TS
venrio
KASKUSER KERINCI On The Move

Code:
[CENTER][FONT=Impact][SIZE=7][B][COLOR=Red]...:::: GENERAL RULES ::::...[/COLOR][/B][/SIZE][/FONT][/CENTER]
Quote:
- Segala macam iklan, repost, flaming, spamming dan lain² sangat dilarang.
- Topik bernuansa SARA dilarang masuk
- Gunakan bahasa yang baik dan benar
- Ciptakan rasa aman dan damai selama di thread ini
- Dilarang memposting gambar NUDE / Porn
- Diutamakan ada yang mau berbagi untuk membuat kamus bahasa Kerinci
- Tidak menerima hit & run atau posting sekali trus kabur
- Biasakanlah untuk menggunakan multiquote dan mengomentari post sebelum-sebelumnya supaya bisa berkembang thread-nya (recommended)
*untuk sementara hanya itu rules yang berlaku dan akan dapat berubah sesuai kesepakatan bersama
nb: Aturan tambahan RL KRJ "dipersilahkan chit-chat asalkan ID yang bersangkutan terdaftar sebagai anggota KASKUSER KERINCI jika belum silahkan registrasi dulu jika tidak silahkan patuhi
Diubah oleh venrio 09-02-2014 12:48
Laruku07 dan lina.wh memberi reputasi
2
54.9K
Kutip
2.2K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Jambi
848Thread•235Anggota
Tampilkan semua post
TS
venrio
#4
Code:
[FONT=Impact][SIZE=7][B][CENTER]SENI DAN BUDAYA[/CENTER][/B][/SIZE][/FONT]
Quote:
Kabupaten Kerinci dan kota Sungai penuh memiliki potensi nilai seni dan budaya cukup besar dengan keragaman yang sangat tinggi. Potensi seni yang berkembang di daerah ini diantaranya adalah seni musik daerah, nyanyian-nyanyian daerah, tarian daerah, kesenian bernuansa islami, dan berbagai bentuk seni tradisional lainnya. Eksistensi kesenian daerah dimungkinkan oleh keberadaan kelompok-kelompok seni daerah yang tersebar di berbagai daerah perdesaan yang meliputi seni teater sebanyak 28 buah, seni tari sebanyak 65 buah, seni musik sebanyak 52 buah, seni musik qasidah/rebana sebanyak 48 buah, dan wayang sebanyak 9 buah. Pertunjukan kesenian daerah umumnya dikaitkan langsung dengan acara-acara serimonial seperti acara pernikahan, menyambut kelahiran seorang bayi, peresmian rumah tempat tinggal, acara sunatan anak laki-laki atau bentuk acara lainnya.
Selain kesenian daerah, Kabupaten Kerinci juga memiliki potensi budaya daerah yang sangat besar dan bernilai luhur karena tumbuh secara alami dari akar budaya masyarakat secara turun temurun hingga ratusan tahun. Hingga saat ini, masyarakat masih memegang teguh nilai-nilai budaya daerah baik dalam pelaksanaan berbagai acara adat maupun acara serimonial serta penyelesaian berbagai persoalan kemasyarakatan dalam kehidupan sehari-hari yang menyangkut harta benda atau perbuatan kriminal dan asusila.
Selain kesenian daerah, Kabupaten Kerinci juga memiliki potensi budaya daerah yang sangat besar dan bernilai luhur karena tumbuh secara alami dari akar budaya masyarakat secara turun temurun hingga ratusan tahun. Hingga saat ini, masyarakat masih memegang teguh nilai-nilai budaya daerah baik dalam pelaksanaan berbagai acara adat maupun acara serimonial serta penyelesaian berbagai persoalan kemasyarakatan dalam kehidupan sehari-hari yang menyangkut harta benda atau perbuatan kriminal dan asusila.
Quote:
1. Pencak Silat Kerinci
Spoiler for pencak silat:

Quote:
Para pesilat unjuk kebolehan dalam sebuah pementasan seni pencak silat khas kerinci.
Dengan menggunakan senjata Pedang, jurus-juruspun dimainkan, atau yang lebih dikenal dengan nama " Langkah Tigo " atau ada juga yang memakai "Langkah Empat". Seni ini sampai sekarang masih tetap dilestarikan, terutama di pentaskan pada saat acara2 kenduri sko, penyambutan tamu undangan dsb, semoga tetap lestari dan menjadi kekayaan budaya kerinci dan kebanggaan masyarakatnya
Dengan menggunakan senjata Pedang, jurus-juruspun dimainkan, atau yang lebih dikenal dengan nama " Langkah Tigo " atau ada juga yang memakai "Langkah Empat". Seni ini sampai sekarang masih tetap dilestarikan, terutama di pentaskan pada saat acara2 kenduri sko, penyambutan tamu undangan dsb, semoga tetap lestari dan menjadi kekayaan budaya kerinci dan kebanggaan masyarakatnya
2. Tari Sike
Spoiler for tari sike:

Quote:
Tari Sike di gelar pada acara2 gotong royong dan kerja bakti, dinyanyikan oleh kaum wanita. Lirik2 yang berisi pantun2 dan cerita memberi nuansa yang khas dalam kegiatan GOTONG ROYONG, kaum bapak yang dengan semangat dan gigih bekerja merampungkan pekerjaan yang di iringi oleh "lagu sike" oleh kaum ibuk dengan penuh semangat pula. Alunan pantun yang indah dan serasi menambah hangatnya atmosfir kebersamaan dan kekeluargaan. Seandainya anda berada langsung dalam moment ini dan menyaksikan langsung, pasti anda akan terbuai dan terbawa oleh suasana..hmm..Luar biasa.
3. Batatin Sirih Batatin Pinang
Spoiler for batatin:

Quote:
Sirih Pinang yang terhidang didalam Carano, sebagai ucapan Selamat Datang bagi para tamu dan Undangan, karib kerabat dan Para Pemangku Adat yang bertandang ke Ranoh Kincai. Sirih pinang disusun sedemikian rupa didalam sebuah wadah yang dinamakan "Carano" yang diselipkan juga dengan rokok enau atau rokok yang terbuat dari bahan nipah, dan disertai tembakau. Konon tradisi ini sudah dilakukan oleh para nenek moyang dan orang 2 Tua dahulu dan masih dibudayakan serta telah menjadi Adat sampai sekarang.
4. Tari Rentak Kudo
Spoiler for tari rentak kudo:

Quote:
Tari Rantak Kudo adalah salah satu kesenian khas daerah Kerinci, tari ini populer di Daerah HAMPARAN RAWANG. Tarian ini dimainkan dengan diiringi alat musik Gendang dan di iringi oleh nyayian yang berisi pantun-pantun. Para penari terdiri dari Pria dan Wanita yang menari dengan gerakan yang khas, yaitu kombinasi dari Gerakan Silat (Langkah Tigo) dan Tari, Biasa nya tarian ini juga ditambah dengan pembakaran "kemenyan" yang membuat penari semakin khidmat dengan gerakan2nya bahkan terkadang ada diantara penari yang mengalami kesurupan. Biasanya tarian ini digelar dalam acara2 adat, acara resepsi pernikahan dsb. Salah satu lirik lagu di dalam pantun yang bersahut-sahutan adalah : " tigoa dili, empoak tanoh rawoa. tigoa mudik, empoak tanoh rawoa". Lirik tersebut menceritakan kisah bahwasanya pada zaman nenek moyang dahulu kala..dikala pemerintahan para DEPATI, Tanah Hamparan Rawang merupakan pusat pemerintahan, pusat kota dan kebudayaan di kala itu, yaitu dalam lingkup Depati 8 helai kain yang berpusat di Hiang (Depati Atur Bumi) dimana Tanah Hamparan Rawang merupakan tempat duduk bersama (pertemuan). Adapun arti dari bait syair diatas adalah : " Tiga di Hilir, Empat dengan Tanah Rawang. Tiga di Mudik, Empat dengan Tanah Rawang
5. Tari Rangguk dari Kecamatan Kumun Debai
Spoiler for tari tangguk:
Quote:
Tari ini merupakan tari spesifik Kota Sungai Penuh yang populer. Tarian ini dibawakan oleh beberapa orang gadis remaja sambil memukul rebana kecil, yang diiringi dengan nyanyian sambil mengangguk-anggukan kepala seakan memberi hormat. Tari rangguk dilakukan pada acara tertentu seperti pada saat menerima kedatangan Depati, Tamu dan para pembesar dari luar daerah.
6. Tari iyo-iyo dari Kecamatan Sungai Penuh
Spoiler for tari iyo-iyo:
Quote:
Tarian ini merupakan tarian massal yang dilaksanakan pada saat kenduri sko (Pusaka) pengangkatan / pemberian gelar adat (Rio, Depati, Mangku, datuk, dsb) kepada anak jantan yang dipilih oleh anak Batino dari suatu suku / pintu / luhah. Di samping itu, tarian ini juga dipertunjukkan pada saat setelah panen raya padi di sawah atau penyambutan tamu agung negeri yang berkunjung ke Kota Sungai Penuh . Tari Iyo-iyo dibawakan oleh anak batino (perempuan) dengan gerakan yang sangat gemulai diiringi dengan tale (lagu) dan bunyi gong. Pembukaan Tari Iyo-iyo diawali dengan atraksi pencak silat yang disaksikan oleh sesepuh / tetua adat serta para undangan lainnya. Tarian ini dilaksanakan anak negeri sebagai ucapan kegembiraan atas pengangkatan pemimpin adat mereka.
7. Tari Ambung Gilo/lukah gilo dari Dusun Baru Kota Sungai Penuh
Spoiler for tari ambung gilo:

Quote:
Budaya dan tradisi Lukah Gilo memang sudah menjadi salah satu warisan budaya khas Jambi yang bisa dijumpai di hampir semua kabupaten. Pertunjukan tersebut awalnya menjadi salah satu bagian ritual masyarakat, selanjutnya jadi pertunjukan hiburan yang dipertunjukkan kepada publik. Di hampir semua kabupaten/kota terdapat pertunjukan ini dengan nama atau sebutan berbeda sesuai dengan alat yang digunakan, ada Lukah Gilo namun di tempat lain disebut Lesung Gilo, Ambung Gilo atau Jangki Gilo karena menggunakan media lesung, ambung atau jangki. Karena berbau ritual dan mistis maka pertunjukan ini juga sering dilakukan sampai terjadinya kersurupan oleh pemain maupun penonton.
8. Kesenian Suling Bambu
Spoiler for kesenian suling bambu:
Quote:
Kesenian suling bambu adalah musik tradisional khas Kota Sungai Penuh dan Kerinci, dimana alat-alat musiknya masih tradisional yaitu berupa suling, tambur, gendang dan gong. Biasanya dimainkan oleh sekelompok orang dan memainkan lagu-lagu kerinci.
9. Sike Rebana
Spoiler for sike rebana:
Quote:
Sike Berasal dari kata Zikir. Zikir mengingatkan kita kepada Allah SWT. Sedangkan Rebana adalah alat musik yang digunakan untuk mengiringi syair-syair pujian kepada Allah, sehingga masyarakat Sungai Penuh menyebutnya Sike Rebana. Sike Rebana ini ditampilkan secara massal (grup) dengan mengenakan pakaian muslim.
10. Kenduri Sko (Kenduri Adat)
Spoiler for kenduri sko:

Quote:
Kenduri sko adalah suatu acara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat kerinci dalam melestarikan budaya yang sudah ada sejak zaman nenek moyang mereka. kenduri pusaka dan kenduri sko adalah suatu rangkaian acara adat yang saling berhubungan satu sama lain .Sebab disaat kenduri pusaka dilaksanakan maka kenduri sko pun harus dilaksanakan.Kenduri pusaka dan kenduri sko dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali .Kenduri sko secara adat kerinci adalah suatu acara pengukuhan gelar suku atau kepala adat. Sedangkan kenduri pusaka adalah dimana semua pusaka yang ada dari nenek moyang mereka dikeluarkan dari tempat penyimpanannya untuk disucikan atau dibersihkan oleh para suku atau kepala adat yang telah dikukuhkan disaat kenduri sko dan disaksikan oleh seluruh masyarakat kerinci. Mengenai warisan”sko”atau gelar pusaka kelebu (suku) yang turun temurun ,di sandang oleh mamak kelebu.Gelar sko mamak kelebu merupakan titel jabatan selaku raja adat ,tetua adat atau kepala suku.Gelar tetua adat tersebut akan di pakai seumur hidup ,tidak di gilirdi ganti antara saudara-saudara senenek. Sedang kerinci bagian hilir gelar adat di gilir di ganti pada setiap upacara kenduri sko.
Foto : Google da CTOU
Sumber + Google
Diubah oleh venrio 09-02-2014 12:26
0
Kutip
Balas