Quote:
Setelah ngumpulin duit selama 3 bulan, akhirnya saya bisa mewujudkan keinginan saya utk memasang Suspension Fork RST First Platinum ke sepeda Polygon Zero milik saya. Saya sengaja memilih RST First Platinum karena ia merupakan kasta tertinggi dalam jajaran produk suspension fork RST untuk penggunaan Cross Country. Dan yang saya pilih adalah tipe yg memiliki Lockout biasa, bukan Remote Lockout.
Bobot
Sebelum memasangkannya ke sepeda, saya menimbang dahulu berat Suspension Fork sebelum steerer-nya saya potong. Di website-nya RST mengklaim berat First Platinum non RL adalah 1,45 kg sementara yg RL adalah 1,5 kg. Namun jarum timbangan saya menunjukkan angka 1,55 kg. Mungkin timbangan saya yg kurant akurat, tapi kalaupun beratnya segitu tetap saja sangat enteng utk Suspension Fork Cross Country Travel 100 mm. Apalagi jika mengingat harganya yg cuman Rp. 1,4 juta rupiah!
Setelah steerer saya potong jadi sekitar 20 cm, saya timbang kembali dan bobotnya turun menjadi di bawah 1,5 kg!
Berat yg enteng tsb didapat dari Casting-nya yg terbuat dari magnesium dan steerer yg terbuat dari aluminium 7050. Dan ditambah teknologi OCR II yg menurut RST membuat suspension fork mereka membutuhkan lebih sedikit Oil sehingga makin mengurangi bobot. Teknologi OCR II merupakan pengembangan dari teknologi OCR yg dipakai pada RST First (tanpa platinum).
Kinerja dan Fungsi
Tapi bobot yg enteng akan jadi sia-sia kalau kinerja jeblok. Nah, First Platinum ini menggunakan kombinasi damping udara (di lengan kiri) dan Oil (di lengan kanan). Hasilnya? Wah, benar-benar empuk, apalagi jika dibandingkan produk Suspension Fork RST lain yg masih menggunakan damping coil, misalnya saja Omega, Capa atau Gila.
Fungsi Lockout-nya juga lumayan efektif, demikian pula rebound adjust-nya. Tapi tidak ada fungsi travel adjust, sesuatu yg bisa dimaklumi mengingat harganya yg murah.
Sayangnya First Platinum hanya tersedia utk travel 80 dan 100 mm, tidak ada travel di atas itu, sesuatu yg wajar mengingat peruntukannya utk Cross Country.
Tampilan
Yang saya beli berwarna hitam, namun First Platinum juga tersedia dalam warna putih. Pengecatan sudah menggunakan sistem Powder Coating sehingga tampilan cat terlihat mahal. Grafis-nya sederhana, menimbulkan kesan minimalis tapi tetap cantik. Stanchion dibiarkan tanpa cat tapi di-anodized.
Kompatibilitas
Saya beli yang Disk-Only, tapi di website-nya RST disebutkan bahwa First Platinum juga tersedia untuk yg Disk dan V-brake. Mounting berjenis IS dan sanggup dipasangi rotor sampai ukuran 180 mm.
Daya Tahan
Karena baru dipakai, saya belum bisa memberikan gambaran ttg daya tahan First Platinum. Yang agak mengkhawatirkan saya sedikit adalah Crown yg lebih tipis dari kebanyakan Suspension Fork.
Kompetitor
Dengan harga sekitar Rp. 1,4 juta, maka kompetitor terdekatnya mungkin adalah Suntour Epicon (harga sekitar Rp. 1,6 juta namun bobot mencapai 1,6 kg) atau Suntour Raidon (harga sekitar Rp. 1,1 juta dgn berat di kisaran 1,8 kg). Di kisaran harga ini juga ada sejumlah Supension Fork berbasis Coil Damping dari merek2 yg biasanya lebih mahal, misalnya saja Roskshox Dart 3 atau Tora SL seri CL namun dgn bobot di atas 2 kg. Pesaing lainnya tentu adalah RST First (tanpa platinum) dengan harga yg lebih murah (sekitar Rp 1,2 juta) namun dgn bobot yg lebih berat (menurut situs RST 1,75 kg).
Namun dgn bobot 1,5 kg, cat powder coating, lockout dan rebound adjust, serta material dari Aluminium 7050 dan Magnesium, RST First Platinum berada di atas kompetitor2 tsb.
Kesimpulan:
Suspension Fork dgn Value for Money yang sangat baik, highly recommended utk penggunaan Cross Country.
sumber