Kaskus

News

rudy79Avatar border
TS
rudy79
Kenangan masa-masa pendidikan militer
Kenangan masa-masa pendidikan militer


BAB I
PENDIDIKAN DASAR KEMILITERAN
( Secatam/Secaba/Akademi/PK/Menwa )

Thread ini di Persembahkan untuk mengenang kembali kisah mula-mula memasuki dunia kemiliteran.....masa transisi dari sipil ke militer yang pasti tidak akan terlupakan sampai bila-bila


Ayo agan-agan semua....Share di sini kenangannya....dari Secatam/Secaba/Akademi/Sepa/Selapa/Pusdik/Kursus Lanjutan....dan lain-lain..
termasuk kenangan setelah lulus dan mulai membaktikan diri untuk ibu pertiwi

silahkan di share juragan .....apa itu kenangan indah...pahit....memalukan....atau melucukan...YANG PASTI PENUH KENANGAN SUKA DUKA...AIR MATA....DAN KERINGAT....emoticon-Big Grin

NB: untuk kerahasiaan..nama/lokasi/waktu bisa disamarkan......emoticon-I Love Kaskus
1
533.2K
1.6K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
Militer
KASKUS Official
20.4KThread10.8KAnggota
Tampilkan semua post
rudy79Avatar border
TS
rudy79
#12
Kopral Taruna - Sebagai Benteng Akademi

Pangkat Prajurit Taruna yang hanya dijalani 3 bulan. Lalu, kami naik pangkat

menjadi Kopral Taruna selama 6 bulan. Periode ini adalah pembinaan fisik yang

paling baik selama Akademi. Lari setiap pagi, halang rintang, dan sejenisnya

adalah aktifitas sehari-hari, sehingga dikenal dengan larinya kopral, yakni

cepat, teratur dan gagah. Ceilaa…..apa ora hebat. Orientasi ke Matra Darat,

Laut, Udara, dikenal dengan Operasi Bhineka Eka Bakti. Dengan kereta api

menuju ke Jakarta, tidur di Senayan meninjau KRI dan Joy Sailing dengan

kapal–kapal satkat di sekitar kepulauan seribu, meninjau ke satuan Radar dan

Rudal TNI AU di Tangerang. Saat meninjau tempat latihan terjun payung di

Batujajar, Bandung dan PT Nurtanio bermalam di komplek pendidikan TNI AD

Cimahi. Untuk dinas dalam setiap hari kami bergantian dilatih jaga kamar di

sambre–sambre sampai di rumah makan dan mako atau Pokdo.


Diaturlah yang dari taruna darat dijagakan di sambre–sambre tempat sersan

Taruna dan sersan mayor dua Taruna serta kompi Lokananta. Sedangkan

yang dari laut dan udara ditaruh di Batalyon, pokdo dan mako. Kalau sabtu

dan minggu ada yang kebagian jaga pos–pos sekeliling komplek. Kalau sedang

giliran jaga harus berputer sekitar komplek, yang lumayan jauhnya. Tetapi

itupun lebih enak daripada jaga di sambre–sambre tempat sersan Taruna dan

Sersan Mayor Dua Taruna. Apalagi, jaga di kompi Lokanantha.


Desember tahun 1971, pendidikan Taruna Umum di tingkat 1 berakhir sudah.

Kami dilantik menjadi Sersan Taruna. Bangga sekali rasanya. Mungkin banyak

yang masih ingat plunyezak harus dikembalikan. Tas pakaian hitam dari plastik

pembagian hanya punya satu, sehingga saat keluar dari padepokan Simo

Lodra banyak buku dan pakaiannya dibungkus kain selimut loreng. Wah, jan

deso banget, gerutu kami. Inventaris saja diminta kembali. Apa ini bentuk

penghematan perlengkapan atau bentuk korupsi, ya? Kami tersenyum saja

mengenangnya saat ini. Ada juga yang malas. Semua buku dibuang atau

ditinggal di lemari belajar.



Sersan Taruna 1972

Setelah kenaikan tingkat selama 2 minggu, mulai babak baru dengan bau amis

aroma kolam penampungan banjir depan Kodikal dan banyak ranjau serta

terpedo di tempat makan. Masuk ke Bumimoro terasa sangat berbeda dengan

sejuk dan nyamannya lembah Tidar. Di sini gersang, panas dan sangar. Begitu

kesan pertama kami. Pendidikan di sersan Taruna ini sudah sesuai jurusan

masing–masing. Akomodasi dibagi di 3 batalyon. Batalyon pertama adalah

Batalyon Samadikun dengan sesanti Swa jaya –jaya Bhirawa. Batalyon kedua

adalah Batalyon Wiratno dengan sesanti Hiu Kiratha Jala Vira Perkasa.


Batalyon ketiga adalah Batalyon Memet dengan sesanti Ghora Vira Jala Madia.

Tempat tidurnya bertingkat. Sersan Taruna semua mendapat bagian atas.

Artinya, kalau naik harus pelan–pelan. Malah kadang tidak ada tangganya,

jadi mau tidur saja harus halang rintang. Rata–rata tidur setelah pukul 00.00

WIB. Jangan coba tidur lebih awal. Itu adalah pelanggaran. Salah–salah

mendapat celaka, karena harus menghadap senior sampai pagi. Kalau

menghadap lalu kita dipijati, itu enak. Nah, kalau kita yang harus memijati

senior sampai mereka lelap tertidur bahkan mendekur. Oalaaaaah... nasib
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.