Batik Tanah Liek Direndam di Air Tanah Liat
Padang - Sumbar - 9-May-2008
Sejak lama, Tanah Minang atau Sumatra Barat terkenal dengan bordir dan sulamannya. Namun, sesungguhnya Tanah Minang masih menyimpan satu jenis kain yang tidak kalah indahnya. Kain itu dikenal dengan sebutan batik tanah liek.
Kalau dilihat sekilas, batik tanah liek tidak jauh berbeda dengan batik umumnya. Misalnya, batik Solo. Warna dasar batik kebanyakan berwarna cokelat. Motifnya pun agak mirip. Namun, batik tanah liek punya keunikan tersendiri.
Dicelup di Air Tanah
Tanah liek dalam bahasa Minang (Padang) berarti tanah liat. Jadi, batik tanah liek artinya batik tanah liat, jelas Raizal Rais, seorang perancang busana di Jakarta. Bagaimana mungkin batik dari tanah liat?
Begini. Tanah liat di sini digunakan sebagai media perendam. Prosesnya, kain yang telah dilukis oleh malam (lilin), biasanya direndam dahulu dalam cairan pewarna. Gunanya untuk menghasilkan warna yang kita inginkan. Setelah kering, kain dicelup ke dalam air panas untuk menghilangkan lilinnya. Nah, dalam pembuatan batik tanah liek, cairan pewarna untuk merendam kain adalah larutan air dari tanah liat. Biasanya proses perendaman dengan air tanah liat ini berlangsung selama seminggu. Hasilnya, kain batik memiliki warna dasar cokelat tanah. Itulah bedanya.
Rumah Gadang
Bagaimana dengan motifnya? Sebenarnya, motif batik tanah liek mirip dengan batik umumnya. Misalnya, ada yang mirip dengan motif batik pesisir. Motifnya burung hong, udang, dan tanaman, jelas Raizal Rais.
Lalu, adakah motif khusus yang menggambarkan Tanah Minang itu sendiri? Tentu ada. Tanah Minang atau Minangkabau memiliki bentuk rumah panggung yang khas. Namanya, Rumah Gadang. Nah, motif Rumah Gadang inilah yang ikut dimasukkan sebagai motif batik tanah liek, jelasnya.
Lanjutnya, di Sumatra Barat, daerah yang masih menghasilkan batik ada di Kota Painan, Dharmasraya, Bukit Tinggi, dan Solok. Dahulu, batik tanah hanya dipakai oleh para datuk untuk upacara khusus. Para datuk memakainya dalam bentuk selendang yang dilingkarkan pada leher. Sedangkan kaum perempuan menyampirkan selendang itu di bahu. Caranya, ujung kain pertama dililit dua kali di bahu kiri. Ujung lainnya disampirkan di tangan kanan melalui bagian belakang badan.
Kini, batik tanah liek bisa dipakai oleh siapa saja.