TS
rudy79
Kenangan masa-masa pendidikan militer
BAB I
PENDIDIKAN DASAR KEMILITERAN
( Secatam/Secaba/Akademi/PK/Menwa )
PENDIDIKAN DASAR KEMILITERAN
( Secatam/Secaba/Akademi/PK/Menwa )
Thread ini di Persembahkan untuk mengenang kembali kisah mula-mula memasuki dunia kemiliteran.....masa transisi dari sipil ke militer yang pasti tidak akan terlupakan sampai bila-bila
Ayo agan-agan semua....Share di sini kenangannya....dari Secatam/Secaba/Akademi/Sepa/Selapa/Pusdik/Kursus Lanjutan....dan lain-lain..
termasuk kenangan setelah lulus dan mulai membaktikan diri untuk ibu pertiwi
silahkan di share juragan .....apa itu kenangan indah...pahit....memalukan....atau melucukan...YANG PASTI PENUH KENANGAN SUKA DUKA...AIR MATA....DAN KERINGAT....

NB: untuk kerahasiaan..nama/lokasi/waktu bisa disamarkan......

1
533.2K
1.6K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
20.4KThread•10.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rudy79
#24
wew...belom ada tambahan ni..........
gw share lagi ah...........
SUKA DUKA MENJADI TARUNA AKABRI
( Pengalaman Taruna AMN )
Latar Belakang Kehidupan Saya
Saya lahir di Jakarta pada saat zaman pendudukan Jepang, tepatnya 11
Agusus 1943, di Gang Kober Jatinegara anak ke 4 dari 6 orang anak dari
seorang ayah yang bernama Yahya Said Tirtaamijaya ( Nama aslinya Mas
Said Tirtoamijoyo dari Purwekerto Banyumas Jawa Tengah) dan ibu yang
bernama Siti Aminah dari kota Ciamis Jawa Barat
Ayah saya berprofesi guru dan masuk anggota Muhamadiyah..
Kakek dari garis ayah adalah pejuang RI yang ditangkap Belanda dan dibuang
ke Digul, Irian, meninggal dan dikuburkan disana. Ayah saya sejak kecil
terpaksa bersembunyi karena dicari Belanda sehingga melarikan diri ke Jawa
Barat dengan merubah nama menjadi nama sunda: Yahya Said Tirtaamijaya ..
Sebagai anak pejuang, ayah saya komit tidak mau bekerja sebagai guru
dipemerintahan Belanda dan Jepang, karena itu kami sekeluarga hidup sering
berpindah tempat karena sembunyi dari incaran Belanda, mengungsi
kepelosok daerah terpencil .
Setelah penyerahan kedaulatan RI, Desember 1949, baru kami sekeluarga
menetap dengan tenang di jalan Bunut no 29 kota Sukabumi, Jabar Ayah
saya mengajar di Sekolah Guru Bawah
Menurut cerita orang tua, saya diharapkan lahir sebagai perempuan, karena
itu,nama yang disiapkan adalah nama permpuan yaitu: Nurhana (katanya
artinya Bunga yang bercahaya, campuran bahasa arab dan Jepang)..Karena
itu semasa kecil, saya katanya feminine, makanya sering diejek dan
dilecehkan oleh kakak laki-laki saya yang sedari kecil lebih jantan
Tahun 1955 Ayah saya dipindah ke Serang Banten, dipromosikan menjadi
Kepala Sekolah Guru Bawah (setingkat SLTP). Selama di Serang Banten saya
ditempa dengan kehidupan keras di Serang Banten yang pada saat itu persis
sedang merajalelanya para Cross Boys (Geng Pemuda yang senang
berkelahi)di Banten .Saya yang tidak suka masuk geng Cross boys (sekarang
istilahnya geng preman), menjadi terkucll dari pergaulan pemuda saat itu dan
sering jadi korban intimidasi geng cross boys saat itu .
Merasa tertekan dan tidak cocok dengan pergaulan pemuda Serang yang
dikuasai geng CrossBoys saat itu, pada tahun 1959, saat naik kekelas 2 SMA,
saya nekad pindah ke kota Bogor ikut kaka saya yang kerja di pabrik ban
Good Year, untuk belajar ilmu beladiri di School of Self Defense ( disingkat
SOSI) pimpinan seorang pakar ilmu bela diri yang bernama Mr Batling Ong..Di
Bogor saya belajar lmu bela diri Jiu jit Su, Judo, Tinju dan Gulat selama 2
tahun
Tahun 1961 saya lulus SMA, melanjutkan sekolah di Fakultas Ekonomi
Universitas Pajajaran Bandung sambil melanjutkan belajar ilmu bela diri di
SOSI Bandung ( Karena itu saya bisa menguasai banyak cabang ilmu bela
diri )..
Pada awal tahun 1962 saya mulai merasa jenuh dengan berbagai pergaulan
remaja masa itu yang masih sarat dengan budaya hura hura dan berkelahi
dijalanan secara berkelompok/Cross Boys ( pada saat itu idola remaja adalah
James Dean yang membintangi flm West Side Story, film tentang remaja
Cross Boys di Amerika Serikat), dan mendaftarkan diri masuk Akademi Militer
Nasional Magelang ..
Sambil menunggu hasil ujian masuk ke AMN, saya sempat pulang ke Serang
Banten dan kerja sebagai honorer kantor Perhutani di Cilegon Banten selama
sekitar 3 bulan
Oktober 1962 saya dipanggil untuk mengikuti pendidikan di AMN
Magelang .maka dimulailah lembaran hidup baru saya, dari seorang remaja
sipil yang sangat lugu dan pemalu, dirubah menjadi seorang manusia baru ..
gw share lagi ah...........

SUKA DUKA MENJADI TARUNA AKABRI
( Pengalaman Taruna AMN )
Latar Belakang Kehidupan Saya
Saya lahir di Jakarta pada saat zaman pendudukan Jepang, tepatnya 11
Agusus 1943, di Gang Kober Jatinegara anak ke 4 dari 6 orang anak dari
seorang ayah yang bernama Yahya Said Tirtaamijaya ( Nama aslinya Mas
Said Tirtoamijoyo dari Purwekerto Banyumas Jawa Tengah) dan ibu yang
bernama Siti Aminah dari kota Ciamis Jawa Barat
Ayah saya berprofesi guru dan masuk anggota Muhamadiyah..
Kakek dari garis ayah adalah pejuang RI yang ditangkap Belanda dan dibuang
ke Digul, Irian, meninggal dan dikuburkan disana. Ayah saya sejak kecil
terpaksa bersembunyi karena dicari Belanda sehingga melarikan diri ke Jawa
Barat dengan merubah nama menjadi nama sunda: Yahya Said Tirtaamijaya ..
Sebagai anak pejuang, ayah saya komit tidak mau bekerja sebagai guru
dipemerintahan Belanda dan Jepang, karena itu kami sekeluarga hidup sering
berpindah tempat karena sembunyi dari incaran Belanda, mengungsi
kepelosok daerah terpencil .
Setelah penyerahan kedaulatan RI, Desember 1949, baru kami sekeluarga
menetap dengan tenang di jalan Bunut no 29 kota Sukabumi, Jabar Ayah
saya mengajar di Sekolah Guru Bawah
Menurut cerita orang tua, saya diharapkan lahir sebagai perempuan, karena
itu,nama yang disiapkan adalah nama permpuan yaitu: Nurhana (katanya
artinya Bunga yang bercahaya, campuran bahasa arab dan Jepang)..Karena
itu semasa kecil, saya katanya feminine, makanya sering diejek dan
dilecehkan oleh kakak laki-laki saya yang sedari kecil lebih jantan
Tahun 1955 Ayah saya dipindah ke Serang Banten, dipromosikan menjadi
Kepala Sekolah Guru Bawah (setingkat SLTP). Selama di Serang Banten saya
ditempa dengan kehidupan keras di Serang Banten yang pada saat itu persis
sedang merajalelanya para Cross Boys (Geng Pemuda yang senang
berkelahi)di Banten .Saya yang tidak suka masuk geng Cross boys (sekarang
istilahnya geng preman), menjadi terkucll dari pergaulan pemuda saat itu dan
sering jadi korban intimidasi geng cross boys saat itu .
Merasa tertekan dan tidak cocok dengan pergaulan pemuda Serang yang
dikuasai geng CrossBoys saat itu, pada tahun 1959, saat naik kekelas 2 SMA,
saya nekad pindah ke kota Bogor ikut kaka saya yang kerja di pabrik ban
Good Year, untuk belajar ilmu beladiri di School of Self Defense ( disingkat
SOSI) pimpinan seorang pakar ilmu bela diri yang bernama Mr Batling Ong..Di
Bogor saya belajar lmu bela diri Jiu jit Su, Judo, Tinju dan Gulat selama 2
tahun
Tahun 1961 saya lulus SMA, melanjutkan sekolah di Fakultas Ekonomi
Universitas Pajajaran Bandung sambil melanjutkan belajar ilmu bela diri di
SOSI Bandung ( Karena itu saya bisa menguasai banyak cabang ilmu bela
diri )..
Pada awal tahun 1962 saya mulai merasa jenuh dengan berbagai pergaulan
remaja masa itu yang masih sarat dengan budaya hura hura dan berkelahi
dijalanan secara berkelompok/Cross Boys ( pada saat itu idola remaja adalah
James Dean yang membintangi flm West Side Story, film tentang remaja
Cross Boys di Amerika Serikat), dan mendaftarkan diri masuk Akademi Militer
Nasional Magelang ..
Sambil menunggu hasil ujian masuk ke AMN, saya sempat pulang ke Serang
Banten dan kerja sebagai honorer kantor Perhutani di Cilegon Banten selama
sekitar 3 bulan
Oktober 1962 saya dipanggil untuk mengikuti pendidikan di AMN
Magelang .maka dimulailah lembaran hidup baru saya, dari seorang remaja
sipil yang sangat lugu dan pemalu, dirubah menjadi seorang manusia baru ..
0
