Kaskus

News

NikkentobiAvatar border
TS
Nikkentobi
SHARE Jangan Serakah, Bedakan antara Investasi dan Spekulasi
NOTE: Mengingat thread lama "Jangan Serakah" di-lock sejak kaskus kena hack kemarin, utk sementara, thread "Jangan Serakah" pindah ke sini dahulu. Buat teman-teman yg ingin membaca artikel-artikel di thread yg lama, bisa didownload dlm bentuk file pdf di sini. Jika linknya sudah kadaluarsa, harap info ke saya, agar bisa saya upload. Saya juga akan pelan-pelan memindahkan isi file pdfnya ke thread ini, tetapi akan memakan waktu karena formattingnya harus saya kerjakan lagi.

-----OOO-----

JANGAN SERAKAH, BEDAKAN ANTARA
INVESTASI DAN SPEKULASI


Terkadang sedih rasanya melihat banyak orang yang setiap kali terjebak "investasi" (dalam tanda kutip) yang nggak bener, karena belum mengerti investasi yang benar itu seperti apa. Investasi itu, menurut Benjamin Graham(gurunya Warren Buffet), adalah

"an operation which, upon thorough analysis, promises safety of principal and an adequate return. Operations not meeting these requirements are speculative".


Dalam bahasa Indonesianya kira kira :

"sebuah operasi, dimana melalui analisa yang mendalam, menjanjikan keamanan modal pokok dan tingkat keuntungan yang pantas/layak. Operasi yang tidak memenuhi persyaratan ini adalah spekulatif"

-------


Dalam definisi di atas ada 3 elemen yang penting buat sebuah investasi:
  1. Kita harus melakukan analisa yang mendalam

    Apa nih artinya? Artinya kita mesti pelajarin data data tentang investasi kita. Tidak cuma dengerin kata orang doang. Pelajari apakah model investasi itu benar feasible.

    Misalnya ada yg nawarin invest warnet, coba tanya teman teman yg punya warnet. Kalau nggak ada, luangin waktu liat gimana operasi warnet pada umumnya. Cari insider info dari karyawan warnet kalau perlu, tanya mereka per hari ada berapa jam, tapi minta data beneran jgn cuma omong "rame terus pak". Hitung estimasi pendapatan, hitung estimasi biaya (listrik mahal sekarang!), hitung biaya sewa, karyawan, penyusutan komputer dan lain lain.

    Repot? Tidak serepot kalau modal investasi kita hilang dan mesti ngumpulin modal lagi.


  2. Kita harus berusaha sebisa mungkin menjaga keamanan modal pokok kita

    Modal pokok kita adalah ibaratnya pohon di taman kita. Kalau cuma buah dicuri, tahun depan bisa berbuah lagi. Kalau misalnya dahan dipatahin orang, biarpun mengganggu, selama pohon masih hidup, masih bisa kita nikmatin buahnya tahun depan. Tapi kalau sampai pohon ini roboh?

    Harus diingat, SEMUA investasi itu ada resikonya. Bahkan anda beli Surat Utang Negara ataupun US Treasury Bonds pun masih ada resikonya, cuma resikonya sangat kecil saja.Jadi kalau ketemu orang nawarin investasi yang bilang NO RISK, langsung tinggalin saja, karena itu udah misleading, atau lebih parah lagi sedang mencoba buat scam kita.


  3. Kita harus berusaha mencapai tingkat pengembalian/keuntungan yang "PANTAS"/"LAYAK", bukannya "LUAR BIASA".

    Salah satu aturan utama yang kita harus selalu ingat, baik kita invest maupun spekulasi itu adalah "return proportionate to risk" atau "keuntungan itu berbanding dengan resiko". Risiko rendah memberikan tingkat Return/untung yang rendah. Resiko tinggi itu menawarkan tingkat Return yang tinggi.

    Tidak ada yang namanya "Resiko rendah-Return Tinggi". Lagi lagi kalau ada yang nawarin hal seperti ini, langsung aja tinggalin, karena kalau bukan misleading, ya berarti lebih parah lagi alias scam.

    Kalau baca koran sekarang, banyak yang nawarin "mimpi" main forex/options. Klaimnya "Over 1100% profit in 1 day!!!!!" Apakah itu bohong? Tidak juga, bisa saja kejadian seperti itu, karena saya juga pemain options and stocks. Tapi realita tidak seindah itu. Mereka tidak pernah nulis bahwa utk 1 orang yang profit 1100% in 1 day itu, sudah berapa orang yang modalnya ludes semua? Bahkan sebelum profit 1100% itu atau juga sesudahnya, orang itu sudah rugi berapa? Yang difokuskan dlm iklan adalah bahwa pada 1 hari itu, orang itu menang 1100%. Padahal dengan membeli lotere kita juga bisa "menang", beribu ribu % malahan.

    Jadi berapa sih tingkat keuntungan yang "Layak"/"Pantas"? Itu tergantung kepada banyak variabel, terlalu banyak buat dibahas semua. Tapi ada satu metode yang paling gampang. Kalau ada orang yang nawarin investasi dengan untung 10% perbulan misalnya, bahkan tanpa memperhitungkan faktor compounding (bunga berbunga) itu berarti udah 120% per tahun.

    Nah logikanya, kalau orang itu begitu yakin dgn proyeknya, kenapa dia tidak mengagunkan aja semua assetnya (rumah, mobil, dll), kalau perlu pinjam saudara. Bunga kredit dari bank di Indonesia itu sekarang tergantung tipenya paling 13-14%. Masih untung 100%++...

    Bahkan kalau orang itu narik duit pakai kartu kredit, yang bunganya gak kalah dengan rentenir, itu baru 48% setahun, masih untung 72% setahun!!! Tapi orang ini malah nawarin investasi ini ke anda, berarti anda udah harus mulai curiga ada udang di balik batu. Jadi analisanya harus lebih mendalam lagi. Lebih baik bertanya daripada sesat di jalan, itu kan kata orang tua kita.


-------


Nah permasalahnya, banyak orang yang tidak mengetahui hal hal diatas, lalu berpikir mereka invest, tapi gak sadar kalau mereka itu sebenarnya spekulasi, atau lebih parah lagi kena scam.

Ada satu catatan penting lagi yang mesti diingat, ini gak berarti spekulasi semuanya jelek. Seperti kata Benjamin Graham :

"Just as there is intelligent investing, there's also intelligent speculation. But there are many ways in which speculation may be unintelligent. Of these, the foremost are : (1)speculating when you think you are investing; (2) speculating seriously instead of as a pastime, when you lack the proper knowledge and skill for it"; and (3) risking more money in speculation than you can afford to lose"


Indonesianya kira-kira :

"Sama halnya bahwa ada Investasi dengan cerdik, ada juga Spekulasi dengan cerdik. Tetapi ada beberapa kondisi dimana spekulasi mungkin tidaklah cerdik, terutama : (1) Berspekulasi sambil menganggap bahwa anda itu berinvestasi (2) Berspekulasi secara serius (dan bukan utk bermain-main), padahal tidak mempunyai pengetahuan maupun keahlian utk itu; dan (3) Mempertaruhkan uang di spekulasi dalam jumlah yg terlalu besar".

Happy Investing!

------NOTE-----


Thread ini BUKAN tentang bagaimana "membuat Rp 1000 anda jadi Rp 1 juta". Kalau mau dibilang, thread ini lebih condong kepada "Bagaimana agar Rp 1 juta anda TIDAK menjadi Rp 1000."

Diskusi dalam thread ini mungkin akan saya arahkan kepada diskusi tentang :
  1. Investasi (investasi secara umum, bagaimana menyusun portofolio, instrumen investasi apa yg cocok bagi masing masing orang, dll)
  2. Spekulasi
  3. Financial Planning/Perencanaan Keuangan
  4. SCAM (bagaimana cara mengenali sesuatu tawaran sebagai SCAM, dll)


Fokus kepada topik di atas adalah karena saya lumayan akrab dengan topik-topik tersebut. Kalau mengenai bisnis/enterpreneurship, saya tidak berani banyak bicara, karena saya tahu banyak orang yg jiwa enterpreneurshipnya yang hebat. Selain itu pandangan tentang bisnis & cara menjalankan bisnis pun berbeda-beda antara tiap orang. Walaupun demikian, kalau sekedar bertukar cerita, tidak dilarang emoticon-Smilie.

----000----


Bagi yg tertarik buat ngikutin thread ini tetapi tidak sempat baca keseluruhan thread, di bawah ini adalah direct link ke beberapa posting dan juga diskusi saya dengan user lain di thread ini yang topiknya agak menarik.

Meskipun demikian, jika ada waktu, mungkin lebih baik untuk membaca thread dengan lengkap, karena banyak post yg bagus dari user lain yang tidak dibuatkan direct linknya (takut kepenuhan). Sayang kalau user-user sudah pada sharing tapi tidak kita manfaatkan.

Proyek Terjemahan/Rangkuman buku "The Intelligent Investor" :(MUST READ!!!)



Berkenalan dengan Reksadana
(link, tambahan)

Mengenal lebih dekat Obligasi
(part 1, part 2)

Investasi Emas di saat ini
(link)

Options : Investasi atau Spekulasi? (link)

Spekulasi, FM forbiz dan FM profesional
(link)
unik19Avatar border
unik19 memberi reputasi
1
274.4K
2.4K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Entrepreneur Corner
Entrepreneur Corner
KASKUS Official
22.1KThread5KAnggota
Tampilkan semua post
NikkentobiAvatar border
TS
Nikkentobi
#89
Investasi Emas di saat ini
NOTE: Ini adalah restorasi artikel dari thread "Jangan Serakah" yang lama. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang saya tambahkan dan juga ada update perkembangan yang terjadi setelah artikel ini ditulis. Maaf dulu sebelumnya, karena akibatnya artikel ini menjadi panjang sekali. Jika dirasa terlalu capek utk dibaca sekaligus, mungkin bisa dibaca bertahap saja.

-----ooo-----

Investasi emas di saat ini



Ada pendapat umum yg menyatakan emas memberikan proteksi kepada inflasi, terutama inflasi moneter (inflasi akibat kebijakan keuangan pemerintah dan bank sentral). Di atas kertas, memang pendapat umum di atas sangat masuk akal. Bank Sentral setiap saat dapat mencetak uang dalam jumlah yg tidak terbatas, sehingga nilai uang bisa jatuh.

Emas, di lain sisi, jumlahnya terbatas. Sehingga sangat masuk akal (di atas kertas), jika dinyatakan emas akan memberikan perlindungan terhadap inflasi. Tetapi, apakah kenyataannya spt itu?

Selama periode resesi 1970-1980, suatu periode dimana inflasi tinggi dialami oleh Amerika, harga emas memang melonjak jauh. Harga nominal tertinggi yg pada tahun 1970 adalah US$39,9/ounce, melonjak hingga sempat mencapai US$850/ounce (Januari 1980). (Bagi yg tertarik utk melihat historis harga emas, bisa dilihat di sini)

Tetapi setelah mencapai titik puncak itu, setiap tahunnya harganya bergerak naik turun di 500, 400, 300-an, dan baru menembus kembali harga 850 hingga awal tahun ini (kalau tidak salah..kalau salah berarti bulan Dec lalu). Itu adalah periode 27 tahun!!!!

Selama masa periode 27 tahun itu, para pemegang emas "babak belur" karena tidak mendapatkan income apa apa. Tidak spt pemegang obligasi yg pasti mendapat bunga atau juga pemegang saham yg masih bisa mendapatkan deviden, pemilik emas tidak mendapatkan apa apa. Selama periode ini, bahkan dengan memperhitungkan berbagai Market Crash di bursa saham pun, saham masih memberikan hasil yg jauh lebih baik.

Saat ini banyak orang yg membeli emas karena berpegang pada : "jika memperhitungkan inflasi, seharusnya saat ini harga emas mencapai $2300 an. Saat ini baru 900an, jadi peluang utk naik masih tinggi". Perlu disadari bahwa dalam kenyataannya, tidak ada jaminanbahwa emas akan pasti "mengejar" ketertinggalannya dan akan naik terus, terlebih lagi hingga ke $2300....

-----ooo-----


Selain alasan "inflasi" di atas, alasan lain yang kerap dipakai sbg dasar utk investasi dalam emas utk saat ini adalah "berjaga terhadap resesi".

Dalam hal ini, ada suatu studi menarik yang mengamati harga emas dalam 5 masa resesi yg terjadi setelah thn 1971. Dalam ke 5 resesi itu, di 1 masa resesi harga emas naik tajam, dalam 2 masa resesi emas naik secara moderat dan di 2 resesi sisanya, harga emas malah menurun.

Konklusi dari studi ini adalah bahwa tidak ada pola perilaku harga emas yang jelas dlm suatu masa resesi. Studi ini juga tidak menemukan korelasi antara harga emas dan pertumbuhan perekonomian USA.

-----ooo-----


Saya sendiri membeli emas sekitar 2 thn lalu sewaktu emas masih berada di tingkat yg jauh lebih murah dari saat ini. Pada tingkat harga sekarang ini, sepertinya saya belum akan "keluar" dari emas. Tetapi bukan karena alasan "seharusnya sekarang sudah $2300 jika menghitung inflasi" di atas....

Lalu apa yg menjadi alasan saya? Ada beberapa sinyal bahwa pemerintah beberapa negara (misalnya cina) akan meningkatkan cadangan emas negara, karena kekhawatiran akan nilai tukar $ dan ekonomi US, sehingga agak sedikit "bullish". Tingkat pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir di negara-negara yg masyarakatnya "doyan" emas (krn faktor budaya) spt India dan Cina pun bagus, sehingga ada kemungkinan permintaan akan emas semakin naik.

Alasan di atas lalu diperkuat lagi dengan tidak banyaknya alternatif pilihan investasi lain, sehingga jika saya "keluar" dari emas pun, tidak banyak pilihan lain yg bisa saya pakai. Terlebih lagi porsi investasi emas saya adalah hanya sebagai alat hedging (pembatasan resiko) dan porsinya tidak besar dari aset saya, hanya sekitar 5%.

Buat teman-teman yg ingin investasi di emas (di sini kita bicara Investasi ya? Bukan spekulasi), saya rasa masih sah-sah saja utk menaruh sekitar 5% (atau jika memang merasa sangat bullish, 10%) dari asset di sini. Tentunya harus dengan menyadari penuh nilai minus dari investasi emas yg telah saya sebutkan di atas tadi.

-----ooo-----


UPDATE :

Artikel ini sendiri ditulis sekitar 2 bulan lalu. Sejak saat itu, emas sempat naik dari US$900 hingga ke US$1000++ dan lalu kembali turun lagi ke level US$900-an.

Dalam periode ini juga muncul suatu perkembangan menarik mengenai rencana penjualan emas oleh IMF utk mengatasi kurangnya dana operasional IMF (utk thn fiskal terakhir, IMF mengalami defisit 140 juta dollar). Selama ini, sumber pendapatan utama IMF adalah dari pemberian pinjaman kepada negara-negara yg terkena krisis. Dengan timbulnya krisis dana operasional IMF, model pendapatan ini dirasakan tidak bisa diandalkan lagi, sehingga IMF merasa perlu melakukan perubahan.

Satu proposal yg diajukan dalam hal ini adalah penjualan emas sebanyak 403,3 ton emas (nilai sekitar 11 Milyar dollar) utk memulai sebuah dana investasi. Penghasilan dari dana investasi ini yang kemudian akan dipakai utk dana operasional IMF.

Pada tanggal 6 Mei kemarin, proposal ini sudah disetujui oleh perwakilan 176 dari 185 negara anggota. Meskipun demikian proposal ini masih membutuhkan persetujuan badan legislatif dari negara-negara anggota (misalnya utk Indonesia, membutuhkan persetujuan dari DPR, USA membutuhkan persetujuan dari Congress). Oleh karena itu, belum ada waktu yang pasti kapan proposal ini akan bisa dijalankan.

Dalam hal ini, ada baiknya saya juga menyinggung tentang CBGA (Central Bank Gold Agreement)/(Perjanjian Bank Sentral tentang Emas). CBGA ini ditandatangani oleh berbagai bank sentral utama di dunia. Bank-bank sentral yang mengikuti perjanjian ini memegang kira kira 45% cadangan emas di dunia. Berbagai negara dan lembaga (termasuk IMF) yg tidak ikut menandatangani perjanjian ini pun secara informil mengasosiasikan dirinya dengan CBGA ini. Jika memperhitungkan negara dan lembaga-lembaga ini, maka CBGA "mengendalikan" 85% cadangan emas di dunia.

CBGA sendiri pertama kali dibuat pada tahun 1999, dan berlaku selama 5 tahun. Perjanjian CBGA kedua dimulai dari tahun 2004 dan berlaku hingga September 2009. Dalam perjanjian CBGA ini, disepakati bahwa utk setiap tahun, total maksimum emas yang dijual pertahunnya adalah sebesar 500 juta ton. Dalam kaitannya dengan rencana penjualan IMF di atas, IMF mengumumkan bahwa rencana penjualan emas IMF akan dikoordinasikan dengan CBGA ini, sehingga tidak menambah jumlah emas yg dijual ke pasar.

-----ooo-----


NOTE: SEKALI LAGI, RISET DULU sebelum berinvestasi dlm apapun juga. Segala sesuatu yg saya tulis di atas, jgn ditelan bulat bulat. Coba cari informasi sendiri mengenai segala sesuatu yg saya katakan di atas, analisa kembali apakah masuk akal atau tidak. Yg bertanggung jawab atas uang kita adalah kita sendiri, bukan orang lain.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.