TS
gen13th
[sHare]-=Semua Tentang Syech Siti Jenar serta Ajaran²nya=-
Berhubung thread sebelumnya telah dilock secara tidak sengaja 
jadi sangat disayangkan apabila perjalanan kehidupan beliau yang menurut sebagian orang agak aneh, hilang begitu aja.
Semoga Thread ini tidak menjadi bahan "pengakuan diri" tetapi menjadi "peng-ikhlasan diri" kita pribadi masing².
Dimana semuanya sudah jelas tetapi kita masih belum sadar akan kejelasan tersebut.
Sekian dari saya, terimakasih
Monggo dishare

jadi sangat disayangkan apabila perjalanan kehidupan beliau yang menurut sebagian orang agak aneh, hilang begitu aja.
Semoga Thread ini tidak menjadi bahan "pengakuan diri" tetapi menjadi "peng-ikhlasan diri" kita pribadi masing².
Dimana semuanya sudah jelas tetapi kita masih belum sadar akan kejelasan tersebut.
Sekian dari saya, terimakasih
Monggo dishare

tata604 memberi reputasi
1
277.6K
10K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Spiritual
6.4KThread•2.8KAnggota
Tampilkan semua post
dedy_m44
#1557
Quote:
ternyata yg empat itu syahadat sekaratnya roh (pecating nyawa)

Ini adalah syahadat sakaratnya roh (pecating nyawa), yang meliputi empat perkara :
1. Ketika roh keluar dari jasad, yakni ketika roh ditarik sampai pada pusar, maka bacaan syahadatnya adalah, la ilaha illalah, Muhammad rasulullah.
2. Kemudian, ketika roh ditarik dari pusar sampai ke hati, syahadat rohnya adalah la ilaha illa Anta.
3. Kemudian roh ditarik sampai otak, maka syahadatnya la ilaha illa Huwa.
4. Maka kemudian roh ditarik dengan halus. Saat itu sudah tidak mengetahui jalannya keluar roh dalam proses sekarat lebih lanjut. Sekaratnya manusia itu sangat banyak sakitnya, seakan-akan hidupnya sekejap mata, sakitnya sepuluh tahun. Dalam keadaan seperti itulah manusia kena cobaan setan, sehingga kebanyakkan kelihatan bahwa kalau tidak melihat jalan keluarnya roh menjadi lama dalam proses sekaratnya. Jika rohnya tetap mendominasi kesadarannya, tidak kalah oleh sifat setan, maka syahadatnya roh adalah la ilaha illa Ana. (Mantra Wedha, bab 211, hlm. 57).
Ajaran tentang syahadat pecating nyawa tersebut diberikan oleh Syekh Siti Jenar bagi orang yang belum mampu menempuh laku manusia manunggal, sehingga diperlukan prasyarat lahiriyah yang berupa syahadat pecating nyawa tersebut. Bagi yang sudah mampu menempuh laku manunggal, maka prosesnya seperti yang dilakukan Syekh Siti Jenar, kematian bukan masalah kapan ajalnya datang, juga bukan masalah waktu. Kematian termasuk dalam salah satu agenda manunggalnya iradah dan qudrat kawula Gusti dan sebaliknya.
0

