TS
Okutet
Bagaimana Cara Kirim burung yang Aman
Banyak yang bertanya-tanya mengenai cara pengiriman burung,baik itu pengiriman antar kota,antar propinsi,antar pulau, bahkan untuk pengiriman antar negara. Ketidaktahuan ini menyebabkan kekecewaan,terutama bagi pedagang burung dan penghobi.
Bagi pedagang burung jasa pengiriman ini memiliki peran vital dalam pengembangan usaha,semakin jauh jangkauan pengiriman yang dia miliki,akan memudahkan penjualan pedagang itu sendiri,jika tidak tahu cara pengiriman,pedagang tak akan mengalami kemajuan,karna hanya lokaler saja pembelinya. Dan untuk penghobi,ketika dia traveling,tidak sengaja melihat burung dan membeli,tentunya dia memikirkan mau dibawa pulang pakai apa burung ini,pakai motor,mobil pribadi atau apa. Untuk itu ada baiknya pengalaman-pengalaman yang juragan dapat di lapangan (baik seller maupun pembeli) di sharing disini untuk menambah wawasan bagi yang lain.
Semoga bermanfaat
Ane mulai dari udara:
Bagi pedagang burung jasa pengiriman ini memiliki peran vital dalam pengembangan usaha,semakin jauh jangkauan pengiriman yang dia miliki,akan memudahkan penjualan pedagang itu sendiri,jika tidak tahu cara pengiriman,pedagang tak akan mengalami kemajuan,karna hanya lokaler saja pembelinya. Dan untuk penghobi,ketika dia traveling,tidak sengaja melihat burung dan membeli,tentunya dia memikirkan mau dibawa pulang pakai apa burung ini,pakai motor,mobil pribadi atau apa. Untuk itu ada baiknya pengalaman-pengalaman yang juragan dapat di lapangan (baik seller maupun pembeli) di sharing disini untuk menambah wawasan bagi yang lain.
Semoga bermanfaat

Quote:
INDEX:
- pengiriman ayam
- pengiriman burung jalur udara 1
- pengiriman burung jalur udara 2
- Tips membawa burung dari luar negeri ke dalam negeri
- Pengiriman burung jalur darat(Kereta Api)
- Pengiriman burung jalur darat(Bus)
- Pengiriman burung jalur darat(Kendaraan Pribadi)
- [URL="http://http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=288873708&postcount=6"]Thread terkait pengiriman Hewan[/URL]
Ane mulai dari udara:
Spoiler for Cara Pengiriman Burung Lewat udara:
Quote:
Untuk membawa burung dengan pesawaat udara atau memaketkan burung dengan psawat udara, prosedurnya hampir sama. Sama-sama harus mengurus ijin di Dinas Peternakan setempat (yakni Dinas Peternakan sesuai KTP pengirim/ pengurus) dan Bagian Karantina Hewan di bandara pemberangkatan serta harus sama-sama masuk dan tercatat di cargo. Bedanya, kalau pengiriman melalui paket udara maka nama dan alamat penerima disesuaikan dengan identitas diri (KTP dll) orang yang akan mengambil di gudang cargo bandara tujuan.
Sedangkan kalau membawa burung dengan pesawat maka penerimanya adalah juga pengirimnya yang nantinya juga harus mengambil di gudang cargo dengan menunjukkan identitas diri sesuai dokumen pengiriman.
Tata caranya sebagai berikut:
1. Pergi ke Dinas Peternakan setempat (sesuai KTP pendaftar), sampaikan niat Anda untuk kirim burung. Nanti di tempat itu Anda akan diminta mengisi formulir yang sudah tersedia, antara lain jenis burung, jumlah dsb Di sini tidak ada tarif baku pembayaran. Ya sifatnya sukarela. Bisa 10.000 atau 20.000 tergantung kedermawanan Anda hehehe. (Prosesnya sangat simpel dan cepat).
2. Urusan dengan Dinas Peternakan selesai, Anda berangkat ke Bagian Karantina Hewan di Bandara tempat Anda mau mengirim burung. Di tempat ini Anda akan mendapatkan secarik surat keterangan (surat karantina) dengan biaya per ekor burung tergantung kebijakan kantor setempat. Biasanya sekitar Rp. 3.000 s/d Rp. 5.000 per burung. (Proses sangat simpel dan cepat).
3. Setelah urusan selesai, Anda bisa membawa burung dan surat keterangan itu ke Bagian Cargo Bandara untuk pengurusan pengepakan dan sebagainya. Biaya pengiriman dihitung berdasar volume tempat burung yang Anda gunakan.
4. Untuk pengiriman via jasa paket udara (di cargo) Anda harus siap berkoordinasi dengan penerima burung di Bandara tujuan pengiriman (teman,
pembeli dsb) untuk menjemput burung di bandara. Pada saat di Bagian Cargo, Anda akan mengisikan nama dan alamat penerima barang. Dengan membawa KTP atau identitas lain, si penerima bisa menunjukkan identitas dirinya ketika mau mengambil burung di bandara tujuan. Dengan demikian, untuk setiap kali pengiriman Anda harus memastikan pesawat apa yang digunakan untuk pengiriman, jam kedatangannya di bandara tujuan dsb-dsb sehingga begitu burung mendarat di Bandara, teman atau pembeli burung sudah ada di sana sehingga burung tidak perlu berlama-lama di gudang cargo (bisa KO bila kelamaan). Sedangkan jika Anda juga terbang bersama pesawat pembawa burung, maka nanti Anda sendiri yang akan mengambilnya dengan menunjukkan identitas diri sesuai dokumen pengiriman burung.
Tips:
1. Siapkan burung dengan packing yang kuat tetapi berlubang sehingga burung bisa bernafas dengan leluasa. Usahakan volume wadah burung yang cukup untuk burung tetapi tidak terlalu besar sehingga bisa menekan biaya.
2. Siapkan pakan padat misalnya pisang atau kates untuk burung pemakan buah, sayur untuk burung pemakan sayur dan canary seed (misalnya burung kenari), kroto atau jangkrk yang sudah dihilangkan kakinya untuk burung yang nggak doyan buah atau sayuran serta bijian.
3. Pilih pesawat dengan penerbangan paling awal, sebagai persiapan jika terjadi penundaan pemberangkatansehingga ada kemungkinan burung tetap terkirim hari itu juga.
4. Pastikan jalur penerbangan yang Anda gunakan aman dari kemungkinan penundaan penerbangan.
5. Jika Anda mengirim tanpa menyertai penerbangan pesawat pembawa burung, pastikan penjemput burung langsung menuju ke Gudang Cargo penerimaan barang begitu pesawat mendarat.
6. Berdoa semoga burung selamat sampai tujuan. Hehehe pasti dong.
Sumber
Sedangkan kalau membawa burung dengan pesawat maka penerimanya adalah juga pengirimnya yang nantinya juga harus mengambil di gudang cargo dengan menunjukkan identitas diri sesuai dokumen pengiriman.
Tata caranya sebagai berikut:
1. Pergi ke Dinas Peternakan setempat (sesuai KTP pendaftar), sampaikan niat Anda untuk kirim burung. Nanti di tempat itu Anda akan diminta mengisi formulir yang sudah tersedia, antara lain jenis burung, jumlah dsb Di sini tidak ada tarif baku pembayaran. Ya sifatnya sukarela. Bisa 10.000 atau 20.000 tergantung kedermawanan Anda hehehe. (Prosesnya sangat simpel dan cepat).
2. Urusan dengan Dinas Peternakan selesai, Anda berangkat ke Bagian Karantina Hewan di Bandara tempat Anda mau mengirim burung. Di tempat ini Anda akan mendapatkan secarik surat keterangan (surat karantina) dengan biaya per ekor burung tergantung kebijakan kantor setempat. Biasanya sekitar Rp. 3.000 s/d Rp. 5.000 per burung. (Proses sangat simpel dan cepat).
3. Setelah urusan selesai, Anda bisa membawa burung dan surat keterangan itu ke Bagian Cargo Bandara untuk pengurusan pengepakan dan sebagainya. Biaya pengiriman dihitung berdasar volume tempat burung yang Anda gunakan.
4. Untuk pengiriman via jasa paket udara (di cargo) Anda harus siap berkoordinasi dengan penerima burung di Bandara tujuan pengiriman (teman,
pembeli dsb) untuk menjemput burung di bandara. Pada saat di Bagian Cargo, Anda akan mengisikan nama dan alamat penerima barang. Dengan membawa KTP atau identitas lain, si penerima bisa menunjukkan identitas dirinya ketika mau mengambil burung di bandara tujuan. Dengan demikian, untuk setiap kali pengiriman Anda harus memastikan pesawat apa yang digunakan untuk pengiriman, jam kedatangannya di bandara tujuan dsb-dsb sehingga begitu burung mendarat di Bandara, teman atau pembeli burung sudah ada di sana sehingga burung tidak perlu berlama-lama di gudang cargo (bisa KO bila kelamaan). Sedangkan jika Anda juga terbang bersama pesawat pembawa burung, maka nanti Anda sendiri yang akan mengambilnya dengan menunjukkan identitas diri sesuai dokumen pengiriman burung.
Tips:
1. Siapkan burung dengan packing yang kuat tetapi berlubang sehingga burung bisa bernafas dengan leluasa. Usahakan volume wadah burung yang cukup untuk burung tetapi tidak terlalu besar sehingga bisa menekan biaya.
2. Siapkan pakan padat misalnya pisang atau kates untuk burung pemakan buah, sayur untuk burung pemakan sayur dan canary seed (misalnya burung kenari), kroto atau jangkrk yang sudah dihilangkan kakinya untuk burung yang nggak doyan buah atau sayuran serta bijian.
3. Pilih pesawat dengan penerbangan paling awal, sebagai persiapan jika terjadi penundaan pemberangkatansehingga ada kemungkinan burung tetap terkirim hari itu juga.
4. Pastikan jalur penerbangan yang Anda gunakan aman dari kemungkinan penundaan penerbangan.
5. Jika Anda mengirim tanpa menyertai penerbangan pesawat pembawa burung, pastikan penjemput burung langsung menuju ke Gudang Cargo penerimaan barang begitu pesawat mendarat.
6. Berdoa semoga burung selamat sampai tujuan. Hehehe pasti dong.
Sumber
0
156.1K
Kutip
220
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Burung
2.2KThread•685Anggota
Tampilkan semua post
TS
Okutet
#2
Spoiler for Cara Extrem:
Quote:
SiLalatNaga
saya pernah juga bawa MB 2 ekor dari sby ke bjm. mungkin caranya agak sadis dan beresiko, tapi pengalaman itu sukses. ekor mb yang terlalu panjang terpaksa dicabut, lalu paruh dan kaki mb diplester (sebelumnya dikasih minum
dulu). lalu siapkan kaos kaki yang sudah usang (yang sdh dicuci tentunya) dan buat lubang kecil pada ujung kaos kaki tersebut. masukkan mb ke dalam kaos kaki dgn posisi paruh keluar melalui lubang kecil tadi. plester lagi kaos
kaki pada bagian leher (jangan terlalu ketat) untuk memastikan bahwa posisi
kepala dengan kaos kaki tidak akan berubah (melorot) kemudian plester juga kaos kaki pada bagian kaki mb. selama perjalanan ke airport, mb yg terbungkus kaos kaki diletakkan pada tempat yang kita anggap paling nyaman.
setelah sampai di airport taruh mb tersebut pada kantong jaket yang besar dengan posisi paruh menghadap ke atas (agar bisa bernafas) dan usahakan
tangan kita juga masuk ke dalam kantong tersebut untuk memastikan posisi mb selalu benar dan mb mendapat udara dengan menjada mulut kantong tetap terbuka tapi isi dalam kantong tidak terlihat orang lain. pastikan kita tidak membawa logam yang akan memancing petugas memeriksa badan kita dengan lebih teliti pada saat melewati metal detektor. usahakan mendapatkan tiket yang mana sampai ditempat tujuan pada saat malam hari. tujuannya agar pada saat sampai di tujuan, burung dpt langsung beristirahat, karena burung akan sempoyongan saat burung dilepas dari ikatan2 tadi dilepas dari kaos kaki dan ikatan2nya.
Sumber
saya pernah juga bawa MB 2 ekor dari sby ke bjm. mungkin caranya agak sadis dan beresiko, tapi pengalaman itu sukses. ekor mb yang terlalu panjang terpaksa dicabut, lalu paruh dan kaki mb diplester (sebelumnya dikasih minum
dulu). lalu siapkan kaos kaki yang sudah usang (yang sdh dicuci tentunya) dan buat lubang kecil pada ujung kaos kaki tersebut. masukkan mb ke dalam kaos kaki dgn posisi paruh keluar melalui lubang kecil tadi. plester lagi kaos
kaki pada bagian leher (jangan terlalu ketat) untuk memastikan bahwa posisi
kepala dengan kaos kaki tidak akan berubah (melorot) kemudian plester juga kaos kaki pada bagian kaki mb. selama perjalanan ke airport, mb yg terbungkus kaos kaki diletakkan pada tempat yang kita anggap paling nyaman.
setelah sampai di airport taruh mb tersebut pada kantong jaket yang besar dengan posisi paruh menghadap ke atas (agar bisa bernafas) dan usahakan
tangan kita juga masuk ke dalam kantong tersebut untuk memastikan posisi mb selalu benar dan mb mendapat udara dengan menjada mulut kantong tetap terbuka tapi isi dalam kantong tidak terlihat orang lain. pastikan kita tidak membawa logam yang akan memancing petugas memeriksa badan kita dengan lebih teliti pada saat melewati metal detektor. usahakan mendapatkan tiket yang mana sampai ditempat tujuan pada saat malam hari. tujuannya agar pada saat sampai di tujuan, burung dpt langsung beristirahat, karena burung akan sempoyongan saat burung dilepas dari ikatan2 tadi dilepas dari kaos kaki dan ikatan2nya.
Sumber

Spoiler for tips via pesawat:
Quote:
Klo urusan sperti ini yang udah berpengalaman rekan kita om Tjatur.....
berikut saya kirimkan kiriman beliau....
bawa burung dari bandara juanda.
contoh kenari,
1. saya penah bawa 7 ekor kenari dari malang, saya beli sangkar kecil dan
saya sekat menjadi 4 kotak. 1 kotaknya saya isi 2 ekor dan yang satu saya
isi dengan yang burung bagus, setelah burung dimasukan dlm sangkar, sangkar
kita bungkus dengan kardus/kertas semen/kertas yg lain... asal ketas
tersebut dibuatkan lubang-2 kecil.
2. lalu ke bandara juanda, ke kantor karantina minta surat (e... bayar) per
ekornya Rp. 5.000,- karena sangkar kita tutup rapat dengan kertas maka kita
bisa ngomong hanya 4 ekor. (he...he...)
Lokasi kantor tersebut, 100 mtr dari Pos pengambilan tiket parkir sebelah
kiri. (kalau ragu-2 tanya di petugas loket parkir). setelah masuk lokasi
parkir kantor karantina bpk jalan ke belakang sebelah kanan, nah disitu
tempat permintaan surat jalan. kalau ketemu ibu-2 hati-2 dia minta uangnya
lebih banyak.... sebaiknya hindari ibu-2. (he,,,,,) jangan lupa sangkarnya
dibawa menghadap petugas karantina. (mereka tidak buka-2 lagi, hanya
menanyakan berapa ekor, burung apa, tujuannya kemana)
3. Setelah itu ke Lokasi keberangkatan, sangkar di masukan ke scan....
setelah discan bapak serahkan Surat ijin dari karantina yang copyannya. lalu
checkin ke Pesawat bapak.... kalau saya selalu dengan Garuda... Bayar tiket
Live Bird per 5 kgnya 52.500,- Beres.....
4. setelah sampai di Jakarta ( S H ), tunggu di rel barang kalau bisa dekat
dengan lubang yang ada tutup dari kare-2 yang bakal barang keluar dari
lubang itu, pas rel bergerak bapak intip/sibakan karet tersebut dan teriak
ke petugas... Mas Ada sangkar burung / Burung. nanti mereka akan serahkan ke
kita ( dia keluar dari lubang tersebut dengan membawa sangkar burung bapak )
kita sudah siapin uang 10.000,- untuk tip (seiklasnya)
5. selamat menikmati burung kesayangan anda...
6.... trililuit...
tjatur
Monggo om Tjatur di info-in lebih komplit....plit.......
Bisa saja bawa burung via pesawat, kalau dari Surabaya saya sering bawa.
di Area pelataran bandara ada kantor karantina, kita lapor ke kantor tersebut dengan membawa burung yang sudah terbungkus rapi didalam kotak burung yg ada lubang udaranya.
lalu minta buatkan surat jalan. tentunya ada maharnya " kalau disurabaya satu ekor bayar 5.000 rp" burung tidah dilihat sama petugas karantina.
sedikit roolplay ya.
kha_kha01 : Pak saya minta surat jalan burung, untuk dibawa ke jakarta.
Petugas karantina : ini isi burung apa dan berapa ekor
kha_kha01 : 2 (dua) ekor pak..... Padahal isinya 4 ekor (ngga apa-2 kok)
Petugas karantina : tolong isi formulir ini
kha_kha01 : kita tinggal isi lalu serahkan
Petugas karantina : terus diketik dan satu ekornya lima ribu
kha_kha01 : bayarlah 10 rb.
Petugas karantina : menyerahkan formulir rangkap 2, yang copy nanti berikan ke
penjaga pintu scaner ya.
kha_kha01 : Thank u.
setelah nyampai saat check in, burung kita titip di bagasi kita bayar lagi per 10 kg apa ya itu bayar 52.000,- (pesawat garuda) dapat tiket "BIRD LIVE"
Temen saya pernah bawa dari medan. semua urusan ditanggung sama tukang penjual burung, hanya harga burung ditambah 100 rb rupiah. di toko burung belakang Polonia dekat SMA nama penjualnya Pak Bepo 08163186117. coba tanya-2 ke beliau.
ok selamat berburu
sumber
berikut saya kirimkan kiriman beliau....
bawa burung dari bandara juanda.
contoh kenari,
1. saya penah bawa 7 ekor kenari dari malang, saya beli sangkar kecil dan
saya sekat menjadi 4 kotak. 1 kotaknya saya isi 2 ekor dan yang satu saya
isi dengan yang burung bagus, setelah burung dimasukan dlm sangkar, sangkar
kita bungkus dengan kardus/kertas semen/kertas yg lain... asal ketas
tersebut dibuatkan lubang-2 kecil.
2. lalu ke bandara juanda, ke kantor karantina minta surat (e... bayar) per
ekornya Rp. 5.000,- karena sangkar kita tutup rapat dengan kertas maka kita
bisa ngomong hanya 4 ekor. (he...he...)
Lokasi kantor tersebut, 100 mtr dari Pos pengambilan tiket parkir sebelah
kiri. (kalau ragu-2 tanya di petugas loket parkir). setelah masuk lokasi
parkir kantor karantina bpk jalan ke belakang sebelah kanan, nah disitu
tempat permintaan surat jalan. kalau ketemu ibu-2 hati-2 dia minta uangnya
lebih banyak.... sebaiknya hindari ibu-2. (he,,,,,) jangan lupa sangkarnya
dibawa menghadap petugas karantina. (mereka tidak buka-2 lagi, hanya
menanyakan berapa ekor, burung apa, tujuannya kemana)
3. Setelah itu ke Lokasi keberangkatan, sangkar di masukan ke scan....
setelah discan bapak serahkan Surat ijin dari karantina yang copyannya. lalu
checkin ke Pesawat bapak.... kalau saya selalu dengan Garuda... Bayar tiket
Live Bird per 5 kgnya 52.500,- Beres.....
4. setelah sampai di Jakarta ( S H ), tunggu di rel barang kalau bisa dekat
dengan lubang yang ada tutup dari kare-2 yang bakal barang keluar dari
lubang itu, pas rel bergerak bapak intip/sibakan karet tersebut dan teriak
ke petugas... Mas Ada sangkar burung / Burung. nanti mereka akan serahkan ke
kita ( dia keluar dari lubang tersebut dengan membawa sangkar burung bapak )
kita sudah siapin uang 10.000,- untuk tip (seiklasnya)
5. selamat menikmati burung kesayangan anda...
6.... trililuit...
tjatur
Monggo om Tjatur di info-in lebih komplit....plit.......
Bisa saja bawa burung via pesawat, kalau dari Surabaya saya sering bawa.
di Area pelataran bandara ada kantor karantina, kita lapor ke kantor tersebut dengan membawa burung yang sudah terbungkus rapi didalam kotak burung yg ada lubang udaranya.
lalu minta buatkan surat jalan. tentunya ada maharnya " kalau disurabaya satu ekor bayar 5.000 rp" burung tidah dilihat sama petugas karantina.
sedikit roolplay ya.
kha_kha01 : Pak saya minta surat jalan burung, untuk dibawa ke jakarta.
Petugas karantina : ini isi burung apa dan berapa ekor
kha_kha01 : 2 (dua) ekor pak..... Padahal isinya 4 ekor (ngga apa-2 kok)
Petugas karantina : tolong isi formulir ini
kha_kha01 : kita tinggal isi lalu serahkan
Petugas karantina : terus diketik dan satu ekornya lima ribu
kha_kha01 : bayarlah 10 rb.
Petugas karantina : menyerahkan formulir rangkap 2, yang copy nanti berikan ke
penjaga pintu scaner ya.
kha_kha01 : Thank u.
setelah nyampai saat check in, burung kita titip di bagasi kita bayar lagi per 10 kg apa ya itu bayar 52.000,- (pesawat garuda) dapat tiket "BIRD LIVE"
Temen saya pernah bawa dari medan. semua urusan ditanggung sama tukang penjual burung, hanya harga burung ditambah 100 rb rupiah. di toko burung belakang Polonia dekat SMA nama penjualnya Pak Bepo 08163186117. coba tanya-2 ke beliau.
ok selamat berburu
sumber
Quote:
Original Posted By agungjim►sekedar mau sharing, kebetulan ada Hot Tread mengenai pengiriman burung.
siapa tau ada yang belum liat
TKP nya >>>> http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=10628142
siapa tau ada yang belum liat

Spoiler for "klik":
Spoiler for "klik":
Spoiler for "klik":
Spoiler for "klik":
Spoiler for "klik":
TKP nya >>>> http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=10628142
Spoiler for tips membawa MB dari medan ke jakarta:
Quote:
Ini pengalaman saya membawa MB dari Medan tahun 2004 awal dan MB dari Pekan Baru sebulan yang lalu:
1. Datang ke Kantor Departemen Pertanian - Badan Karantina Pertanian (Polonia - Medan), Dekat Bandara Polonia Medan, tanya saja.
Kalau bisa sehari sebelumnya, datang jadi Begitu Surat jadi tidak usah menunggu. Karena perlu waktu 1 hari ngurusnya.
2. Siapkan kardus untuk burung2 yang dibawa. Masukkan pada saat mau berangkat, untuk minimalis waktu di dalam kardus. Jangan lupa didalam kardus ada jangkrik dan kroto+ Tmpat minumnya. Bagusnya pake tmpat Kandang Mandi, yg dikrodong pake krodong burung. Tapi saya selalu pake kardus yg sdh saya persiapkan sebelumnya.
3. Di Bandara, laporkan kepada petugas pesawat yg mau dinaiki. Kalau menggunakan Garuda, dihitung over bagage per burung 1 kg = 35 - 40 RB rupiah. Surat ditunjukkan kepada petugas, yg asli untuk mkita, copy annya untuk petugas bandara.
4. Setelah Arrived di bandara, misal Jakarta. Anda tinggal menunggu. Supaya cepat dan aman, bilang kepada petugas atau minta tolong poter. kasih tips yg ngambilin 10 rb.
5. Burung ditangan anda. Bila tdk ketemu. cari di LOST BAGGAGE.
Beaya tahun lalu per pasang 100 rb ...
Untuk dipekan baru, kemaren saya bawa 1 MB dan 1 Kapas tembak, 2 burung saya kasih 50 Rb. Pengurusan cepat. Sisihkan waktu utuk ngurus surat, setidaknya pake second Flight.
Salam,
sumber
1. Datang ke Kantor Departemen Pertanian - Badan Karantina Pertanian (Polonia - Medan), Dekat Bandara Polonia Medan, tanya saja.
Kalau bisa sehari sebelumnya, datang jadi Begitu Surat jadi tidak usah menunggu. Karena perlu waktu 1 hari ngurusnya.
2. Siapkan kardus untuk burung2 yang dibawa. Masukkan pada saat mau berangkat, untuk minimalis waktu di dalam kardus. Jangan lupa didalam kardus ada jangkrik dan kroto+ Tmpat minumnya. Bagusnya pake tmpat Kandang Mandi, yg dikrodong pake krodong burung. Tapi saya selalu pake kardus yg sdh saya persiapkan sebelumnya.
3. Di Bandara, laporkan kepada petugas pesawat yg mau dinaiki. Kalau menggunakan Garuda, dihitung over bagage per burung 1 kg = 35 - 40 RB rupiah. Surat ditunjukkan kepada petugas, yg asli untuk mkita, copy annya untuk petugas bandara.
4. Setelah Arrived di bandara, misal Jakarta. Anda tinggal menunggu. Supaya cepat dan aman, bilang kepada petugas atau minta tolong poter. kasih tips yg ngambilin 10 rb.
5. Burung ditangan anda. Bila tdk ketemu. cari di LOST BAGGAGE.
Beaya tahun lalu per pasang 100 rb ...
Untuk dipekan baru, kemaren saya bawa 1 MB dan 1 Kapas tembak, 2 burung saya kasih 50 Rb. Pengurusan cepat. Sisihkan waktu utuk ngurus surat, setidaknya pake second Flight.
Salam,
sumber
0
Kutip
Balas