TS
vhazollee
Pelajaran Bahasa Bugis Makassar disini
Salam...
Thread ini diperuntukkan bagi yg ingin tahu lebih jauh mengenai bahasa-bahasa daerah di Sulawesi Selatan. Baik bahasa "resmi" maupun bahasa gaul di Sulsel.
Sy pake judul Bugis Makassar karena sy hanya menguasai kedua bahasa itu, namun kontribusi teman2 juga diharapkan khususnya yg menguasai bahasa daerah lain seperti Tator, Enrekang/Duri, Ajatappareng, Dento', Selayar dsb.
Setidaknya menjadi sedikit rem agar bahasa daerah kita tidak cepat punah...
Semoga bermanfaat
Thread ini diperuntukkan bagi yg ingin tahu lebih jauh mengenai bahasa-bahasa daerah di Sulawesi Selatan. Baik bahasa "resmi" maupun bahasa gaul di Sulsel.
Sy pake judul Bugis Makassar karena sy hanya menguasai kedua bahasa itu, namun kontribusi teman2 juga diharapkan khususnya yg menguasai bahasa daerah lain seperti Tator, Enrekang/Duri, Ajatappareng, Dento', Selayar dsb.
Setidaknya menjadi sedikit rem agar bahasa daerah kita tidak cepat punah...
Semoga bermanfaat

broim dan 8 lainnya memberi reputasi
5
1.1M
1.7K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Makassar
1.8KThread•767Anggota
Tampilkan semua post
TS
vhazollee
#683
Quote:
Thanx berat buat Turatea12
Beberapa baris yg saya kutip sy lakukan sedikit editing berdasarkan pengetehuan saya yg juga sangat terbatas terhadap lagu tersebut (setahu saya ada dua atau tiga versi).
Ada editing berupa pemisahan suku kata biar lebih mudah dipahami teman-teman.
Ada juga penambahan suku kata.
Adapun labbiri ri pangngadakkang adalah:
- Labbiri = mulia / terhormat / agung
- pangngadakkang = tata krama / etika / sopan santun
Quote:
Ini juga thanx berat, Venom.Jeka adalah salah satu kontributor yang sangat diharapkan juga pengajarannya.
Sedikit tentang translate:
Quote:
Terus terang saya juga tak tahu persis arti kata "tedeng aling-aling"itu, apakah persis berarti sama dengan kata "mammaling-maling".
Kata maling berarti bingung atau linglung atau pangling
(berlaku baik dlm bahasa Bugis maupun Makassar).
Sedang mammaling-maling berarti selalu teringat.
Biasanya digunakan untuk orang yang perhatiannya tidak fokus pada sesuatu karena selalu teringat pada sesuatu yang lain.
Jadi tena na nummaling-maling berarti "kau tidak selalu teringat" atau "kau tak pernah teringat"
Quote:
Akkatto dan Assangki memang sama-sama berarti potong padi, tapi berbeda berdasarkan alat pemotong padi yang digunakan.
AKKATTO
= memotong padi menggunakan alat pakkatto (ani-ani), yaitu semacam pisau khusus untuk memotong padi. Biasanya setelah nikatto, proses padi dilanjutkan dengan anynyikko (mengikat untaian tangkai padi yang sudah cukup segenggam), lalu a'basse (menggabung beberapa sikko padi dimana sibasse = 10 sikko' alias 1 basse = 10 sikko'), kemudian dilanjutkan dengan a'lembara ase (memikul padi dengan kayu panjang = disebut lembarang) dimana silembarang (satu pikulan) terdiri dari 2 atau 4 basse.
Padi yang dikatto mesti nidengka (ditumbuk) untuk mendapatkan beras.
Alat untuk a'dengka ase (menumbuk padi) berbentuk mirip perahu, dan ditumbuk menggunakan alu (batang penumbuk) yang terbuat dari kayu, secara beramai-ramai.
Biasanya saat menumbuk menghasilkan irama tertentu yang khas yang memberi semangat.
Menumbuk padi beramai-ramai dengan irama tertentu disebut mappadendang.
Hasil dari addengka ase adalah:
- Awang (dedak) = Kulit padi yang halus
- ...... (sekam) = kulit padi yang kasar <- lupa
- La'lasa/La'lara = tangkai padi yang sudah lepas bulir padinya.
Beras dari hasil padi yang ditumbuk biasanya banyak yang tidak utuh, pecah menjadi lebih kecil yang disebut tappung (bhs bugis = benni').
Bulir padi yang belum sempat terkupas yang bercampur dalam beras disebut tana berasa (bhs bugis = katana berre').
Sedangkan batang padi yang tertinggal setelah diambil padinya disebut rarame atau darame (jerami).
ASSANGKI
= memotong padi menggunakan sangki (arit), dimana yang dipotong bukan tangkai padi melainkan batang padi. Proses kelanjutan dari assangki adalah appatappasa' (menghempaskan padi pada alat khusus untuk merontokkan bulir-bulir padi).
Bulir-bulir padi yang sudah dirontokkan langsung berupa gabah (bulir padi yang masih berkulit), langsung dikarungkan dan siap untuk dikupas di pabrik penggilingan padi setelah dikeringkan.
Assangki dan appatappasa mulai lebih lazim sejak dikenalnya mesin penggilingan padi.
Acara mappadendang tinggal menjadi tari dan peragaan budaya saja.
Padahal kegiatan itu merupakan pesta rakyat setelah panen yang asyik sekali (jadi teringat masa muda dulu... hiks).
Quote:
Hahaha...
Saya juga mengenal beberapa orang yang bernama:
= Sambung Dg. Jarre
= Alepu Dg Menteng
0
