TRIT INI DIKHUSUSKAN UNTUK SALING BERBAGI INFO SEPUTAR KEHIDUPAN BERWIRASWASTA
Tidak semua kaskuser khusus Surabaya ataupun kaskuser pada umumnya bekerja di instansi. Adakalanya mereka juga berwiraswasta. Trit ini mengajak kaskuser Surabaya pada khususnya ataupun kaskuser pada umumnya, untuk saling berbagi info (share) seputar kehidupan berwiraswata. Boleh juga bagi mereka2 yang sedang bekerja di instansi terkait untuk gabung. Atau juga bagi mereka yang ingin berwiraswasta, tapi masih bingung untuk memilih usaha apa yang akan dijalankan. Semoga trit ini dapat menjadi inspirasi bagi mereka yang akan atau sedang menjalani kehidupan wiraswasta. Referensi:
a. www.pengusahamuslim.com/
b. www.forumukm.com/
c. refreshindonesia.com/
d. family.refreshindonesia.com/
e. http://bisnisukm.com/
YOUNG KASKUSER PRENEURSHIP L 51 PY | Ferdian Kelana
Spoiler for KP:
Quote:
Original Posted By L 51 PY► L 51 PY | Ferdian Kelana http://www.HipHopHeroes.net
HIPHOPHEROES.NET, adalah Media Online Komunitas Hip Hop Indonesia yang Independen. Media yang support Local Hip Hop Indonesia. Mencakup komunitas Bomber (Grafity), Break Dance (B-Boy), Hip Hop Dance, DJ Scratch, Rapp, Beatbox, Street BasketBall, dll.
Contact Person :
HP : 0856 309 5544
YM : elsipy51
email 1 : admin@hiphopheroes.net
email 2 : elsipy51@gmail.com
FB : Ferdian Kelana
Twitter : @FerdianKelana
TwittBook : @FerdianKelana
johanwibisana
Spoiler for KP:
Quote:
Original Posted By johanwibisana►Saya wiraswasta jual HP cina di Surabaya. Jual di kaskus saja.
Impor HP cina, lalu dijual di kaskus.
Barang2 yang saya jual seperti : N97, E90, E75, iphone, blackberry, dll
Pertama kali usaha ini langsung DITIPU orang di Negara CIna. Kerugian 5,6 juta. Tapi Puji Tuhan sekarang sudah bangkit kembali untuk merintis.
BIla ada yang butuh bantuan seputar impor dan HP Cina, saya bisa bantu. Asal ono tepo seliro lan unggah ungguh ne yo dulur
Jika ada yang salah di posting ini, tolong saya diingatkan, nanti saya edit.
Thanks arek2 surabaya
donMango
Spoiler for KP:
Quote:
Original Posted By donMANGO►Ane merintis jaringan kerja pelayanan di bidang jasa penjualan mobil baru.
Alhamdulillah, jaringan kerja sekarang sudah mencakup area jawa timur.
Jadi mohon bantuan agan-agan sekalian, bila ada sodara/kolega yang mau beli mobil baru segala merk mulai roda 4 keatas, bahkan forklift dan alat berat, ane siap bantu melayani gan.
Jaringan juga sudah termasuk after sales services, berupa kerjasama dengan bengkel mobil rekanan se jawa timur.
Jadi kagak usah repot untuk urusan mobil dkk.
Ingat mobil, ingat donmango.
Blog: http://wokohondasaver.blogspot.com
ahadin
Spoiler for KP:
Quote:
Original Posted By ahadin►Coba sharing ya temen2...
Bermula dari hobi ngerawat mobil akhirnya saya mutuskan untuk buat side job salon mobil (car detailing) juga terima Wash & Wax. Karena terkendala tempat, blm ada workshop, garasi rumah juga sempit jadinya ya salon panggilan. Semua masi saya kerjakan sendiri alias solo karier dan pengerjaannya pun biasa saya lakukan weekend, (punyanya waktu itu om, senin-jumat kerja ikut negara, hehehe). Tapi alhamdulillah, kapan hari ada anak2 muda yang nawarin jasa bisa ikut2 bantu klo ada garapan. Salon mobil saya mungkin beda ama salon2 mobil biasanya krn saya pasang harga agak tinggian dikit, krn emang saya pake chemical yg bener2 berkualitas, dan aman untuk mobil tentunya.
Bagi saya usaha ga harus langsung gede, hrs punya tempat dll. semuanya lebih baik dimulai dr yang kecil, krn dari kecil itu kita bisa belajar segalanya, so nanti klo udah tumbuh besar kita udah SIAP!
So temen2 klo ada yang mo merawat mobilnya tapi ga ada waktu bisalah contact ane,
Last but not least, mohon bimbingannya temen2 pengusaha disini untuk berbagai ilmu atopun sekedar sharing.
Thanks
amaterasu
Spoiler for KP:
Quote:
Original Posted By amaterashu►Lho saya udah gagal kok bro, usaha arang batok kelapa pake duit utangan.. sekarang lagi konsen buat mbayari utang dan skripsi dulu
dulu emang sempet trauma, sekarang mau bangkit lagi, tapi nunggu lulus.. kalo target lulus semester iki g kecapai, kucuran modal bisa terhambat
Jangan takut gagal, rejeki itu di tangan tuhan.
Gajah g sekolah aja masih gendut, cicak yang g bisa terbang bisa makan nyamuk/lalat.. Ini kata-kata aa' gym yang paling ane inget..
develop_5889
Spoiler for KP:
Quote:
Original Posted By develop_5889►kenalan dulu.. ane develop_5889 (Dimas, Surabaya)..
sekarang ada bisnis
Dagang penghemat BBM (octane-n)
Dagang silikon stik XBOX / PS
Dagang emblem transformer
semuanya pasang di kaskus, alhamdulillah dah mulai ada pembeli & feedback
rencana mw ngrintis usaha kuliner, semacam kedai2 gitu.. konsepnya,.. Tea Shop soalnya biasanya yg ada kan Coffee Shop..
mungkin ada yg tau, supplier berbagai macam jenis teh??
So ladies and gentleman ditunggu ya share info-info seputar wiraswasta di sini
UNTUK YANG BERGABUNG DAN BERBAGI INFO DIUCAPKAN TERIMA KASIH
Polling
0 suara
Bagaimanakah kehidupan berwiraswasta menurut anda ?
0
53K
Kutip
1.3K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Maaf, judul bagian ini bukanlah iklan sebuah pelatihan untuk menjadikan anda orang kaya. Selain karena saya tidak memiliki program pelatihan semacam itu, saya juga tidak tahu bagaimana caranya membuat seseorang menjadi kaya. Sampai saat ini saya baru memiliki kesempatan untuk sama-sama mengajak merenungkan tentang bagaimana cara kita memandang kekayaan. Konon, dari hal sederhana semacam ini saja sudah bisa ketahuan apakah seseorang berbakat untuk menjadi manusia kaya atau tidak. Makanya, Anda bisa mengerti mengapa sampai sekarang saya belum menjadi orang kaya.
Saya baru selesai melakukan aktivitas di fitness center. Setelah membersihkan diri, saya menuju ke loby untuk menanti istri saya yang menjemput. Di loby itu terdapat sebuah kursi panjang yang bisa diduduki oleh tiga orang. Saya mendapati seorang Bapak tengah duduk disana. Setelah mengucapkan permisi, saya duduk disampingnya. Lalu membuka laptop kembali. â�Wah, kerja terus, nih....â� beliau menyapa ramah begitu layar notebook saya menyala. Saya bilang, â�Sambil menunggu istri saya memjemput, Pak.â� begitu saya menjawab.
â�Bekerja dalam bidang apa?â� lanjutnya. Sesaat kemudian beliau mengetahui kalau saya menjalani profesi sebagai penulis jika sedang tidak ada tugas untuk memfasilitasi program pelatihan.
â�Oh, Anda seorang trainer, ya?â�
Saya mengangguk. â�Jika Bapak lebih senang menyebutnya demikian....â�
â�Motivator, begitu?â� orang ini menjadi semakin menyenangkan.
â�Nah, kalau itu bukan.....â� Saya bilang. â�Soalnya saya tidak tahu bagaimana cara memotivasi orang.â� saya melanjutkan â�Saya sendiri masih sangat membutuhkan motivasi.â�
â�Tapi, buku-buku Anda kelihatannya menunjukkan itu.â� Seseorang yang penuh perhatian.
Saya menjelaskan kalau memang kadang-kadang saya diminta untuk membawakan topik training semacam itu. Jika saya mampu, ya ayo saja. Tetapi sebenarnya program utama yang saya bawakan berhubungan dengan Management, Leadership, Communication, dan Productivity Enhancement. Untuk memperkuat itu, lalu saya menyerahkan kartu nama. Ketika beliau membalas dengan sebuah kartu nama juga, saya jadi tahu kalau ternyata beliau adalah seorang trainer juga. Karena merasa diri lebih muda, secara otomatis saya memposisikan diri untuk lebih mendengar dari beliau. Siapa tahu dari pertemuan ini saya bisa belajar suatu ilmu. Benar saja. Tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan insight dari beliau. Sebuah ciri khas trainer yang handal.
â�Saya punya sebuah teka-teki,â� katanya. â�Tolong Mas Dadang jawab ya.â� Saya mengiyakan, selama saya mampu untuk melakukannya. Lalu pada selembar kertas kecil beliau menuliskan tujuh kata. Berani, Kaya, Kasih, Memberi, Syukur, Menerima, Sehat. Kira-kira begitulah. Kemudian beliau meminta saya untuk mengurutkan berdasarkan prioritas diri saya sendiri. Nomor satu prioritas tertinggi, sedangkan nomor 7 untuk prioritas terendah. Setelah memberikan skor berdasarkan prioritas pribadi, saya mengembalikan kertas itu kepadanya.
â�Mas Dadang,â� katanya. â�Berdasarkan penelitian, sekitar sembilan puluh persen orang yang ditanya dengan daftar ini menempatkan kata âkayaâ pada urutan yang paling rendah. Dinomor 6 atau nomor 7.â� katanya. Seketika itu juga saya menyadari kalau kata âkayaâ menjadi prioritas saya yang nomor 6. Berarti saya termasuk kebanyakan orang, dan saya segera mengerti konsekuensinya. â�Saya pernah membaca buku,â� lanjut beliau. â�Dalam buku itu dijelaskan seandainya seluruh uang yang ada di dunia ini dikumpulkan lalu dibagi rata kepada semua orang maka setiap orang akan kebagian sekitar 25 Milyar.â� Saya mengangguk-anggukan kepala.
Lalu beliau melanjutkan, â�Namun setahun kemudian, sekitar 90% uang itu akan kembali dimiliki oleh 5% orang. Anda mengerti maksudnya?â� Hmmh, sebuah pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Rupanya itulah kaitan antara meletakan kata âkayaâ pada prioritas rendah dengan kepemilikikan uang. Mungkin itu juga alasannnya mengapa sampai sekarang saya belum kaya juga, haha.
Bagaimanapun juga, segala sesuatunya bisa masuk akal. Mari kita lupakan soal seerapa akuratnya angka-angka yang tadi kita sebutkan. Tapi, fakta bahwa saya menempatkan kata âkayaâ siurutan ke-6 dalam prioritas hidup menegaskan jika saya tidak mungkin mengalokasikan sebagian besar potensi dan kapasitas yang saya miliki untuk mencari uang. Jika saya tidak mengerahkan seluruh atau sebagian besar daya hidup untuk mencari uang, mana mungkin saya bisa mewujudkan pencapain tertinggi dalam bentuk kekayaan? Begitulah logikanya. Anda pun pasti demikian bukan? Jadi, pelajaran penting yang saya dapatkan dari pertemuan ini berbunyi, â�Kalau kamu mau kaya, jadikanlah kata âkayaâ sebagai prioritas hidupmu.â�
Apakah saya tidak ingin kaya? Sejujurnya saya tidak tahu. Soalnya yang melekat dalam diri saya dari dulu sederhana saja, yaitu ingin serba berkecukupan. Jika saya ingin ini uang saya cukup, jika ingin itu juga cukup. Padahal, banyak hal yang ingin saya lakukan dalam hidup. Sehingga untuk mewujudkannya tidaklah mungkin kecuali jika saya memiliki dana yang cukup. Apakah itu termasuk ingin kaya? Entahlah. Yang jelas, sampai sekarangpun jika saya harus memilih âkayaâ atau âsyukurâ tetap saja saya memilih syukur diurutan tertinggi. Soalnya, setiap kali saya memperhatikan jemari tangan saya memijit key board laptop disana saya melihat keajaiban. Saya tidak bisa membayangkan jika Tuhan mengurangi jari-jari tangan ini. Saya tidak tahu lagi mesti bagaimana menuangkan gagasan tanpa jemari tangan.
Lalu saya membayangkan kedua mata ini. Saya belum menemukan harga yang tepat seandainya boleh ditukar dengan sejumlah uang. Jantung ini. Sepasang telinga. Kaki, paru-paru dan segala sesuatu yang Tuhan lekatkan didalam diri saya. Istri, anak-anak, ayah dan ibu kami. Semuanya. Jika saya harus mendahulukan âkayaâ dari âsyukurâ dan âkasihâ maka itu bertentangan dengan panggilan hati saya. Saya beruntung hari ini bisa bertemu dengan kenalan baru itu. Sebab dari pertemuan itu saya jadi semakin menyadari betapa banyaknya hal yang mesti saya syukuri.
Ketika kendaraan yang menjemput saya tiba, saya segera pamit kepada beliau. Sebelum berpisah, saya mengatakan sesuatu yang sungguh-sungguh saya rasakan dihari itu. Saya bilang,â�Saya belum kaya, Pak. Masih sering pusing memikirkan bagaimana cara menafkahi keluarga. Tapi entah mengapa, sewaktu saya sembahyang Ashar tadi saya kok merasa seperti orang yang sangat kaya.â� Kami bersalaman, lalu berpisah dengan kesepakatan untuk terus menjalin silaturahmi.
Saya terkenang Firman Tuhan yang disampaikan melalui Nabi Suci. â�Jika kamu bersyukur, maka akan Aku tambah nikmatku lebih banyak lagi.â� demikian kata Tuhan. â�Tetapi jika kamu tidak bersyukur, sesungguhnya siksaanku sangatlah pedih.â� Sekarang saya tahu bagaimana caranya untuk kaya hanya dengan dua langkah sederhana. Langkah pertama berusaha, langkah kedua bersyukur. Apapun yang kita dapatkan dari hasil ikhtiar merupakan modal untuk memperoleh kepemilikan berikutnya seperti yang Tuhan janjikan. Sesuai janji Tuhan, ikhtiar tanpa henti akan mengantarkan kita kepada sebuah pencapaian. Sedang rasa syukur yang terus menerus menjamin tambahan dari Tuhan. Dengan demikian, kekayaan yang kita dapatkan nanti bukan hanya banyak dalam hal jumlah. Namun nilainya juga penuh dengan berkah.
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Penulis Buku dan Training Facilitator
Catatan Kaki:
Sangatlah penting untuk menjadi orang kaya dengan harta dan kekayaan yang penuh berkah. Namun berkah, tetap lebih bernilai daripada jumlah.