- Beranda
- Spiritual
[Muslim Only] Bagaimana Sikap Akhwat Sebelum Mendapatkan Jodoh [jawaban nya disini]
...
TS
rofa310887
[Muslim Only] Bagaimana Sikap Akhwat Sebelum Mendapatkan Jodoh [jawaban nya disini]
Assalamualaikum.....
==INDEX==
==INDEX==
bagaimana sikap akhwat ketika mencintai ikhwan yg bukan muhrimnya?
- CINTA DALAM DIAM
- BIARKAN CINTA BERMUARA DENGAN SENDIRINYA
- MENCINTAI DALAM DIAM
- KU MENCINTAIMU UTUH TAK TERSENTUH
- Cinta Dalam Hening
- MAAF, Kini Cintaku Kembali kepada NYA
- KETIKA CINTA HARUS BERSABAR
bagaimana sikap akhwat ketika ingin menikah namun belum ada jodohnya?
-UNTUKMU YANG SENDIRI PART 1
-UNTUKMU YANG SENDIRI PART 2
- AKU RINDU MENIKAH
-AMALAN UNTUK MENDAPATKAN JODOH YANG BAIK
-KETIKA ALLAH MEMILIHMU UNTUK KU
PENANTIAN SEORANG GADIS TERHADAP YANG HALAL UNTUK NYA
akhwat wajib tahu kriteria suami yg sholeh [SEPUTAR JODOH]
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=310963601
&postcount=579"]- SUAMI YANG SHOLEH HARTA BERHARGA BUAT ISTRI[/URL]
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=335804712
&postcount=538"]- PASANGAN NIKAH KITA BELUM TENTU JODOH KITA[/URL]
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=335464472
&postcount=538"]- APAKAH DIA UNTUKKU? [KRITERIA MEMILIH PASANGAN HIDUP][/URL]
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=311440534
&postcount=74"]- PANDUAN MEMILIH PASANGAN HIDUP[/URL]
Hikmah dibalik Patah Hati
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=311348747
&postcount=67"]- Saya+ALLAH=CUKUP[/URL]
SEPUTAR PERNIKAHAN
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=332289207
&postcount=421"]- NASEHAT PERNIKAHAN[/URL]
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=332362748
&postcount=422"]- BUAT YANG BELUM MENIKAH (WAJIB BACA)[/URL]
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=332590532
&postcount=433"]- KONSULTASI PRA NIKAH[/URL]
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=332606463
&postcount=435"]- PROSES TA'ARUF HINGGA KHITBAH HINGGA MENIKAH[/URL]
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=313778246
&postcount=146"]- PANDUAN UNTUK TA'ARUF[/URL]
- MAHAR NIKAH
-PERSIAPAN YANG MATANG SEBELUM MENIKAH
- #Persiapan NIKAH (kumpulan twitt ust. Salim A. Fillah
- #Lanjutan Persiapan NIKAH (kumpulan twitt ust. Salim A. Fillah
- WALIMAH URS [PESTA PERNIKAHAN]
bagaimana sikap akhwat ketika ada ikhwan yg mengajak PDKT
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=311931923
&postcount=97"]- KARENA KU YAKIN TULANG RUSUK TAKKAN TERTUKAR[/URL]
AKHWAT & IKHWAN WAJIB BACA
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=312070131
&postcount=112"]- SAVE OUR LOVE[/URL]
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=312088427
&postcount=125"]- PERCAYALAH...ALLAH TAKKAN MEMBIARKAN KITA TERJATUH[/URL]
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=352113247&postcount=898"-6 GOLONGAN AKHWAT,JANGAN DIJADIKAN ISTRI[/COLOR][/B][/URL]
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=312095293
&postcount=125"]- CINTA BERKAH ATAU UJIAN?[/URL]
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=312447969
&postcount=140"]- INNER BEAUTY SEORANG AKHWAT[/URL]
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=312623182
&postcount=142"]- SELAMAT JALAN BIDADARI SYURGA[/URL]
- PEREMPUAN TERCIPTA ENGKAU DARI TULANG RUSUK LAKI2
- CINTA DAN JODOH
[URL="http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=334685586
&postcount=491"]- KENAPA SAYA HARUS SEGERA MENIKAH[/URL]
-KACA YANG BERDEBU [Cara ikhwan memperlakukan akhwat]
-SURAT CINTA DARI CALON SUAMI
-MEMBATALKAN PERTUNANGAN
- KISAH ISTRI TELADAN
- MAKNA CINTA DAN PERNIKAHAN
-KETIKA BINGUNG MENETUKAN PILIHAN
- KEPADAMU YANG AKAN MENJADI PENDAMPINGKU KELAK
*update*
MEMBEBASKAN WANITA DARI LELAKI SERAKAH (1)
MEMBEBASKAN WANITA DARI LELAKI SERAKAH (2)
WANITA BOLEH MENGAMBIL PEMBERIANNYA
MAHAR
Ku mencintamu utuh tak tersentuh
Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan ku jawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..
Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh..
Lalu apa yang ku khawatirkan? Dan kenapa pula ku harus mengejar? Tidak, aku tak sudi.. Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia..
Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya? Pahamkah maksudku?
Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu.. Rasa yg entah akan berlabuh di mana?Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih? Tak malukah? Tak malukah?
Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain Wahai para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya.
Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki, menjawab 'ya' maka, itu pula yang kami, wanita, rasakan..
Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya . Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi.. . Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu? Untuk apa Kau kuras energi? Kerana apa kau habiskan airmatamu?.... untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu? Untuk apa?
Dan ku katakan padamu. Mungkin kau yang akan memilihku belum ku cinta saat itu. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, kau ku cinta... Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku.. Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan..
Dan tak akan pernah ada ragu ku katakan kuserahkan cintaku UTUH TAK TERSENTUH, padamu.. Hanya padamu.. ya, hanya padamu dan untukmu duhai cintaku .
jazakumulloh khoiron kastiron.....
Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan ku jawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..
Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh..
Lalu apa yang ku khawatirkan? Dan kenapa pula ku harus mengejar? Tidak, aku tak sudi.. Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia..
Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya? Pahamkah maksudku?
Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu.. Rasa yg entah akan berlabuh di mana?Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih? Tak malukah? Tak malukah?
Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain Wahai para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya.
Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki, menjawab 'ya' maka, itu pula yang kami, wanita, rasakan..
Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya . Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi.. . Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu? Untuk apa Kau kuras energi? Kerana apa kau habiskan airmatamu?.... untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu? Untuk apa?
Dan ku katakan padamu. Mungkin kau yang akan memilihku belum ku cinta saat itu. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, kau ku cinta... Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku.. Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan..
Dan tak akan pernah ada ragu ku katakan kuserahkan cintaku UTUH TAK TERSENTUH, padamu.. Hanya padamu.. ya, hanya padamu dan untukmu duhai cintaku .
jazakumulloh khoiron kastiron.....

fidyani76671 dan tata604 memberi reputasi
2
138.2K
2.6K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Spiritual
6.4KThread•2.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rofa310887
#161
[repost] cinta dan jodoh
Setelah menyelesaikan kerja praktek lapangannya di sebuah perusahaan di Surabaya, teman sekampus saya di Bandung dulu sempat bercerita kepada kami, teman-teman sekosnya, seputar pengalamannya selama kerja praktek. Dia sempat diajak bercanda oleh kawannya di perusahaan tersebut,
Nikah itu enaknya Cuma 5%, percaya nggak?, kata kawannya.
Cuma 5%, terus sisanya?, sergah teman saya.
Yang 95%...???... uuueeennnnnaaakkkk !!!, jawab kawannya.
Sontak kami tertawa mendengar cerita teman saya itu, ada-ada saja pengalaman yang dia ceritakan.
Kata orang memang betul bahwa nikah itu enaknya 95% seperti yang diceritakan teman saya di atas. Tapi banyak juga yang tak sabar ingin merasakan yang 95% tersebut lalu mengambil jalan pintas dengan melangkah keluar dari jalur yang disyariatkan agama (menikah). Mungkin jalan pintas tersebut tidak serta merta terjadi, tapi perlahan-lahan di bimbing dan diarahkan oleh setan dengan tipu dayanya yang sangat halus, termasuk salah satunya adalah dengan jalan pacaran.
Pacaran seolah menjadi pembenaran bahwa hal ini adalah cara terbaik untuk mengenal karakter calon pasangan. Padahal banyak sekali hal buruk yang dihasilkan dari pacaran. Kebanyakan pacaran bukannya menampilkan sisi yang sebenarnya dari seseorang, tapi justru hanya menampilkan sisi baiknya saja dan menutupi sisi buruknya.
Saling menipu sesama penipu. Mungkin itu ungkapan yang tepat untuk orang yang asyik berpacaran. Khawatir mengecewakan dan takut ditinggal sang pacar lalu segala yang baik dia tunjukkan, dan segala yang buruk dia sembunyikan. Tidak mau dibilang menipu tapi dia menipu sang pacar dengan hanya menampilkan yang baik-baik saja. Begitu juga pacarnya, tidak mau dibilang penipu tapi nyatanya memang menipu dengan menyembunyikan keburukannya.
Lalu setelah masuk ke jenjang pernikahan, terungkaplah semua kekurangan, kejelekan dan keburukan pasangannya, hingga tak jarang pertengkaran dan keributan terjadi sampai berujung perceraian. Tak ada lagi kata-kata manis dan mesra seperti halnya pacaran dulu. Tak ada lagi sikap ramah dan perhatian selayaknya perkenalan dulu. Dan tak ada lagi romantisme indah sebagaimana indahnya merajut kasih yang dilakukannya dulu. Berubah semuanya. Apakah hal semacam ini yang diinginkan? Tentu tidak kan?
Kalau diperhatikan lebih jauh, banyak sekali perangkap yang setan tanamkan dalam berpacaran. Allah telah melarang kita untuk mendekati zina, lalu kenapa kita harus berpacaran dengan alasan untuk mengenal karakter pasangan? Bukankah itu berarti menentang perintah Allah dan mendekati zina? Jawaban orang pun beragam akan hal ini dan yang paling parah kalau ada jawaban, yang tak diperbolehkan itu kan mendekatinya, kalau zinanya kan tak apa-apa?, wah kacau nih kalau sudah begini jawabannya.
Coba kita cermati lebih dalam lagi bagaimana perangkap setan dalam menyesatkan manusia yang diselipkan melalui pacaran. Mulai dari memandang lawan jenis yang bukan mahrom, memegang tangannya, berdua-duaan tanpa ada pihak ketiga yang mendampingi, berucap sayang dan rindu, gerilyanya tangan ke sana sini dan akhirnya zina. Padahal memandang lawan jenis yang bukan mahrom, jelas haram hukumnya. Karena kita disuruh menundukkan pandang bila bertemu lawan jenis bukannya malah melihatnya, bukankah cinta dari mata turun ke hati? Jadi harus hati-hati!
Memegang tangan, padahal Rasul tidak berani menyentuh kulit atau berjabat tangan dengan kaum perempuan yang bukan mahromnya, lalu kenapa kita berani? Hebat ya kita, berani melawan perintah Rasul. Barang siapa berjabat tangan dengan perempuan yang bukan mahramnya maka dia dimurkai Allah Azza wajalla. (HR.Ibnu Baabawih).
Berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahrom tanpa ada pihak ketiga yang mendampingi, tentu akan menimbulkan hasrat yang menggebu untuk melakukan sesuatu yang lebih jauh. Ya, karena hasrat itu ditiupkan oleh setan agar manusia terlena untuk berbuat dosa, zina misalnya. Kata Rasul, Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan perempuan (bukan mahram) karena yang ketiganya adalah syetan. (HR. Abu Dawud).
Terbersit rasa cinta, sayang dan rindu yang meluap-luap untuk sang kekasih lalu diikuti dengan lamunan membayangkan sang kekasih, seolah-olah hati dan hidupnya hanya untuk sang kekasih. Bahkan ada lagu yang isinya teringat sang kekasih saat mau melakukan hal apapun. Mau makan ingat kamu, mau minum ingat kamu, mau tidur ingat kamu, mau pergi ingat kamu, pokoknya mau ngapa-ngapain ingat kamu. Masya Allah, naudzubillaahimindzalik. Syirik ini.
Padahal sejatinya cinta itu kan hanya untuk Allah. Rasa cinta, sayang dan rindu juga untuk Allah. Kalau kita seperti lagu di atas mau ngapa-ngapain ingat sang kekasih, wah dosa besar itu jadinya. Seharusnya kalau mau makan / minum yang diingat adalah Allah dengan mengucap bismillaah, mau tidur juga yang diingat adalah Allah dengan melafadzkan doa sebelum tidur, dan mau ngapa-ngapain juga seharusnya yang diingat adalah Allah, bukannya yang diingat adalah sang kekasih.
Di sinilah pintarnya setan yang sangat halus tipu dayanya, mengelabui hati manusia, sehingga lupa akan eksistensinya sebagai makhluk Allah. Hati yang seharusnya digunakan untuk mengingat Allah (berdzikir), tapi malah digunakan untuk mengingat sang kekasih. Lidah yang seharusnya digunakan untuk melafadzkan keagungan Allah, justru digunakan untuk menyebut cinta, sayang dan rindu kepada orang yang belum menjadi haknya.
Lalu kalau cinta, sayang dan rindu sudah terluapkan dalam suatu pertemuan fisik, maka tak jarang tangan akan bergerilya kesana kemari, ujung-ujungnya zina lah yang terjadi. Kalau sudah begini siapa yang rugi? Kebanyakan pihak perempuan kan? Meskipun pada hakikatnya kedua belah pihak sama-sama merugi. Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhasrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisir atau diwujudkan) oleh kelamin atau digagalkannya. (HR. Bukhari).
Seringkali karena sudah dimabuk asmara, apapun rela dikorbankan. Kesucian, kehormatan dan harga diri diberikan untuk sang kekasih, tak tanggung-tanggung bahkan hidup dan iman pun juga rela untuk dikorbankannya. Hal ini yang sering terjadi bila kekasih hatinya berbeda aqidah dengannya, sehingga agar cintanya bersatu, lalu setan membisikkan hatinya agar murtad meninggalkan aqidahnya demi sang kekasih. Itulah pintarnya setan dalam menjerumuskan manusia dalam kesesatan. Dia menyusup dalam cinta hati manusia dan pelan-pelan mengajaknya ke neraka.
Kemudian bila ada masalah, tak jarang gelisah dan stress melanda. Telepon tak diangkat, sms tak dibalas, kata putus merajai, sehingga bingunglah hatinya, dan air matalah yang menghiasi wajahnya. Nah disini, lagi-lagi setan merasuk dalam jiwa manusia dan menanamkan kegelisahan. Sehingga muncullah bisikan-bisikan setan yang menyesatkan, sudah ke dukun aja, biar selesai semua urusan. Cinta ditolak, dukun bertindak. Begitu kata orang. Masya Allah, semakin sesatlah dia karena cinta palsu yang dibuat-buatnya hingga termakan bisikan sesat iblis terlaknat.
Perlu diwaspadai bahwasanya rasa gelisah, marah, cemas yang berlebihan, dan seabrek rasa negatif yang muncul dihati karena masalah hubungan harom tanpa mahrom (pacaran) kebanyakan penyebabnya adalah setan agar kita merasa was-was dan jauh dari Allah. Padahal sebagai orang yang beriman, sudah selayaknya hati kita tenang karena ayat-ayat Allah yang dibacakan untuk kita. Nah, kalau hati kita senantiasa was-was, sedih dan gelisah maka itulah pertanda bahwa setan sedang merasuki hati kita. Maka, berhati-hatilah terhadap setan (jin) yang sangat halus tipu dayanya.
Lagi, di tulisan selanjutnya insya Allah akan kita bahas tentang tipu daya setan yang mengatasnamakan taaruf terutama bagi para aktivis dakwah, padahal sejatinya itu adalah pacaran yang terselubung yang tak disadarinya. Selain itu akan kita bahas juga bagaimana sebaiknya kita berikhtiar ketika mengharapkan jodoh datang dan apa yang harus kita lakukan manakala cinta hinggap menghampiri hati kita.
Nikah itu enaknya Cuma 5%, percaya nggak?, kata kawannya.
Cuma 5%, terus sisanya?, sergah teman saya.
Yang 95%...???... uuueeennnnnaaakkkk !!!, jawab kawannya.
Sontak kami tertawa mendengar cerita teman saya itu, ada-ada saja pengalaman yang dia ceritakan.
Kata orang memang betul bahwa nikah itu enaknya 95% seperti yang diceritakan teman saya di atas. Tapi banyak juga yang tak sabar ingin merasakan yang 95% tersebut lalu mengambil jalan pintas dengan melangkah keluar dari jalur yang disyariatkan agama (menikah). Mungkin jalan pintas tersebut tidak serta merta terjadi, tapi perlahan-lahan di bimbing dan diarahkan oleh setan dengan tipu dayanya yang sangat halus, termasuk salah satunya adalah dengan jalan pacaran.
Pacaran seolah menjadi pembenaran bahwa hal ini adalah cara terbaik untuk mengenal karakter calon pasangan. Padahal banyak sekali hal buruk yang dihasilkan dari pacaran. Kebanyakan pacaran bukannya menampilkan sisi yang sebenarnya dari seseorang, tapi justru hanya menampilkan sisi baiknya saja dan menutupi sisi buruknya.
Saling menipu sesama penipu. Mungkin itu ungkapan yang tepat untuk orang yang asyik berpacaran. Khawatir mengecewakan dan takut ditinggal sang pacar lalu segala yang baik dia tunjukkan, dan segala yang buruk dia sembunyikan. Tidak mau dibilang menipu tapi dia menipu sang pacar dengan hanya menampilkan yang baik-baik saja. Begitu juga pacarnya, tidak mau dibilang penipu tapi nyatanya memang menipu dengan menyembunyikan keburukannya.
Lalu setelah masuk ke jenjang pernikahan, terungkaplah semua kekurangan, kejelekan dan keburukan pasangannya, hingga tak jarang pertengkaran dan keributan terjadi sampai berujung perceraian. Tak ada lagi kata-kata manis dan mesra seperti halnya pacaran dulu. Tak ada lagi sikap ramah dan perhatian selayaknya perkenalan dulu. Dan tak ada lagi romantisme indah sebagaimana indahnya merajut kasih yang dilakukannya dulu. Berubah semuanya. Apakah hal semacam ini yang diinginkan? Tentu tidak kan?
Kalau diperhatikan lebih jauh, banyak sekali perangkap yang setan tanamkan dalam berpacaran. Allah telah melarang kita untuk mendekati zina, lalu kenapa kita harus berpacaran dengan alasan untuk mengenal karakter pasangan? Bukankah itu berarti menentang perintah Allah dan mendekati zina? Jawaban orang pun beragam akan hal ini dan yang paling parah kalau ada jawaban, yang tak diperbolehkan itu kan mendekatinya, kalau zinanya kan tak apa-apa?, wah kacau nih kalau sudah begini jawabannya.
Coba kita cermati lebih dalam lagi bagaimana perangkap setan dalam menyesatkan manusia yang diselipkan melalui pacaran. Mulai dari memandang lawan jenis yang bukan mahrom, memegang tangannya, berdua-duaan tanpa ada pihak ketiga yang mendampingi, berucap sayang dan rindu, gerilyanya tangan ke sana sini dan akhirnya zina. Padahal memandang lawan jenis yang bukan mahrom, jelas haram hukumnya. Karena kita disuruh menundukkan pandang bila bertemu lawan jenis bukannya malah melihatnya, bukankah cinta dari mata turun ke hati? Jadi harus hati-hati!
Memegang tangan, padahal Rasul tidak berani menyentuh kulit atau berjabat tangan dengan kaum perempuan yang bukan mahromnya, lalu kenapa kita berani? Hebat ya kita, berani melawan perintah Rasul. Barang siapa berjabat tangan dengan perempuan yang bukan mahramnya maka dia dimurkai Allah Azza wajalla. (HR.Ibnu Baabawih).
Berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahrom tanpa ada pihak ketiga yang mendampingi, tentu akan menimbulkan hasrat yang menggebu untuk melakukan sesuatu yang lebih jauh. Ya, karena hasrat itu ditiupkan oleh setan agar manusia terlena untuk berbuat dosa, zina misalnya. Kata Rasul, Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan perempuan (bukan mahram) karena yang ketiganya adalah syetan. (HR. Abu Dawud).
Terbersit rasa cinta, sayang dan rindu yang meluap-luap untuk sang kekasih lalu diikuti dengan lamunan membayangkan sang kekasih, seolah-olah hati dan hidupnya hanya untuk sang kekasih. Bahkan ada lagu yang isinya teringat sang kekasih saat mau melakukan hal apapun. Mau makan ingat kamu, mau minum ingat kamu, mau tidur ingat kamu, mau pergi ingat kamu, pokoknya mau ngapa-ngapain ingat kamu. Masya Allah, naudzubillaahimindzalik. Syirik ini.
Padahal sejatinya cinta itu kan hanya untuk Allah. Rasa cinta, sayang dan rindu juga untuk Allah. Kalau kita seperti lagu di atas mau ngapa-ngapain ingat sang kekasih, wah dosa besar itu jadinya. Seharusnya kalau mau makan / minum yang diingat adalah Allah dengan mengucap bismillaah, mau tidur juga yang diingat adalah Allah dengan melafadzkan doa sebelum tidur, dan mau ngapa-ngapain juga seharusnya yang diingat adalah Allah, bukannya yang diingat adalah sang kekasih.
Di sinilah pintarnya setan yang sangat halus tipu dayanya, mengelabui hati manusia, sehingga lupa akan eksistensinya sebagai makhluk Allah. Hati yang seharusnya digunakan untuk mengingat Allah (berdzikir), tapi malah digunakan untuk mengingat sang kekasih. Lidah yang seharusnya digunakan untuk melafadzkan keagungan Allah, justru digunakan untuk menyebut cinta, sayang dan rindu kepada orang yang belum menjadi haknya.
Lalu kalau cinta, sayang dan rindu sudah terluapkan dalam suatu pertemuan fisik, maka tak jarang tangan akan bergerilya kesana kemari, ujung-ujungnya zina lah yang terjadi. Kalau sudah begini siapa yang rugi? Kebanyakan pihak perempuan kan? Meskipun pada hakikatnya kedua belah pihak sama-sama merugi. Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhasrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisir atau diwujudkan) oleh kelamin atau digagalkannya. (HR. Bukhari).
Seringkali karena sudah dimabuk asmara, apapun rela dikorbankan. Kesucian, kehormatan dan harga diri diberikan untuk sang kekasih, tak tanggung-tanggung bahkan hidup dan iman pun juga rela untuk dikorbankannya. Hal ini yang sering terjadi bila kekasih hatinya berbeda aqidah dengannya, sehingga agar cintanya bersatu, lalu setan membisikkan hatinya agar murtad meninggalkan aqidahnya demi sang kekasih. Itulah pintarnya setan dalam menjerumuskan manusia dalam kesesatan. Dia menyusup dalam cinta hati manusia dan pelan-pelan mengajaknya ke neraka.
Kemudian bila ada masalah, tak jarang gelisah dan stress melanda. Telepon tak diangkat, sms tak dibalas, kata putus merajai, sehingga bingunglah hatinya, dan air matalah yang menghiasi wajahnya. Nah disini, lagi-lagi setan merasuk dalam jiwa manusia dan menanamkan kegelisahan. Sehingga muncullah bisikan-bisikan setan yang menyesatkan, sudah ke dukun aja, biar selesai semua urusan. Cinta ditolak, dukun bertindak. Begitu kata orang. Masya Allah, semakin sesatlah dia karena cinta palsu yang dibuat-buatnya hingga termakan bisikan sesat iblis terlaknat.
Perlu diwaspadai bahwasanya rasa gelisah, marah, cemas yang berlebihan, dan seabrek rasa negatif yang muncul dihati karena masalah hubungan harom tanpa mahrom (pacaran) kebanyakan penyebabnya adalah setan agar kita merasa was-was dan jauh dari Allah. Padahal sebagai orang yang beriman, sudah selayaknya hati kita tenang karena ayat-ayat Allah yang dibacakan untuk kita. Nah, kalau hati kita senantiasa was-was, sedih dan gelisah maka itulah pertanda bahwa setan sedang merasuki hati kita. Maka, berhati-hatilah terhadap setan (jin) yang sangat halus tipu dayanya.
Lagi, di tulisan selanjutnya insya Allah akan kita bahas tentang tipu daya setan yang mengatasnamakan taaruf terutama bagi para aktivis dakwah, padahal sejatinya itu adalah pacaran yang terselubung yang tak disadarinya. Selain itu akan kita bahas juga bagaimana sebaiknya kita berikhtiar ketika mengharapkan jodoh datang dan apa yang harus kita lakukan manakala cinta hinggap menghampiri hati kita.
0