- Beranda
- Musician Corner
~~dantd95s Album Reviews By Request~~
...
TS
dantd95
~~dantd95s Album Reviews By Request~~
dantd95's Album Reviews
Yep, sesuai judulnye, gw akan ngereview album2 musik, baik terkini ato jadul, mainstream ato indie, dan segala aliran, dari post-rock sampe shoegaze. Kalian hanya perlu rekues album yang anda inginkan untuk di-review (download links are VERY VERY appreciated
)Note: PLEASE COMMENT!!! gue liat view-nya cepet nambah tapi komen lelet.. Music Review ntu sepi, jadi diharap buat yang ngeliat buat komen dikit lah, sekalian sundul

Quote:
Quote:
So.. shall i begin???
0
28.6K
456
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Musician Corner
3.6KThread•2.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dantd95
#132

Magma - Live/Hhai (Kohntark)
Possibly The Most Acrobatic, Raw, Crazy and Brilliant Live Album Ever Made.
-first live album reviewed-
Yup, you must believe such thing. Magma, in case you don't know, membuat bahasa sendiri yang terkonstruksi dengan baik dan bermakna jelas untuk liriknya, dengan album-album konsep yang menceritakan tentang penduduk bumi yang lari ke sebuah planet bernama Kobaia (dari sanalah nama bahasa Kobaian) dan atmosfir misterius dengan lambang unik yang muncul di kalung-kalung dan baju yang dipakai personil-personilnya. Lihat di YouTube, and you'll understand.
Mari kita mulai dari trek pertama, Kohntark, yaitu Kohntarkosz dari album keempat mereka, berdurasi 31 menit. Dimulai dengan sebuah ledakan besar (ya, drum-nya tidak asal) yang dipimpin drum dan di-augment oleh biola yang dominan, kemudian melambat dengan vokal opera dari Klaus Blasquiz yang pas dibantu oleh Stella Vander dan Liza Deluxe. Sentuhan biola-nya sungguh nikmat dan memberikan aura yang berbeda. Musik kembali melambat di menit ke-15 dan naik perlahan-lahan sampai menit ke-23, saat biolanya kembali mendominasi sebelum ledakan di 3 menit akhir. Berikutnya adalah Ementeht-Re (Announcement)yang bernuansa gelap dengan vokal "ooooooo" selama 3 menit lebih dengan biola dan drum memimpin. Kemudian Christian Vander (drummer Magma) menyanyikan bisikan-bisikan diiringi biola dan bass serta gitar. Vokal kembali muncul di menit ke-5 namun melodi biolanya terus bertahan sampai akhir. Berikutnya adalah Hhai, dimana Christian Vander menyanyi. Jika lagu mereka keluar di radio, mungkin lagu inilah yang paling pas karena lagu ini cukup ringan. Vander menyanyi sampai menit ketiga, lalu ditambah dengan solo synthesizer dan gitar yang mantap, sebelum akhirnya Blasquiz, Stella dan Liza muncul kembali, menyajikan ending yang cocok. Berikutnya adalah Kobah, alias lagu Kobaia di album pertama yang dimainkan dengan versi berbeda (tanpa teriakan, lebih jazz) dengan biola yang berperan ganda dan menambah rasa jazz pada lagu ini. Next is Lihns, lagu yang lebih lembut, baik sebagai transisi dan Vander kembali menyanyi. Namun barulah kita sampai pada main course kedua, Mekanik Zain, alias ending dari MDK (album ketiga) yang dirombak besar-besaran sehingga menghasilkan lagu yang hampir berbeda. Dimulai dengan intro improvisational selama 3 menit, sebelum muncul piano 4-chord yang bertahan lama ditambah bass yang mendominasi. Biola muncul di menit keempat dan kombinasi ini bertahan sampai menit ke-11, tempo melambat dan vokal kembali muncul meskipun 4 kord piano tetap dipertahankan. Biola kembali muncul di menit ke-16 untuk menyajikan ending yang superb. Definite must-have.
Overall :
:
:
:
:
:
:
:
:
: .5Link :
Code:
http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=197134364&postcount=2
0




