- Beranda
- Stories from the Heart
serpihan cerita tentang dia [true story]
...
TS
Endlessend
serpihan cerita tentang dia [true story]
serpihan cerita tentang dia
![serpihan cerita tentang dia [true story]](https://s.kaskus.id/images/2013/08/28/478480_20130828102025.jpg)
i n d e k s c e r i t a
serpihan pertama: prelude[disini]
serpihan kedua: penantian [disini]
serpihan ketiga: prolog [disini]
serpihan keempat: dia tersenyum, dan itu yang terindah [disini]
serpihan keempat setengah: 'ra' [disini]
serpihan kelima: rira [disini]
serpihan keenam: aa.. ehm.. mm.. [disini]
serpihan ketujuh: mid semester! [disini]
serpihan kedelapan: hei, dia mengajakku bicara. . [disini]
serpihan kesembilan: kecewa [disini]
serpihan kesepuluh: 085647276*** [disini]
serpihan kesebelas: aku juara karena dia [disini]
serpihan keduabelas: cinta?? [disini]
serpihan ketigabelas: platonic love [disini]
serpihan keempatbelas: we're looking at the same night sky [disini]
serpihan kelimabelas: UM UGM. . [disini]
serpihan keenambelas: menunggu adalah hal yang sangat-sangat-sangat tidak menyenangkan [disini]
serpihan ketujuhbelas: hari pengumuman akhirnya tiba [disini]
serpihan kedelapanbelas: Masihkah janji untuk kuliah seuniversitas itu bisa tercapai? [disini]
serpihan kesembilanbelas: berhenti berharap [disini]
serpihan keduapuluh: the day everything changed [disini]
serpihan keduapuluhsatu: i still feel that we're somehow connected under this sky [disini]
serpihan keduapuluhdua: l'homme dans a sont livre etre en soi et etre pour soi [disini]
sisipan: sweet seventeen [disini]
serpihan keduapuluhtiga:hari itu, mungkin hari terakhir aku bisa melihat senyumnya [disini]
serpihan keduapuluhempat: perih [disini]
serpihan keduapuluhlima: malam simalakama [disini]
serpihan keduapuluhenam: the sense of an ending [disini]
serpihan keduapuluhtujuh: endlessend [disini]
serpihan keduapuluhdelapan: diantara debur ombak [disini]
serpihan keduapuluhsembilan: destination neverland. part 1 [disini]
destination neverland. part 2 [disini]
serpihan terakhir: sebuah surat tanpa alamat [disini]
==========================================================
serpihan ketigapuluhsatu: akankah bintang itu terbit lagi? [disini]
serpihan ketigapuluhdua: itu kamu kan, rira? [disini]
serpihan ketigapuluhtiga: dua tangkai mawar [disini]
the end
![serpihan cerita tentang dia [true story]](https://s.kaskus.id/images/2013/08/28/478480_20130828102025.jpg)
i n d e k s c e r i t a
serpihan pertama: prelude[disini]
serpihan kedua: penantian [disini]
serpihan ketiga: prolog [disini]
serpihan keempat: dia tersenyum, dan itu yang terindah [disini]
serpihan keempat setengah: 'ra' [disini]
serpihan kelima: rira [disini]
serpihan keenam: aa.. ehm.. mm.. [disini]
serpihan ketujuh: mid semester! [disini]
serpihan kedelapan: hei, dia mengajakku bicara. . [disini]
serpihan kesembilan: kecewa [disini]
serpihan kesepuluh: 085647276*** [disini]
serpihan kesebelas: aku juara karena dia [disini]
serpihan keduabelas: cinta?? [disini]
serpihan ketigabelas: platonic love [disini]
serpihan keempatbelas: we're looking at the same night sky [disini]
serpihan kelimabelas: UM UGM. . [disini]
serpihan keenambelas: menunggu adalah hal yang sangat-sangat-sangat tidak menyenangkan [disini]
serpihan ketujuhbelas: hari pengumuman akhirnya tiba [disini]
serpihan kedelapanbelas: Masihkah janji untuk kuliah seuniversitas itu bisa tercapai? [disini]
serpihan kesembilanbelas: berhenti berharap [disini]
serpihan keduapuluh: the day everything changed [disini]
serpihan keduapuluhsatu: i still feel that we're somehow connected under this sky [disini]
serpihan keduapuluhdua: l'homme dans a sont livre etre en soi et etre pour soi [disini]
sisipan: sweet seventeen [disini]
serpihan keduapuluhtiga:hari itu, mungkin hari terakhir aku bisa melihat senyumnya [disini]
serpihan keduapuluhempat: perih [disini]
serpihan keduapuluhlima: malam simalakama [disini]
serpihan keduapuluhenam: the sense of an ending [disini]
serpihan keduapuluhtujuh: endlessend [disini]
serpihan keduapuluhdelapan: diantara debur ombak [disini]
serpihan keduapuluhsembilan: destination neverland. part 1 [disini]
destination neverland. part 2 [disini]
serpihan terakhir: sebuah surat tanpa alamat [disini]
==========================================================
serpihan baru kehidupanku
serpihan ketigapuluhsatu: akankah bintang itu terbit lagi? [disini]
serpihan ketigapuluhdua: itu kamu kan, rira? [disini]
serpihan ketigapuluhtiga: dua tangkai mawar [disini]
the end
*thanks buat bro keaglezatas gambar ilustrasinya 

twitter : @TweetEndlessend
Diubah oleh Endlessend 28-08-2013 10:24
anasabila memberi reputasi
1
383.7K
5K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Endlessend
#90
serpihan kelimabelas: UM UGM. .
Hari itu UGM terlihat ramai.
disana-sini terlihat calon-calon mahasiswa dengan berbagai gaya.
ada sekumpulan siswa yang mengenakan seragam sekolah, membentuk lingkaran, sepertinya berdiskusi atau berdoa bersama demi kesuksesan ujian nanti,
ada yang berpakaian seadanya, sendirian berdiri, sambil membuka-buka buku pelajaran kembali.
ada calon mahasiswa-mahasiswi yang Lebih cocok jika sedang berada dalam antrian acara-acara pencari bakat artis dan penyanyi. full makeup! Tapi jatuhnya malah seperti penyanyi dangdut.
ada juga calon mahasiswa yang didampingi sanak saudara sekampungnya.
bener-bener lengkap. Dari bapak, simbok, kakek, nenek, sodara, ponakan, bahkan mungkin tetangga-tetangga sekitar. berasa mau sungkeman idul fitri.
aku duduk disebuah sudut bersama 4 orang temanku
nanang, martin, vina, dan tentunya rira.
entah tanpa disengaja, aku dan rira memakai baju yang mirip hari itu.
bawahan jeans dan atasan warna putih.
kebetulan yang indah.
seharian kami berdua menjadi bahan candaan teman-teman
mukaku memerah salah tingkah, namun sebenarnya senang bukan kepalang.
rira sendiri menjawab candaan itu dengan senyum simpul yang terlihat sangat manis sekali.
tidak terasa, waktu ujian akan dimulai.
kamipun segera berpisah menuju ruang ujian masing-masing
sebelum pergi rira berbisik pelan, doakan aku ya end?
aku hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
lalu segera menuju ruanganku yang tak terlalu jauh dari tempat kami duduk tadi.
always ra, bahkan tanpa diminta pun aku akan slalu mendoakanmu.
ucapku dalam hati.
sebelum ujian dimulai aku berdoa:
ya Allah, berilah kami berdua kemudahan sehingga bisa lolos ujian ini. namun, jika salah satu tidak kau kehendaki melanjutkan sekolah disini, tolong jangan loloskan salah satu yang lain. Aku tidak ingin berpisah dengan dia. Amin.
=========================================================
sekeluar dari ruang ujian kepalaku penat.
pening.
soal-soal tadi jauh lebih susah dari soal-soal yang biasa di try-out kan.
namun melihat rira yang hanya tersenyum-senyum kecil, seluruh bebanku terasa hilang.
"end, gimana tadi ujiannya?", rira membuka pembicaraan, seperti biasa.
"susah ra. . . aku ngga yakin bisa lolos nih",ungkapku jujur.
"iya, aku juga ngerasa soal tadi susah banget. sampai pingin nangis karena takut ngga lulus. .end, aku beneran takut ngga lulus.", wajahnya sedikit meredup
aku memutar otak tuk memilih kata yang akan kuucapkan
namun belum sempat kulontarkan, dia kembali berbicara.
"tapi aku yakin end pasti lolos koq. tadi aku udah doain kamu."
hatiku berbunga-bunga mendengar ucapannya.
"mm, makasih rira. aku juga yakin kamu bakal lulus koq. kita kan udah janji mau kuliah di jogja bareng. ."
"iyah end. tolong doain aku terus ya", senyum kecilnya kembali terlihat.
aku lega.
"slalu, ra"
kali ini aku benar-benar bisa mengucapkannya.
sebelum pulang, kami menyempatkan diri ke malioboro.
mencoba naik delman, hunting pernak-pernik kecil nan antik dan tak lupa membeli bakpia untuk oleh-oleh keluarga di rumah.
disana-sini terlihat calon-calon mahasiswa dengan berbagai gaya.
ada sekumpulan siswa yang mengenakan seragam sekolah, membentuk lingkaran, sepertinya berdiskusi atau berdoa bersama demi kesuksesan ujian nanti,
ada yang berpakaian seadanya, sendirian berdiri, sambil membuka-buka buku pelajaran kembali.
ada calon mahasiswa-mahasiswi yang Lebih cocok jika sedang berada dalam antrian acara-acara pencari bakat artis dan penyanyi. full makeup! Tapi jatuhnya malah seperti penyanyi dangdut.
ada juga calon mahasiswa yang didampingi sanak saudara sekampungnya.
bener-bener lengkap. Dari bapak, simbok, kakek, nenek, sodara, ponakan, bahkan mungkin tetangga-tetangga sekitar. berasa mau sungkeman idul fitri.
aku duduk disebuah sudut bersama 4 orang temanku
nanang, martin, vina, dan tentunya rira.
entah tanpa disengaja, aku dan rira memakai baju yang mirip hari itu.
bawahan jeans dan atasan warna putih.
kebetulan yang indah.
seharian kami berdua menjadi bahan candaan teman-teman
mukaku memerah salah tingkah, namun sebenarnya senang bukan kepalang.
rira sendiri menjawab candaan itu dengan senyum simpul yang terlihat sangat manis sekali.
tidak terasa, waktu ujian akan dimulai.
kamipun segera berpisah menuju ruang ujian masing-masing
sebelum pergi rira berbisik pelan, doakan aku ya end?
aku hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
lalu segera menuju ruanganku yang tak terlalu jauh dari tempat kami duduk tadi.
always ra, bahkan tanpa diminta pun aku akan slalu mendoakanmu.
ucapku dalam hati.
sebelum ujian dimulai aku berdoa:
ya Allah, berilah kami berdua kemudahan sehingga bisa lolos ujian ini. namun, jika salah satu tidak kau kehendaki melanjutkan sekolah disini, tolong jangan loloskan salah satu yang lain. Aku tidak ingin berpisah dengan dia. Amin.
=========================================================
sekeluar dari ruang ujian kepalaku penat.
pening.
soal-soal tadi jauh lebih susah dari soal-soal yang biasa di try-out kan.
namun melihat rira yang hanya tersenyum-senyum kecil, seluruh bebanku terasa hilang.
"end, gimana tadi ujiannya?", rira membuka pembicaraan, seperti biasa.
"susah ra. . . aku ngga yakin bisa lolos nih",ungkapku jujur.
"iya, aku juga ngerasa soal tadi susah banget. sampai pingin nangis karena takut ngga lulus. .end, aku beneran takut ngga lulus.", wajahnya sedikit meredup
aku memutar otak tuk memilih kata yang akan kuucapkan
namun belum sempat kulontarkan, dia kembali berbicara.
"tapi aku yakin end pasti lolos koq. tadi aku udah doain kamu."
hatiku berbunga-bunga mendengar ucapannya.
"mm, makasih rira. aku juga yakin kamu bakal lulus koq. kita kan udah janji mau kuliah di jogja bareng. ."
"iyah end. tolong doain aku terus ya", senyum kecilnya kembali terlihat.
aku lega.
"slalu, ra"
kali ini aku benar-benar bisa mengucapkannya.
sebelum pulang, kami menyempatkan diri ke malioboro.
mencoba naik delman, hunting pernak-pernik kecil nan antik dan tak lupa membeli bakpia untuk oleh-oleh keluarga di rumah.
0