Sebanyak 240 bangunan tua di Kota Bandung ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Bandung yang harus dilestarikan dan tentu saja dipelihara. Menurut Penggagas Bandung Creative City Forum, Ridwan Kamil seperti yang dikutip dari harian Pikiran Rakyat Bandung, Bandung termasuk dalam salah satu laboratorium art deco terbesar di dunia.
Jumlah bangunan tua bernuansakan art deco memang bertebaran di setiap sudut kota dan merupakan salah satu yang terbanyak di dunia. Konsep garden city pada masa pembangunannya dulu merupakan konsep baru di dunia arsitektur.
Dan saat Kongres Internasional Arsitektur Modern di Athena, Yunani pada tahun 1933 lalu, Kota Bandung disandingkan dengan kota - kota besar lainnya di dunia seperti Madrid, Barcelona, Oslo dan Stockhlom dan Bandung juga disebut sebagai representatif dari Hindia Belanda.
Kembali ke 240 bangunan tua yang wajib dilestarikan serta dipelihara, itu menandakan adanya kesadaran warga kota untuk ikut serta dalam mempertahankan identitas kotanya, karena seperti kota - kota besar lainnya di dunia, arsitektur bangunan kuno merupakan daya tarik lainnya bagi wisatawan untuk mengunjungi kota Bandung baik wisatawan lokal maupun mancanegara.
240 bangunan tua yang tersebar tersebut diantaranya adalah gedung BMC yang terletak di Jl. Aceh, Toko De Zon di Jl. Asia Afrika, Kantor Pos Besar di Jl. Asia Afrika, Bank Indonesia di Jl. Braga, Landmark di Jl. Braga, Polwiltabes di Jl. Merdeka, Hotel Preanger di Jl. Asia Afrika, Hotel Braga di Jl. Braga, Kologdam di Jl. Aceh, Kolam Renang Centrum di Jl. Belitung, Bumi Sangkuriang di Jl. Kiputih, Museum Geologi di Jl. Diponegoro dll.