TS
kadalxburik
+++ Kumpulan Tempat Wisata Kuliner Di Indonesia +++ (Update Trus)
Index
# Sate Kerbau
# Nasi Tiga Huruf
# Persekutuan Bumbu ala pesisir
# Nasi Rames Bali
# Warung Klangenan
# Pecel Mbah Wito
# Gudeg Yu Djum
# Tahu Kupat
# Kuliner Solo
# Bubur Bali
# Tepo Tahu
# Warung Makan Rosya Kebumen
# Udang Selingkuh
# Restoran Ria Rio
# Djendela Djinjer
# Rumah Makan Keluarga,Solok
# Mak Uneh
# Mie Bakso Akung
# Pecel Mbok Sadur
# Semanggi Suroboyo
# Warso Farm
# Sensasi Pinggir Kali Krasak
# Sate klathak
# Ikan Kuah Pala Banda
# Ikan,Kelapa,ubi Kayu
# Dendeng Batokok
# Sate Ambal
# Lontong Tuyuhan
# Kampung Keling
# Cakalang Asar
# Soto Ayam Pak No
# Kuliner Babel
# Megono Pekalongan
# Sate Buntel
# Bebek Basah Kuyup
# Lawar Klungkung
# Nasi Uduk Kuntilanak
# Sop Buntut Karamel
# Bakso Nuklir
# sate Kerbau
# Sate Kerbau
# Nasi Tiga Huruf
# Persekutuan Bumbu ala pesisir
# Nasi Rames Bali
# Warung Klangenan
# Pecel Mbah Wito
# Gudeg Yu Djum
# Tahu Kupat
# Kuliner Solo
# Bubur Bali
# Tepo Tahu
# Warung Makan Rosya Kebumen
# Udang Selingkuh
# Restoran Ria Rio
# Djendela Djinjer
# Rumah Makan Keluarga,Solok
# Mak Uneh
# Mie Bakso Akung
# Pecel Mbok Sadur
# Semanggi Suroboyo
# Warso Farm
# Sensasi Pinggir Kali Krasak
# Sate klathak
# Ikan Kuah Pala Banda
# Ikan,Kelapa,ubi Kayu
# Dendeng Batokok
# Sate Ambal
# Lontong Tuyuhan
# Kampung Keling
# Cakalang Asar
# Soto Ayam Pak No
# Kuliner Babel
# Megono Pekalongan
# Sate Buntel
# Bebek Basah Kuyup
# Lawar Klungkung
# Nasi Uduk Kuntilanak
# Sop Buntut Karamel
# Bakso Nuklir
# sate Kerbau
0
64.7K
289
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Domestik
10.2KThread•4.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kadalxburik
#21
Pecel Mbok Sadur
Pecel Mbok Sadur adalah salah satu kuliner asli Semarang yang sudah eksis sekitar 4 dasawarsa lebih. Mungkin malah sekitar 50 tahun. Jualan pecel Mbok Sadur dimulai di gang kecil yang bernama Gandekan di Jl. Mataram. Jalan kecil ini menyebabkan pemakan setia pecel sedep ini harus rela jalan kaki sekitar 200m, dari Jl. Mataram masuk ke gang kecil ini, terutama jika jam makan siang. Mobil kecil dan menengah masih bisa masuk ke dalam gang kecil ini dan parkir di dekat tempat jualan pecel, tapi hanya terbatas maksimal 5 mobil sudah penuh sekali jalan kecil itu.
Mbok Sadur memulai jualan pecelnya agak ke tengah lebih dekat ke Jl. Mataram jika dibandingkan tempat permanen yang ada sekarang. Berjualan di bawah pohon, dengan tampilan yang persis seperti dalam foto. Saya masih 'menangi' si Mbok Sadur yang jualan. Diperkenalkan pertama kali oleh Papa waktu saya masih kecil, makan siang di sini, dan seterusnya jadi ketagihan sampai sekarang. Jika sedang ke Semarang kurang lengkap rasanya tanpa mampir dan makan di sini.
Jaman itu yang paling mengesankan saya adalah setiap tamu yang makan di bawah pohon itu disuguhkan minuman air dingin dalam cangkir stainless steel kuno. Ini kesan yang paling mendalam sampai sekarang. Walaupun memang disediakan juga minuman standard pendamping pecel mak nyus ini.
Sekarang pecel ini sudah diteruskan oleh cucu-cucu Mbok Sadur dan berkembang menjadi 3 cabang, yaitu di tempat asal di Gandekan, kemudian di Jl. Gajah Mada dan kalau tidak salah di Simpang Lima.
Hidangan lengkap pecel yang saya makan siang itu didampingi dengan sate usus yang dilepas dari sunduknya, ditambah bantal 2 buah, sedikit mie goreng 'kampung', kerupuk karak/gendar dan disiram dengan sambel pecel. Apa itu bantal? Bantal sebenarnya adalah gorengan yang mirip martabak, atau saya bilang memang martabak dalam ukuran kecil. Rajangan sayur dibungkus tepung dan dibentuk kotak digoreng renyah menjadi pendamping wajib sajian pecel Mbok Sadur ini.
Berbagai pendamping lainnya digelar dengan royal dan menggoda sekali. Sate usus, sate kulit, telor pindang, perkedel kentang, tempe goreng, telor ceplok, rempeyek kacang, rempeyek teri, mentho, dan sajian lain yang sungguh generous digelar di depan mata.
Sajian pecel Mbok Sadur ini memang sangat nikmat menjadi menu makan siang di Semarang yang panas, dan ditutup dengan segelas es teh tawar. Sungguh ngangeni dan membuat saya kembali dan kembali lagi setiap kali ke Semarang......
Dari nenek sampai dengan cucu, tetap setia dari Semarang 'meceli' lidah orang Semarang dan sekitarnya, membuat kangen kawula di mancanegara.....
Terima kasih Mamak Presiden, AsMods, KoKiers – KoKoers.....
bon appetite.....mecel yuuuukkk......



Pecel Mbok Sadur adalah salah satu kuliner asli Semarang yang sudah eksis sekitar 4 dasawarsa lebih. Mungkin malah sekitar 50 tahun. Jualan pecel Mbok Sadur dimulai di gang kecil yang bernama Gandekan di Jl. Mataram. Jalan kecil ini menyebabkan pemakan setia pecel sedep ini harus rela jalan kaki sekitar 200m, dari Jl. Mataram masuk ke gang kecil ini, terutama jika jam makan siang. Mobil kecil dan menengah masih bisa masuk ke dalam gang kecil ini dan parkir di dekat tempat jualan pecel, tapi hanya terbatas maksimal 5 mobil sudah penuh sekali jalan kecil itu.
Mbok Sadur memulai jualan pecelnya agak ke tengah lebih dekat ke Jl. Mataram jika dibandingkan tempat permanen yang ada sekarang. Berjualan di bawah pohon, dengan tampilan yang persis seperti dalam foto. Saya masih 'menangi' si Mbok Sadur yang jualan. Diperkenalkan pertama kali oleh Papa waktu saya masih kecil, makan siang di sini, dan seterusnya jadi ketagihan sampai sekarang. Jika sedang ke Semarang kurang lengkap rasanya tanpa mampir dan makan di sini.
Jaman itu yang paling mengesankan saya adalah setiap tamu yang makan di bawah pohon itu disuguhkan minuman air dingin dalam cangkir stainless steel kuno. Ini kesan yang paling mendalam sampai sekarang. Walaupun memang disediakan juga minuman standard pendamping pecel mak nyus ini.
Sekarang pecel ini sudah diteruskan oleh cucu-cucu Mbok Sadur dan berkembang menjadi 3 cabang, yaitu di tempat asal di Gandekan, kemudian di Jl. Gajah Mada dan kalau tidak salah di Simpang Lima.
Hidangan lengkap pecel yang saya makan siang itu didampingi dengan sate usus yang dilepas dari sunduknya, ditambah bantal 2 buah, sedikit mie goreng 'kampung', kerupuk karak/gendar dan disiram dengan sambel pecel. Apa itu bantal? Bantal sebenarnya adalah gorengan yang mirip martabak, atau saya bilang memang martabak dalam ukuran kecil. Rajangan sayur dibungkus tepung dan dibentuk kotak digoreng renyah menjadi pendamping wajib sajian pecel Mbok Sadur ini.
Berbagai pendamping lainnya digelar dengan royal dan menggoda sekali. Sate usus, sate kulit, telor pindang, perkedel kentang, tempe goreng, telor ceplok, rempeyek kacang, rempeyek teri, mentho, dan sajian lain yang sungguh generous digelar di depan mata.
Sajian pecel Mbok Sadur ini memang sangat nikmat menjadi menu makan siang di Semarang yang panas, dan ditutup dengan segelas es teh tawar. Sungguh ngangeni dan membuat saya kembali dan kembali lagi setiap kali ke Semarang......
Dari nenek sampai dengan cucu, tetap setia dari Semarang 'meceli' lidah orang Semarang dan sekitarnya, membuat kangen kawula di mancanegara.....
Terima kasih Mamak Presiden, AsMods, KoKiers – KoKoers.....
bon appetite.....mecel yuuuukkk......
Spoiler for pecel:
Spoiler for pecel:
Spoiler for pecel:



0
[/IMG]
[/IMG]
[/IMG]