TS
kadalxburik
+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)
Index
# Sate Kerbau
# Nasi Tiga Huruf
# Persekutuan Bumbu ala pesisir
# Nasi Rames Bali
# Warung Klangenan
# Pecel Mbah Wito
# Gudeg Yu Djum
# Tahu Kupat
# Kuliner Solo
# Bubur Bali
# Tepo Tahu
# Warung Makan Rosya Kebumen
# Udang Selingkuh
# Restoran Ria Rio
# Djendela Djinjer
# Rumah Makan Keluarga,Solok
# Mak Uneh
# Mie Bakso Akung
# Pecel Mbok Sadur
# Semanggi Suroboyo
# Warso Farm
# Sensasi Pinggir Kali Krasak
# Sate klathak
# Ikan Kuah Pala Banda
# Ikan,Kelapa,ubi Kayu
# Dendeng Batokok
# Sate Ambal
# Lontong Tuyuhan
# Kampung Keling
# Cakalang Asar
# Soto Ayam Pak No
# Kuliner Babel
# Megono Pekalongan
# Sate Buntel
# Bebek Basah Kuyup
# Lawar Klungkung
# Nasi Uduk Kuntilanak
# Sop Buntut Karamel
# Bakso Nuklir
# sate Kerbau
# Sate Kerbau
# Nasi Tiga Huruf
# Persekutuan Bumbu ala pesisir
# Nasi Rames Bali
# Warung Klangenan
# Pecel Mbah Wito
# Gudeg Yu Djum
# Tahu Kupat
# Kuliner Solo
# Bubur Bali
# Tepo Tahu
# Warung Makan Rosya Kebumen
# Udang Selingkuh
# Restoran Ria Rio
# Djendela Djinjer
# Rumah Makan Keluarga,Solok
# Mak Uneh
# Mie Bakso Akung
# Pecel Mbok Sadur
# Semanggi Suroboyo
# Warso Farm
# Sensasi Pinggir Kali Krasak
# Sate klathak
# Ikan Kuah Pala Banda
# Ikan,Kelapa,ubi Kayu
# Dendeng Batokok
# Sate Ambal
# Lontong Tuyuhan
# Kampung Keling
# Cakalang Asar
# Soto Ayam Pak No
# Kuliner Babel
# Megono Pekalongan
# Sate Buntel
# Bebek Basah Kuyup
# Lawar Klungkung
# Nasi Uduk Kuntilanak
# Sop Buntut Karamel
# Bakso Nuklir
# sate Kerbau
0
64.7K
289
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Domestik
10.2KThread•4.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kadalxburik
#31
Cita Rasa India di Kampung Keling
Siapa pun yang pernah berkunjung ke Medan pasti tahu nama Kampung Keling, wilayah di jantung Kota Medan yang sejak masa penjajahan Belanda banyak dihuni warga keturunan India. Di sinilah surga masakan khas India. Salah satu tempat makan yang paling banyak dikunjungi adalah Rumah Makan Cahaya Baru yang dikelola pasangan suami–istri Anthony Selliah dan Yacoba bersama anak dan menantu mereka, Ronald Amalraj dan Madu Malini.
Rumah makan yang didirikan 12 tahun lalu ini terletak di Jalan Tengku Cik Dik Tiro, jalan yang membujur memotong kawasan Kampung Keling. Setiap tukang parkir di kawasan ini tahu betul jika diminta menunjukkan lokasinya.
Begitu masuk ke dalam rumah makan, suasana ala India langsung terasa melalui dekorasi di dinding dan aroma masakan yang langsung tercium di hidung.
"Masakan kami memang banyak menggunakan rempah. Bau harumnya jadi sangat menyengat," ujar Yacoba yang bersama suaminya adalah generasi ketiga leluhur mereka, suku Tamil di India Selatan, yang telah menetap lama di Medan.
Tepat waktu makan siang saat saya pertama kali datang ke sana dan menu yang cocok adalah nasi briyani kambing plus teh tarik. Nasi briyani, makanan khas orang India bagian selatan, memang menu istimewa rumah makan itu.
"Orang di utara lebih banyak memakan roti, meski di selatan juga ada pula yang makan roti, tetapi rotinya berbeda dari yang di utara," ujar Yacoba.
Kalau melihat bentuknya, nasi briyani mirip seperti nasi goreng, tetapi tidak ada proses goreng menggoreng dalam membuat nasi briyani.
Sebelum membuat nasi briyani, terlebih dulu semua bumbu dan rempah yang diperlukan, seperti ketumbar, cabe kering, jintan halus dan kasar, bawang putih, bawang merah, jahe dan kunyit dimasak bersama daging kambing, ayam atau sayuran, tergantung jenis nasi briyaninya.
"Semua dimasak setengah matang. Saat memasak bumbu, kami juga memasukkan yoghurt agar daging terasa empuk. Setelah itu baru dimasukkan beras dan air. Kalau sudah tanak nasinya, kami masukan minyak sapi agar nasi harum dan tidak keras saat dingin," ujar Yacoba.
Minyak sapi adalah pengganti mentega. Minyak ini dibuat dari olahan kepala sapi yang didinginkan di pendingin lemari es lalu disarikan lemaknya. "Jika menggunakan mentega, nasi briyani bisa terasa keras kalau sudah dingin," kata Yacoba.
Untuk yang vegetarian, campuran nasi briyani adalah sayuran seperti bunga kol, wortel, buncis, dan kacang–kacangan. Banyak pengunjung vegetarian menikmati masakan Rumah Makan Cahaya Baru.
Biasanya, nasi briyani disajikan bersama sambar atau dalca dan pajri nanas. Sambar bentuknya mirip bumbu kari, tetapi bahan dasarnya adalah kacang hijau. Sementara pajri nanas adalah suwiran buah nanas yang dimasak dengan gula dan cabai. Rasanya mirip manisan.
Berbagai jenis roti
Bila ingin serasa betul–betul di India, coba juga berbagai jenis roti. Ada roti khas India bagian selatan disebut dosei, dan roti khas India Utara seperti chapati, naan, dan tanduri.
Dosei terbuat dari tepung beras. Adonannya dicampur kacang ulenthe, kacang khas Tamil yang bisa menggembungkan adonan. Bentuk ulenthe mirip kacang hijau tak berkulit. "Jadi, tidak perlu soda kue untuk menggembungkan adonan," kata Yacoba.
Menikmati dosei harus dengan saus cathni yang terbuat dari kelapa, kacang tanah, cabai, bawang, dan sedikit jahe. Dosei juga biasa dimakan bersama sambar. Ada berbagai macam dosei, yang dicampur telur, daging kambing, ayam, atau sayuran. Ada juga yang polos; rasanya tawar, tetapi terasa nikmat bila dimakan bersama cathni dan sambar.
Roti khas India Utara berbeda bahannya. Chapati dan naan terbuat dari tepung roti biasa. "Naan biasa dimasak dengan menempelkan di pinggiran guci tanah liat yang dipanaskan, sementara chapati dimasak di kuali rata," ujar Yacoba.
Sementara tanduri adalah jenis roti dari tepung gandum. "Orang India Utara memang sering membuat roti dari tepung gandum. Berbeda dengan di Selatan yang sering menggunakan tepung beras," kata Anthony.
Tiga jenis roti khas India Utara ini biasa dimakan bersama daal, sejenis kuah dari kacang hijau dan dibumbui bawang merah, bawang putih, sedikit jahe, cabai, dan tepung kunyit. Untuk menguatkan aromanya, daal biasa ditaburi daun ketumbar. Rasanya gurih luar biasa.
Cita rasa India akan semakin lengkap bila kita juga menikmati teh tarik yang pembuatannya khas. Teh bercampur susu kental diaduk–aduk sambil dipindahkan dari satu wadah ke wadah lainnya dengan gerakan seperti menarik. Kalau sudah ahli, tarikan cairan teh bercampur susu kental ini tak akan tumpah meski gerakan tarikannya memanjang. "Kalau belum ahli ya pasti tumpah," ujar Yacoba.
Memang bukan hanya sekadar kari dan roti cane yang ada di rumah makan yang buka pukul 10.00–22.00 ini. Tersedia juga berbagai jenis menu khas India dari ikan, udang, daging kambing atau ayam.



Siapa pun yang pernah berkunjung ke Medan pasti tahu nama Kampung Keling, wilayah di jantung Kota Medan yang sejak masa penjajahan Belanda banyak dihuni warga keturunan India. Di sinilah surga masakan khas India. Salah satu tempat makan yang paling banyak dikunjungi adalah Rumah Makan Cahaya Baru yang dikelola pasangan suami–istri Anthony Selliah dan Yacoba bersama anak dan menantu mereka, Ronald Amalraj dan Madu Malini.
Rumah makan yang didirikan 12 tahun lalu ini terletak di Jalan Tengku Cik Dik Tiro, jalan yang membujur memotong kawasan Kampung Keling. Setiap tukang parkir di kawasan ini tahu betul jika diminta menunjukkan lokasinya.
Begitu masuk ke dalam rumah makan, suasana ala India langsung terasa melalui dekorasi di dinding dan aroma masakan yang langsung tercium di hidung.
"Masakan kami memang banyak menggunakan rempah. Bau harumnya jadi sangat menyengat," ujar Yacoba yang bersama suaminya adalah generasi ketiga leluhur mereka, suku Tamil di India Selatan, yang telah menetap lama di Medan.
Tepat waktu makan siang saat saya pertama kali datang ke sana dan menu yang cocok adalah nasi briyani kambing plus teh tarik. Nasi briyani, makanan khas orang India bagian selatan, memang menu istimewa rumah makan itu.
"Orang di utara lebih banyak memakan roti, meski di selatan juga ada pula yang makan roti, tetapi rotinya berbeda dari yang di utara," ujar Yacoba.
Kalau melihat bentuknya, nasi briyani mirip seperti nasi goreng, tetapi tidak ada proses goreng menggoreng dalam membuat nasi briyani.
Sebelum membuat nasi briyani, terlebih dulu semua bumbu dan rempah yang diperlukan, seperti ketumbar, cabe kering, jintan halus dan kasar, bawang putih, bawang merah, jahe dan kunyit dimasak bersama daging kambing, ayam atau sayuran, tergantung jenis nasi briyaninya.
"Semua dimasak setengah matang. Saat memasak bumbu, kami juga memasukkan yoghurt agar daging terasa empuk. Setelah itu baru dimasukkan beras dan air. Kalau sudah tanak nasinya, kami masukan minyak sapi agar nasi harum dan tidak keras saat dingin," ujar Yacoba.
Minyak sapi adalah pengganti mentega. Minyak ini dibuat dari olahan kepala sapi yang didinginkan di pendingin lemari es lalu disarikan lemaknya. "Jika menggunakan mentega, nasi briyani bisa terasa keras kalau sudah dingin," kata Yacoba.
Untuk yang vegetarian, campuran nasi briyani adalah sayuran seperti bunga kol, wortel, buncis, dan kacang–kacangan. Banyak pengunjung vegetarian menikmati masakan Rumah Makan Cahaya Baru.
Biasanya, nasi briyani disajikan bersama sambar atau dalca dan pajri nanas. Sambar bentuknya mirip bumbu kari, tetapi bahan dasarnya adalah kacang hijau. Sementara pajri nanas adalah suwiran buah nanas yang dimasak dengan gula dan cabai. Rasanya mirip manisan.
Berbagai jenis roti
Bila ingin serasa betul–betul di India, coba juga berbagai jenis roti. Ada roti khas India bagian selatan disebut dosei, dan roti khas India Utara seperti chapati, naan, dan tanduri.
Dosei terbuat dari tepung beras. Adonannya dicampur kacang ulenthe, kacang khas Tamil yang bisa menggembungkan adonan. Bentuk ulenthe mirip kacang hijau tak berkulit. "Jadi, tidak perlu soda kue untuk menggembungkan adonan," kata Yacoba.
Menikmati dosei harus dengan saus cathni yang terbuat dari kelapa, kacang tanah, cabai, bawang, dan sedikit jahe. Dosei juga biasa dimakan bersama sambar. Ada berbagai macam dosei, yang dicampur telur, daging kambing, ayam, atau sayuran. Ada juga yang polos; rasanya tawar, tetapi terasa nikmat bila dimakan bersama cathni dan sambar.
Roti khas India Utara berbeda bahannya. Chapati dan naan terbuat dari tepung roti biasa. "Naan biasa dimasak dengan menempelkan di pinggiran guci tanah liat yang dipanaskan, sementara chapati dimasak di kuali rata," ujar Yacoba.
Sementara tanduri adalah jenis roti dari tepung gandum. "Orang India Utara memang sering membuat roti dari tepung gandum. Berbeda dengan di Selatan yang sering menggunakan tepung beras," kata Anthony.
Tiga jenis roti khas India Utara ini biasa dimakan bersama daal, sejenis kuah dari kacang hijau dan dibumbui bawang merah, bawang putih, sedikit jahe, cabai, dan tepung kunyit. Untuk menguatkan aromanya, daal biasa ditaburi daun ketumbar. Rasanya gurih luar biasa.
Cita rasa India akan semakin lengkap bila kita juga menikmati teh tarik yang pembuatannya khas. Teh bercampur susu kental diaduk–aduk sambil dipindahkan dari satu wadah ke wadah lainnya dengan gerakan seperti menarik. Kalau sudah ahli, tarikan cairan teh bercampur susu kental ini tak akan tumpah meski gerakan tarikannya memanjang. "Kalau belum ahli ya pasti tumpah," ujar Yacoba.
Memang bukan hanya sekadar kari dan roti cane yang ada di rumah makan yang buka pukul 10.00–22.00 ini. Tersedia juga berbagai jenis menu khas India dari ikan, udang, daging kambing atau ayam.
Spoiler for kampung keling:
Spoiler for kampung keling:
Spoiler for lampung keling:
Spoiler for kampung keling:
Spoiler for kampung keling:



0
[/IMG]
[/IMG]
[/IMG]
[/IMG]
[/IMG]