- Beranda
- The Lounge
Duka bagi Bangsa Indonesia di Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2010
...
TS
AlvaClipton
Duka bagi Bangsa Indonesia di Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2010
Quote:
Rate dulu Gan


Quote:
Tepat hari ini, tanggal 1 Oktober 2010 kembali kita bangsa Indonesia merayakan sebuah acara yang bisa dikatakan sekedar seremonial kenegaraan yang dikenal dengan Hari Kesaktian Pancasila, yang udah 45 tahun di rayain turun-temurun oleh bangsa kita sejak pemberontakan G30S/PKI. Dan, apa emang saat ini Pancasila itu masih sakti? Seperti-nya sih tidak !!!. Terlepas dari makna kesaktian Pancasila itu sendiri.
Kalau menurut ane saat ini, ternyata Pancasila itu sedang sakit keras bahkan juga mungkin sedang sedih dengan keadaan yang lagi terjadi di negara kita ini. Kalau kita telusuri dan pelajari, tiap isi dari Pancasila memiliki makna yang sangat dalam kalau emang kita menghayati-nya apalagi kalau emang kita ngelaksanain-nya sesuai dengan yang dirumusin oleh pahlawan-pahlawan bangsa di tahun 45 dulu, tapi kenyataan-nya saat ini, semua itu non sense, semua itu bohong, dan bahwa hampir seluruh komponen bangsa ini, ya pemerintahnya, ya rakyatnya juga tidak berjalan di atas dasar negara yaitu Pancasila yang seharusnya.
Kalau kita mencoba mengkonfrontasikan isi dari Pancasila itu sendiri dengan keadaan pada saat ini, maka kita akan menemukan banyak sekali kejanggalan-kejanggalan.
Kalau menurut ane saat ini, ternyata Pancasila itu sedang sakit keras bahkan juga mungkin sedang sedih dengan keadaan yang lagi terjadi di negara kita ini. Kalau kita telusuri dan pelajari, tiap isi dari Pancasila memiliki makna yang sangat dalam kalau emang kita menghayati-nya apalagi kalau emang kita ngelaksanain-nya sesuai dengan yang dirumusin oleh pahlawan-pahlawan bangsa di tahun 45 dulu, tapi kenyataan-nya saat ini, semua itu non sense, semua itu bohong, dan bahwa hampir seluruh komponen bangsa ini, ya pemerintahnya, ya rakyatnya juga tidak berjalan di atas dasar negara yaitu Pancasila yang seharusnya.
Kalau kita mencoba mengkonfrontasikan isi dari Pancasila itu sendiri dengan keadaan pada saat ini, maka kita akan menemukan banyak sekali kejanggalan-kejanggalan.
Quote:
Quote:
Ketuhanan Yang Maha Esa
Ya, benar bangsa ini bisa dikatakan sebagai bangsa beragama, bangsa yang percaya akan satu Tuhan. Tapi apa semua itu menjamin kehidupan beragama di Indonesia ini baik, ternyata tidak. Masih ada yang menganggap bahwa hanya agama-nya atau Tuhan-nya saja yang paling benar, dan dengan mudah-nya menyalahkan agama lain-nya bahkan kalau bisa menghancurkannya, padahal kalau di tarik satu garis lurus, semua berujung pada satu Tuhan Yang Maha Esa, dimana tidak ada satu agamapun di dunia ini, apalagi di Indonesia ini yang bisa menjamin bahwa hanya agama tertentu saja yang benar, dan Tuhan-nya yang benar. Tapi itu lah fakta yang terjadi saat ini.
Ya, benar bangsa ini bisa dikatakan sebagai bangsa beragama, bangsa yang percaya akan satu Tuhan. Tapi apa semua itu menjamin kehidupan beragama di Indonesia ini baik, ternyata tidak. Masih ada yang menganggap bahwa hanya agama-nya atau Tuhan-nya saja yang paling benar, dan dengan mudah-nya menyalahkan agama lain-nya bahkan kalau bisa menghancurkannya, padahal kalau di tarik satu garis lurus, semua berujung pada satu Tuhan Yang Maha Esa, dimana tidak ada satu agamapun di dunia ini, apalagi di Indonesia ini yang bisa menjamin bahwa hanya agama tertentu saja yang benar, dan Tuhan-nya yang benar. Tapi itu lah fakta yang terjadi saat ini.
Quote:
Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Bahwa Kemanusiaan Yang Adil itu adalah suatu bentuk tindakan yang seharus-nya benar terhadap keseimbangan yang hakiki atas semua aspek-aspek yang berhubungan dengan kemanusiaan. Dan Kemanusiaan Yang Beradab itu adalah kulturalisasi bangsa yang memiliki sifat menghargai sesama, memiliki budi bahasa yang halus dan tidak kasar, dan bisa menerima perbedaan-perbedaan yang ada disekitar kita.
Tetapi, kita bisa pastikan bahwa kemanusiaan yang adil di Indonesia ini hampir menuju ke persentase 0%, karena masih banyak sekali pemaksaan-pemaksaan kehendak yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung-jawab dan penekanan-penekanan secara fisik dan moral terhadap yang lemah tidak ubah-nya seperti di hutan. Dan sial-nya banyak dari kita hanya tutup mata melihat ketidakadilan itu.
Bagaimana dengan kemanusiaan yang beradab?. Setiap orang mengaku-ngaku, berkoar-koar bahwa dia adalah manusia beradab; manusia yang tahu sopan santun; manusia yang tahu etika; dan manusia yang bisa menghargai sesamanya; makhluk yang paling tinggi derajat-nya dari makhluk apapun di dunia ini. Tapi, kenyataan-nya tidak sama sekali, bahkan banyak diantara kita yang dengan tega menghina dan menginjak-injak keberadaban dan hak asasi orang lain.
Bahwa Kemanusiaan Yang Adil itu adalah suatu bentuk tindakan yang seharus-nya benar terhadap keseimbangan yang hakiki atas semua aspek-aspek yang berhubungan dengan kemanusiaan. Dan Kemanusiaan Yang Beradab itu adalah kulturalisasi bangsa yang memiliki sifat menghargai sesama, memiliki budi bahasa yang halus dan tidak kasar, dan bisa menerima perbedaan-perbedaan yang ada disekitar kita.
Tetapi, kita bisa pastikan bahwa kemanusiaan yang adil di Indonesia ini hampir menuju ke persentase 0%, karena masih banyak sekali pemaksaan-pemaksaan kehendak yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung-jawab dan penekanan-penekanan secara fisik dan moral terhadap yang lemah tidak ubah-nya seperti di hutan. Dan sial-nya banyak dari kita hanya tutup mata melihat ketidakadilan itu.
Bagaimana dengan kemanusiaan yang beradab?. Setiap orang mengaku-ngaku, berkoar-koar bahwa dia adalah manusia beradab; manusia yang tahu sopan santun; manusia yang tahu etika; dan manusia yang bisa menghargai sesamanya; makhluk yang paling tinggi derajat-nya dari makhluk apapun di dunia ini. Tapi, kenyataan-nya tidak sama sekali, bahkan banyak diantara kita yang dengan tega menghina dan menginjak-injak keberadaban dan hak asasi orang lain.
Quote:
Persatuan Indonesia
Saat ini masih begitu banyak-nya perpecahan-perpecahan diantara bangsa sendiri, hanya karena masalah kepentingan segelintir orang dan golongan dan ini mengakibatkan kegelisahan bagi seluruh rakyat, mereka merasa jadi korban ketika orang-orang dan golongan-golongan tersebut berperang satu sama lain, saling membenarkan kepentingan-nya masing-masing. Sepertinya Persatuan Indonesia itu sedang rapuh, yang gampang pecah kapan saja. Apa masih kurang Timor Leste yang sudah terpisah dari Indonesia? Aku tidak bisa membayangkan jika seandainya, Nanggroe Aceh Darussalam, Papua, Maluku pada akhirnya harus lepas juga dari bumi nusantara ini.
Saat ini masih begitu banyak-nya perpecahan-perpecahan diantara bangsa sendiri, hanya karena masalah kepentingan segelintir orang dan golongan dan ini mengakibatkan kegelisahan bagi seluruh rakyat, mereka merasa jadi korban ketika orang-orang dan golongan-golongan tersebut berperang satu sama lain, saling membenarkan kepentingan-nya masing-masing. Sepertinya Persatuan Indonesia itu sedang rapuh, yang gampang pecah kapan saja. Apa masih kurang Timor Leste yang sudah terpisah dari Indonesia? Aku tidak bisa membayangkan jika seandainya, Nanggroe Aceh Darussalam, Papua, Maluku pada akhirnya harus lepas juga dari bumi nusantara ini.

Quote:
Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Apakah saat ini suara rakyat sudah didengarkan oleh petinggi-petinggi, yang kebanyakan bisa duduk disitu karena uang? Bukan karena dia, atau mereka memiliki hikmat kebijaksanaan yang sesungguhnya. Bahkan bukan tidak mungkin lebih bodoh dari aku, kamu, atau kita. Bagaimana Indonesia ini bisa memimpin rakyat-nya, kalau faktor kelicikan masih membayang-bayangi setiap keputusan-keputusan yang diambil yang secara hakiki berhubungan langsung dengan nasib rakyat?
Apakah saat ini suara rakyat sudah didengarkan oleh petinggi-petinggi, yang kebanyakan bisa duduk disitu karena uang? Bukan karena dia, atau mereka memiliki hikmat kebijaksanaan yang sesungguhnya. Bahkan bukan tidak mungkin lebih bodoh dari aku, kamu, atau kita. Bagaimana Indonesia ini bisa memimpin rakyat-nya, kalau faktor kelicikan masih membayang-bayangi setiap keputusan-keputusan yang diambil yang secara hakiki berhubungan langsung dengan nasib rakyat?

Quote:
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kemiskinan, gelandangan dan pengemis yang berkeliaran, rakyat yang makan nasi aking, antrian minyak tanah, penggusuran di-mana-mana, berbanding terbalik dengan rumah-rumah megah yang berdiri dengan angkuh-nya, mobil-mobil mewah yang berseliweran di jalanan Indonesia, dan mall-mall sebagai ajang pamer gengsi, apakah ini yang dinamakan keadilan sosial? apakah keadilan sosial itu sudah terpenuhi? atau-kah kita yang salah mengartikan arti yang sebenar-nya dari keadilan sosial?
Kemiskinan, gelandangan dan pengemis yang berkeliaran, rakyat yang makan nasi aking, antrian minyak tanah, penggusuran di-mana-mana, berbanding terbalik dengan rumah-rumah megah yang berdiri dengan angkuh-nya, mobil-mobil mewah yang berseliweran di jalanan Indonesia, dan mall-mall sebagai ajang pamer gengsi, apakah ini yang dinamakan keadilan sosial? apakah keadilan sosial itu sudah terpenuhi? atau-kah kita yang salah mengartikan arti yang sebenar-nya dari keadilan sosial?

Jadi sekarang kita yang harus memutuskan apakah hari ini, tepat tanggal 1 Oktober 2010 bisa dikatakan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, atau Hari Kesakitan Pancasila
Silahkan menjawab dengan pikiran dan opini kita sendiri, tidak ada pemaksaan dalam hal ini, semuanya hanya wacana saja, tapi sebaiknya ini tidak hanya di otak kita saja, tapi kita harus laksanakan, kita harus hargai, dan kita harus buktikan bahwa emang kita bangsa yang berdasarkan Pancasila sebagai dasar negara kita Indonesia.

Quote:
Duka bagi Nusantara, Bangsa Indonesia
Bangsa Indonesia tidak hentinya saat ini kembali berduka, sang maha sekiranya kami mengerti apa dosa Bangsa ini? Sebegitu berdosanya kah bangsa ini? Hingga tiap waktu yg berputar harus kembali menemui kedukaan.
Musibah & bencana tiada henti menyambangi Bangsa yg besar yg bernama Indonesia. Gempa Sumbar setahun yg lalu dan belum hilang dari ingatan, banjir bandang Mandailing Natal.
Dalam waktu + 2 minggu ini kebakaran di beberapa daerah melanda hutan & gunung. Untuk Jakarta sendiri sedang tercekam oleh kekerasan antar golongan. Satu sisi lg berbagai media menggambarkan sifat kerakusan & ketamakan manusia, mulai dari korupsi, kisruh kepentingan, dagelan politik, perusakan alam, kesenjangan sosial ekonomi (kemiskinan bahkan kelaparan) & berbagai sorotan yg membuat miris.
Setimpal kah berbagai kerakusan & ketamakan segelintir manusia di negeri ini dengan fenomena alam yg terjadi? Ya dan PANTAS ALAM MULAI MURKA...
Jangan kambing hitamkan gempa dengan kajian ilmiah.. Tapi kajilah dengan agama-mu (apapun agamamu) kajilah dengan nilai luhur budayamu (apapun suku & budayamu), TANYA KENAPA KEMURKAAN ALAM INI TERJADI, bacalah... Situasi kondisi ruang waktu dimensi yang terjadi di Bangsa ini...
Sebuah Bangsa yg besar yg murung...
Sebuah Bangsa yg besar yg mundur...
Sebuah Bangsa yg besar yg bodoh...
Sebuah bangsa yg besar yg tak beradab...
Dan lain2nya...
PANTASKAH KITA SEBAGAI BANGSA YG BESAR MENYANDANG ITU SEMUA..!!!
Ayolah.. kita sadari alam pun mencatat atas kerakusan & ketamakan yg terjadi, Tuhan yg maha esa mempunyai kehendak atas semua yg terjadi..
Innalillahi wa innalilaihi rojiun..
Atas duka bangsa ini, untuk semua sahabat beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, semua suku yg ada dalam kebhinekaan ayo kita renungkan dengan kepercayaan masing-masing doakan agar bangsa ini terlepas dari musibah dan bencana, untuk sebuah Bangsa yg besar yg bernama Indonesia
Saya mengajak para sahabat kaskus untuk merenungi semua yg terjadi di Negara kita Bangsa yg kita cintai..
Memang terdengar naif & seakan saya terlalu sempurna & bijak untuk ajakan ini..
Atas dasar kecintaan tanah air dan Bangsa Indonesia, perenungan ini saya persembahkan..
Semoga kesadaran dari hati yg terdalam menjadikan kita sebagai manusia yg penuh syukur dan menghargai sebuah bangsa yg besar yg bernama Indonesia, semoga Allah swt Tuhan yg maha esa meridhoi perenungan ini...
Wallahuallam...
Sebuah Renungan di Hari Kesaktian Pancasila
Bangsa Indonesia tidak hentinya saat ini kembali berduka, sang maha sekiranya kami mengerti apa dosa Bangsa ini? Sebegitu berdosanya kah bangsa ini? Hingga tiap waktu yg berputar harus kembali menemui kedukaan.
Musibah & bencana tiada henti menyambangi Bangsa yg besar yg bernama Indonesia. Gempa Sumbar setahun yg lalu dan belum hilang dari ingatan, banjir bandang Mandailing Natal.
Dalam waktu + 2 minggu ini kebakaran di beberapa daerah melanda hutan & gunung. Untuk Jakarta sendiri sedang tercekam oleh kekerasan antar golongan. Satu sisi lg berbagai media menggambarkan sifat kerakusan & ketamakan manusia, mulai dari korupsi, kisruh kepentingan, dagelan politik, perusakan alam, kesenjangan sosial ekonomi (kemiskinan bahkan kelaparan) & berbagai sorotan yg membuat miris.
Setimpal kah berbagai kerakusan & ketamakan segelintir manusia di negeri ini dengan fenomena alam yg terjadi? Ya dan PANTAS ALAM MULAI MURKA...
Jangan kambing hitamkan gempa dengan kajian ilmiah.. Tapi kajilah dengan agama-mu (apapun agamamu) kajilah dengan nilai luhur budayamu (apapun suku & budayamu), TANYA KENAPA KEMURKAAN ALAM INI TERJADI, bacalah... Situasi kondisi ruang waktu dimensi yang terjadi di Bangsa ini...
Sebuah Bangsa yg besar yg murung...
Sebuah Bangsa yg besar yg mundur...
Sebuah Bangsa yg besar yg bodoh...
Sebuah bangsa yg besar yg tak beradab...
Dan lain2nya...
PANTASKAH KITA SEBAGAI BANGSA YG BESAR MENYANDANG ITU SEMUA..!!!
Ayolah.. kita sadari alam pun mencatat atas kerakusan & ketamakan yg terjadi, Tuhan yg maha esa mempunyai kehendak atas semua yg terjadi..
Innalillahi wa innalilaihi rojiun..
Atas duka bangsa ini, untuk semua sahabat beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, semua suku yg ada dalam kebhinekaan ayo kita renungkan dengan kepercayaan masing-masing doakan agar bangsa ini terlepas dari musibah dan bencana, untuk sebuah Bangsa yg besar yg bernama Indonesia
Saya mengajak para sahabat kaskus untuk merenungi semua yg terjadi di Negara kita Bangsa yg kita cintai..
Memang terdengar naif & seakan saya terlalu sempurna & bijak untuk ajakan ini..
Atas dasar kecintaan tanah air dan Bangsa Indonesia, perenungan ini saya persembahkan..
Semoga kesadaran dari hati yg terdalam menjadikan kita sebagai manusia yg penuh syukur dan menghargai sebuah bangsa yg besar yg bernama Indonesia, semoga Allah swt Tuhan yg maha esa meridhoi perenungan ini...
Wallahuallam...
Quote:
-Syukur-
Dari yakinku teguh
Hati ikhlasku penuh
Akan karuniamu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
KehadiratMu Tuhan
Dari yakinku teguh
Cinta ikhlasku penuh
Akan jasa usaha
Pahlawanku yang baka
Indonesia merdeka
Syukur aku hanjukkan
Ke bawah duli tuhan
Dari yakinku teguh
Bakti ikhlasku penuh
Akan azas rukunmu
Pandu bangsa yang nyata
Indonesia merdeka
Syukur aku hanjukkan
Kehadaratmu tuhan
Dari yakinku teguh
Hati ikhlasku penuh
Akan karuniamu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
KehadiratMu Tuhan
Dari yakinku teguh
Cinta ikhlasku penuh
Akan jasa usaha
Pahlawanku yang baka
Indonesia merdeka
Syukur aku hanjukkan
Ke bawah duli tuhan
Dari yakinku teguh
Bakti ikhlasku penuh
Akan azas rukunmu
Pandu bangsa yang nyata
Indonesia merdeka
Syukur aku hanjukkan
Kehadaratmu tuhan
Sebuah Renungan di Hari Kesaktian Pancasila
Quote:
Quote:
Quote:
Jadi HOT THREAD ke 45
Spoiler for HOT THREAD:

makasih mimin, n' momod.


Quote:
Mohon maaf kalau ada yang 
Bagi yang sudah ISO ane minta
dan 
Terus yang belum ISO cukup
Kunjungi Thread Ane yang Lainnya Disini

Bagi yang sudah ISO ane minta
dan 
Terus yang belum ISO cukup

Kunjungi Thread Ane yang Lainnya Disini
This Thread Supported by
Quote:
0
85.4K
Kutip
3.2K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
AlvaClipton
#3
Update Berita Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Quote:
SBY Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya
![kaskus-image]()
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat pagi, memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di kompleks Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta.
Presiden bersama Ibu Ani Yudhoyono tiba di tempat upacara tepat pada pukul 08.00 WIB dengan didampingi oleh Wakil Presiden Boediono beserta Ibu Herawati.
Presiden Yudhoyono yang bertindak sebagai Inspektur Upacara langsung menuju podium kehormatan, dengan diiringi dengan lagu-lagu kebangsaan.
Bertindak sebagai komandan upacara adalah Kombes Pol Imam Sugianto. Upacara Hari Kesaktian Pancasila itu diisi dengan pembacaan sila-sila Pancasila oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman.
Sementara itu, Ketua MPR, Taufiq Kiemas membacakan pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Sedangkan Ketua DPR Marzuki Alie bertugas membacakan Ikrar Kesetiaan Pancasila. Upacara tersebut diikuti ratusan peserta upacara yang terdiri atas unsur TNI, Polri, mahasiswa, dan pelajar.
Seluruh menteri dan pejabat setingkat menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu II, serta para perwakilan negara-negara sahabat juga hadir dalam upacara yang rutin diadakan setiap tahun itu.
Persiapan pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila itu berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya.
Pengamanan upacara terlihat sangat ketat. Ratusan petugas keamanan dari unsur Pasukan Pengamanan Presiden, TNI, dan Polri ditempatkan di sejumlah titik di sekiitar tempat upacara.
Acara ini diselenggarakan untuk mengenang pemberontakan yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tanggal 1 Oktober tahun 1965 yang antara lain ditandai dengan penculikan beberapa jenderal Angkatan Darat.
Para jenderal dan perwira yang dibunuh dan kemudian dibuang ke Lubang Buaya yang sekarang menjadi Monumen Pancasila Sakti adalah Jenderal Anumerta Achmad Yani, Mayjen Sutoyo, Mayjen D.E Pandjaitan, Letjen Suprapto, Letjen M.T Haryono , Letjen S Parman serta Kapten Pierre Tendean. Juga meninggal Ade Irman Nasution, putra jenderal TNI Abdul Haris Nasution.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat pagi, memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di kompleks Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta.
Presiden bersama Ibu Ani Yudhoyono tiba di tempat upacara tepat pada pukul 08.00 WIB dengan didampingi oleh Wakil Presiden Boediono beserta Ibu Herawati.
Presiden Yudhoyono yang bertindak sebagai Inspektur Upacara langsung menuju podium kehormatan, dengan diiringi dengan lagu-lagu kebangsaan.
Bertindak sebagai komandan upacara adalah Kombes Pol Imam Sugianto. Upacara Hari Kesaktian Pancasila itu diisi dengan pembacaan sila-sila Pancasila oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman.
Sementara itu, Ketua MPR, Taufiq Kiemas membacakan pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Sedangkan Ketua DPR Marzuki Alie bertugas membacakan Ikrar Kesetiaan Pancasila. Upacara tersebut diikuti ratusan peserta upacara yang terdiri atas unsur TNI, Polri, mahasiswa, dan pelajar.
Seluruh menteri dan pejabat setingkat menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu II, serta para perwakilan negara-negara sahabat juga hadir dalam upacara yang rutin diadakan setiap tahun itu.
Persiapan pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila itu berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya.
Pengamanan upacara terlihat sangat ketat. Ratusan petugas keamanan dari unsur Pasukan Pengamanan Presiden, TNI, dan Polri ditempatkan di sejumlah titik di sekiitar tempat upacara.
Acara ini diselenggarakan untuk mengenang pemberontakan yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tanggal 1 Oktober tahun 1965 yang antara lain ditandai dengan penculikan beberapa jenderal Angkatan Darat.
Para jenderal dan perwira yang dibunuh dan kemudian dibuang ke Lubang Buaya yang sekarang menjadi Monumen Pancasila Sakti adalah Jenderal Anumerta Achmad Yani, Mayjen Sutoyo, Mayjen D.E Pandjaitan, Letjen Suprapto, Letjen M.T Haryono , Letjen S Parman serta Kapten Pierre Tendean. Juga meninggal Ade Irman Nasution, putra jenderal TNI Abdul Haris Nasution.
Quote:
Taufiq Kiemas Keliru Bacakan Sila Kelima di Peringatan Hari Pancasila
![kaskus-image]()
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas keliru kata saat membaca frase sila kelima Pancasila dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Jumat (1/10).
Taufiq yang mendapat tugas membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 menyebut frase: "Keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia." Seharusnya, sesuai butir kelima Pancasila, berbunyi: "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."
Acara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini selain dihadiri para menteri juga diikuti sejumlah tamu dari negara asing. Para siswa dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas juga turut menjadi peserta. Upacara sendiri dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Selain Taufiq Kiemas, ketua lembaga negara lain yang turut menjadi petugas upacara yaitu Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie. Irman kebagian membacakan Pancasila dan Marzuki membacakan Ikrar. Keduanya menjalankan 'tugas' dengan mulus.
Taufiq Kiemas seusai acara peringatan mengakui dirinya keliru menyebut frase tersebut. "Memang agak salah saja," katanya.
Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini dimulai pukul 08.00 WIB di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Peringatan Hari Pancasila Sakti terkait kasus penculikan sejumlah jenderal yang dilakukan aktivis Partai Komunis Indonesia pada 30 September 1965.

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas keliru kata saat membaca frase sila kelima Pancasila dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Jumat (1/10).
Taufiq yang mendapat tugas membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 menyebut frase: "Keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia." Seharusnya, sesuai butir kelima Pancasila, berbunyi: "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."
Acara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini selain dihadiri para menteri juga diikuti sejumlah tamu dari negara asing. Para siswa dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas juga turut menjadi peserta. Upacara sendiri dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Selain Taufiq Kiemas, ketua lembaga negara lain yang turut menjadi petugas upacara yaitu Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie. Irman kebagian membacakan Pancasila dan Marzuki membacakan Ikrar. Keduanya menjalankan 'tugas' dengan mulus.
Taufiq Kiemas seusai acara peringatan mengakui dirinya keliru menyebut frase tersebut. "Memang agak salah saja," katanya.
Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini dimulai pukul 08.00 WIB di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Peringatan Hari Pancasila Sakti terkait kasus penculikan sejumlah jenderal yang dilakukan aktivis Partai Komunis Indonesia pada 30 September 1965.
Quote:
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Diwarnai Aksi Teatrikal
![kaskus-image]()
Semarang, CyberNews. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada hari ini (1/10) diwarnai aksi teatrikal oleh puluhan mahasiswa Universitas Tujuhbelas Agustus (Untag) 1945 Semarang di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Semarang. Aksi teatrikal diperankan beberapa mahasiswa yang mengecat wajahnya dengan warna merah dan putih.
Dalam aksinya, seorang mahasiswa diikat dengan rantai yang terbuat dari kertas minyak dan berbaring di depan pagar kantor gubernur tersebut serta berusaha mendekati bendera kain yang ditengahnya terdapat lambang Burung Garuda. Namun, bendera itu memang sengaja tidak diberi warna merah, hanya putih saja.
Koordinator Aksi, Hendrich Setyawan, mengatakan aksi ini melambangkan bahwa saat ini bangsa Indonesia tidak dalam keadaan utuh. Pasalnya, di beberapa daerah seperti di Sumatera dan Kalimantan masih sering terjadi konflik yang berlatar etnis karena belum memahami nilai-nilai luhur Pancasila.
"Begitu juga karena keprihatinan kami khususnya terhadap generasi muda agar memaknai dan mengamalkan Pancasila. Padahal apabila dalam setiap butir yang terkandung di Pancasila diamalkan warga negara bisa menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa ini yang memang Berbhinneka Tunggal Ika," ujarnya.
Hendrich menambahkan, selama ini Hari Kesaktian Pancasila tidak diperingati seperti hari besar lainnya yang selalu digelar secara khusus. Padahal hari ini mempunyai nilai sejarah, yang tepat dijadikan momentum untuk mulai mengamalkan pancasila yang sudah mulai tergerus.
Selain menggelar aksi teatrikel, mereka juga berorasi dengan mengeluarkan yel-yel seperti "Siap mengamalkan Pancasila, dan "Jangan Ragukan Kesaktian Pancasila" serta menyanyikan lagu perjuangan mahasiswa. Sejumlah mahasiswa juga membawa poster yang di antaranya bertuliskan "Pancasila Bukan Hanya Simbol Saja", "Bebaskan Garuda" dan Aku Rindu Pancasila".
Sementara itu, puluhan aparat kepolisian berjaga-jaga di depan pintu pagar kantor gubernur untuk mengamankan aksi demo.

Semarang, CyberNews. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada hari ini (1/10) diwarnai aksi teatrikal oleh puluhan mahasiswa Universitas Tujuhbelas Agustus (Untag) 1945 Semarang di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Semarang. Aksi teatrikal diperankan beberapa mahasiswa yang mengecat wajahnya dengan warna merah dan putih.
Dalam aksinya, seorang mahasiswa diikat dengan rantai yang terbuat dari kertas minyak dan berbaring di depan pagar kantor gubernur tersebut serta berusaha mendekati bendera kain yang ditengahnya terdapat lambang Burung Garuda. Namun, bendera itu memang sengaja tidak diberi warna merah, hanya putih saja.
Koordinator Aksi, Hendrich Setyawan, mengatakan aksi ini melambangkan bahwa saat ini bangsa Indonesia tidak dalam keadaan utuh. Pasalnya, di beberapa daerah seperti di Sumatera dan Kalimantan masih sering terjadi konflik yang berlatar etnis karena belum memahami nilai-nilai luhur Pancasila.
"Begitu juga karena keprihatinan kami khususnya terhadap generasi muda agar memaknai dan mengamalkan Pancasila. Padahal apabila dalam setiap butir yang terkandung di Pancasila diamalkan warga negara bisa menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa ini yang memang Berbhinneka Tunggal Ika," ujarnya.
Hendrich menambahkan, selama ini Hari Kesaktian Pancasila tidak diperingati seperti hari besar lainnya yang selalu digelar secara khusus. Padahal hari ini mempunyai nilai sejarah, yang tepat dijadikan momentum untuk mulai mengamalkan pancasila yang sudah mulai tergerus.
Selain menggelar aksi teatrikel, mereka juga berorasi dengan mengeluarkan yel-yel seperti "Siap mengamalkan Pancasila, dan "Jangan Ragukan Kesaktian Pancasila" serta menyanyikan lagu perjuangan mahasiswa. Sejumlah mahasiswa juga membawa poster yang di antaranya bertuliskan "Pancasila Bukan Hanya Simbol Saja", "Bebaskan Garuda" dan Aku Rindu Pancasila".
Sementara itu, puluhan aparat kepolisian berjaga-jaga di depan pintu pagar kantor gubernur untuk mengamankan aksi demo.
0
Kutip
Balas