- Beranda
- Cinta Indonesiaku
Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
...
TS
template
Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Contoh Post :


0
105.6K
Kutip
106
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Cinta Indonesiaku
5.3KThread•2.6KAnggota
Tampilkan semua post
DN5000YM
#93
Nyanyian Rakyat Sulawesi tengah [lanjutan]
Kaskus ID : DN5000YM
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk Karya : Artikel Mengenai Nyanyian Rakyat Sulawesi Tengah
Sumber : http://www.facebook.com/notes/museum...t/233303212445
Keterangan : Artikel mengenai Nyanyian Rakyat Sulawesi Tengah
11. IDANU
Idanu dibawakan dalam satu suara oleh 3 4 orang secara bersama-sama tanpa iringan alat musik selama kurang lebih 30 menit. Fungsinya seperti Bola-bola yakni sebagai ala penghibur. Sifat lagunya sangat dinamis biasanya dinyanyikan dalam rumah. Nyanyian rakyat ini dikembangkan oleh masyarakat etnis Kori Rai kira-kira 200 tahun yang lalu tepatnya di Desa Taripa dan Sumari.
12. IO
Io merupakan nyanyian rakyat milik masyarakat Dalaka dan Enu yang dinyanyikan secara bersama-sama dalam satu suara tanpa alat musik pengiring, dibawakan oleh pria dan wanita yang terpisah menurut kelompok jenis kelaminnya dengan durasi waktu kurang lebih 40 menit. Lagu ini berfungsi sebagai ungkapan doa harapan serta doa pujaan dalam bahasa unde gia dan rai.
13. KAIYORI
Kaiyori adalah nyanyian rakyat yang telah berkembang di Desa Taripa kurang lebih 1000 tahun lalu. Kala itu masyarakat adat Korirai membawakan vokal kaiyori pada saat mengolah pertanian. Nyanyian rakyat ini dibawakan beberapa orang (jumlah tidak ditentukan) dalam satu suara secara sahut-sahutan tanpa diringi alat musik. Kaiyori ini dibawakan sambil membentuk dua lingkaran. Lingkaran dalam adalah perempuan dan lingkuran luar adalah laki-laki.
Kaiyori dibagi dalam tujuh jenis, yaitu :
a. Untuk selamatan panen yang dilaksanakan setahun sekali saat panen raya
b. Untuk adat bagi turunan sekelompok masyarakat yang adatnya telah melembaga
c. Untuk unsur Balia pada saat melaksanakan upacara Nompaura (upacara mengusir bala atau penyakit)
d. Untuk peminangan yang biasanya dibawakan oleh orang-orang tua yang dipercayai menjadi utusan menyampaikan kata-kata pinangan (dalam hal ini, kaiyori tidak dilagukan)
e. Untuk kematian, pelaksanaannya saat jenazah masih dirumah dan beberapa malam sesudah upacara penguburan
f. Untuk pacaran, dibawakan oleh muda-mudi sebagai ungkapan sastra atau alat komunikasi menyampaikan isi hati (kaiyori ini juga tidak dilagukan)
g. Untuk mengangkat perang atau mendamaikan persengketaan dengan cara mengirim satu ungkapan sastra oleh pimpinan perang atau raja.
Kaiyori dapat dinyanyikan oleh semua golongan umur dari usia 12 hingga 50 tahun. Nyanyian kaiyori ini sendiri dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu : kaiyori yang dinyanyikan dan kaiyori yang tidak dinyanyikan (hanya berupa ungkapan sastra). Khusus untuk kaiyori yang dilagukan terbagi atas tujuh macam lagu didalamnya, yaitu :
a. Dondi, merupakan lagu pembuka (pintu kaiyori)
b. Lentomasae Vongi, untuk selamatan panen disertai gerakan tari
c. Vayontasi Malino, dibawakan menjelang subuh (jam 3 pagi)
d. Rundutamo Rapea, dibawakan sesudah jam 12 malam
e. Dumadora, dibawakan sesudah jam 12 malam
f. Neneida, dibawakan sesudah jam 12 malam
g. Lamanteo, dibawakan pada saat matahari mulai nampak atau vanta toimareme.
Kaiyori ini biasanya berlangsung selama 600 menit mulai dari pukul 09.00 malam sampai 06.00 pagi, karena macam-macam lagunya dibawakan secara keseluruhan dalam tiga bahasa, yaitu :
a. Bahasa Kori (etnis Korirai)
b. Bahasa Torai Ava (etnis Rai)
c. Bahasa Baree (etnis Tajio)
Sejak 300 tahun lalu, Kaiyori ini mulai berkembang ke beberapa daerah yaitu Desa Sumari, Lero, Toaya, Masaingi, Maranata, Enu, Saloya dan Alindau. Nyanyian ini dapat dibawakan dirumah ataupun area luas. Bila dinyanyikan di arena terbuka biasanya disertai gerak atau tarian, misalnya untuk Molili Vunja (Pelaksanaan adat tanah/upacara panen).
14. KANARA
Kanara adalah nyanyian rakyat yang dinyanyikan secara tunggal atau trio tanpa iringan alat musik. Nyanyian ini dibawakan dengan berkelompok yang dimulai oleh seseorang yang dianggap mahir mengungkap syair-syairnya yang dalam bahasa Kaili disebut notuki yang artinya mengubah syair-syair kanara kemudian dibawakan secara bersama pada urutan nyanyiannya.
Kanara terdiri atas 2 bagian, yaitu :
1. Kanara yang dibawakan sebagai pelengkap upacara unsur Balia dimana syair-syairnya disesuaikan dengan maksud upacara tersebut.
2. Kanara yang dibawakan untuk menghibur kepada orang-orang yang mengingnkannya baik dipesta, tempat kedukaan atau orang yang sengaja mengundang.
Nyanyian ini dibawakan ole pria dan wanita yang berlangsung sejak tengah hingga menjelang pagi. Kanara berfungsi untuk memberi ketenangan jiwa saat mereka sedang dirundung masalah atau perasaan tidak tenang. Kanara ini berkembang di Kecamatan Sindue, khususnya di Lero yang telah muncul sejak 480 tahun lalu dan telah diwariskan secara turun-temurun lebih dari 8 generasi.
15. LAMANTEO
Nyanyian ini dibawakan oleh 30 orang yang terdiri dari pria dan wanita berumur 20 tahun keatas tanpa iringan alat musik. Hampir serupa dengan nyanyian rakyat lainnya, Lamanteo ini pun dinyanyikan secara berbalas-balasan selama kurang lebih 30 menit.
Fungsinya sebagai ucapan syukur serta doa pengharapan dimana lagu ini sifatnya tradisional yang sangat melembaga bagi masyarakatnya. Lagu ini dibawakan pada siang hari. Saat ini Lamanteo berkembang di Desa Toaya, Enu dan Marana.
16. LEA NULEA
Nyanyian ini dibawakan dalam waktu yang sama lamanya dengan Alude dan Tombilo yang memiliki fungsi dan tujuan untuk mengusir bala dan penyakit serta digunakan sebagai alat hiburan. Nyanyian ini mempunyai unsur Balia. Nyanyian ini pertama kali ditemukan di Desa Masingi sekitar 100 tahun.
17. MALEDE
Nyanyian ini dibawakan secara bersama oleh 4 orang atau lebih dengan satu suara tanpa iringan alat musik. Malede ini terdiri atas dua jenis, yakni :
a. Lagu Malede yang cepat
b. Lagu Malede lambat atau dikenal Malede Umbu
Fungsinya untuk doa keselamatan dan doa pujaan. Nyanyian ini merupakan lagu wajib masyarakatnya yang menjadi warisan turun-temurun di Enu dan Dalaka, khususnya bagi masyarakat etnis Unde Gia.
18. NDOLU SALONDE
Ndolu Salonde adalah nyanyian rakyat masyarakat Kaili yang lahir bersama upacara Balia, ditemukan pertama kali di Desa Toaya kurang lebih 1000 tahun lalu. Nyanyian ini dibawakan secara trio, kuartet ataupun 10 - 20 orang. Hampir sama dengan nyanyian rakyat lainya dilagukan secara bersahutan atau saling berbalasan antara wanita dan pria dengan iringan Lalove.
Ndolu Salonde ini dibagi menjadi 3 bagia :
a. Ndolu untuk upacara adat
b. Ndolu untuk upacara Balia Ntomanuru
c. Ndolu untuk upacara Balia Tampilangi
Ketiga ndolu ini dibawakan oleh pria dan wanita dengan pembagian sebagai berikut :
a. Ndolu untuk upacara adat dibawakan oleh pria
b. Ndolu untuk upacara Balia Ntomanuru dibawakan oleh wanita
c. Ndolu untuk upacara Balia Tampilangi dibawakan oleh pria dan wanita
Nyanyian ndolu ini juga terdiri atas bermacam-macam lagu antara lain :
a. Ndolu upacara adat, lagunya ntomalanggai
b. Ndolu upacara Balia Ntomanuru, lagunya ndolu
c. Ndolu upacara Balia Tampilangi, lagunya vadi
Nyanyian ini dibawakan untuk upacara dengan fungsi sebagai pemujaan, penyembuhan serta pengharapan. Saat ini ndolu masih tetap dipertahankan dan dilestarikan seiring perkembangannya. Ndolu ini tersebar di Lero, Sumari, Masaingi, Marana dan Enu.
Dalam membawakan Ndolu Salonde, para penyanyinya memakai baju berdasarkan pembagian ndolu tersebut, yaitu :
a. Pada Ndolu Tomalanggai menggunakan pakaian Tadulako
b. Pada Ndolu Salonde menggunakan pakaian Balia Salonde
c. Pada Ndolu Vadi menggunakan pakaian Balia Tampilangi
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk Karya : Artikel Mengenai Nyanyian Rakyat Sulawesi Tengah
Sumber : http://www.facebook.com/notes/museum...t/233303212445
Keterangan : Artikel mengenai Nyanyian Rakyat Sulawesi Tengah
Spoiler for Nyanyian Rakyat Sulawesi Tengah:
11. IDANU
Idanu dibawakan dalam satu suara oleh 3 4 orang secara bersama-sama tanpa iringan alat musik selama kurang lebih 30 menit. Fungsinya seperti Bola-bola yakni sebagai ala penghibur. Sifat lagunya sangat dinamis biasanya dinyanyikan dalam rumah. Nyanyian rakyat ini dikembangkan oleh masyarakat etnis Kori Rai kira-kira 200 tahun yang lalu tepatnya di Desa Taripa dan Sumari.
12. IO
Io merupakan nyanyian rakyat milik masyarakat Dalaka dan Enu yang dinyanyikan secara bersama-sama dalam satu suara tanpa alat musik pengiring, dibawakan oleh pria dan wanita yang terpisah menurut kelompok jenis kelaminnya dengan durasi waktu kurang lebih 40 menit. Lagu ini berfungsi sebagai ungkapan doa harapan serta doa pujaan dalam bahasa unde gia dan rai.
13. KAIYORI
Kaiyori adalah nyanyian rakyat yang telah berkembang di Desa Taripa kurang lebih 1000 tahun lalu. Kala itu masyarakat adat Korirai membawakan vokal kaiyori pada saat mengolah pertanian. Nyanyian rakyat ini dibawakan beberapa orang (jumlah tidak ditentukan) dalam satu suara secara sahut-sahutan tanpa diringi alat musik. Kaiyori ini dibawakan sambil membentuk dua lingkaran. Lingkaran dalam adalah perempuan dan lingkuran luar adalah laki-laki.
Kaiyori dibagi dalam tujuh jenis, yaitu :
a. Untuk selamatan panen yang dilaksanakan setahun sekali saat panen raya
b. Untuk adat bagi turunan sekelompok masyarakat yang adatnya telah melembaga
c. Untuk unsur Balia pada saat melaksanakan upacara Nompaura (upacara mengusir bala atau penyakit)
d. Untuk peminangan yang biasanya dibawakan oleh orang-orang tua yang dipercayai menjadi utusan menyampaikan kata-kata pinangan (dalam hal ini, kaiyori tidak dilagukan)
e. Untuk kematian, pelaksanaannya saat jenazah masih dirumah dan beberapa malam sesudah upacara penguburan
f. Untuk pacaran, dibawakan oleh muda-mudi sebagai ungkapan sastra atau alat komunikasi menyampaikan isi hati (kaiyori ini juga tidak dilagukan)
g. Untuk mengangkat perang atau mendamaikan persengketaan dengan cara mengirim satu ungkapan sastra oleh pimpinan perang atau raja.
Kaiyori dapat dinyanyikan oleh semua golongan umur dari usia 12 hingga 50 tahun. Nyanyian kaiyori ini sendiri dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu : kaiyori yang dinyanyikan dan kaiyori yang tidak dinyanyikan (hanya berupa ungkapan sastra). Khusus untuk kaiyori yang dilagukan terbagi atas tujuh macam lagu didalamnya, yaitu :
a. Dondi, merupakan lagu pembuka (pintu kaiyori)
b. Lentomasae Vongi, untuk selamatan panen disertai gerakan tari
c. Vayontasi Malino, dibawakan menjelang subuh (jam 3 pagi)
d. Rundutamo Rapea, dibawakan sesudah jam 12 malam
e. Dumadora, dibawakan sesudah jam 12 malam
f. Neneida, dibawakan sesudah jam 12 malam
g. Lamanteo, dibawakan pada saat matahari mulai nampak atau vanta toimareme.
Kaiyori ini biasanya berlangsung selama 600 menit mulai dari pukul 09.00 malam sampai 06.00 pagi, karena macam-macam lagunya dibawakan secara keseluruhan dalam tiga bahasa, yaitu :
a. Bahasa Kori (etnis Korirai)
b. Bahasa Torai Ava (etnis Rai)
c. Bahasa Baree (etnis Tajio)
Sejak 300 tahun lalu, Kaiyori ini mulai berkembang ke beberapa daerah yaitu Desa Sumari, Lero, Toaya, Masaingi, Maranata, Enu, Saloya dan Alindau. Nyanyian ini dapat dibawakan dirumah ataupun area luas. Bila dinyanyikan di arena terbuka biasanya disertai gerak atau tarian, misalnya untuk Molili Vunja (Pelaksanaan adat tanah/upacara panen).
14. KANARA
Kanara adalah nyanyian rakyat yang dinyanyikan secara tunggal atau trio tanpa iringan alat musik. Nyanyian ini dibawakan dengan berkelompok yang dimulai oleh seseorang yang dianggap mahir mengungkap syair-syairnya yang dalam bahasa Kaili disebut notuki yang artinya mengubah syair-syair kanara kemudian dibawakan secara bersama pada urutan nyanyiannya.
Kanara terdiri atas 2 bagian, yaitu :
1. Kanara yang dibawakan sebagai pelengkap upacara unsur Balia dimana syair-syairnya disesuaikan dengan maksud upacara tersebut.
2. Kanara yang dibawakan untuk menghibur kepada orang-orang yang mengingnkannya baik dipesta, tempat kedukaan atau orang yang sengaja mengundang.
Nyanyian ini dibawakan ole pria dan wanita yang berlangsung sejak tengah hingga menjelang pagi. Kanara berfungsi untuk memberi ketenangan jiwa saat mereka sedang dirundung masalah atau perasaan tidak tenang. Kanara ini berkembang di Kecamatan Sindue, khususnya di Lero yang telah muncul sejak 480 tahun lalu dan telah diwariskan secara turun-temurun lebih dari 8 generasi.
15. LAMANTEO
Nyanyian ini dibawakan oleh 30 orang yang terdiri dari pria dan wanita berumur 20 tahun keatas tanpa iringan alat musik. Hampir serupa dengan nyanyian rakyat lainnya, Lamanteo ini pun dinyanyikan secara berbalas-balasan selama kurang lebih 30 menit.
Fungsinya sebagai ucapan syukur serta doa pengharapan dimana lagu ini sifatnya tradisional yang sangat melembaga bagi masyarakatnya. Lagu ini dibawakan pada siang hari. Saat ini Lamanteo berkembang di Desa Toaya, Enu dan Marana.
16. LEA NULEA
Nyanyian ini dibawakan dalam waktu yang sama lamanya dengan Alude dan Tombilo yang memiliki fungsi dan tujuan untuk mengusir bala dan penyakit serta digunakan sebagai alat hiburan. Nyanyian ini mempunyai unsur Balia. Nyanyian ini pertama kali ditemukan di Desa Masingi sekitar 100 tahun.
17. MALEDE
Nyanyian ini dibawakan secara bersama oleh 4 orang atau lebih dengan satu suara tanpa iringan alat musik. Malede ini terdiri atas dua jenis, yakni :
a. Lagu Malede yang cepat
b. Lagu Malede lambat atau dikenal Malede Umbu
Fungsinya untuk doa keselamatan dan doa pujaan. Nyanyian ini merupakan lagu wajib masyarakatnya yang menjadi warisan turun-temurun di Enu dan Dalaka, khususnya bagi masyarakat etnis Unde Gia.
18. NDOLU SALONDE
Ndolu Salonde adalah nyanyian rakyat masyarakat Kaili yang lahir bersama upacara Balia, ditemukan pertama kali di Desa Toaya kurang lebih 1000 tahun lalu. Nyanyian ini dibawakan secara trio, kuartet ataupun 10 - 20 orang. Hampir sama dengan nyanyian rakyat lainya dilagukan secara bersahutan atau saling berbalasan antara wanita dan pria dengan iringan Lalove.
Ndolu Salonde ini dibagi menjadi 3 bagia :
a. Ndolu untuk upacara adat
b. Ndolu untuk upacara Balia Ntomanuru
c. Ndolu untuk upacara Balia Tampilangi
Ketiga ndolu ini dibawakan oleh pria dan wanita dengan pembagian sebagai berikut :
a. Ndolu untuk upacara adat dibawakan oleh pria
b. Ndolu untuk upacara Balia Ntomanuru dibawakan oleh wanita
c. Ndolu untuk upacara Balia Tampilangi dibawakan oleh pria dan wanita
Nyanyian ndolu ini juga terdiri atas bermacam-macam lagu antara lain :
a. Ndolu upacara adat, lagunya ntomalanggai
b. Ndolu upacara Balia Ntomanuru, lagunya ndolu
c. Ndolu upacara Balia Tampilangi, lagunya vadi
Nyanyian ini dibawakan untuk upacara dengan fungsi sebagai pemujaan, penyembuhan serta pengharapan. Saat ini ndolu masih tetap dipertahankan dan dilestarikan seiring perkembangannya. Ndolu ini tersebar di Lero, Sumari, Masaingi, Marana dan Enu.
Dalam membawakan Ndolu Salonde, para penyanyinya memakai baju berdasarkan pembagian ndolu tersebut, yaitu :
a. Pada Ndolu Tomalanggai menggunakan pakaian Tadulako
b. Pada Ndolu Salonde menggunakan pakaian Balia Salonde
c. Pada Ndolu Vadi menggunakan pakaian Balia Tampilangi
0
Kutip
Balas