- Beranda
- Cinta Indonesiaku
Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
...
TS
template
Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Contoh Post :


0
105.6K
Kutip
106
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Cinta Indonesiaku
5.4KThread•2.6KAnggota
Tampilkan semua post
morajapalu
#42
Sambungan dari atas...
Quote:
Original Posted By e-New►Kaskus ID : e-New
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk karya : Dadendate
Sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/rub...=c7d704910f&u=
Keterangan : Nyanyian pembawa berita [suku kaili - sulteng]
Kategori : Lagu/Tarian/Alat Musik - Artikel
Bentuk karya : Dadendate
Sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/rub...=c7d704910f&u=
Keterangan : Nyanyian pembawa berita [suku kaili - sulteng]
Spoiler for dadendate:
D. Bentuk Fisik Kecapi Dadendate
Kecapi dadendate terbuat dari kayu lengo / Balaroa. Sedang senarnya dulunya menggunakan tali enau. Dan sekarang banyak yang berasal dari kawat kecil yang terbuat dari baja dan tali labrang rem sepeda.
Seperti yang telah diuraikan di depan bahwa bentuk kecapi pada permainan Dadendate menyerupai sebuah perahu. 0leh nara sumber hal ini berbubungan dengan legenda Sawerigading.
Sebuah kecapi terbagi atas bagian-bagian yang penamaannya diserupakan atau disamakan denga organ tubuh manusia. Seperti berikut ini:
* Lelona : Bagian ekor dari kecapi
* Pusena : Pusat / Penampang senar (Bridge)
* Taina : Perut / Badan bagian belakang Kecapi / Resonansi belakang
* Bombarana : Dada / Badan bagian depan Kecapi / Resonansi depan
* Koyampalona : Papan jari terdiri dari lima bidang bundar sama besar (Fingerboard)
* Ongena : Hidung / Penampang senar bagian depan (Nut)
* Potoro : Telinga / Penyetem senar / Tunning head. Terdiri atas 2 potoro kiri dan kanan
* Irana, : Daun / Kepala Kecapi / Head
* Tutugo : Leher / Bagian penghubung antara badab dan kepala kecapi
* Bengona : Bagian belakang Kecapi
* Bolona : Lobang pada bagian belakang Kecapi. Terdiri 3 bagian dengan
diameter yang berbeda
* Lelona berukuran panjang 8 c, tinggi 10 cm, dan Lebar 1 cm
* Pusena berukuran tinggi 5,5 cm, diameter 3,5 cm
* Taina Panjang 20 cm, lebar 14 cm, dan tebal 9 cm
* Bombarana Panjang 39 cm, lebar 11 cm, dan tebal 7 cm
* Koyampalona Diameter 2 cm, Tinggi 5 cm, Panjang 17 cm
* Ongena Panjang 3 cm, tinggi 0.5 cm, lebar 2 cm .
* Potoro berukuran panjang 3 cm
* Irana panjang 25 cm, tinggi 7cm, lebar 0.5 cm
* Bengona berukuran panjang 58 cm lebar 20 cm
* Bolona 1 berdiameter 2 cm, bolona 2 berdiameter 3,5 cm, dan bolona 3 berdiameter 5 cm.
Papan jari pada kecapi yang terdiri dari 5 bagian mempunyai kandungan pengertian akan 5 unsur dalam kehidupan, Masing-masing :
1. Sirih menggambarkan urat yang mengelilingi tabuh manusia
2. Pinang menggambarkan jantung
3. Tembakau menggambarkan empedu
4. Kapur menggambarkan tulang
5. Gambir menggambarkan paru-paru
Penggambaran ini apabila digabungkan akan menjadi warna merah yang menggambarkan darah yang ada dan dibutuhkan oleh tabuh manusia. Ini merupakan ketentuan adat yang dalam bahasa lokal disebut Sambulugana.
Kecapi terdiri dari dua senar berukuran panjang 39 cm dengan diameter 0,5 cm.
Dua senar kecapi menggambarkan orang tua (senar bawah) menyayangi yang muda (senar atas). 2 senar itu juga menggambarkan keselarasan dan keseimbangan alam. Seperti juga atas-bawah, bumi - langit, perempuan-Iaki-laki, dan seterusnya.
E. Tehnik Bermain Kecapi
Pada bagian ini, untuk menguraikan tehnik bermain pada permainan kecapi dibagi atas tangan kanan dan kiri. Tehnik tangan kiri menggunakan teknik slur yang terbagi atas hammer on (menekan, memukul senar) dan pull off (menarik senar).
Tangan kanan menggunakan tehnik petik (picking) yang menggunakan batang kecil yang terbuat dari kayu yang berukuran seperti batang korek api. Kayu tersebut dijepit oleh ibu jadri telunjuk dan jari tengah.
Kecapi dimainkan dalam posisi duduk di kursi dan diletakkan pada pangkal paha. Bagian belakang kecapi diusahakan sedemikian rupa sejajar dengan bagian perut pemain. Hal ini berfungsi mengatur keras lembutnya suara kecapi. Apabila ingin menghasilkan suara yang keras, maka lubang bagian belakang kecapi dijauhkm dari perut. Sedangkan bila ingin menghasilkan suara yang lembul maka dua lubang kecapi dirapatkan ke perut.
F. Musik Dadendate
Dua senar kecapi pada permainan dadendate, masing-masing terdiri dari nada c' untuk senar atas dan g untuk senar bawah. Penyeteman ini akan berubah apabila yang dimainkan adalah Rampamole dan ei - ei , dimana untak senar bawah menjadi c' dan senar atas menjadi nada g. Atau mudahnya kebalikan dari Dadendate.
Melodi yang dihasilkan oleh baik kecapi, vokal dan mbasi-mbasi walaupun mempunyai garis melodi yang mirip, namun tidak persis sama. Fungsi kecapi selain sebagai pengiring juga akan mengikuti garis melodi bila mbasi-mbasi dan kemudian diikuti vokal.
Pada bagian ini diupayakan untuk melakukan penotasian dengan menggunakan not balok secara bersama-sama (full score). Namun untuk kecapi tidak dirinci menjadi kecapi 1, kecapi 2 dan kecapi 3 sesuai dengan jumlah kecapi yang dimainkan. Namun cukup satu kecapi saja dengan alasan untuk mempermudah penotasian dan diantara ketiga kecapi itu tidak terlalu mencolok perbedaanya.
Penotasian dilakukan pada awal permainan dan satu lagu yang utuh. Yakni pada saat penulis meminta mereka untuk bermain secara khusus untuk kepentingan penotasian. Dan pemain dadendate mengira bahwa pengulangan perekaman karena, sebelumnya mereka bermain kasar. Hal ini nampak pada syair yang mereka bawakan.
Yang dimaksud satu lagu yang utuh adalah sebuah pengulangan 1 bagian yang terdiri dari intro, kalimat melodi 1 (pembuka) vokal , interlude, kalimat melodi 2 (isi) vokal, interlude, kalimat melodi 3 (penutup) masing-masing untuk vokal pria dan wanita.
Sangat mungkin terjadi perubahan dan varian-varian pada pengulangan-pengulangan lainnya. Hal ini terutama nampak pada vokal yang sering kali menyesuaikan melodi dan syair. Baik silabis ataupun melismatis. Artinya penyanyi bebas untuk menambah atau mengurangi gerak melodi dengan syair yang spontanitas. Yang justru merupakan kekuatan musik Dadendate.
Musik dadendate dimulai dengan petikan kecapi sebagai pengantar (tidak dinotasikan). Untuk kemudian disusul dengan mbasi-mbasi yang akan bersama-sama membuat intro atau pengantar. Mbasi-mbasi akan memainkan melodi yang menyerupai vokal mulai pada birama 1 sampai birama 61.
Melodi mbasi-mbasi dimainkan dengan tehnik pogantainosa (tehnik untuk membuat melodi yang dihasilkan tidak terasa terputus atau berhenti untuk mengambil napas).
Melodi vokal untuk pria dan wanita berbeda. Perbedam sangat menonjol terdapat pada potongan melodi pembuka birama 61 - 74. Vokal pria mendahului vokal wanita. Kalimat melodi 1 vokal pria mulai dari birama 61 - 80.
Kalimat melodi 1 berisi syair-syair pembuka tentang isi syair yang akan disampaikan nantinya. Pada birama 81 vokal pria berhenti selama beberapa saat yang diisi oleh kecapi dan mbasi-mbasi. Pada saat ini vokalis agaknya diberi kesempatan untuk beristirahat dan menyusun syair-syair yang akan dinyanyikannya. Dalam penotasian dituliskan birama yang dibutuhkan untuk istirahat. Namun sesungguhnya berubah-ubah untak setiap pengulangan. Vokalislah yang menentukan kapan dia akan mulai.
Vokal akan memulai kalimat isi (kalimat kedua) pada birama 85 ketukan 2 - 109. Birama 90 ketukan 2 - 109 berisi melodi pendek yang diulang-ulang beberapa kali dan berisi inti syair yang dikemukakan. Syair pada potongan melodi ini bersajak a - a - a - a.
Kalimat penutup (kalimat ketiga) dimulai pada birama 110 - 117.
Setelah penyanyi pria menyelesaikan lagunya maka akan disusul penyanyi wanita yang diantarai oleh permainan mbasi-mbasi dan kecapi 118 - 120. Kalimat melodi pembuka dimulai dari birama 122 - 141. Pada birama 142 - 145 ada interlude yang diisi oleh mbasi-mbasi dan kecapi untuk memberikan kesempatan penyanyi istirahat dan menyusun syair-syair berikutnya.
Kalimat kedua (Kalimat isi) dimulai pada birama 146 - 160. Potongan melodi pada birama 150 - 153 diuIang-ulang beberapa kali dan berisi inti syair yang ingin dikemukakan. Jumlah pengulangan berubah-ubah untuk setiap pengulangan lagu. Namun dalam penotasian tanda ulang ditulis hanya satu kali untuk mempermudah penotasian syair pada potongan melodi ini bersajak a - a - a - a.
Kalimat ke tiga (Penutup) dimulai pada birama 161- 167.
Kecapi dadendate terbuat dari kayu lengo / Balaroa. Sedang senarnya dulunya menggunakan tali enau. Dan sekarang banyak yang berasal dari kawat kecil yang terbuat dari baja dan tali labrang rem sepeda.
Seperti yang telah diuraikan di depan bahwa bentuk kecapi pada permainan Dadendate menyerupai sebuah perahu. 0leh nara sumber hal ini berbubungan dengan legenda Sawerigading.
Sebuah kecapi terbagi atas bagian-bagian yang penamaannya diserupakan atau disamakan denga organ tubuh manusia. Seperti berikut ini:
* Lelona : Bagian ekor dari kecapi
* Pusena : Pusat / Penampang senar (Bridge)
* Taina : Perut / Badan bagian belakang Kecapi / Resonansi belakang
* Bombarana : Dada / Badan bagian depan Kecapi / Resonansi depan
* Koyampalona : Papan jari terdiri dari lima bidang bundar sama besar (Fingerboard)
* Ongena : Hidung / Penampang senar bagian depan (Nut)
* Potoro : Telinga / Penyetem senar / Tunning head. Terdiri atas 2 potoro kiri dan kanan
* Irana, : Daun / Kepala Kecapi / Head
* Tutugo : Leher / Bagian penghubung antara badab dan kepala kecapi
* Bengona : Bagian belakang Kecapi
* Bolona : Lobang pada bagian belakang Kecapi. Terdiri 3 bagian dengan
diameter yang berbeda
* Lelona berukuran panjang 8 c, tinggi 10 cm, dan Lebar 1 cm
* Pusena berukuran tinggi 5,5 cm, diameter 3,5 cm
* Taina Panjang 20 cm, lebar 14 cm, dan tebal 9 cm
* Bombarana Panjang 39 cm, lebar 11 cm, dan tebal 7 cm
* Koyampalona Diameter 2 cm, Tinggi 5 cm, Panjang 17 cm
* Ongena Panjang 3 cm, tinggi 0.5 cm, lebar 2 cm .
* Potoro berukuran panjang 3 cm
* Irana panjang 25 cm, tinggi 7cm, lebar 0.5 cm
* Bengona berukuran panjang 58 cm lebar 20 cm
* Bolona 1 berdiameter 2 cm, bolona 2 berdiameter 3,5 cm, dan bolona 3 berdiameter 5 cm.
Papan jari pada kecapi yang terdiri dari 5 bagian mempunyai kandungan pengertian akan 5 unsur dalam kehidupan, Masing-masing :
1. Sirih menggambarkan urat yang mengelilingi tabuh manusia
2. Pinang menggambarkan jantung
3. Tembakau menggambarkan empedu
4. Kapur menggambarkan tulang
5. Gambir menggambarkan paru-paru
Penggambaran ini apabila digabungkan akan menjadi warna merah yang menggambarkan darah yang ada dan dibutuhkan oleh tabuh manusia. Ini merupakan ketentuan adat yang dalam bahasa lokal disebut Sambulugana.
Kecapi terdiri dari dua senar berukuran panjang 39 cm dengan diameter 0,5 cm.
Dua senar kecapi menggambarkan orang tua (senar bawah) menyayangi yang muda (senar atas). 2 senar itu juga menggambarkan keselarasan dan keseimbangan alam. Seperti juga atas-bawah, bumi - langit, perempuan-Iaki-laki, dan seterusnya.
E. Tehnik Bermain Kecapi
Pada bagian ini, untuk menguraikan tehnik bermain pada permainan kecapi dibagi atas tangan kanan dan kiri. Tehnik tangan kiri menggunakan teknik slur yang terbagi atas hammer on (menekan, memukul senar) dan pull off (menarik senar).
Tangan kanan menggunakan tehnik petik (picking) yang menggunakan batang kecil yang terbuat dari kayu yang berukuran seperti batang korek api. Kayu tersebut dijepit oleh ibu jadri telunjuk dan jari tengah.
Kecapi dimainkan dalam posisi duduk di kursi dan diletakkan pada pangkal paha. Bagian belakang kecapi diusahakan sedemikian rupa sejajar dengan bagian perut pemain. Hal ini berfungsi mengatur keras lembutnya suara kecapi. Apabila ingin menghasilkan suara yang keras, maka lubang bagian belakang kecapi dijauhkm dari perut. Sedangkan bila ingin menghasilkan suara yang lembul maka dua lubang kecapi dirapatkan ke perut.
F. Musik Dadendate
Dua senar kecapi pada permainan dadendate, masing-masing terdiri dari nada c' untuk senar atas dan g untuk senar bawah. Penyeteman ini akan berubah apabila yang dimainkan adalah Rampamole dan ei - ei , dimana untak senar bawah menjadi c' dan senar atas menjadi nada g. Atau mudahnya kebalikan dari Dadendate.
Melodi yang dihasilkan oleh baik kecapi, vokal dan mbasi-mbasi walaupun mempunyai garis melodi yang mirip, namun tidak persis sama. Fungsi kecapi selain sebagai pengiring juga akan mengikuti garis melodi bila mbasi-mbasi dan kemudian diikuti vokal.
Pada bagian ini diupayakan untuk melakukan penotasian dengan menggunakan not balok secara bersama-sama (full score). Namun untuk kecapi tidak dirinci menjadi kecapi 1, kecapi 2 dan kecapi 3 sesuai dengan jumlah kecapi yang dimainkan. Namun cukup satu kecapi saja dengan alasan untuk mempermudah penotasian dan diantara ketiga kecapi itu tidak terlalu mencolok perbedaanya.
Penotasian dilakukan pada awal permainan dan satu lagu yang utuh. Yakni pada saat penulis meminta mereka untuk bermain secara khusus untuk kepentingan penotasian. Dan pemain dadendate mengira bahwa pengulangan perekaman karena, sebelumnya mereka bermain kasar. Hal ini nampak pada syair yang mereka bawakan.
Yang dimaksud satu lagu yang utuh adalah sebuah pengulangan 1 bagian yang terdiri dari intro, kalimat melodi 1 (pembuka) vokal , interlude, kalimat melodi 2 (isi) vokal, interlude, kalimat melodi 3 (penutup) masing-masing untuk vokal pria dan wanita.
Sangat mungkin terjadi perubahan dan varian-varian pada pengulangan-pengulangan lainnya. Hal ini terutama nampak pada vokal yang sering kali menyesuaikan melodi dan syair. Baik silabis ataupun melismatis. Artinya penyanyi bebas untuk menambah atau mengurangi gerak melodi dengan syair yang spontanitas. Yang justru merupakan kekuatan musik Dadendate.
Musik dadendate dimulai dengan petikan kecapi sebagai pengantar (tidak dinotasikan). Untuk kemudian disusul dengan mbasi-mbasi yang akan bersama-sama membuat intro atau pengantar. Mbasi-mbasi akan memainkan melodi yang menyerupai vokal mulai pada birama 1 sampai birama 61.
Melodi mbasi-mbasi dimainkan dengan tehnik pogantainosa (tehnik untuk membuat melodi yang dihasilkan tidak terasa terputus atau berhenti untuk mengambil napas).
Melodi vokal untuk pria dan wanita berbeda. Perbedam sangat menonjol terdapat pada potongan melodi pembuka birama 61 - 74. Vokal pria mendahului vokal wanita. Kalimat melodi 1 vokal pria mulai dari birama 61 - 80.
Kalimat melodi 1 berisi syair-syair pembuka tentang isi syair yang akan disampaikan nantinya. Pada birama 81 vokal pria berhenti selama beberapa saat yang diisi oleh kecapi dan mbasi-mbasi. Pada saat ini vokalis agaknya diberi kesempatan untuk beristirahat dan menyusun syair-syair yang akan dinyanyikannya. Dalam penotasian dituliskan birama yang dibutuhkan untuk istirahat. Namun sesungguhnya berubah-ubah untak setiap pengulangan. Vokalislah yang menentukan kapan dia akan mulai.
Vokal akan memulai kalimat isi (kalimat kedua) pada birama 85 ketukan 2 - 109. Birama 90 ketukan 2 - 109 berisi melodi pendek yang diulang-ulang beberapa kali dan berisi inti syair yang dikemukakan. Syair pada potongan melodi ini bersajak a - a - a - a.
Kalimat penutup (kalimat ketiga) dimulai pada birama 110 - 117.
Setelah penyanyi pria menyelesaikan lagunya maka akan disusul penyanyi wanita yang diantarai oleh permainan mbasi-mbasi dan kecapi 118 - 120. Kalimat melodi pembuka dimulai dari birama 122 - 141. Pada birama 142 - 145 ada interlude yang diisi oleh mbasi-mbasi dan kecapi untuk memberikan kesempatan penyanyi istirahat dan menyusun syair-syair berikutnya.
Kalimat kedua (Kalimat isi) dimulai pada birama 146 - 160. Potongan melodi pada birama 150 - 153 diuIang-ulang beberapa kali dan berisi inti syair yang ingin dikemukakan. Jumlah pengulangan berubah-ubah untuk setiap pengulangan lagu. Namun dalam penotasian tanda ulang ditulis hanya satu kali untuk mempermudah penotasian syair pada potongan melodi ini bersajak a - a - a - a.
Kalimat ke tiga (Penutup) dimulai pada birama 161- 167.
0
Kutip
Balas