Buat yang pertama kali masuk ke trit ini pasti bertanya-tanya dalam hati dan gundah gulana (apaan sih ), Xenology itu sejenis monster, makanan, atau nama momod ya ?
This is it...
Spoiler for "Xenology adalah":
Xenology (from Greek language xenos = "foreign, guest" and λογος (logos) = "word") denotes research or information about foreign, alien, secret or generally unknown things. One who studies xenology is a xenologist.
Xenology merupakan cabang ilmu pengetahuan semu (pseudoscience) yang membahas tentang segala sesuatu yang aneh, sesuatu yang misterius yang tidak dibahas mendalam dalam bidang keilmuan lain.
Jadi pengetahuan apa aja yang termasuk Xenology?
Spoiler for "Pengetahuan dalam Xenology":
Pengetahuan yang menurut seseorang bertentangan dengan mainstream atau belum termasuk ke logika pengetahuan masa kini juga dapat dikategorikan Xenology. Hal-hal ganjil seperti Segitiga bermuda, OOParts, Alien-UFO, Peristiwa orang hilang secara misterius, dll juga dapat dikategorikan Xenology.
Quote:
Original Posted By berwin►Xenology itu sebenarnya General...
Bisa lebih spesifik seperti Xenobiology.
Banyak orang salah kaprah bahwa Xenobiology itu adalah Astrobiology.
Astrobiology itu mencari kehidupan di luar angkasa sana, baik kehidupan makroskopis ato mikroskopis.
Xenobiology dilain sisi adalah mempelajari biologi yg gak masuk dalam cabang mainstream biology umum seperti Ancient Virus, Atmospheric organism, Extreme Lifeform.
Xenology itu meliputi semua cabang ilmu, ini sebenarnya adalah gray area dari cabang ilmu dan sangat tipis bedanya sama Pseudo-Science.
ada pertanyaan,,unek2,,atau hal yang pengen ditanyain silahkan kemari..
Thread Xenology ini terbuka untuk umum...gratiss Thread ini tentunya juga terbuka bagi siapapun yang meyakini suatu fenomena dalam Xenology itu eksis, ataupun yang tidak mengakuinya. Terkadang believer suatu fenomena juga membutuhkan penentang agar keduanya bisa berdiskusi yang sehat.
Spoiler for "Xenology = HOAX?":
Xenology bukan HOAX , justru disinilah fungsi Xenology sebagai "tempat sampah" pengetahuan-pengetahuan yang mungkin dianggap HOAX di bidang ilmu lain. Tugas mulia yang kita emban (ngarang ) untuk membuktikan apakah suatu fenomena benar2 HOAX ataukah sebuah unsolved phenomena. Salah satu kesalahan dari (beberapa) pengetahuan mainstream adalah terlalu yakin dengan aksioma dan postulat yang mereka anut tanpa melihat kemungkinan bahwa suatu saat ada hal lain atau hukum lain yang mungkin merombak bidang ilmu pengetahuan tersebut di masa depan.
Sebagai contoh, sebelum abad Renaissance pemahaman bahwa bumi itu bulat yang dikemukakan Ibnu Hazm (...-1069 M) dianggap HOAX atau omong kosong oleh sebagian masyarakat eropa dan peradaban lain. 400 tahun kemudian barulah sebagian masyarakat dunia (itupun belum semua) sepakat dan kebenaran terkuak bahwa teori yang dikemukakan Copernicus bahwa bumi itu bulat adalah benar.
Seandainya tidak ada orang yang berpikir out of the box (seperti kita2 ) mungkin kemajuan ilmu pengetahuan akan tersendat. Kita ga harus menjadi seorang Copernicus untuk membuktikan keanehan suatu fenomena, tetapi setidaknya pikiran kita terbuka untuk dimasuki oleh kemungkinan-kemungkinan lain diluar kemampuan ilmu pengetahuan saat ini.
Ilmu manusia itu hanyalah setetes dibandingkan seluruh air yang ada di lautan.
Feel Free to post
Happy Sharing....
Spoiler for ga ngerti gan...topiknya aneh dan bikin bingung:
Quote:
Original Posted By batal►saya ijin menyimak ya bro... keren2 bgt.. syg pengetahuan saya msh teramat cetek jd blm bisa share apa2..
santai aja gan...ga usah ngerasa terlalu inferior. kita disini pengetahuan juga ga luas2 banget...
ga harus share ilmu baru juga ga apa2...reply setahu dan semampunya juga tetap kita hargai kok
Quote:
Original Posted By comen►akhirnya setelah 2 tahun baca isi nih thread hari ini selesai juga saya baca sampai post yang terakhir.
sebelum2nya saya ga berani langsung nge-post di thread ini cz saya belum selesai baca seluruhnya takutnya malah ntar OOT. padahal, banyak pertanyaan di kepala saya pada tiap topic yang ada di thread ini.
Kalo ada yang mau ditanyakan atau unek2 sampaikan aja gan.
Tapi terlebih dulu cek Index siapa tahu unek2 agan udah terjawab..
kalo masih bingung, silahkan isi Index diquote dan dihidupkan/ditanyakan kembali
Kalo pembaca thread menemukan Artikel menarik di Blog/Lounge mengenai Xenology...bisa dimuat/diposting disini untuk dibahas. Jangan lupa tambahkan beberapa opini pribadi atau tambahan comment...supaya enak untuk membuka diskusi..
RULES Internal Thread Xenology
1. sebisanya jgn one liner yah..
2. Kalo nemu artikel cantumin juga linknya ya
3. biasakan multiquote ya
4. Jangan posting emoticon doang...
5. jangan PI (udah kayak spectre Soccer Room aja nih )
6. No HOAX icon (only) without explanation
7. Boleh SARA
NB : yang ga boleh itu mendiskreditkan SARA
kalo ga boleh SARA, bingung juga nih.. tar ngebahas suku Maya, Inca juga ga boleh dong 8. ngikut peraturan Kaskus dan Forum Edu yang lain...
Thread ini didukung oleh :
Diubah oleh Phoenix17 14-06-2013 22:13
User telah dihapus dan 17 lainnya memberi reputasi
14
637.9K
Kutip
4.7K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
^^
numpang kopas nih soal de ja vu mudah mudahan berguna
Spoiler for dejavu:
Hampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton. Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu.
Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?
Terkait dengan Umur dan Penyakit Degeneratif
Pada awalnya, beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama optical pathway delay ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.
Selain itu, sebelumnya Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk mengobati penyakitnya karena mereka merasa sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.
Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan didaftarkan sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.
Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu baru atau lama.
Menciptakan Deja Vu dalam Laboratorium
Salah satu hal yang menyulitkan para peneliti dalam mengungkap misteri deja vu adalah kemunculan alamiahnya yang spontan dan tidak dapat diperkirakan. Seorang peneliti tidak dapat begitu saja meminta partisipan untuk datang dan menyuruh mereka mengalami deja vu dalam kondisi lab yang steril. Deja vu pada umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana tidak mungkin bagi peneliti untuk terus-menerus menghubungkan partisipan dengan alat pemindai otak yang besar dan berat. Selain itu, jarangnya deja vu terjadi membuat mengikuti partisipan kemana-mana setiap saat bukanlah hal yang efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun beberapa peneliti telah berhasil mensimulasikan keadaan yang mirip deja vu.
Seperti yang dilaporkan LiveScience, Kenneth Peller dari Northwestern University menemukan cara yang sederhana untuk membuat seseorang memiliki ingatan palsu. Para partisipan diperlihatkan sebuah gambar, namun mereka diminta untuk membayangkan sebuah gambar yang lain sama sekali dalam benak mereka. Setelah dilakukan beberapa kali, para partisipan ini kemudian diminta untuk memilih apakah suatu gambar tertentu benar-benar mereka lihat atau hanya dibayangkan. Ternyata gambar-gambar yang hanya dibayangkan partisipan seringkali diklaim benar-benar mereka lihat. Karena itu, deja vu mungkin terjadi ketika secara kebetulan sebuah peristiwa yang dialami seseorang serupa atau mirip dengan gambaran yang pernah dibayangkan.
LiveScience juga melaporkan percobaan Akira OConnor dan Chris Moulin dari University of Leeds dalam menciptakan sensasi deja vu melalui hipnosis. Para partisipan pertama-tama diminta untuk mengingat sederetan daftar kata-kata. Kemudian mereka dihipnotis agar mereka melupakan kata-kata tersebut. Ketika para partisipan ini ditunjukkan daftar kata-kata yang sama, setengah dari mereka melaporkan adanya sensasi yang serupa seperti dejavu, sementara separuhnya lagi sangat yakin bahwa yang mereka alami adalah benar-benar deja vu. Menurut mereka hal ini terjadi karena area otak yang terkait dengan familiaritas diganggu kerjanya oleh hipnosis.
gw jg sering dejavu, bahkan untuk beberapa kejadian gw bisa menebak apa yang akan terjadi berikutnya setelah merasakan dejavu itu, walau cuma hal hal kecil sih.