TS
黄坚智
share kesehatan reptile (ular,kura,dll)
di thread ini akan dibahas masalah kesehatan reptile...bgmana mencegah dan mengobati penyakit reptile...
yang punya permasalahan dengan reptile nya masuk sini ya....
List
Obat-obatan Buat Reptile
Respiratory Infection & Inclusion Body Disease
Ear Abcess Pada Tortoise
Menjaga kesehatan Ular
Mengobati Penyakit Yang Umum Pada Phyton
Mouthrot dan Noserub
Lumut dan Shell Rot Pada Turtle
Gejala dan Pengobatan Sakit Pada Turtle
Shell Rot pada Turtle
Problem/Solution
yang punya permasalahan dengan reptile nya masuk sini ya....
Quote:
Original Posted By AsuFajar►Guys..
gw butuh 2 thread yg mau gw stiki
Thread pertama : Dasar Pemeliharaan Reptil, yg isinya tentang dasar2 pemeliharaan reptil buat pemula ataupun pro serta pemilihan reptil yg sesuai dengan karakter yg diingini.
hal2 apa yg dibutuhkan kalo mau pelihara reptil dan kandangnya.
Thread kedua: Share Kesehatan Reptil, yg isinya membahas masalah kesehatan reptil. dan pencegahan penyakit serta konsultsi sharing masalah kesehatan reptil peliharaan kalian.
Note, si TS ngga selalu harus menjawab semua pertanyaan dikedua thread itu tapi semua anggota forum reptil yg mampu menjawab dan sharing bisa dipaparkan disana.
ayo guys bikin rame dan rapi forum ini
gw butuh 2 thread yg mau gw stiki
Thread pertama : Dasar Pemeliharaan Reptil, yg isinya tentang dasar2 pemeliharaan reptil buat pemula ataupun pro serta pemilihan reptil yg sesuai dengan karakter yg diingini.
hal2 apa yg dibutuhkan kalo mau pelihara reptil dan kandangnya.
Thread kedua: Share Kesehatan Reptil, yg isinya membahas masalah kesehatan reptil. dan pencegahan penyakit serta konsultsi sharing masalah kesehatan reptil peliharaan kalian.
Note, si TS ngga selalu harus menjawab semua pertanyaan dikedua thread itu tapi semua anggota forum reptil yg mampu menjawab dan sharing bisa dipaparkan disana.
ayo guys bikin rame dan rapi forum ini

Quote:
Original Posted By AsuFajar►
gw harap dikedua thread itu ngga ada yg OOT ya
kan kalo mau OOT udah ada lounge
silakan lapor dibad post kalo ada post yg OOT
gw harap dikedua thread itu ngga ada yg OOT ya
kan kalo mau OOT udah ada lounge
silakan lapor dibad post kalo ada post yg OOT
List
Obat-obatan Buat Reptile
Respiratory Infection & Inclusion Body Disease
Ear Abcess Pada Tortoise
Menjaga kesehatan Ular
Mengobati Penyakit Yang Umum Pada Phyton
Mouthrot dan Noserub
Lumut dan Shell Rot Pada Turtle
Gejala dan Pengobatan Sakit Pada Turtle
Shell Rot pada Turtle
Problem/Solution
tien212700 dan 6 lainnya memberi reputasi
5
207.6K
Kutip
3.1K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Reptil
729Thread•511Anggota
Tampilkan semua post
guruhsuliano
#4
RI dan IBD
Respiratory Infection (RI)
Quote:
Original Posted By Roel's ReptilesTanda-tanda:
Pencegahan:
Pengobatan:
sumber : roel's reptiles
- Pilek, nafas terdengar berat dan bunyi
- Kadang keluar lendir bening cair dari hidung, atau kental kekuningan dari mulut
- Kadang terlihat seperti bersin-bersin, dan dari mulut menyemprotkan lendir tersebut
- Lebih parah lagi kalau badan (kira-kira sepertiga badan dari kepala) kadang/sering terlihat melengkung/diangkat ke atas. Itu tanda sudah terinfeksi paru-parunya
Pencegahan:
- Kandang jangan sampai terlalu lembab atau terlalu kering (disesuaikan dengan habitat jenis ularnya juga)
- Selalu sediakan air minum di dalam kandang
- Ganti substrate dan bersihkan kandang tiap ular pup/pee sesegera mungkin, cuci kandangnya, dan ganti dengan substrate yang baru
- Jangan memakai substrate atau kandang yang bahannya mengandung toxic, contoh: serutan kayu atau papan kayu dari jenis kayu tertentu
Pengobatan:
- Tergantung tingkat keparahannya
- Kalau masih sebatas gejala ringan, cukup diobati dengan Teramicine atau Gentamicine yang diteteskan di mulutnya (oral), dan di kedua lubang hidungnya, plus rajin dijemur di panas matahari pagi hari, kalau bisa setiap hari. Penjemuran jangan terlalu lama, cukup sampai badan ular terasa agak hangat saja
- Kalau sudah parah musti disuntik (inject) dengan gentamicine, terapi selama 3-5 hari berturut-turut disuntik dengan dosis yang tepat
- Selain itu perlu juga diberikan vitamin
- Kunjungi dokter hewan apabila reptil kesayangan anda tidak terlihat membaik
sumber : roel's reptiles
Inclusion Body Disease (IBD)
Quote:
Original Posted By gnipod
Apakah IBD itu?
IBD merupakan suatu hal yang telah lama ada dalam pemeliharaan boa dan python di captivity, akan tetapi keberadaannya sendiri baru disadari oleh publik baru-baru ini. IBD dipercaya sebagai penyakit yang disebabkan oleh retrovirus dan sepertinya hanya menyerang anggota dari keluarga "boid", seperti python dan boa. Penyakit ini mempengaruhi dua grup ular tersebut dengan berbagai cara yang berbeda akan tetapi kondisi yang diakibatkan akan selalu fatal ketika ular mulai menampakkan gejala-gejala yang diakibatkan oleh penyakit ini.
Ular bisa saja tidak menampakkan gejala-gejala apapun tetapi tetap saja menjadi pembawa dari penyakit ini Boa, sebagai contoh, sering menjadi sarang dari penyakit ini tanpa menampakkan gejala-gejala terkena penyakit. Maka bila seekor ular yang dikandangkan dengan ular lain yang telah terinfeksi tidak menunjukkan adanya gejala-gejala apapun, bukan berarti ular tersebut kebal terhadap penyakit ini ia tetap dapat menjadi sumber infeksi pada ular-ular lainnya yang masih sehat.
Penyakit ini diyakini disebabkan oleh inclusion bodies (sejenis retrovirus) yang diidentifikasi terdapat dalam sel epithelial dari ginjal dan pancreas ular yang terjangkit. IBD juga dikaitkan dengan degenerasi neuronal dan luka pada saraf tulang belakang dan otak, yang nantinya akan menyebabkan denegerasi myelin dan kerusakan pada saraf. Dalam beberapa kasus, ular yang terjangkit oleh IBD juga ditemukan terinfeksi oleh kutu ular, Ophionyssus natricis, akan tetapi karena keberadaan dari parasit ini tidak selalu hadir pada semua kasus IBD yang terjadi, maka hubungan sebab akibat yang pasti antara parasit ini dan IBD tidak dapat dibuat.
Host
Penyakit IBD sendiri telah diidentifikasi pada ular-ular dari keluarga boid di bawah ini, antara lain berbagai subspecies boa constrictor (Boa constrictor), green anaconda (Eunectes murinus), Haitian boa (Epicrates striatus), Burmese python (Python molurus bivittatus), Indian python (P. m. molurus), reticulated python (P. reticulatus), ball python (P. regius), carpet python (Morelia spilota) dan diamond python (M. s. spilota). Sebagai tambahan, penyakit yang mirip dengan IBD didiagnosa pada seekor eastern king snake (Lampropeltis getulus) yang dikandangkan dengan boa constrictor dan pada palm vipers (Bothriechis marchi).
IBD biasanya ditemukan pada ular-ular juvenile hingga ular dewasa, akan tetapi tidak menutup kemungkinan ular yang baru lahir (neonate) dapat terinfeksi juga.
Distribusi
Menyebar di seluruh dunia pada ular-ular dari keluarga boid yang ada dalam pemeliharaan. Kebanyakan kasus IBD terjadi di U.S namun kasus-kasus IBD baru-baru ini ditemukan pada captive pythons di Australia, Canary Island, dan Italia. Transportasi ular dalam perdagangan hewan dan transportasi ular dari institusi-institusi kebun binatang yang berbeda dipercaya menjadi sebab tersebarnya penyakit ini di seluruh dunia.
Sampai saat ini tidak diketahui apakah inclusion body disease juga muncul pada boa dan python di alam liar, atau secara exclusive hanya terjadi pada ular di pemeliharaan (hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut).
Gejala
Python dan boa memperlihatkan gejala yang sedikit berbeda, dimana penyakit berkembang lebih lambat pada boa.
Tanda-tanda infeksi IBD di Boa antara lain kekacauan pada sistem saraf pusat seperti lumpuh, tidak dapat mengembalikan posisi badannya ke arah semula ketika posisi badannya terbalik, star-gazing (posisi kepala ular tegak ke arah atas menatap langit), ketidak mampuan untuk menyerang atau membelit mangsanya atau bahkan hanya pada kelumpuhan saja. Gejala-gejala lain yang terjadi di Boa adalah penurunan berat badan secara ekstrim, menderita muntah kronis, serta infeksi pernafasan. Dysecdysis yang disebabkan oleh ketidak mampuan ular untuk mengontrol gerakan tubuhnya dalam melepas kulit lama-nya.
IBD berkembang secara lebih agresif pada ular python, selain gejala-gejala yang telah dijelaskan untuk boa di atas (terkecuali muntah kronis), python juga mengalami mouth rot (infectious stomatitis), disorientasi dan hilangnya kordinasi otot serta respon refleks yang terlalu tinggi atau terlalu besar.
Baik pada Python ataupun Boa, penyakit ini berkembang sangat cepat dan berakibat fatal pada ular-ular juvenile. Dimana kematian dengan cepat terjadi setelah dimulainya kelumpuhan ringan pada ular.
Daya tahan Virus di luar inangnya
Berdasarkan apa yang telah diketahui tentang virus pada saat ini, maka disinfektan berbasis alkohol (e.g. Sagrotan, Desderman, Microzid) akan melenyapkan virus. Sebagai retrovirus, IBD tidak akan bertahan di luar tubuh inangnya untuk jangka waktu yang lama.
Pencegahan
Sampai sekarang tidak ada pengobatan untuk penyakit ini, dan dikarenakan penyakit ini selalu berakibat fatal dan sangat menular, maka euthanasia pada ular yang positif terjangkit oleh IBD merupakan tindakan yang dianjurkan. Sekalipun ular dapat dijaga agar tetap hidup melalui tindakan-tindakan seperti force feeding dan hydration, kerusakan yang terjadi pada saraf, otak, saraf tulang belakang dan organ-organ dalam sangatlah besar sehingga biarpun ular tetap hidup tetapi kualitas hidup ular itu sendiri akan semakin menurun yang juga disertai dengan meningkatnya rasa sakit pada ular.
Dikarenakan belum adanya pengobatan untuk penyakit ini dan penyebarannya yang seperti virus, maka tindakan yang dapat dilakukan untuk menimalisir resiko masuknya IBD ke ular peliharaan kita adalah dengan melakukan aksi-aksi pencegahan, antara lain:
Karantina secara ketat untuk setiap ular jenis Python dan Boa yang baru kita dapat, paling tidak untuk jangka waktu 3-6 bulan dan jika anda telah memiliki pet Python maupun Boa, selalu berhati-hati dan waspada setiap mengunjungi toko hewan peliharaan, pameran reptil, ataupun melihat-lihat koleksi reptil orang lain.
Diterjemahkan dan diambil dari berbagai sumber. oleh gnipod
untuk informasi lengkap beserta gambar : klik di sini
Apakah IBD itu?
IBD merupakan suatu hal yang telah lama ada dalam pemeliharaan boa dan python di captivity, akan tetapi keberadaannya sendiri baru disadari oleh publik baru-baru ini. IBD dipercaya sebagai penyakit yang disebabkan oleh retrovirus dan sepertinya hanya menyerang anggota dari keluarga "boid", seperti python dan boa. Penyakit ini mempengaruhi dua grup ular tersebut dengan berbagai cara yang berbeda akan tetapi kondisi yang diakibatkan akan selalu fatal ketika ular mulai menampakkan gejala-gejala yang diakibatkan oleh penyakit ini.
Ular bisa saja tidak menampakkan gejala-gejala apapun tetapi tetap saja menjadi pembawa dari penyakit ini Boa, sebagai contoh, sering menjadi sarang dari penyakit ini tanpa menampakkan gejala-gejala terkena penyakit. Maka bila seekor ular yang dikandangkan dengan ular lain yang telah terinfeksi tidak menunjukkan adanya gejala-gejala apapun, bukan berarti ular tersebut kebal terhadap penyakit ini ia tetap dapat menjadi sumber infeksi pada ular-ular lainnya yang masih sehat.
Penyakit ini diyakini disebabkan oleh inclusion bodies (sejenis retrovirus) yang diidentifikasi terdapat dalam sel epithelial dari ginjal dan pancreas ular yang terjangkit. IBD juga dikaitkan dengan degenerasi neuronal dan luka pada saraf tulang belakang dan otak, yang nantinya akan menyebabkan denegerasi myelin dan kerusakan pada saraf. Dalam beberapa kasus, ular yang terjangkit oleh IBD juga ditemukan terinfeksi oleh kutu ular, Ophionyssus natricis, akan tetapi karena keberadaan dari parasit ini tidak selalu hadir pada semua kasus IBD yang terjadi, maka hubungan sebab akibat yang pasti antara parasit ini dan IBD tidak dapat dibuat.
Host
Penyakit IBD sendiri telah diidentifikasi pada ular-ular dari keluarga boid di bawah ini, antara lain berbagai subspecies boa constrictor (Boa constrictor), green anaconda (Eunectes murinus), Haitian boa (Epicrates striatus), Burmese python (Python molurus bivittatus), Indian python (P. m. molurus), reticulated python (P. reticulatus), ball python (P. regius), carpet python (Morelia spilota) dan diamond python (M. s. spilota). Sebagai tambahan, penyakit yang mirip dengan IBD didiagnosa pada seekor eastern king snake (Lampropeltis getulus) yang dikandangkan dengan boa constrictor dan pada palm vipers (Bothriechis marchi).
IBD biasanya ditemukan pada ular-ular juvenile hingga ular dewasa, akan tetapi tidak menutup kemungkinan ular yang baru lahir (neonate) dapat terinfeksi juga.
Distribusi
Menyebar di seluruh dunia pada ular-ular dari keluarga boid yang ada dalam pemeliharaan. Kebanyakan kasus IBD terjadi di U.S namun kasus-kasus IBD baru-baru ini ditemukan pada captive pythons di Australia, Canary Island, dan Italia. Transportasi ular dalam perdagangan hewan dan transportasi ular dari institusi-institusi kebun binatang yang berbeda dipercaya menjadi sebab tersebarnya penyakit ini di seluruh dunia.
Sampai saat ini tidak diketahui apakah inclusion body disease juga muncul pada boa dan python di alam liar, atau secara exclusive hanya terjadi pada ular di pemeliharaan (hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut).
Gejala
Python dan boa memperlihatkan gejala yang sedikit berbeda, dimana penyakit berkembang lebih lambat pada boa.
Tanda-tanda infeksi IBD di Boa antara lain kekacauan pada sistem saraf pusat seperti lumpuh, tidak dapat mengembalikan posisi badannya ke arah semula ketika posisi badannya terbalik, star-gazing (posisi kepala ular tegak ke arah atas menatap langit), ketidak mampuan untuk menyerang atau membelit mangsanya atau bahkan hanya pada kelumpuhan saja. Gejala-gejala lain yang terjadi di Boa adalah penurunan berat badan secara ekstrim, menderita muntah kronis, serta infeksi pernafasan. Dysecdysis yang disebabkan oleh ketidak mampuan ular untuk mengontrol gerakan tubuhnya dalam melepas kulit lama-nya.
IBD berkembang secara lebih agresif pada ular python, selain gejala-gejala yang telah dijelaskan untuk boa di atas (terkecuali muntah kronis), python juga mengalami mouth rot (infectious stomatitis), disorientasi dan hilangnya kordinasi otot serta respon refleks yang terlalu tinggi atau terlalu besar.
Baik pada Python ataupun Boa, penyakit ini berkembang sangat cepat dan berakibat fatal pada ular-ular juvenile. Dimana kematian dengan cepat terjadi setelah dimulainya kelumpuhan ringan pada ular.
Daya tahan Virus di luar inangnya
Berdasarkan apa yang telah diketahui tentang virus pada saat ini, maka disinfektan berbasis alkohol (e.g. Sagrotan, Desderman, Microzid) akan melenyapkan virus. Sebagai retrovirus, IBD tidak akan bertahan di luar tubuh inangnya untuk jangka waktu yang lama.
Pencegahan
Sampai sekarang tidak ada pengobatan untuk penyakit ini, dan dikarenakan penyakit ini selalu berakibat fatal dan sangat menular, maka euthanasia pada ular yang positif terjangkit oleh IBD merupakan tindakan yang dianjurkan. Sekalipun ular dapat dijaga agar tetap hidup melalui tindakan-tindakan seperti force feeding dan hydration, kerusakan yang terjadi pada saraf, otak, saraf tulang belakang dan organ-organ dalam sangatlah besar sehingga biarpun ular tetap hidup tetapi kualitas hidup ular itu sendiri akan semakin menurun yang juga disertai dengan meningkatnya rasa sakit pada ular.
Dikarenakan belum adanya pengobatan untuk penyakit ini dan penyebarannya yang seperti virus, maka tindakan yang dapat dilakukan untuk menimalisir resiko masuknya IBD ke ular peliharaan kita adalah dengan melakukan aksi-aksi pencegahan, antara lain:
- Hanya menempatkan satu ular dalam satu kandang.
- Penggunaan satu macam barang untuk tiap satu kandang (tempat minuman, hook, dan lain-lain).
- Hindari pemberian makanan yang telah ditolak oleh satu ular kepada ular lainnya.
- Pembasmian kutu.
- Melakukan tindakan euthanasia pada ular yang telah positif terjangkit oleh IBD.
- Melakukan disinfeksi kandang dan peralatan secara berkala.
- Mencuci tangan setelah dan di antara penghandlean satu ular sebelum menghandle ular lainnya.
- Kandang yang terbuat dari kayu polos (tidak dilapis melamine dan semacamnya) harus disingkirkan, apabila ular yang telah terkonfirmasi terjangkit IBD tinggal di dalamnya.
Karantina secara ketat untuk setiap ular jenis Python dan Boa yang baru kita dapat, paling tidak untuk jangka waktu 3-6 bulan dan jika anda telah memiliki pet Python maupun Boa, selalu berhati-hati dan waspada setiap mengunjungi toko hewan peliharaan, pameran reptil, ataupun melihat-lihat koleksi reptil orang lain.
Diterjemahkan dan diambil dari berbagai sumber. oleh gnipod
untuk informasi lengkap beserta gambar : klik di sini
0
Kutip
Balas