Kemudian menjalar ke rhizome sampai akhirnya ke akar.
Daerah daun yang terinfeksi terdapat bercak berwarna coklat dan dikelilingi oleh warna kuning, kontras dengan bagian daun lainnya yang berwarna hijau.
Daerah pangkal daun yang terinfeksi berwarna kehitaman lalu melunak, jika ditekan akan mengeluarkan cairan.
Proses pembusukannya cepat.
Pada akar awalnya menjadi keriput, kemudian warnanya berubah menjadi coklat tua dan akhirnya putus.

Penanggulangan :
Bagian tanaman yang terinfeksi dipotong sampai batas area yang bebas dari penyakit dengan alat yang steril.
Celupkan tanaman pada fungisida dan keringkan sebelum di tanam kembali.
Cara terbaik menghindari Black rot adalah dengan menjaga agar tanaman dan sekelilingnya tidak terlalu basah.
Pupuk dengan calcium yang tinggi akan mencegah black rot pada anakan baru.
Untuk pengendaliannya dapat menggunakan fungisida seperti : Baycor, Dithane M-45, Benlate, Ferban, Physan, Truban atau Banrot.

Busuk coklat (brown rot) :
Penyebab: cendawan Sclerotium Rolfsi.

Gejala:
Biasanya penyakit ini menyerang Paphiopedilum.
Mulanya adalah noda air yang kecil karena air menempel pada daun dalam beberapa waktu, kemudian akan menyebar dengan cepat dan daun berubah warna menjadi coklat tua.
Ini terjadi jika terdapat pot tanaman diatas tanaman tersebut dimana air menetes turun dan menetap pada tengah daun.
Suhu dan kelembaban yang tinggi adalah kondisi penunjang timbulnya penyakit ini.
Daun yang patah atau terluka adalah tempat awal penyebarannya.

Penanggulangan :
Potong daun jika terdapat warna coklat sperti bubur pada dasar daun dengan gunting yang steril.
Jika penyakit sudah parah, bagian tanaman yang terkena harus dipotong dan dimusnahkan.
Rendam
Tanaman dan pot di desinfektan dengan larutan formalin 4 % atau fungisida/antibiotik Natriphene 0,5 % selama 1 jam.

Busuk pucuk batang (crown rot) :
Penyebab: bakteri Erwinia Cartovora.

Gejala:
Menyerang phalaenopsis, menyebabkan kerusakan dan busuk pada akar, umbi batang dan daun.
Proses pembusukan daun umbi batang dan akar yang terinfeksi sangat cepat (hanya dalam waktu 1-2 hari), tetapi penyebaran ke tanaman lainnya agak lambat.
Penyakit ini biasanya timbul karena sirkulasi udara tidak begitu baik pada kelembaban yang tinggi (mis. setelah terkena hujan pada malam hari).

Penanggulangan:
Tanaman yang terinfeksi harus dipisahkan dari tanaman yang sehat.
Bagian yang terinfeksi dipotong dan dibuang.
Rendam semua bagian tanaman dan pot dengan fungisida (Captan, Dithane M-45, atau Physan 20).
Peralatan kebun harus steril.

Busuk akar (root rot) :
Penyebab: cendawan Rhizoctonia Solani.

Gejala :
Akar membusuk dan menjalar ke rhizoma dan umbi batang.
Daun dan umbi batang menguning, berkeriput, tipis dan bengkok mengakibatkan tanaman menjadi kerdil dan tidak sehat.

Penanggulangan :
Semua bagian tanaman yang terjangkit dipotong dan dibuang
Bekas potong disemprot dengan fungisida (Benlate).

Bercak coklat (Brown spot) :
Penyebab : bakteri Pseudomonas cattleyae.

Gejala:
Biasanya menyerang phalaenopsis dan paphiopedilum.
Terdapat bercak coklat, lunak dan berair pada permukaan daun, lalu menyebar keseluruh bagian tanaman.

Pengendalian :
Potong semua bagian yang yang terinfeksi dengan alat yang steril.
Rendam tanaman dengan natriphene atau Physan selama kira2 1 jam.
Semprotkan fungisida/ antibiotika Streptomycin atau Physan 20.

Virus
Tidak ada cara pengobatan terhadap virus, hanya bersifat pencegahan agar tidak menular pada tanaman lainnya. Sekali tanaman terkena virus, maka selamanya tanaman tersebut terinfeksi, oleh sebab itu sebaiknya tanaman tersebut dimusnahkan.

cymbidium Mosaic :
Penyebab: virus Cymbidium Mosaic.

Gejala :
Sebenarnya penyakit ini salah nama, karena dapat menyerang semua jenis anggrek.
Awalnya terdapat bintik2 kekuning2an sebagai akibat adanya sel yang mati, kemudian menjadi menghitam dan cekung.
Bercak biasanya bulat biasa, kadangkala membentuk belah ketupat pada daun.
Pada cattleya dan phalaenopsis ditandai dengan bercak ke-unguan, kemudian menjadi coklat juga setelah beberapa minggu. semula berupa bercak kekuningan lalu muncul jaringan mati berbintik, bergaris atau lingkaran.
Pada daun yang sudah tua terdapat banyal bintik2 sebagai akibat terdapat jaringan yang mati.

Pengendalian :
Potong dan membuang bagian tanaman yang terinfeksi.
Menstrerilkan semua alat potong dan alat lain untuk tanaman.

Bercak bercincin (TMV) :
Penyebab: virus TMV (Tobacco Mosaic Virus).

Gejala :
Timbul lingkaran atau garis-garis kekuningan pada permukaan daun.
Gejala lainnya hampir sama seperti Cymbidium Mosaic diatas.

Pengendalian :
Potong dan membuang bagian tanaman yang terinfeksi.
Menstrerilkan semua alat potong dan alat lain untuk tanaman.
Perokok tidak boleh menangani tanaman sambil merokok.


Sumber : Anggrek Info
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.